Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Senin, 20 Pebruari 2017 13:10
Banyak Peminat , Belum Sepekan Suzuki GSX R 150 Terpesan 50 Unit

Senin, 20 Pebruari 2017 13:08
Hormati Tuan Rumah Riau, Peserta Raker PLN se-Sumatera Kompak Bertanjak

Senin, 20 Pebruari 2017 12:06
Miliki 854 Butir Ekstasi, Wargad Asal Aceh dan Dua Temannya Ditangkap Polresta Pekanbaru

Senin, 20 Pebruari 2017 11:45
Pemadam Cepat Tiba, Rumah Kontrakan Milik Pejabat Inhil Selamat dari Kebakaran

Senin, 20 Pebruari 2017 11:16
Pendemo Desak Keterlibatan ASN di Pilkada Pekanbaru Diusut Tuntas

Senin, 20 Pebruari 2017 11:14
Dipimpin Azhar, Pengurus Cabor Pelti Rohil Dikukuhkan

Senin, 20 Pebruari 2017 11:01
BNNP Riau Musnahkan 52,5 Gram Sabu dari 3 Tersangka

Senin, 20 Pebruari 2017 10:59
Gandakan Tarif, Dishub Sebut Tukang Parkir di Luar Mal SKA Penipu

Senin, 20 Pebruari 2017 10:40
Jelang Ketum Datang, Kantor DWP PAN Riau Justru Disegel

Senin, 20 Pebruari 2017 10:37
ASN Disdukcapil Pekanbaru Tersangka Pungli Masih Digaji



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 16 Maret 2013 07:48
Bukan LSM Asing, WWF Bantah Gagal Lindungi TNTN

WWF membantah tudingan merupakan LSM asing. NGO tersebut juga mengklaim cukup berhasil menghambat perambahan hutan di Tanam Nasional Tesso Nilo.

Riauterkini-JAKARTA- World Wildlife Fund (WWF) Indonesia membantah tuduhan sebagai penyebab kerusakan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di Pelalawan, Riau. WWF Indonesia bukan sebagai pengelola TNTNT sebab TNTN berada dalam kewenangan Kementrian Kehutanan, khususnya Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi alam dan pengelolaannya di lapangan berada di Balai Taman Nasional.

“WWF Indonesia bekerja di kawasan tersebut dalam konteks mendukung Kemenhut dalam upaya melindungi keanekaragaman hayati dan pembangunan berkelanjutan di kawasan itu," sebut Direktur Konservasi WWF Indonesia Nazir Foead di Jakarta, Jum’at (15/3).

Berdasarkan analisis Bank Dunia, kecepatan perambahan di Taman Nasional Tesso Nilo, hutan akan terbabat habis pada tahun 2007. Tapi, berkat upaya dari Kemenhut, mitra LSM, dan forum masyarakat setempat. Sampai saat ini masih ada sekitar 37 ribu hektar hutan yang bisa dipertahankan di dalam TNTN.

Nazir menegaskan TNTN terancam oleh perambahan hutan untuk dijadikan kebun sawit. Hasil analisis citra satelit tahun 2012, telah menunjukkan dari total kawasan Taman Nasional seluas 83.068 ha, sekitar 46.000 ha (atau 56 persen telah dirambah atau telah berubah fungsi menjadi kebun kelapa sawit, karet dan lainnya.

“Upaya penegakan hukum merupakan salah satu langkah penting dalam penanganan perambahan, khususnya yang melibatkan pelaku bermodal besar,” ujanya.

Nazir juga menyebutkan, perambahan hutan itu mempersempit daya jelajah gajah dan menyebabkan konflik. Salah satu kontribusi WWF Indonesia dalam upaya mitigasi penanganan konflik manusia-gajah, WWF bersama dengan BKSDA Riau dan Balai Taman Nasional Tasso Nilo adalah mengoperasikan Flying Squad di Taman Nasional tersebut Sejak April 2004.

Flying Squad terdiri dari empat ekor gajah terlatih dan delapan orang pawang perawatnya. Tim ini melakukan pengusiran dan penggiringan gajah liar kembali ke habitatnya hingga kerugian masyarakat akibat serangan gajah liar dapat diminimalkan. Sejak dioperasikannya tim ini hingga 2010, tingkat kerugian masyarakat dapat ditekan hingga 75 persen.

