Berita Terhangat.. |
Sabtu, 18 Mei 2013 19:00 Bupati Inhil Mendukung ISG Dipindah ke Jakarta
Sabtu, 18 Mei 2013 18:48 Daihatsu Xenia X-Tra untuk Konsumen Riau Resmi Diluncurkan
Sabtu, 18 Mei 2013 18:46 33 Kelurahan di Dumai Bakal Dapat Rp 4 Miliar Dana PNPM
Sabtu, 18 Mei 2013 18:44 Sangat Rawan Penyelundupan, KPPBC Sebut Pelabuhan Dumai Seperti Ular
Sabtu, 18 Mei 2013 18:42 Penimbunan Solar Subsidi, Polres Dumai Panggil SPBU dan Lurah
Sabtu, 18 Mei 2013 15:34 Pelaku Perusakan Mobil Diburu, Polres Kuansing Tangkap Dua Pelaku PETI
Sabtu, 18 Mei 2013 13:47 RAPP Gelar Kompetisi Ketangkasan Memadamkan Api
|
|
|
|
Senin, 6 Agustus 2012 22:08 Berdalih Prasarana Minim, BPBD Rohul Mengaku Sulit Padamkan Karhutla
BPBD Rohul mengaku kesulitan memadamkan kebakaran hutan dan lahan karena peralatan/prasarana yang mereka miliki masih minim.
Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rokan Hulu mengaku kesulitan menanggulangi aksi pembakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan kerjanya.
Walau saat ini hampir di seluruh kecamatan ditemui aksi Karhutla, namun BPBD Rohul belum mampu mengatasinya. Kepala BPBD Rohul, Aceng Herdiana, mengaku belum mampu mengatasi hal ini karena keterbatasan sarana, prasarana, dan personil.
Sejauh ini, katanya BPBD Rohul sebatas melakukan pencegahan, yakni terus berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Rohul, dan melibatkan Masyarakat Peduli Api (MPA) di bawah koordinasi Badan Lingkungan Hidup (BLH) Rohul yang selama ini vakum.
“Kemampuan kita terbatas, sebab itu kita libatkan Dishutbun dan masyarakat peduli api. Personil kita juga cukup terbatas. Kita mau turun ke lokasi untuk memadamkan api, namun lokasi kebakaran sulit terjangkau karena faktor alam,” terangnya kepada riauterkini.com di Pasirpangaraian, Senin
(6/8/12).
Aksi Karhutla, katanya jauh dari jalan umum yakni antara 3 sampai 5 kilometer. Walau ada jalan setapak, katanya slang mobil pemadam kebakaran, diakuinya tidak mampu menjangkau lokasi kebakaran, sebab
dinilai cukup jauh, yakni antara 500 meter sampai 1 kilometer.
“Kalau di bonai ada yang di pinggir jalan, tapi api yang besar itu di tengah hutan sehingga sulit dijangkau. Agar aksi ini bisa dicegah, lebih pada peran serta seluruh pihak untuk mencegah atau tidak
membakar hutan atau lahan,” katanya.
Sepekan lalu, aksi Karhutla terlihat marak di Kecamatan Bonaidarussalam dan Kecamatan Rokan IV Koto. Ratusan bahkan ribuan hektar kawasan hutan hangus terbakar akibat aksi pembukaan lahan untuk
di-alihfungsikan sebagai areal perkebunan masyarakat.
Walau keberadaan kawasan hutan semakin sempit akibat aksi pembakaran liar, tapi BPBD Rohul sulit mencegahnya karena sulitnya lokasi dijangkau roda empat.
Umar, warga Desa Sontang, Bonaidarussalam, mengaku, banyak oknum warga di daerahnya membakar lahan pada musim kemarau seperti sekarang ini. Lahan dibakar ini akan diolah untuk memenuhi kebutuhan hidup, bukan untuk cari kaya.
Informasi dirangkum riauterkini.com dari berbagai sumber, titik Karhutla terjadi di sejumlah kecamatan, seperti di Kecamatan Tambusai, di Bonaidarussalam, Kepenuhan, Rambahsamo, dan Rokan IV Koto.
Walau aksi pembakaran semakin marak, namun sampai saat ini belum ada tindakan dari aparat hukum untuk menangkap para pelaku. Alasan penegak hukum, usai membakar hutan dan lahan, para pelaku tidak berada di lokasi, sehingga sulit diungkap.***(zal)
Peristiwa kebakaran hutan dan lahan di Desa Sontang, Kecamatan Bonaidarussalam, Rohul.
Beri
tanggapan | Baca
tanggapan |
| |
|
|
|