Untitled Document
Selasa, 11 Syawwal 1436 H |
Home > Lingkungan >>

Berita Terhangat..
Selasa, 28 Juli 2015 19:43
AHM Best Student Regional Riau 2015,
Siswi SMAN 2 Tanah Putih Wakili CDN Riau di Tingkat Nasional


Selasa, 28 Juli 2015 19:31
Pilkada Rohul 2015,
Tak Dihadiri Balon, Pendaftaran Suparman-Sukiman Sesuai Mekanisme


Selasa, 28 Juli 2015 19:25
Asian Agri Gelar Pasar Murah Minyak Goreng di Pelalawan

Selasa, 28 Juli 2015 19:20
Pilkada Dumai 2015,
Agus Widayat-Maman Supriadi Mendaftar Diusung PDIP dan Hanura


Selasa, 28 Juli 2015 19:14
KPU Pertegas Golkar tak Boleh Ikut Pilkada Pelalawan

Selasa, 28 Juli 2015 19:08
Pilkada Rohul 2015,
Pasangan Suparman-Sukiman Mendaftar ke KPU Rohul


Selasa, 28 Juli 2015 19:02
Maju Bersama Golkar dan PKS,
Yanti Komala Sari Kecewa dengan Partai NasDem Dumai




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 7 Juli 2011 15:42
Sawah Kering, Kemarau Hambat Musim Tanam Padi di Rohul

Kamarau panjang yang terjadi di Riau menyebabkan sawah di Rohul kekeringan. Kondisi tersebut mengacaukan jadwal musim tanam padi.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Dampak kemarau panjang 3 bulan terakhir ini, menyebabkan ratusan areal pertanian padi sawah milik petani dengan sistem tadah hujan (non irigasi) di 3 kecamatan, Kabupaten Rokan Hulu mulai mengalami kekeringan. Jika dalam sepekan ini hujan tidak turun, diperkirakan Musim Tanam (MT) I, Oktober 2011 hingga Maret 2012 terancam ditunda.

Dari data yang dihimpun, 3 kecamatan yang memiliki areal persawahan tadah hujan, yaitu Kecamatan Bangun Purba sekitar 100 hektare (ha), Kepenuhan 120 ha, dan Kecamatan Rambah Hilir sekitar 120 ha, saat ini mulai mengalami kekeringan.

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (DPTP) Rokan Hulu, Ir H Sri Hardono MM, menuturkan dampak kemarau panjang kali ini, bukan hanya berdampak kekeringan di sawah padi tadah hujan di 3 kecamatan. Namun, persawahan yang mengandalkan irigasi, turut mengalami kekeringan. Sehingga pihaknya berlakukan giliran untuk memasok air dari irigasi ke areal persawahan petani, sebab voleme air di irigasi juga mulai berkurang.

“Untuk saluran irigasi ke persawahan terpaksa kita berlakukan giliran, yakni 5 hari mati dan 3 hari hidup. Masalahnya, untuk MT I di areal persawahan tadah hujan terancam ditunda, sebab hujan tak kunjung turun,” terang Sri Hardono, di Pasirpangaraian, Kamis (7/7/11).

Untuk MT II, dilakukan mulai April-September 2011 mendatang, dan sudah dilakukan panen terlebih dahulu. Namun, untuk MT I yang akan dilakukan Oktober 2011-Maret 2012, terancam ditunda, menunggu hujan turun.

Seharusnya usai MT II ini, direncanakan dilaksanakan pengolahan sawah untuk MT I. Tapi karena sawah tadah hujan mengalami kekeringan, sehingga petani terkendala untuk untuk lakukan pengelohan sawahnya.

Hardono menjelaskan, pun begitu, dampak kemarau panjang tidak menujukkan gagal panen padi di persawahan petani, sebab akhir Juni 2011 lalu, petani sudah memanennya terlebih dahulu.

“Untuk areal pertanian irigasi di Kecamatan Rambah Samo, Rambah, dan Kecamatan Rokan IV koto, pasokan masih lancar, belum mengalami kendala serius,” ujarnya.***(zal)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Pasokan Kian Minim, Krisis Air Bersih di Duri Semakin Parah
- Kabut Asap Mulai Selimuti Wilayah Inhil
- BMKG: Udara Pekanbaru 'Tidak Sehat'
- ‎Akibat Asap, Bulan Ini Penderita ISPA di Pekanbaru Naik 10 Persen
- Kabut Asap Menyerang,
Jika Berbahaya, Diskes Riau Minta Pelajar Diliburkan

- Kabut Asap, Pekanbaru Belum Liburkan Sekolah
- Angin Kencang Rusak Rumah dan Los Pekan di Muara Rumbai, Rohul


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.90.115.102
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com