Lebih jauh Nazir mengatakan, WWF Indonesia juga membantu masyarakat dalam peningkatan ekonomi melalui koperasi Petani Madu Hutan Sialang dan pendampingan kepada petani swadaya kebun sawit yang mencakup 349 kepala keluarga di Kecamatan Ukui yang berada kawasan penyangga TNTN.

WWF Indonesia juga membantah tudingan bahwa LSM tersebut adalah LSM asing yang sarat dengan kepentingan. “WWF bukanlah LSM Asing. WWF Indonesia adalah organisasi konservasi nasional yang independen dan diakui oleh Hukum Indonesia, dengan bentuk badan hukum yayasan,” kata Nazir.***(jor)





Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
nasionalis
mudah2 kita jangan jadi pecundang asing...!!!! baik, jelek Lndonesia adalah bangsa kita sendiri...mari kita slogan kan NKRI harga mati

UNTUK KAWAN WWF
WWF INDONESIA, GREENPEACE INDONESIA, GREENOMIC INDONESIA DLL SUDAH JELAS NAMA INDONESIA SAJA YANG KALIAN PAKAI, DEPANNYA NAMA ASING YANG KALIAN PAKAI, KALAU KALIAN PAKAI NAMA INDONESIA DAPAT DANA SEPALET ENET AJA, KALAU BUKAN LSM ASING PAKAI AJA NAMA

Kawan wwf
Yg komentar kalau bagak kau jadi Gubernur ye, atau jd presiden, kl tak jadi Caleg lah. Buto mato kau, sudah 3 Bupati, 2 kepala Dinas Kehutanan di Riau korupsi masuk penjaro, sebentar lagi Gubernur Suli masuk penjaro krno korupsi kehutanan. Bukak mato

Pakar LSM
WWF sejatinya LSM ASing, bekerja di Indonesia mengumpulkan data yang kemudian DIJUAL ke Luarnegeri. Pada Sidang2 PBB di bidang Lingkungan, WWF Indonesia selalu menjelek jelekan Indonesia yang merupakan tanah kelahirannya. semisalnya mereka menggauli

Pakar LSM
WWF sejatinya LSM ASing, bekerja di Indonesia mengumpulkan data yang kemudian DIJUAL ke Luarnegeri. Pada Sidang2 PBB di bidang Lingkungan, WWF Indonesia selalu menjelek jelekan Indonesia yang merupakan tanah kelahirannya. semisalnya mereka menggauli

Pakar LSM
WWF sejatinya LSM ASing, bekerja di Indonesia mengumpulkan data yang kemudian DIJUAL ke Luarnegeri. Pada Sidang2 PBB di bidang Lingkungan, WWF Indonesia selalu menjelek jelekan Indonesia yang merupakan tanah kelahirannya. semisalnya mereka menggauli

Pakar LSM
WWF sejatinya LSM ASing, bekerja di Indonesia mengumpulkan data yang kemudian DIJUAL ke Luarnegeri. Pada Sidang2 PBB di bidang Lingkungan, WWF Indonesia selalu menjelek jelekan Indonesia yang merupakan tanah kelahirannya. semisalnya mereka menggauli

Pakar LSM
WWF sejatinya LSM ASing, bekerja di Indonesia mengumpulkan data yang kemudian DIJUAL ke Luarnegeri. Pada Sidang2 PBB di bidang Lingkungan, WWF Indonesia selalu menjelek jelekan Indonesia yang merupakan tanah kelahirannya. semisalnya mereka menggauli

Pakar LSM
WWF sejatinya LSM ASing, bekerja di Indonesia mengumpulkan data yang kemudian DIJUAL ke Luarnegeri. Pada Sidang2 PBB di bidang Lingkungan, WWF Indonesia selalu menjelek jelekan Indonesia yang merupakan tanah kelahirannya. semisalnya mereka menggauli


Berita lainnya..........
- BPBD dan Basarnas Inhil Sosialisasikan Tanggap Bencana di Dua Kecamatan
- Gerak Cepat, BPBD Inhil Berhasil Padamkan Karhutla di Kecamatan Kateman
- Tenda Pesta di Jalan Lintas Duri Ganggu Arus Lalu-lintas
- Promo Wisata dan Kampanye Lingkungan, Digagas Tour de Solop di Inhil
- Distanak Pekanbaru Tegur Warung Bakso Terkontaminasi Daging Babi
- Bina Proklim, DLH Rohil Kuker ke PT Salim Ivomas
- 2018, Kota Pekanbaru Ditargetkan Kembali Raih Piala Adipura


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.145.205.178
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com