Untitled Document
Jumat, 9 Rabiul Akhir 1436 H |
Home > Lingkungan >>

Berita Terhangat..
Kamis, 29 Januari 2015 21:46
Ditarik Paksa,
Satu Mobdin DPRD Bengkalis Belum Dikembalikan


Kamis, 29 Januari 2015 21:43
105 Calon Mahasiswa STIQSI Rohul Ikuti Latihan Bahasa Arab

Kamis, 29 Januari 2015 21:39
Dugaan Pengadan Buku, Penyidik Polda Riau Periksa 5 PNS Disdik Pelalawan

Kamis, 29 Januari 2015 21:32
Perketat Pengawasan,
Napi Narkoba Dominasi Lapas Bangkinang


Kamis, 29 Januari 2015 21:30
Bupati Bengkalis Buka Turnamen SMPN 1 Mandau Cup VII

Kamis, 29 Januari 2015 21:10
‎Palsukan SPK Proyek, Oknum PNS Inhu Dipolisikan

Kamis, 29 Januari 2015 21:00
Melalui Desa Mandiri Pangan dan Energy,
Bupati Kampar Percepat Swamsembada Desa




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 7 Juli 2011 15:42
Sawah Kering, Kemarau Hambat Musim Tanam Padi di Rohul

Kamarau panjang yang terjadi di Riau menyebabkan sawah di Rohul kekeringan. Kondisi tersebut mengacaukan jadwal musim tanam padi.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Dampak kemarau panjang 3 bulan terakhir ini, menyebabkan ratusan areal pertanian padi sawah milik petani dengan sistem tadah hujan (non irigasi) di 3 kecamatan, Kabupaten Rokan Hulu mulai mengalami kekeringan. Jika dalam sepekan ini hujan tidak turun, diperkirakan Musim Tanam (MT) I, Oktober 2011 hingga Maret 2012 terancam ditunda.

Dari data yang dihimpun, 3 kecamatan yang memiliki areal persawahan tadah hujan, yaitu Kecamatan Bangun Purba sekitar 100 hektare (ha), Kepenuhan 120 ha, dan Kecamatan Rambah Hilir sekitar 120 ha, saat ini mulai mengalami kekeringan.

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (DPTP) Rokan Hulu, Ir H Sri Hardono MM, menuturkan dampak kemarau panjang kali ini, bukan hanya berdampak kekeringan di sawah padi tadah hujan di 3 kecamatan. Namun, persawahan yang mengandalkan irigasi, turut mengalami kekeringan. Sehingga pihaknya berlakukan giliran untuk memasok air dari irigasi ke areal persawahan petani, sebab voleme air di irigasi juga mulai berkurang.

“Untuk saluran irigasi ke persawahan terpaksa kita berlakukan giliran, yakni 5 hari mati dan 3 hari hidup. Masalahnya, untuk MT I di areal persawahan tadah hujan terancam ditunda, sebab hujan tak kunjung turun,” terang Sri Hardono, di Pasirpangaraian, Kamis (7/7/11).

Untuk MT II, dilakukan mulai April-September 2011 mendatang, dan sudah dilakukan panen terlebih dahulu. Namun, untuk MT I yang akan dilakukan Oktober 2011-Maret 2012, terancam ditunda, menunggu hujan turun.

Seharusnya usai MT II ini, direncanakan dilaksanakan pengolahan sawah untuk MT I. Tapi karena sawah tadah hujan mengalami kekeringan, sehingga petani terkendala untuk untuk lakukan pengelohan sawahnya.

Hardono menjelaskan, pun begitu, dampak kemarau panjang tidak menujukkan gagal panen padi di persawahan petani, sebab akhir Juni 2011 lalu, petani sudah memanennya terlebih dahulu.

“Untuk areal pertanian irigasi di Kecamatan Rambah Samo, Rambah, dan Kecamatan Rokan IV koto, pasokan masih lancar, belum mengalami kendala serius,” ujarnya.***(zal)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Kota Dumai Kini Punya Bank Hijau Indonesia
- 60 Persen Wilayah Riau Gambut,
Kadishut Riau Setuju PP no 71 Direvisi

- Titik Api Mulai Terpantau, BPBD Damkar Bengkalis Kerahkan Personel
- 8 Spesies Kantong Semar Mahal Ditemukan di Rohul
- Tindaklanjuti Ratusan Ikan Mati,
BLH Rohul Sudah Turunkan Petugas ke Sungai Ngaso

- Antisipasi Karhutla, Polres Dumai Siagakan 60 Personel
- Diduga Tercemar Limbah PKS,
Kembali, Ratusan Ekor Ikan Mati di Sungai Ngaso Ujungbatu



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.211.217.197
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com