Untitled Document
Senin, 5 Rabiul Akhir 1436 H |
Home > Lingkungan >>

Berita Terhangat..
Senin, 26 Januari 2015 21:13
Penyerobotan Lahan,
GKPN Pastikan Kaplingan Rimbo Panjang, Kampar Sah


Senin, 26 Januari 2015 21:05
Jalan Cipta Karya di Tanami Pisang,
Kadis PU Pekanbaru Sebut Hanya Miskomunikasi


Senin, 26 Januari 2015 20:50
Terlibat Narkoba,
Pegawai Rohul Terancam Sanksi Pemecatan


Senin, 26 Januari 2015 20:45
2015, Pemkab Bengkalis Anggarkan Rp900 Miliar Untuk Disdik

Senin, 26 Januari 2015 20:40
Serahkan DPA,
Bupati Bengkalis Ingatkan Jajarannya Maksimalkan Koordinasi


Senin, 26 Januari 2015 20:33
Rusak Parah,
Perbaikan Jalan Pasar Pagi Arengka, Pekanbaru Tanggung Jawab Nasional


Senin, 26 Januari 2015 19:13
Sukseskan Swasembada Pangan,
Personel Kodim 0302 Inhu Jadi Penyuluh Pertanian




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 12 Nopember 2012 06:36
Dirancang Pembangunan Waduk Atasi Banjir di Pekanbaru

Sejumlah kawasan di Kota Pekanbaru selalu kebanjiran setiap hujan. Sebagai solusi, Pemko dan Pemprov Riau sepakat membangun waduk.

Riauterkini-PEKANBARU-Untuk menangani banyaknya genangan air saat hujan turun, Pemerintah Kota(Pemko) Pekanbaru bersama Pemmerintah Provinsi (Pemprov) Riau sepakat untuk membangun waduk atau tangkapan air di beberapa tempat.

Menurut Wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi, Ahad (11/11/12) pembangunan waduk tersebut untuk menggantikan tadah air alami yang pernah ada. Tetapi keberadaanya telah hilang akibat pembangunan pertokoan dan perumahan.

“Seperti Simpang Tampek Gadang, disitu dulu kan ada tadah air yang sudah tertimbun ketika orang membangun ruko. Akhirnya tadah airnya tidak ada. Ada lagi di depan Rumah Sakit PMC, disana juga dulu ada. Rawanya banyak ditumbuhi kangkung, kini juga sudah tidak ada,” contoh Ayat Cahyadi.

Salah satu sikap tanggap Pemko untuk menangani genangan air, ia telah melakukan kunjungan bersama dinas-dinas terkait, seperti Dinas PU dan Dinas Kebersihan. Jika dijumpai permasalahan genangan perlu di tanggani cepat, ia langsung memerintahkan pegawai kebersihan untuk langsung mengerjakan.

“Langkah taktisnya, kita melakukan kunjungan. Jika dibutuhkan penanggulangan cepat kita langsung tugaskan pegawai kebersihan untuk bekerja. Kalau karena drainase yang sempit dan perlu pencucian, kita langsung turunkan alat,” tegasnya.

Kalau penaganan jangka panjang, tambah Ayat, Pemko sedang merancang pembangunan drainase yang baik. “Bagaimana draenase yang dibangun dapat bekerja dan menagani genangan,” terangnya.***(tam)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
teknokrat
setuju, jadilah Firdaus walikota dan Ayat Wawako yg berani dan berpikiran drastis utk memperbaiki drainase kota. Berani menertibkan daerah aliran anak sungai dan membebaskan yg diperlukan, dan menindak mereka yg mengganggu daerah aliran air genangan

Pengamat Perkotaan
Wadah/tandon air tdk akan efektif membantu selagi pembuangannya tdk jelas, jd pembuatan tandon air hrs sejalan dengan perbaikan drainase alami yg ada, yg saat ini kondisinya bnyk yg mengalami penyempitan, pendangkalan bahkan ditimbun dibwh bangunan.


Berita lainnya..........
- Tindaklanjuti Ratusan Ikan Mati,
BLH Rohul Sudah Turunkan Petugas ke Sungai Ngaso

- Antisipasi Karhutla, Polres Dumai Siagakan 60 Personel
- Diduga Tercemar Limbah PKS,
Kembali, Ratusan Ekor Ikan Mati di Sungai Ngaso Ujungbatu

- Hasil Penelitian IPB,
32 Ribu Ha Areal PT RAPP Bernilai Konservasi Tinggi

- Disbun Riau Buat Pilot Project Komoditas Lada di Riau
- Hutan Konservasi Sebagai Aset,
RAPP Jaga Kelestarian Semenanjung Kampar

- Tertibkan HPT, Dishut Kuansing Dinilai Sudah 'Angkat Tangan'


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.163.67.67
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com