Untitled Document
Sabtu, 29 Muharram 1436 H |
Home > Lingkungan >>

Berita Terhangat..
Jum’at, 21 Nopember 2014 22:42
Hakim Kabulkan Permohonan Gugatan Praperadilan Nur Asmi

Jum’at, 21 Nopember 2014 21:55
Bank Riau Kepri Peduli,
Bantu Korban Banjir Desa Bandar Padang, Inhu


Jum’at, 21 Nopember 2014 21:53
Pasca Kenaikan BBM,
Tarif Parkir di Duri , Bengkalis Turut Naik


Jum’at, 21 Nopember 2014 19:50
Kementrian ESDM Serahkan Pengelolaan Blok Kampar ke Pertamina

Jum’at, 21 Nopember 2014 19:18
Gugatan Pembongkaran Pasar Tanah Merah,
Hakim Haruskan Bupati dan Pemkab Kampar Bayar Rp19 Miliar


Jum’at, 21 Nopember 2014 19:11
Fikri Wahyudi Hamdani Pimpin Pertina Pekanbaru

Jum’at, 21 Nopember 2014 19:00
Seorang Copet, Residivist di Pekanbaru Tertangkap Lagi



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 7 Juli 2011 15:42
Sawah Kering, Kemarau Hambat Musim Tanam Padi di Rohul

Kamarau panjang yang terjadi di Riau menyebabkan sawah di Rohul kekeringan. Kondisi tersebut mengacaukan jadwal musim tanam padi.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Dampak kemarau panjang 3 bulan terakhir ini, menyebabkan ratusan areal pertanian padi sawah milik petani dengan sistem tadah hujan (non irigasi) di 3 kecamatan, Kabupaten Rokan Hulu mulai mengalami kekeringan. Jika dalam sepekan ini hujan tidak turun, diperkirakan Musim Tanam (MT) I, Oktober 2011 hingga Maret 2012 terancam ditunda.

Dari data yang dihimpun, 3 kecamatan yang memiliki areal persawahan tadah hujan, yaitu Kecamatan Bangun Purba sekitar 100 hektare (ha), Kepenuhan 120 ha, dan Kecamatan Rambah Hilir sekitar 120 ha, saat ini mulai mengalami kekeringan.

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (DPTP) Rokan Hulu, Ir H Sri Hardono MM, menuturkan dampak kemarau panjang kali ini, bukan hanya berdampak kekeringan di sawah padi tadah hujan di 3 kecamatan. Namun, persawahan yang mengandalkan irigasi, turut mengalami kekeringan. Sehingga pihaknya berlakukan giliran untuk memasok air dari irigasi ke areal persawahan petani, sebab voleme air di irigasi juga mulai berkurang.

“Untuk saluran irigasi ke persawahan terpaksa kita berlakukan giliran, yakni 5 hari mati dan 3 hari hidup. Masalahnya, untuk MT I di areal persawahan tadah hujan terancam ditunda, sebab hujan tak kunjung turun,” terang Sri Hardono, di Pasirpangaraian, Kamis (7/7/11).

Untuk MT II, dilakukan mulai April-September 2011 mendatang, dan sudah dilakukan panen terlebih dahulu. Namun, untuk MT I yang akan dilakukan Oktober 2011-Maret 2012, terancam ditunda, menunggu hujan turun.

Seharusnya usai MT II ini, direncanakan dilaksanakan pengolahan sawah untuk MT I. Tapi karena sawah tadah hujan mengalami kekeringan, sehingga petani terkendala untuk untuk lakukan pengelohan sawahnya.

Hardono menjelaskan, pun begitu, dampak kemarau panjang tidak menujukkan gagal panen padi di persawahan petani, sebab akhir Juni 2011 lalu, petani sudah memanennya terlebih dahulu.

“Untuk areal pertanian irigasi di Kecamatan Rambah Samo, Rambah, dan Kecamatan Rokan IV koto, pasokan masih lancar, belum mengalami kendala serius,” ujarnya.***(zal)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Kelurahan Langgam di Pelalawan Mulai Terendam
- Masalah PETI,
Ketua Komisi A DPRD Kuansing Lapor ke Mabes Polri dan Kemenhut

- Sempena Penanaman 1 Miliar Pohon,
PT RAPP Bantu 500 Pohon Pulai untuk Objek Wisata Danau Tajwid

- Siap-siap, Puncak Hujan Terjadi Desember Nanti
- Hutan Bagan Punak Meranti, Rohil Dirambah dan Dijadikan Kebun
- Perbaikan Jalan Amblas Lancar,
Semoga Sore Nanti Jalur Utama Riau-Sumbar Bisa Dilalui

- Menhut LH Tinjau Penanggulangan Karhutla di Rohil


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.146.175.204
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com