Berita Terhangat.. |
Kamis, 23 Mei 2013 21:59 Galeri Coba
Kamis, 23 Mei 2013 20:59 Sidang Pemukulan Guru, Said Nurjaya Bantah Mukul, Hanya Meraba Pipi
Kamis, 23 Mei 2013 19:38 Kemenag Kampar Taja Berbagai Lomba Sempena Hardiknas
Kamis, 23 Mei 2013 19:36 Penerimaan Siswa Baru, Kemenag Inhu Himbau Calon Murid Pandau Baca Al-Qur'an Diprioritaskan
Kamis, 23 Mei 2013 19:35 1.892 Warga Riau Terinfeksi HIV/AIDS
Kamis, 23 Mei 2013 19:31 Nyaris 100 Persen Peserta UN SMA Sederajat di Riau Lulus
Kamis, 23 Mei 2013 18:06 58 Atlet Kampar Dilepas Istri Bupati Ikuti Kejurda Karate Riau
|
|
|
|
Rabu, 9 Mei 2012 21:23 One Day River, Hulu Sungai Batang Lubuh Penuh Pesona
Kawasan hulu Sungai Batang Lubuh yang terletak perbatasan Rohul dan Padang Lawas, Sumut ini memiliki keindahan alam nan mempesona.
Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Sungai Batang Lubuh yang jika musim hujan kerap mengundang banjir tidak hanya dikenal masyarakat Rokan Hulu (Rohul), tapi sungai yang membelah Negeri Seribu Suluk, dikenal juga masyarakat Kabupaten Padang Lawas, Provinsi Sumatera Utara (Sumut).
Sehari menyusuri sungai bersama tim pecinta lingkungan dan sungai, merupakan warga Kecamatan Bangunpurba, Bisman Nasution dan Damri Siregar, serta dua warga lain, sejumlah wartawan, termasuk riauterkini.com, berhasil mengabadikan indahnya hulu sungai Batang Lubuh selama sehari, (One Day
River) Selasa (7/5/12) kemarin.
Seharian tim menyusuri hulu sungai Batang Lubuh dari Desa Tangun, Kecamatan Bangunpurba, menggunakan perahu motor. Tim menyusuri hulu sungai dan memakan waktu sekitar satu jam perjalanan di hulu Sungai Batang Lubuh di Kabupaten Padang Lawas Sumut.
Sepanjang jalan, tim menemukan banyak potensi Sungai Batang Lubuh berada
persis di sepanjang Kaki Bukit Barisan Bangunpurba-Padang Lawas yang perlu
digali. Curamnya tebing-tebing sungai, keindahan alam juga tak kalah walau
sebagian kawasan kaki bukit telah beralih fungsi menjadi perkebunan kelapa
sawit masyarakat.
Bebatuan cadas, dan tebing-tebing kokoh yang curam menambah indahnya
pemandangan. Selain itu, Sungai Batang Lubuh memiliki potensi sebagai
lokasi Arung Jeram. Ada beberapa titik sungai yang arusnya cukup deras dan
berombak, tapi belum pernah diarungi para penggila olahraga ekstrim itu.
Di perbatasan Rohul-Padang Lawas, tim menemukan air terjun yang sangat
indah tak kalah dengan air terjun lain yang telah terkenal. Namanya
Engketemu, menurut warga Tangun, untuk bisa menyaksikan air terjun,
wisatawan mesti susuri arus ke hulu sungai, sebab lokasi air terjun berada
tepat di kaki Bukit Barisan, di seberang sungai atau sekitar 20 kilometer
dari pemukiman warga.
Sepanjang jalan, banyak penambang pasir menggunakan mesin dompeng sedang
beroperasi. Tak jauh, para penambang emas tradisional menggunakan mesin
Robin, sedang mencari emas diantara bebatuan di hulu Sungai Batang Lubuh.
Tim juga menyusuri hutan di Kaki Bukit Barisan. Rencananya menuju ke Goa
Masjid yang diduga sebagai tempat pelarian para pejuang pada masa perang
Dunia Kedua.
Dua warga, termasuk wartawan terpaksa putar haluan alias kembali ke tempat
semula. Akibat banyaknya kayu sisa aksi ilegal logging menutup jalan
setapak, menyebabkan medan sulit dilalui, sementara untuk jalan pintas
lain, kita mesti naik turun bukit, hanya Bisman dan Damri yang berhasil
tiba ke Goa Masjid.
Menurut keduanya, goa itu diberi nama Goa Masjid oleh Damri tujuh tahun
silam. Sesuai namanya, kondisi dalam goa memang berbentuk masjid, ada kubah
dan menara, tapi dua warga Bangunpurba itu tak bisa mengabadikan momen,
pasalnya kamera handphone tak mendukung. Senter yang diikatkan di kepala
juga tak mampu menangkap suasana dalam goa yang gelap gulita.
Selasa sore, usai menyusuri hulu sungai, dari atas perahu motor, tim turut
menyaksikan aktifitas warga di tepian Sungai Batang Lubuh di Bangunpurba.
Sungai yang terlihat angker dan ganas, dan kerap banjir pada musim
penghujan, ternyata masih digunakan masyarakat untuk aktifitas mandi, cuci,
kakus (MCK).
Bukan itu saja, beberapa penduduk sekitar juga terlihat mencari ikan.
Mereka masih menggunakan alat penangkap ikan ramah lingkungan, seperti
memancing menggunakan sampan, atau menangkap dengan bubu, jaring, dan jala
ikan.***(Ahmad Rizal)
Beri
tanggapan | Baca
tanggapan |
| |
Azwin Kenapa tidak diangkat soal tambang emasnya?
|
|