Untitled Document
Selasa, 20 Ramadhan 1436 H |
Home > Lingkungan >>

Berita Terhangat..
Selasa, 7 Juli 2015 21:42
Anggota Dewan Eka Putra Kecam Aksi Pungli di Disdukcapil Pelalawan

Selasa, 7 Juli 2015 20:44
Penelitian Program Studi Strategi Pertahanan, Kemenhan RI Kunjungi Bengkalis

Selasa, 7 Juli 2015 20:41
Dua Kali Dipanggil,
Komisi II DPRD Bengkalis Kecewa Terhadap Personel ULP Mangkir


Selasa, 7 Juli 2015 19:53
Peringatan Hari Jadi ke-503 Bengkalis Akan Digelar Meriah

Selasa, 7 Juli 2015 19:41
Pansus I DPRD Rohil Minta Pemilihan 69 Kepala Kepenghuluan Serentak Dilakanakan Akhir September 2015

Selasa, 7 Juli 2015 19:27
Bupati dan Wakil Bupati Rohil Buka Bersama Warga Binaan Rutan Bagansiapiapi dan Anak Yatim

Selasa, 7 Juli 2015 19:07
‎Buka Bareng Wakil Walikota Pekanbaru, Lazizmu Santuni Anak Yatim dan Fakir Miskin



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 9 April 2012 18:03
Penyempitan Drainase Pemicu Banjir di Kota Dumai

Sebagian kawasan di Kota Dumai selalu kebanjiran setiap kali turun hujan. Salah satu penyebabnya adalah penyempitan dan pendangkatal drainase.

Riauterkini-DUMAI- Banjir yang terjadi beberapa hari belakangan ini di Kota Dumai, dikatakan oleh Kepala Dinas Tata Kota kebersihan dan Pertamanan (DTKKP) Kota Dumai, Zulfa Indra disebabkan oleh penyempitan drainase. Sehingga curah hujan yang tinggi dan tempat pembuangan air menuju ke laut sangat sempit hingga akhirnya air meluap kejalan dan menimbulkan banjir.

“Akibat penyempitan drainase, air yang disebabkan hujan lebat pada Jumat dinihari tidak tertampung lagi dan akhirnya meluap hingga kebadan jalan. Paska terjadinya banjir, DTKKP sudah melaksanakan rapat bersama instansi terkait lainnya, seperti Dinas Pekerjaan Umum (PU) guna mencari solusi masalah Drainase,” ujarnya kepada riauterkini.com, Senin (9/4/12) di ruang kerjanya.

Dikatakan dia, sejauh ini pihaknya sudah melakukan kajian bersama instansi terkait untuk mencari solusi bagaimana mengatasi banjir. Hasil kajian sementara, banjir yang terjadi akibat penyempitan Drainase. Selain penyempitan drainase, banjir juga diakibatkan pendangkalan drainase dan tersumbatnya drainase oleh sampah masyarakat sehingga drainase yang kita harapkan dapat membuang air ke pembuangan akhir tidak berjalan dengan baik.

“Akibat penyempitan dan penyumbatan, drainase yang terlihat saat ini telah beralih fungsi menjadi kolam karna tersumbat oleh sampah. Sampah itu akibat kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya masih kurang, padahal apabila banjir, kita sendiri yang akan menerima akibatnya,” kata mantan Kepala Lingkungan Hidup Dumai.

Guna system drainase dapat berjalan dengan baik, imbuhnya, pihaknya bersama Dinas PU akan melakukan pengkajian kembali terhadap drainase yang sudah ada, dan untuk saat ini kita hanya berupaya meminimalisir terjadinya genangan air akibat hujan dengan cara melakukan pengerukan sampah di berbagai lokasi rentan terhadap banjir, seperti dijalan SS. Kasim, Sukajadi, Jalan Ombak, Jalan meranti Laut, Jalan Dock Yard dan jalan-jalan lainnya yang sering terendam banjir akibat hujan lebat.

“Kepada masyarakat agar jangan membuang sampah sembarangan, apalagi membuang sampah diparit. Buanglah sampah ditempat yang telah disediakan, jangan dibuang keparit, yang dapat mengakibatkan tersumbatnya parit. Masyarakat juga harus rajin melaksanakan gotong royong. Dengan Gotong royong bersama Insya Allah masalah banjir dapat kita atasi,” himbaunya.

Ditambahkannya bahwa kesadaran masyarakat untuk peduli terhadap kebersihan lingkungan sangat perlu ditingkatkan, karena masalah kebersihan bukan saja tanggung jawab Pemerintah, namun merupakan tanggung jawab bersama. Kesadaran masyarakat untuk hidup bersih akan membantu Pemerintah mewujudkan Visi Dumai Berseri (Bersih, Semarak, Rukun dan Indah) untuk menjadikan Dumai Sehat 2015.***(had)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Cegah Kebakaran, Damkar Ingatkan Warga Cek Instalansi Listrik
- Kabut Asap, Diskes Pekanbaru Sebar 4.000 Masker Gratis
- Karhutla di Riau Sudah Ludeskan 1.352 Hektar Lahan
- Modifikasi Cuaca, Sejumlah Kawasan di Riau Mulai Diguyur Hujan
- Malam Hari, Kota Duri Mulai Diselimuti Kabut Asap
- Satelit Temukan 60 Titik Panas di Wilayah Riau
- Kemarau Hingga Oktober, Pasokan Listrik Koto Panjang Terancam Terganggu


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.161.110.186
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com