Untitled Document
Sabtu, 1 Muharram 1436 H |
Home > Lingkungan >>

Berita Terhangat..
Sabtu, 25 Oktober 2014 05:18
Peringati 1 Muharram,
Warga Rengat Lakukan Tradisi Bagikan Telur Merah


Jum’at, 24 Oktober 2014 21:27
Bupati Kampar Kumpulkan SKPD Evaluasi Beberapa Program

Jum’at, 24 Oktober 2014 21:16
Tahun Baru 1436 Hijriah,
TP-PKK Kampar Taja Tabligh Akbar dari Siang hingga Malam


Jum’at, 24 Oktober 2014 21:08
Ucapkan Selamat riauterkini.com ke-11 Datang dari Dumai

Jum’at, 24 Oktober 2014 21:03
Tabligh Akbar dan Wisuda Hafiz,
Pemkab Rohul Sambut 1 Muharram di Masjid Agung Madani


Jum’at, 24 Oktober 2014 20:54
Gelar Rapat Evaluasi
PKK Inhil Diminta Dukung dan Sukseskan Program Pemkab


Jum’at, 24 Oktober 2014 20:47
Lepas Pawai Muharram 1436 H,
Bupati Inhil Harapkan Jadi Wahana Memperbaiki Diri




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 12 Nopember 2012 06:36
Dirancang Pembangunan Waduk Atasi Banjir di Pekanbaru

Sejumlah kawasan di Kota Pekanbaru selalu kebanjiran setiap hujan. Sebagai solusi, Pemko dan Pemprov Riau sepakat membangun waduk.

Riauterkini-PEKANBARU-Untuk menangani banyaknya genangan air saat hujan turun, Pemerintah Kota(Pemko) Pekanbaru bersama Pemmerintah Provinsi (Pemprov) Riau sepakat untuk membangun waduk atau tangkapan air di beberapa tempat.

Menurut Wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi, Ahad (11/11/12) pembangunan waduk tersebut untuk menggantikan tadah air alami yang pernah ada. Tetapi keberadaanya telah hilang akibat pembangunan pertokoan dan perumahan.

“Seperti Simpang Tampek Gadang, disitu dulu kan ada tadah air yang sudah tertimbun ketika orang membangun ruko. Akhirnya tadah airnya tidak ada. Ada lagi di depan Rumah Sakit PMC, disana juga dulu ada. Rawanya banyak ditumbuhi kangkung, kini juga sudah tidak ada,” contoh Ayat Cahyadi.

Salah satu sikap tanggap Pemko untuk menangani genangan air, ia telah melakukan kunjungan bersama dinas-dinas terkait, seperti Dinas PU dan Dinas Kebersihan. Jika dijumpai permasalahan genangan perlu di tanggani cepat, ia langsung memerintahkan pegawai kebersihan untuk langsung mengerjakan.

“Langkah taktisnya, kita melakukan kunjungan. Jika dibutuhkan penanggulangan cepat kita langsung tugaskan pegawai kebersihan untuk bekerja. Kalau karena drainase yang sempit dan perlu pencucian, kita langsung turunkan alat,” tegasnya.

Kalau penaganan jangka panjang, tambah Ayat, Pemko sedang merancang pembangunan drainase yang baik. “Bagaimana draenase yang dibangun dapat bekerja dan menagani genangan,” terangnya.***(tam)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
teknokrat
setuju, jadilah Firdaus walikota dan Ayat Wawako yg berani dan berpikiran drastis utk memperbaiki drainase kota. Berani menertibkan daerah aliran anak sungai dan membebaskan yg diperlukan, dan menindak mereka yg mengganggu daerah aliran air genangan

Pengamat Perkotaan
Wadah/tandon air tdk akan efektif membantu selagi pembuangannya tdk jelas, jd pembuatan tandon air hrs sejalan dengan perbaikan drainase alami yg ada, yg saat ini kondisinya bnyk yg mengalami penyempitan, pendangkalan bahkan ditimbun dibwh bangunan.


Berita lainnya..........
- Kasus Pencemaran Lingkungan di Kawasan Pelindo Belum Jelas
- Proyek Menara Masjid Agung Pasirpangaraian,
PT TBP Dinilai Abaikan Standar Keselamatan Pekerja

- Permintaan CPO Eropa Tinggi,
Diprediksi Terjadi Perluasan Kebun Sawit Indonesia

- Pengendara Diminta Waspda di Proyek Betonisasi KM Simpang Beringin-Meredan
- Sukses Nihilkan Karhula, RAPP Beri Hadiah Kelurahan Teluk Meranti
- Workshop Geojournalime SIEJ di TNTN,
BPN Inhu Terbitkan Sertifikat untuk 6 Ribu Hektar di TNTN

- Audit Kepatuhan UKP4,
17 Perusahaan Dianggap Perusak Hutan



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.226.213.228
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com