Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Kamis, 8 Desember 2016 18:37
Pilkades di Tambusai Utara, Rohul,
Semua Calon Kades Terpilih Wajah Baru


Kamis, 8 Desember 2016 17:28
Gubri Tunjuk Syahrial Abdi Jadi Pj Bupati Kampar

Kamis, 8 Desember 2016 17:24
Terjerat Korupsi Embarkasi Haji,
Mantan Kabiro Tapem Setdaprov Riau dan Kuasa Pemilik Lahan Batal Dituntut Hari Ini


Kamis, 8 Desember 2016 17:18
Otak Pelaku Ternyata Istri Korban,
Pelaku Pembunuhan di Rimba Melintang Rohil Ditangkap


Kamis, 8 Desember 2016 17:06
Polda Riau Gagalkan Peredaran Narkoba Senilai Rp31 Miliar

Kamis, 8 Desember 2016 17:04
Beredar Nota Pencabutan Mandat WR III Universitas Riau

Kamis, 8 Desember 2016 16:56
Ketua PN Bengkalis Pindah Tugas

Kamis, 8 Desember 2016 16:42
Bupati Tinjau Stand HAKI Rohil

Kamis, 8 Desember 2016 16:39
Polsek Langgam Ciduk Pelaku Pencabulan Anak di B awah Umur

Kamis, 8 Desember 2016 16:13
DKPP dan TP PKK Inhil Gelar Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 14 Nopember 2012 18:39
Banjir Rendam Badan Jalan
Sejumlah Desa di Kerumutan Pelalawan Terisolir


Sejumlah desa di Kerumutan, Pelalawan terisolir akibat banjir. Genangan air merendam badan jalan sehingga menyulitkan warga untuk melintasinya.

Riauterkini-PANGKALANKERINCI-Curah hujan yang tinggi sejak dua pekan terakhir menyebabkan sungai Kerumutan yang melintasi Desa Tanjung Kuyo dan Pangkalan Tampoi, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan meluap.

Sehingga badan jalan yang dinilai rendah dan menghubungkan sejumlah desa menjadi terendam dan akses terputus. Hal itu membuat sejumlah warga desa tak bisa beraktifitas. Warga berharap kondisi badan jalan yang rendah, agar dilakukan pembenahan dengan cara dilakukan penimbunan serta di kiri dan kanan badan jalan agar dibangun turap.

Demikian hal itu dikatakan Syaharudin, selaku Ketua Kerapatan Pemuda Petalangan (Kepungan), saat meninjau badan jalan yang terendam. Disebutkan Syahar, jika Pemkab tidak segera mencarikan solusi terhadap akses jalan tersebut, diyakini sejumlah desa akan terisolir dan bahaya banjir akan terus menerus menghantui.

"Solusinya badan jalan mesti ditinggikan dari permukaan sungai dengan cara ditimbun, kemudian disisi kiri dan kanan badan jalan dibangun turap agar air sungai tak meluber ke badan jalan", ungkapnya.

Dia menambahkan, kondisi banjir di beberapa titik badan jalan yang digenangi air mencapai ketinggian 1 meter lebih itu, sambung Ketua organisasi kepemudaan Kepungan, membuat aktifitas masyarakat sangat terganggu. Pasalnya warga tak bisa kemana-mana dengan ketinggian air lebih dari 1 meter di badan jalan dan terpaksa warga memilih berdiam diri di rumah.

"Saat banjir warga tak bisa melewati jalan dengan kendaraan roda dua dan roda empat, hanya kendaraan jenis mobil Ranger atau Ford yang bisa lewat, itu pun mesti super hati-hati, selain takut terperosok ke lobang yang dalam, arus air yang menggenangi badan jalan juga sangat deras", beber Syahar.

Sementara itu, Sontok Singh dan Sunardinata, warga setempat menyebutkan, badan jalan digenangi air tersebut telah berlangsung lebih dari sepekan. Celakanya, kondisi itu telah berlangsung setiap tahunnya.

"Banjir yang menggenangi badan jalan ini terjadi setiap tahunnya, setiap tahunnya telah menjadi langganan. Sehingga jika kondisi begini terpaksa menyetok keperluan sehari-hari dengan jumlah yang banyak, karena tak bisa keluar masuk dengan gampang,” ungkapnya. Terkadang, dalam keadaan darurat terpaksa menggunakan perahu. Jika pemerintah tak segera mencarikan solusinya, banjir akan terus menghantui daerah itu. Tak badan jalan saja yang “berkuah”, sejumlah rumah juga ikut terendam, hanya saja debit air tak terlalu tinggi dan belum ada korban jiwa.***(feb)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- DKPP dan TP PKK Inhil Gelar Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon
- Minamas Plantation Laksanakan Program Cegah Karlahut Berbasis Desa
- 5 Sekolah dan 2 Desa di Bengkalis Berhasil Raih Penghargaan Adiwiyata dan Proklim Nasional
- Dihantam Ombak Besar, Tongkang Kontainer Nyaris Karam di Perairan Rupat
- Masuk Kawasan Suaka Margasatwa BRBB,
Tokoh Warga Desa Petai, Kuansing Kembalikan Lahan ke Negara

- Jalinprov Rohul-Duri di Bonai,
Lubang Jalan yang Terendam Banjir Bikin Macet

- Diindikasi Terserang Parasit Darah,
Puluhan Sapi di Bono Tapung-Rohul Mati Mendadak



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.204.108.121
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com