Untitled Document
Kamis, 23 Jumadil Akhir 1435 H |
Home > Lingkungan >>

Berita Terhangat..
Kamis, 24 April 2014 17:57
Panwaslu Minta KPU Serius Tuntaskan Pengalihan Suara Caleg PAN di Pekanbaru

Kamis, 24 April 2014 17:52
Gubri Annas Resmikan Museum Thionghoa di TMII

Kamis, 24 April 2014 17:50
Rp1,726 Triliun, Akhirnya APBD Rohul 2014 Disahkan DPRD

Kamis, 24 April 2014 17:48
Korban Dugaan Penggelembungan Suara,
Seorang Caleg Incumben DPRD Pekanbaru Terjungkal


Kamis, 24 April 2014 17:35
Siapa Yusmar Yusuf?
Dampingi Gubri Menghadap Mendagri dan Kunker ke Jakarta


Kamis, 24 April 2014 17:30
Baru Enam Parpol yang Laporkan Dana Kampanye ke KPU Riau

Kamis, 24 April 2014 17:29
Harga Merosot, Petani Karet Diminta Tingkatkan Mutu Bokar



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 14 Nopember 2012 18:39
Banjir Rendam Badan Jalan
Sejumlah Desa di Kerumutan Pelalawan Terisolir


Sejumlah desa di Kerumutan, Pelalawan terisolir akibat banjir. Genangan air merendam badan jalan sehingga menyulitkan warga untuk melintasinya.

Riauterkini-PANGKALANKERINCI-Curah hujan yang tinggi sejak dua pekan terakhir menyebabkan sungai Kerumutan yang melintasi Desa Tanjung Kuyo dan Pangkalan Tampoi, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan meluap.

Sehingga badan jalan yang dinilai rendah dan menghubungkan sejumlah desa menjadi terendam dan akses terputus. Hal itu membuat sejumlah warga desa tak bisa beraktifitas. Warga berharap kondisi badan jalan yang rendah, agar dilakukan pembenahan dengan cara dilakukan penimbunan serta di kiri dan kanan badan jalan agar dibangun turap.

Demikian hal itu dikatakan Syaharudin, selaku Ketua Kerapatan Pemuda Petalangan (Kepungan), saat meninjau badan jalan yang terendam. Disebutkan Syahar, jika Pemkab tidak segera mencarikan solusi terhadap akses jalan tersebut, diyakini sejumlah desa akan terisolir dan bahaya banjir akan terus menerus menghantui.

"Solusinya badan jalan mesti ditinggikan dari permukaan sungai dengan cara ditimbun, kemudian disisi kiri dan kanan badan jalan dibangun turap agar air sungai tak meluber ke badan jalan", ungkapnya.

Dia menambahkan, kondisi banjir di beberapa titik badan jalan yang digenangi air mencapai ketinggian 1 meter lebih itu, sambung Ketua organisasi kepemudaan Kepungan, membuat aktifitas masyarakat sangat terganggu. Pasalnya warga tak bisa kemana-mana dengan ketinggian air lebih dari 1 meter di badan jalan dan terpaksa warga memilih berdiam diri di rumah.

"Saat banjir warga tak bisa melewati jalan dengan kendaraan roda dua dan roda empat, hanya kendaraan jenis mobil Ranger atau Ford yang bisa lewat, itu pun mesti super hati-hati, selain takut terperosok ke lobang yang dalam, arus air yang menggenangi badan jalan juga sangat deras", beber Syahar.

Sementara itu, Sontok Singh dan Sunardinata, warga setempat menyebutkan, badan jalan digenangi air tersebut telah berlangsung lebih dari sepekan. Celakanya, kondisi itu telah berlangsung setiap tahunnya.

"Banjir yang menggenangi badan jalan ini terjadi setiap tahunnya, setiap tahunnya telah menjadi langganan. Sehingga jika kondisi begini terpaksa menyetok keperluan sehari-hari dengan jumlah yang banyak, karena tak bisa keluar masuk dengan gampang,” ungkapnya. Terkadang, dalam keadaan darurat terpaksa menggunakan perahu. Jika pemerintah tak segera mencarikan solusinya, banjir akan terus menghantui daerah itu. Tak badan jalan saja yang “berkuah”, sejumlah rumah juga ikut terendam, hanya saja debit air tak terlalu tinggi dan belum ada korban jiwa.***(feb)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Harga Merosot, Petani Karet Diminta Tingkatkan Mutu Bokar
- LKPJ Bupati Kuansing, PAD 2013 Lampaui Target
- EMP MSSA Kenalkan Langkah Penanganan Karhutla pada Pelajar di Sei Apit
- Gubri Coret Alokasi Anggaran Penanggulangan Pasca Karhutla
- Cek Kesiapan Penanggulangan Karhutla,
Menteri LH RI Turun ke Sepahat, Bengkalis

- Wawako Pekanbaru Resmikan Biogas Terpadu di Ponpes Dar Rel Hikmah
- Meneg-LH Targetkan Pencemaran Lingkungan Turun 50 Persen


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.81.170.186
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com