Home > Lingkungan >>

Berita Terhangat..
Senin, 31 Agustus 2015 11:17
Kabut Asap Mulai Mengganggu, Ditemukan 50 Hotspot di Wilayah Inhil

Senin, 31 Agustus 2015 11:09
Agar Tak Ditagih,
Bupati Ingatkan Peserta Pilkada Kuansing Tak Banyak Umbar Janji


Senin, 31 Agustus 2015 11:07
Dikeluhkan Masyarakat, Pejabat Kecamatan Mandau Menghilang

Senin, 31 Agustus 2015 10:39
Bupati Rohil Buka Bimtek Pelaksanaan ADK dan DK Angkatan III

Senin, 31 Agustus 2015 10:35
Mencuat Saat Reses Anggota Dewan Abdullah,
Buruh Keluhkan Berbelitnya Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan


Senin, 31 Agustus 2015 09:43
Plt Gubri Lantik 62 Pejabat Eselon III dan IV

Senin, 31 Agustus 2015 09:13
Kursi dan Meja Digondol Maling, Murid SMAN 2 Bangko, Rohil Belajar di Lantai



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 9 April 2012 18:03
Penyempitan Drainase Pemicu Banjir di Kota Dumai

Sebagian kawasan di Kota Dumai selalu kebanjiran setiap kali turun hujan. Salah satu penyebabnya adalah penyempitan dan pendangkatal drainase.

Riauterkini-DUMAI- Banjir yang terjadi beberapa hari belakangan ini di Kota Dumai, dikatakan oleh Kepala Dinas Tata Kota kebersihan dan Pertamanan (DTKKP) Kota Dumai, Zulfa Indra disebabkan oleh penyempitan drainase. Sehingga curah hujan yang tinggi dan tempat pembuangan air menuju ke laut sangat sempit hingga akhirnya air meluap kejalan dan menimbulkan banjir.

“Akibat penyempitan drainase, air yang disebabkan hujan lebat pada Jumat dinihari tidak tertampung lagi dan akhirnya meluap hingga kebadan jalan. Paska terjadinya banjir, DTKKP sudah melaksanakan rapat bersama instansi terkait lainnya, seperti Dinas Pekerjaan Umum (PU) guna mencari solusi masalah Drainase,” ujarnya kepada riauterkini.com, Senin (9/4/12) di ruang kerjanya.

Dikatakan dia, sejauh ini pihaknya sudah melakukan kajian bersama instansi terkait untuk mencari solusi bagaimana mengatasi banjir. Hasil kajian sementara, banjir yang terjadi akibat penyempitan Drainase. Selain penyempitan drainase, banjir juga diakibatkan pendangkalan drainase dan tersumbatnya drainase oleh sampah masyarakat sehingga drainase yang kita harapkan dapat membuang air ke pembuangan akhir tidak berjalan dengan baik.

“Akibat penyempitan dan penyumbatan, drainase yang terlihat saat ini telah beralih fungsi menjadi kolam karna tersumbat oleh sampah. Sampah itu akibat kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya masih kurang, padahal apabila banjir, kita sendiri yang akan menerima akibatnya,” kata mantan Kepala Lingkungan Hidup Dumai.

Guna system drainase dapat berjalan dengan baik, imbuhnya, pihaknya bersama Dinas PU akan melakukan pengkajian kembali terhadap drainase yang sudah ada, dan untuk saat ini kita hanya berupaya meminimalisir terjadinya genangan air akibat hujan dengan cara melakukan pengerukan sampah di berbagai lokasi rentan terhadap banjir, seperti dijalan SS. Kasim, Sukajadi, Jalan Ombak, Jalan meranti Laut, Jalan Dock Yard dan jalan-jalan lainnya yang sering terendam banjir akibat hujan lebat.

“Kepada masyarakat agar jangan membuang sampah sembarangan, apalagi membuang sampah diparit. Buanglah sampah ditempat yang telah disediakan, jangan dibuang keparit, yang dapat mengakibatkan tersumbatnya parit. Masyarakat juga harus rajin melaksanakan gotong royong. Dengan Gotong royong bersama Insya Allah masalah banjir dapat kita atasi,” himbaunya.

Ditambahkannya bahwa kesadaran masyarakat untuk peduli terhadap kebersihan lingkungan sangat perlu ditingkatkan, karena masalah kebersihan bukan saja tanggung jawab Pemerintah, namun merupakan tanggung jawab bersama. Kesadaran masyarakat untuk hidup bersih akan membantu Pemerintah mewujudkan Visi Dumai Berseri (Bersih, Semarak, Rukun dan Indah) untuk menjadikan Dumai Sehat 2015.***(had)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Kabut Asap Mulai Mengganggu, Ditemukan 50 Hotspot di Wilayah Inhil
- Kabut Asap Berkurang, Pelajar di Siak Kembali Sekolah
- Kabut Asap,
Kualitas Udara di Rohul Belum Ganggu Kesehatan

- Terpantauan 47 Titik Panas, 29 Terindikasi Karhutla di Riau
- Kualitas Udara di Siak Sedang,‎ Diskes Siak Baru Akan Bagikan 50 Ribu Masker
- Siak Dikepung Asap Kiriman, Siswa di Siak Libur 3 Hari
- 178 Titik Panas Terpantau di Sumatera, 5 di Antaranya Ada di Riau


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.226.241.8
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com