Untitled Document
Jumat, 5 Safar 1436 H |
Home > Lingkungan >>

Berita Terhangat..
Jum’at, 28 Nopember 2014 11:15
14 Pejabat Kades Pemekaran Mandau dan Pinggir Dilantik

Jum’at, 28 Nopember 2014 10:59
Romi 'Ketum PPP' Diperiksa KPK untuk Annas dan Gulat Manurung

Jum’at, 28 Nopember 2014 10:48
Puluhan Rumah di Kampung Baru, Inhil Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

Jum’at, 28 Nopember 2014 10:46
Serang Mahasiswa Dalam Musholla,
LBH Kecam Polisi dan Kapitra Siap jadi Pengacara Umat Islam


Jum’at, 28 Nopember 2014 10:31
Antikorupsi Masuk Kurikulum Pendidikan Bakal Diseminarkan di Pekanbaru

Jum’at, 28 Nopember 2014 10:18
Tembaki Pasutri, Rampok di Duri Gondol Rp150 Juta

Jum’at, 28 Nopember 2014 07:04
Serbu Mahasiswa Dalam Musholla,
Ormas Islam Desak Sejumlah Petinggi Polda Dicopot




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 21 Januari 2013 13:30
Kapal Berbedera India Miring,
Wilmar Bantah Terjadi Tumpah CPO di Perairan Dumai


Sebuah kapal berbendera India pengangkut CPO PT Wilmar Group sempat miring di dekat Pelabuhan Dumai. Pihak perusahaan bantah terjadi tumpahan muatan di laut.

Wilmar Group Bantah Insiden Nyaris Karam Kapal di Pelabuhan Dumai Terjadi Tumpahan CPO Riauterkini-DUMAI- Kabar melubernya minyak kelapa sawit dari Kapal Artistry berbenderakan India di kawasan Pelabuhan Indonesia (PT Pelindo) Cabang I Dumai, milik perusahaan Wilmar Group secara langsung disangkalnya dengan menyatakan hanya mengalami kemerengan bagian belakang kapal dan tidak terjadi tumpahan ke laut.

GM Wilmar Group Tanmin ketika dikonfirmasi melalui telpon selulernyan, Senin (21/1/13) mengatakan, bahwa kejadian tadi malam bukan tumpahan minyak kelapa sawit sebagaimana yang dikabarkan di lapangan. Karena pihaknya sudah memastikan bahwa tadi malam tidak terjadi insiden pencemaran ketika kapal mengalami kemiringan saat loading minyak.

"Anggota saya sudah mengecek kelapangan tidak ada terjadinya tumpahan CPO pada kejadian tadi malam. Yang ada hanya mengalami insiden kemerengan bagian belakang kapal saat melakukan pengisian minyak kelapa sawit di kawasan dermaga Pelindo Dumai," cetus Tanmin singkat kepada riauterkinicom siang ini.

Sebagai data tambahan, saat melakukan transfer minyak kepala sawit atau crude palm oline ke kapal bernama Artistry berbendera negara India, Ahad (20/1/13) malam sekitar pukul 21.30 WIB di dermaga kawasan Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Cabang Dumai dari perusahaan Wilmar Group meluber kelaut.

Informasi yang berhasil dirangkum dari sumber kompeten menyatakan, bahwa kejadian tumpahan minyak itu karena kapal tidak bisa mengeluarkan air balas yang tidak dijaga oleh petugas kapal sehingga kondisi kemiringan mencapi 45 derajat dari permukaan laut dan akhir isian minya sawit meluber kelaut Dumai.

Kemudian mengenai agen Kapal dikabarkan PT Tirtacipta Mulyapersada (TM) yang diketahui anak perusahaan Wilmar Group. Sedangkan untuk minyak kelapa sawit itu sendiri dikabarkan juga milik perusahaan terbesar di Asia yaitu Wilmar Group berkedudukan di wilayah Kota Dumai.

Sedangkan menurut sumber lagi, atas kejadian ini perusahaan wajib dikenakan sanksi dari pihak Syahbandar Pelabuhan Dumai, karena sudah menyakut kelalaian dan pencemaran lingkungan atas melubernya minyak kepala sawit yang sedang ditransfer ke kapala tangker Artistry berbendera India tersebut.

Bahkan dalam insiden ini, sejumlah warga yang mengetahui adanya melubernya minyak kelapa sawit kelaut untuk diambil dilarang oleh petugas jaga yang berada di pintu masuk Dermaga D Pelindo Dumai, dengan alasan perintah atasan dan pihak KPLP Dumai.

"Kami dilarang Mas, kata scukurity kondisi di dalam sudah darurat. Mohon maaf kondisi di dalam kawasan dergama lagi emergency. Begitulah Mas, kata petugas itu kekami, jadinya kami membatalkan untuk mengambil tumpahan minyak kelapa sawit yang ke laut itu," cetus Darsiman dan Tomy sembari menaiki sepeda motor untuk meninggalkan lokasi pintu masuk dermaga.***(had)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
danny
Ngkk enak dibaca, banyak tulisannya salah ketik.


Berita lainnya..........
- Puluhan Rumah di Kampung Baru, Inhil Rusak Diterjang Angin Puting Beliung
- Presiden Minta Pemprov Bangun Kanal Jaga Kelembaban Gambut di Meranti
- Anggaran Rp80 Miliar untuk Jembatan Siak IV Tergerus Kenaikan Harga BBM
- Kecamatan Langgam, Pelalawan Terisolir Akibat Banjir
- PLTA Buka Pintu Air,
Sejumlah Desa Disepanjang Sungai Kampar Terendam Banjir

- Dihadang Cuaca Buruk di Siak, Presiden Batal ke Meranti
- Tanggul di PKS PT APSL dan PT SJI Dituding Penyebab Banjir


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.81.216.254
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com