Home > Lingkungan >>

Berita Terhangat..
Ahad, 14 Pebruari 2016 21:59
Polsek Bangkinang Barat Amankan Dua Tersangka Pencuri Kerbau

Ahad, 14 Pebruari 2016 20:05
Setelah Kubah Rubuh,
Masjid Raya Al Munawwarah Rimba Melintang Rohil 'Disulap' Menjadi Megah


Ahad, 14 Pebruari 2016 19:58
Bupati Harris Hadiri Penutupan Suluk di Desa Rantau Baru Bawah

Ahad, 14 Pebruari 2016 19:54
Lelang 36 Restlemen Warga Terkena Abrasi Rimba Melintang, Rohil Dilanjutkan 2016

Ahad, 14 Pebruari 2016 19:48
Cabuli Murid SD,
Seorang Warga Bangko Pusako, Rohil Ditangkap Polisi


Ahad, 14 Pebruari 2016 19:36
Dewan Bantah Ada Intervensi Dalam Pembahasan APBD Riau

Ahad, 14 Pebruari 2016 19:32
Presiden PKS Lantik Pengurus PKS se-Riau



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 9 April 2012 18:03
Penyempitan Drainase Pemicu Banjir di Kota Dumai

Sebagian kawasan di Kota Dumai selalu kebanjiran setiap kali turun hujan. Salah satu penyebabnya adalah penyempitan dan pendangkatal drainase.

Riauterkini-DUMAI- Banjir yang terjadi beberapa hari belakangan ini di Kota Dumai, dikatakan oleh Kepala Dinas Tata Kota kebersihan dan Pertamanan (DTKKP) Kota Dumai, Zulfa Indra disebabkan oleh penyempitan drainase. Sehingga curah hujan yang tinggi dan tempat pembuangan air menuju ke laut sangat sempit hingga akhirnya air meluap kejalan dan menimbulkan banjir.

“Akibat penyempitan drainase, air yang disebabkan hujan lebat pada Jumat dinihari tidak tertampung lagi dan akhirnya meluap hingga kebadan jalan. Paska terjadinya banjir, DTKKP sudah melaksanakan rapat bersama instansi terkait lainnya, seperti Dinas Pekerjaan Umum (PU) guna mencari solusi masalah Drainase,” ujarnya kepada riauterkini.com, Senin (9/4/12) di ruang kerjanya.

Dikatakan dia, sejauh ini pihaknya sudah melakukan kajian bersama instansi terkait untuk mencari solusi bagaimana mengatasi banjir. Hasil kajian sementara, banjir yang terjadi akibat penyempitan Drainase. Selain penyempitan drainase, banjir juga diakibatkan pendangkalan drainase dan tersumbatnya drainase oleh sampah masyarakat sehingga drainase yang kita harapkan dapat membuang air ke pembuangan akhir tidak berjalan dengan baik.

“Akibat penyempitan dan penyumbatan, drainase yang terlihat saat ini telah beralih fungsi menjadi kolam karna tersumbat oleh sampah. Sampah itu akibat kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya masih kurang, padahal apabila banjir, kita sendiri yang akan menerima akibatnya,” kata mantan Kepala Lingkungan Hidup Dumai.

Guna system drainase dapat berjalan dengan baik, imbuhnya, pihaknya bersama Dinas PU akan melakukan pengkajian kembali terhadap drainase yang sudah ada, dan untuk saat ini kita hanya berupaya meminimalisir terjadinya genangan air akibat hujan dengan cara melakukan pengerukan sampah di berbagai lokasi rentan terhadap banjir, seperti dijalan SS. Kasim, Sukajadi, Jalan Ombak, Jalan meranti Laut, Jalan Dock Yard dan jalan-jalan lainnya yang sering terendam banjir akibat hujan lebat.

“Kepada masyarakat agar jangan membuang sampah sembarangan, apalagi membuang sampah diparit. Buanglah sampah ditempat yang telah disediakan, jangan dibuang keparit, yang dapat mengakibatkan tersumbatnya parit. Masyarakat juga harus rajin melaksanakan gotong royong. Dengan Gotong royong bersama Insya Allah masalah banjir dapat kita atasi,” himbaunya.

Ditambahkannya bahwa kesadaran masyarakat untuk peduli terhadap kebersihan lingkungan sangat perlu ditingkatkan, karena masalah kebersihan bukan saja tanggung jawab Pemerintah, namun merupakan tanggung jawab bersama. Kesadaran masyarakat untuk hidup bersih akan membantu Pemerintah mewujudkan Visi Dumai Berseri (Bersih, Semarak, Rukun dan Indah) untuk menjadikan Dumai Sehat 2015.***(had)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- PMI Kampar Salurkan Bantuan bagi Korban Banjir
- Banjir Memutus Akses Jalan Antar Desa di Rakit Kulim, Inhu
- BMKG: Riau Masih Berpeluang Hujan
- 4 Jembatan Rusak di Rohul Terdampak Banjir Dilaporkan ke BNPB
- Camat Rumbai Tinjau lokasi Pembangunan TPA Muara Fajar
- Banjir Kampar, 133 Ribu Warga Terendam dan Dua Meninggal Dunia
- Banjir Rohul, Giliran Ribuan Rumah di Kepenuhan dan Bonai Terendam


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 107.20.5.218
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com