Untitled Document
Sabtu, 15 Rajab 1434 H |
Home > Lingkungan >>

Berita Terhangat..
Sabtu, 25 Mei 2013 19:35
Kerjuda FORKI Riau ke-7 di Rohul Ditargetkan Tuntas Malam ini

Sabtu, 25 Mei 2013 19:32
Puluhan Ayam dan Pelaku Judi Diamankan Polsek Mandau

Sabtu, 25 Mei 2013 17:48
Pilkada, Ribuan Massa Antar CERDAS Mendaftar ke KPU Inhil

Sabtu, 25 Mei 2013 17:45
Mazda VX-1, Cara Mudah dan Nyaman Berkendaraan

Sabtu, 25 Mei 2013 17:43
Usai Daftar, Herman Abdullah Bertemu Warga Simpang Baru

Sabtu, 25 Mei 2013 17:35
Gagal Rebut Demokrat, tak Membuat Zainal Abidin Surut Ikut Pilkada Inhil

Sabtu, 25 Mei 2013 17:33
Pilkada, Pasangan SUMBAWA Pertama Daftar ke KPU Inhil



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 24 Juli 2012 19:31
2012, 10 Gajah Mati Diracun

Dalam kurun waktu 6 bulan saja, sedikitnya 10 ekor gajah (Elephas Maximus Sumatranus) di Riau mati diracun.

Riauterkini-PEKANBARU- Humas WWF Program Riau Syamsidar, Selasa (24/7/12) menyatakan bahwa selama kurun waktu Januari-Juli 2012, pihaknya mencatat ada 10 gajah yang mati akibat diracun. Dari 10 gajah-gajah yang mati tersebut, hampir semuanya tidak lagi bergading.

Kematian gajah di Riau adalah dimulai pada 6 dan 8 Maret 2012, tiga kerangka gajah ditemukan di Desa Pangkalan Gondai, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, bagian utara blok hutan Tesso Nilo. 4 Mei 2012, satu kerangka gajah jantan ditemukan di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan. Kerangka ditemukan dengan kondisi gading hilang.

Pada 12 Mei 2012, satu ekor bangkai gajah jantan dengan kondisi gading hilang ditemukan di konsesi PT. Riau Andalan Pulp and Paper, Desa Rantau Kasih, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar. Dari informasi yang didapat, gajah ini sebelumnya sempat merusak camp pekerja lapangan perusahaan tersebut.

Lalu pada 31 Mei 2012, satu ekor gajah jantan ditemukan mati di dalam Taman Nasional Tesso Nilo, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan. Kondisi gading gajah masih utuh saat ditemukan, bagian selatan blok hutan Tesso Nilo.

"Pada 7 Juni 2012; satu ekor gajah jantan remaja ditemukan mati dengan kondisi gading hilang di konsesi akasia sebuah perusahaan swasta, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan. Dan terakhir adalah gajah yang ditemukan mati belum lama ini di Kampar dan diduga kuat diracun," terangnya.

Pada tahun 2011 tidak ada catatan gajah mati di Tesso Nilo, dan hanya ada dua kematian gajah di seluruh propinsi Riau pada tahun tersebut. Perambahan yang berlangsung di dalam taman nasional tersebut ditenggarai menjadi salah satu penyebab semakin tingginya konflik manusia-gajah yang berujung pada kematian gajah.

Terkait dengan hal itu, WWF menyerukan pada pemerintah untuk segera melakukan penyelidikan kemungkinan adanya pihak-pihak yang memanfaatkan konflik untuk mendapatkan gading gajah.

Saat ini jumlah gajah sumatera di alam diperkirakan tidak lebih dari 2.400 ekor – 2.800 ekor saja, yang mana turun 50% dari populasi sebelumnya yaitu 3.000 - 5.000 individu pada tahun 2007. Berdasarkan catatan WWF dari tahun 2004-2012, tercatat ada 89 kematian gajah di Riau yang disebabkan konflik. ***(H-we)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Ganggu Keindahan Kota, DPKP Bengkalis Tertibkan PKL
- Hari Lingkungan Hidup 2013,
LH RI Udang Wako Dumai jadi Narasumber di Jakarta

- Wawako Pekanbaru Akui RTH Tengah Kota Minim
- BLH Inhu Gelar Seminar Hari Lingkungan Hidup
- Lahan Gambut Pematang Ibul Rohil Terbakar
- PT. SDS Buang Limbah di Pemukiman Masyarakat
- Dishut Dumai Temukan 10 Titik Api


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 23.22.76.170
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com