Untitled Document
Sabtu, 4 Sya'ban 1436 H |
Home > Lingkungan >>

Berita Terhangat..
Sabtu, 23 Mei 2015 07:40
HUT Ke-17, Bank Rohil Gelar Malam Syukuran

Sabtu, 23 Mei 2015 07:38
Ketua TP PKK Rohil Buka Pelatihan Keterampilan Perempuan Kepala Rumah Tangga

Sabtu, 23 Mei 2015 07:33
Dibangunkan Pemkab Bengkalis Jembatan, Warga Siakkecil Sumringah

Sabtu, 23 Mei 2015 07:30
Wabup dan Ketua DPRD Rohul Tutup Turnamen Bangun Makarti Cup III di Rambahsamo

Jum’at, 22 Mei 2015 20:59
Gallery Photo Pelalawan Sehat 2015

Jum’at, 22 Mei 2015 20:42
Warga Mentayan, Bengkalis Keluhkan Jalan Rusak Parah

Jum’at, 22 Mei 2015 20:40
Membahayakan Warga,,
Kades di Wilayah Pesisir Diminta Prioritaskan Perbaikan Jalan Jerambah




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 7 Juli 2011 15:42
Sawah Kering, Kemarau Hambat Musim Tanam Padi di Rohul

Kamarau panjang yang terjadi di Riau menyebabkan sawah di Rohul kekeringan. Kondisi tersebut mengacaukan jadwal musim tanam padi.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Dampak kemarau panjang 3 bulan terakhir ini, menyebabkan ratusan areal pertanian padi sawah milik petani dengan sistem tadah hujan (non irigasi) di 3 kecamatan, Kabupaten Rokan Hulu mulai mengalami kekeringan. Jika dalam sepekan ini hujan tidak turun, diperkirakan Musim Tanam (MT) I, Oktober 2011 hingga Maret 2012 terancam ditunda.

Dari data yang dihimpun, 3 kecamatan yang memiliki areal persawahan tadah hujan, yaitu Kecamatan Bangun Purba sekitar 100 hektare (ha), Kepenuhan 120 ha, dan Kecamatan Rambah Hilir sekitar 120 ha, saat ini mulai mengalami kekeringan.

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (DPTP) Rokan Hulu, Ir H Sri Hardono MM, menuturkan dampak kemarau panjang kali ini, bukan hanya berdampak kekeringan di sawah padi tadah hujan di 3 kecamatan. Namun, persawahan yang mengandalkan irigasi, turut mengalami kekeringan. Sehingga pihaknya berlakukan giliran untuk memasok air dari irigasi ke areal persawahan petani, sebab voleme air di irigasi juga mulai berkurang.

“Untuk saluran irigasi ke persawahan terpaksa kita berlakukan giliran, yakni 5 hari mati dan 3 hari hidup. Masalahnya, untuk MT I di areal persawahan tadah hujan terancam ditunda, sebab hujan tak kunjung turun,” terang Sri Hardono, di Pasirpangaraian, Kamis (7/7/11).

Untuk MT II, dilakukan mulai April-September 2011 mendatang, dan sudah dilakukan panen terlebih dahulu. Namun, untuk MT I yang akan dilakukan Oktober 2011-Maret 2012, terancam ditunda, menunggu hujan turun.

Seharusnya usai MT II ini, direncanakan dilaksanakan pengolahan sawah untuk MT I. Tapi karena sawah tadah hujan mengalami kekeringan, sehingga petani terkendala untuk untuk lakukan pengelohan sawahnya.

Hardono menjelaskan, pun begitu, dampak kemarau panjang tidak menujukkan gagal panen padi di persawahan petani, sebab akhir Juni 2011 lalu, petani sudah memanennya terlebih dahulu.

“Untuk areal pertanian irigasi di Kecamatan Rambah Samo, Rambah, dan Kecamatan Rokan IV koto, pasokan masih lancar, belum mengalami kendala serius,” ujarnya.***(zal)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Satu Tewas, Tiga Pedagang di Rumbai, Pekanbaru Disambar Petir
- Tak Mempan Ditertibkan, PKL Kembali 'Makan' Badan Jalan di Duri
- Sudah Diusir, Beruang Madu di Rohul Sering Menampakkan Diri
- Rumah Warga Boter, Rohul Jadi Sering Direndam Banjir
- Pemprov Riau Dukung Langkah Kampar Pasok Air Bersih ke Pekanbaru
- Sampah Menumpuk, Warga Disilahkan Telphon Langsung ke DKP Pekanbaru
- Seekor Beruang Madu Ditemukan Mati Terjerat di Rambahsamo, Rohul


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 174.129.109.148
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com