Untitled Document
Sabtu, 27 Safar 1436 H |
Home > Lingkungan >>

Berita Terhangat..
Sabtu, 20 Desember 2014 00:31
Pagu Diatas Rp15 M, Dewan Bengkalis Sarankan Menjadi Proyek MY

Sabtu, 20 Desember 2014 00:22
37 KK Miskin Palkun, Bengkalis Nikmati Meteran Listrik Gratis

Sabtu, 20 Desember 2014 00:05
Kasus Korupsi Penyertaan Modal PT. BLJ Bengkalis,
Konsistensi versus "Asap Hitam" di Negeri Kaya


Jum’at, 19 Desember 2014 23:55
Pria Tua di Duri, Bengkalis Ditemukan Tewas Gantung Diri

Jum’at, 19 Desember 2014 23:53
Bupati Bengkalis Serahkan 316 SK PNS Baru

Jum’at, 19 Desember 2014 22:51
Kasus Suap Alih Fungsi Hutan di Kuansing,
Gubri Nonktif Annas Sebut Pernah Temui Zulkifli Hasan di Rumahnya


Jum’at, 19 Desember 2014 21:00
Juara Umum MTQ ke-33 Riau di Tembilahan,
Pemkab Rohul 42 Qori dan Qoriyah Bakal Diberi Bonus




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 6 Maret 2013 13:05
Pelindo dan Adpel Dumai Diminta tak Lepas Tangan Soal Pencemaran

Diduga terjadi pencemaran lingkungan di sekitar perairan Dumai, KLH setempat meminta PT Pelindo dan Adpel tidak lepas tangan.

Riauterkini-DUMAI- Kantor Lingkungan Hidup Kota Dumai minta PT Pelindo dan Administrator Pelabuhan (Adpel) jangan lepas tangan atas terjadinya pencemaran di kawasan pelabuhan. Karena itu, setiap kali terjadinya pencemarah di kawasan pelabuhan, mereka wajib ikut bertanggung jawab.

"Atas berbagai kejadian dugaan pencemaran di kawasan pelabuhan, maka Pelindo dan Adpel tak bisa mengelak dari tanggung jawab. Apa yang saya sampaikan ini menanggapi anggapan berbagai elemen masyarakat yang menilai pihak Pelindo dan Adpel selama ini terkesan kurang tangga," kata Basri, Rabu (6/3/13).

Menurutnya, tanggung jawab tersebut diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2010 Tentang Perlindungan Kawasan Maritim. Dalam PP tersebut ditegaskan bahwa pengelola kawasan pelabuhan wajib melakukan penanggulangan pencemaran lingkungan.

Selain itu, juga diatur dalam Peraturan Presiden (Pelpres) Nomor 19 Tahun 2008 Tentang Tanggung Jawab Penanggulangan Pencemaran di laut. "Karena itu, berdasarkan ketentuan tersebut, kami minta kepada Pelindo dan Adpel agar meningkatkan upaya dini dalam menanggulangi pencemaran," katanya.

Begitu pula PT Pelindo sebagai pemilik lahan yang menyewakan lahannya kepada 13 perusahaan yang ada di kawasan tersebut harus benar-benar memperhatikan Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam perlindungan dan pengelolahan lingkungan hidup.

KLH Dumai Deadline PT Inti Benua Perkasatama Tiga Bulan

Sementara pihak KLH diakui hanya bertanggung jawab atas pengendalian pencemaran. Dia mengakui bahwa pihaknya telah melaksanakan tanggung jawab sesuai dengan tugas dan pokok dan fungsinya (Tupoksi) selaku Kepala BLH Dumai.

Ditegaskan, pihaknya telah memberikan tenggat waktu selama tiga bulan, terhitung sejak Februari, kepada PT Inti Benua Perkasa untuk meningkatkan kafasitas Instalasi Pengolah Limbah (Ipal) dalam operasional perusahaan tersebut.

"Volume limbah yang ada tak sesuai dengan kafasitas Ipal yang dimiliki perusahaan. Karena itu, kami telah mengintruksikan agar pihak perusahaan segera memperbaikinya. Caranya adalah dengan menambah kafasitas kolam pengolah limbah dan menambah pipa pengolah limbah," jelasnya.

Dikatakan dia, hal itu menanggapi tindaklanjut dugaan pencemaran yang terjadi di wilayah pelabuhan akibat bocornya pipa transmisi limbah milik PT Inti Benua benua beberapa waktu lalu. Atas kejadian itu, pihak KLH Dumai langsung meninjau lokasi dan mengambil sampel cairan berwana kuning yang mencemari wilayah sekitar pelabuhan.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga telah memberikan teguran kepada perusahaan atas terjadinya dugaan pencemaran tersebut. Jika teguran tak diindahkan, pihaknya mengancam akan mengeluarkan rekomendasi untuk penghentian sementara operasional perusahaan di daerah ini.

Hal itu merujuk Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan Lingkungan Hidup, yang menegaskan bahwa pemerintah bisa melakukan pemaksaan dan juga bisa melakukan penutupan operasional perusahaan yang telah melakukan pencemaran. Bahkan, pemerintah bisa juga melakukan pembongkaran***(had)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Pencemaran tu di ungkaplah!!
Pencemaran d Dumai dah parah kali tu memang.. pelindo ni biang keroknya. gak ada di awasinya, kacauuu kali lh.. Masyrakat Dumai yang di rugikan krna limbah asap, minyak dari prusahaan tu..


Berita lainnya..........
- PNS Dilarang ke Kantor Berkendaraan Bermotor,
Wako Pekanbaru Luncurkan Kamis Bersih Tanpa Polusi Alias Kasihpapa

- Jalankan Rekomendasi SAC, RAPP Studi Bentang Alam di Dua Wilayah
- Deteksi Dini Karhutla, Pemkab Meranti Gandeng REDD+
- Warga Tuding Kanal Perusahaan Perkebunan,
Banjir Rendam Puluhan Rumah Dua Desa di Siakkecil, Bengkalis

- Masuk ke Pemukiman,
Belum Ada Warga Rohul Diganggu Beruang Madu

- Kanal Meluap, Rumah dan Sekolah di Bukitbatu, Bengkalis Kebanjiran
- Diguyur Hujan Semalaman,
Desa Muara Tobek, Kuansing Kebanjiran



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.197.65.82
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com