Berita Terhangat.. |
Rabu, 22 Mei 2013 19:59 Perbaikan Barakhir, KPU Dumai Masih Temukan DCS Bermasalah
Rabu, 22 Mei 2013 19:57 Wabup Inhu Intruksikan BLH Pantau Aktifitas PETI
Rabu, 22 Mei 2013 19:32 Mogok Buruh TKBM Usai, KSOP Dumai Bentuk Tim Penyesuai Tarif
Rabu, 22 Mei 2013 19:29 Polres Rohul Diminta Maksimal Cegah Geng Motor
Rabu, 22 Mei 2013 19:17 Tahap II dari Polres, Kejari Siak Tahan Tersangka Korupsi Disparsenibudpora
Rabu, 22 Mei 2013 19:12 Rapat Evaluasi PAD Pekanbaru, Satu daru Tiga SKPD Belum Capai target
Rabu, 22 Mei 2013 19:04 Penutupan MTQ Ke-XII Pelalawan Bandar Seikijang Raih Juara Umum
|
|
|
|
Rabu, 11 April 2012 19:22 Warga Pelalawan Ketakutan, Air Sungai Kampar Naik 1 Meter
Permukaan Sungai Kampar di hilir mendadak bergejolak dan naik cepat hingga ketinggian satu meter. Kondisi tersebut sempat membuat warga Pelalawan ketakutan.
Riauterkini-PANGKALANKERINCI- Gempa 8,9 derajat pada skala richter yang terjadi di
Aceh Rabu petang dirasakan juga dirasakan masyarakat kabupaten Pelalawan. Meski
tidak menimbulkan kerusakan bangunan, getaran gempa kemarin cukup terasa selama
beberapa detik dan menimbulkan sedikit kepanikan. Wilayah yang ikut bergetar,
berdasarkan pengakuan warga, antara lain kecamatan Pangkalankerinci, kecamatan
Pelalawan dan kecamatan Bunut.
Menurut penuturan Asnol (29), warga kelurahan Pelalawan, goncangan gempa terjadi
dalam dua gelombang. Goncangan pertama tepat pukul 15.40 Wib, diikuti goncangan
kedua yang lebih pelan sekitar lima menit kemudian. Durasi goncangan diperkirakan
kurang dari sepuluh detik. ‘’Di Pelalawan banyak masyarakat yang merasa goyangan
cukup kuat juga, tetapi tidak sampai menimbulkan kerusakan. Setelah berhenti
sebentar, terjadi lagi goyang yang kedua,’’ terang Asnol.
Warga Pelalawan tidak terlalu menghiraukan saat terjadi goncangan pertama. Namum
goncangan kedua yang berlangsung lebih lama menyadarkan masyarakat wilayah mereka
sedang dilanda gempa. Menurut Asnol, kepanikan mulai terasa ketika sejumlah warga
berhamburan keluar rumah. ‘’Mungkin baru-baru ini ada gempa di Siak, dampaknya kan
tidak besar. Tapi setelah gempa yang kedua masyarakat mulai panik keluar rumah,’’
jelasnya.
Warga semakin panik ketika menyadari permukaan air sungai mengalami pasang naik,
disusul munculnya gelombang dari arah hilir. Diduga pasang naik tersebut ada
kaitannya dengan gempa yang terjadi sekitar setengah jam sebelumnya. ‘’Rupanya air
sungai berangsur-angsur naik. Sekitar 20 menit kenaikannya lebih satu meter, pas
mirip dengan waktu tsunami Aceh tahun 2004. Waktu itu ada pasang naik juga di
Pelalawan,’’ imbuhnya.
Di kecamatan Kuala Kampar, warga mengaku tidak merasakan gempa. Seperti pengakuan
Masnah (36), seorang ibu rumah tangga yang tinggal di kelurahan Teluk Dalam, Kuala
Kampar. ‘’Tak ada bang, di Penyalai (Kuala Kampar) tak terasa gampanya,’’ ujar
Masnah.
Kepala dinas perhubungan komunikasi dan informasi kabupaten Pelalawan HT Ridwan
Mustafa ketika menjelaskan bahwa telah terjadi sebuah gempa besar di provinsi Aceh.
Namun ia belum mendapat laporan bahwa goncangan gempa yang berpusat di kepulauan
Simeulue NAD itu sampai di wilayah Pelalawan. ‘’Saya belum dapat laporan apakah ada
wilayah kita yang merasakan getaran. Yang jelas saya berkoordinasi dulu dengan pihak
kecamatan,’’ kata Ridwan.***(feb)
Beri
tanggapan | Baca
tanggapan |
| |
|
|
|