Untitled Document
Ahad, 7 Rajab 1436 H |
Home > Lingkungan >>

Berita Terhangat..
Ahad, 26 April 2015 11:36
Pemkab Inhil Segera Usulkan Kawasan Danau Mablu jadi Tahura

Ahad, 26 April 2015 11:34
Bupati Bengkalis Buka Lomba Senam Lansia Hari Kartini di Duri

Ahad, 26 April 2015 09:39
Empat Pejudi Dadu Diringkus Aparat Polsek Bangko, Rohil

Ahad, 26 April 2015 09:38
Warga Kampar Rusak 4 Motor dan Bakar Pos Jaga PTPN V di Kabun

Ahad, 26 April 2015 09:36
Anggota DPRD Riau Siswadja Mulayadi Tinjau Pemakaman Budha yang Dirusak

Ahad, 26 April 2015 09:33
Dirambah, Bupati Inhil Tinjau Kawasan Hutan Pulau Basu

Sabtu, 25 April 2015 20:52
119 Mahasiswa STIE Bangkinang Diwisuda



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 7 Juli 2011 15:42
Sawah Kering, Kemarau Hambat Musim Tanam Padi di Rohul

Kamarau panjang yang terjadi di Riau menyebabkan sawah di Rohul kekeringan. Kondisi tersebut mengacaukan jadwal musim tanam padi.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Dampak kemarau panjang 3 bulan terakhir ini, menyebabkan ratusan areal pertanian padi sawah milik petani dengan sistem tadah hujan (non irigasi) di 3 kecamatan, Kabupaten Rokan Hulu mulai mengalami kekeringan. Jika dalam sepekan ini hujan tidak turun, diperkirakan Musim Tanam (MT) I, Oktober 2011 hingga Maret 2012 terancam ditunda.

Dari data yang dihimpun, 3 kecamatan yang memiliki areal persawahan tadah hujan, yaitu Kecamatan Bangun Purba sekitar 100 hektare (ha), Kepenuhan 120 ha, dan Kecamatan Rambah Hilir sekitar 120 ha, saat ini mulai mengalami kekeringan.

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (DPTP) Rokan Hulu, Ir H Sri Hardono MM, menuturkan dampak kemarau panjang kali ini, bukan hanya berdampak kekeringan di sawah padi tadah hujan di 3 kecamatan. Namun, persawahan yang mengandalkan irigasi, turut mengalami kekeringan. Sehingga pihaknya berlakukan giliran untuk memasok air dari irigasi ke areal persawahan petani, sebab voleme air di irigasi juga mulai berkurang.

“Untuk saluran irigasi ke persawahan terpaksa kita berlakukan giliran, yakni 5 hari mati dan 3 hari hidup. Masalahnya, untuk MT I di areal persawahan tadah hujan terancam ditunda, sebab hujan tak kunjung turun,” terang Sri Hardono, di Pasirpangaraian, Kamis (7/7/11).

Untuk MT II, dilakukan mulai April-September 2011 mendatang, dan sudah dilakukan panen terlebih dahulu. Namun, untuk MT I yang akan dilakukan Oktober 2011-Maret 2012, terancam ditunda, menunggu hujan turun.

Seharusnya usai MT II ini, direncanakan dilaksanakan pengolahan sawah untuk MT I. Tapi karena sawah tadah hujan mengalami kekeringan, sehingga petani terkendala untuk untuk lakukan pengelohan sawahnya.

Hardono menjelaskan, pun begitu, dampak kemarau panjang tidak menujukkan gagal panen padi di persawahan petani, sebab akhir Juni 2011 lalu, petani sudah memanennya terlebih dahulu.

“Untuk areal pertanian irigasi di Kecamatan Rambah Samo, Rambah, dan Kecamatan Rokan IV koto, pasokan masih lancar, belum mengalami kendala serius,” ujarnya.***(zal)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- ‎Limbah PT. Mas di Inhu Positif Cemari Lingkungan
- Diterjang Puting Beliung, 50 Rumah di Kuansing Rusak Parah
- Datangi DPRD Riau, Aktivis Desak Pencabutan Izin Perusahaan Perusak Lingkungan
- Warga Rohul Berebut Ikan Diduga Tercemar di Sungai Citalas
- BLH Rohul Tingkatkan Sistem Pengawasan Limbah Perusahaan
- Hasil Sementara Kajian Pansus Lahan DPRD Riau: Negara Rugi Puluhan Triliun
- Diserang Buaya Saat Cuci Pakaian di Sungai, Warga Rohil Lolos dari Maut


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.161.149.107
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com