Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Selasa, 6 Desember 2016 06:54
Ditangkap, Pratu L Terlibat Rampok 2,5 Kg Emas dan Rp80 Juta di Kampar

Selasa, 6 Desember 2016 06:39
Rp10,4 Triliun, Rapat Paripurna DPRD Riau Sahkan APBD 2017

Senin, 5 Desember 2016 21:13
Wawako Dumai Tinjau Mekanisme Pelayanan Disdukcapil

Senin, 5 Desember 2016 21:10
Asisten III Rohil Hadiri Perayaan Natal GPdI

Senin, 5 Desember 2016 21:05
Bawa Jimat Saat Beraksi,
Tukang Gambar Pencurian Sapi di Rohul Rupanya Residivis


Senin, 5 Desember 2016 19:52
4 Tersangka Korupsi Proyek Waterboom Ditahan Kejari Rohil

Senin, 5 Desember 2016 19:29
Polres Dumai Amankan Truk Kontainer Muatan 985 Kotak Miras Impor

Senin, 5 Desember 2016 18:48
Polisi Amankan Truk Berisi Kayu Olahan

Senin, 5 Desember 2016 18:44
Disdikbud Riau Taja Lomba Desain Kreasi Kostum Tradisional Riau

Senin, 5 Desember 2016 18:38
Sambut Maulid Nabi, Lapas Pasirpangaraian Gelar Lomba Bernuansa Islami



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 7 Juli 2011 15:42
Sawah Kering, Kemarau Hambat Musim Tanam Padi di Rohul

Kamarau panjang yang terjadi di Riau menyebabkan sawah di Rohul kekeringan. Kondisi tersebut mengacaukan jadwal musim tanam padi.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Dampak kemarau panjang 3 bulan terakhir ini, menyebabkan ratusan areal pertanian padi sawah milik petani dengan sistem tadah hujan (non irigasi) di 3 kecamatan, Kabupaten Rokan Hulu mulai mengalami kekeringan. Jika dalam sepekan ini hujan tidak turun, diperkirakan Musim Tanam (MT) I, Oktober 2011 hingga Maret 2012 terancam ditunda.

Dari data yang dihimpun, 3 kecamatan yang memiliki areal persawahan tadah hujan, yaitu Kecamatan Bangun Purba sekitar 100 hektare (ha), Kepenuhan 120 ha, dan Kecamatan Rambah Hilir sekitar 120 ha, saat ini mulai mengalami kekeringan.

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (DPTP) Rokan Hulu, Ir H Sri Hardono MM, menuturkan dampak kemarau panjang kali ini, bukan hanya berdampak kekeringan di sawah padi tadah hujan di 3 kecamatan. Namun, persawahan yang mengandalkan irigasi, turut mengalami kekeringan. Sehingga pihaknya berlakukan giliran untuk memasok air dari irigasi ke areal persawahan petani, sebab voleme air di irigasi juga mulai berkurang.

“Untuk saluran irigasi ke persawahan terpaksa kita berlakukan giliran, yakni 5 hari mati dan 3 hari hidup. Masalahnya, untuk MT I di areal persawahan tadah hujan terancam ditunda, sebab hujan tak kunjung turun,” terang Sri Hardono, di Pasirpangaraian, Kamis (7/7/11).

Untuk MT II, dilakukan mulai April-September 2011 mendatang, dan sudah dilakukan panen terlebih dahulu. Namun, untuk MT I yang akan dilakukan Oktober 2011-Maret 2012, terancam ditunda, menunggu hujan turun.

Seharusnya usai MT II ini, direncanakan dilaksanakan pengolahan sawah untuk MT I. Tapi karena sawah tadah hujan mengalami kekeringan, sehingga petani terkendala untuk untuk lakukan pengelohan sawahnya.

Hardono menjelaskan, pun begitu, dampak kemarau panjang tidak menujukkan gagal panen padi di persawahan petani, sebab akhir Juni 2011 lalu, petani sudah memanennya terlebih dahulu.

“Untuk areal pertanian irigasi di Kecamatan Rambah Samo, Rambah, dan Kecamatan Rokan IV koto, pasokan masih lancar, belum mengalami kendala serius,” ujarnya.***(zal)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Dihantam Ombak Besar, Tongkang Kontainer Nyaris Karam di Perairan Rupat
- Masuk Kawasan Suaka Margasatwa BRBB,
Tokoh Warga Desa Petai, Kuansing Kembalikan Lahan ke Negara

- Jalinprov Rohul-Duri di Bonai,
Lubang Jalan yang Terendam Banjir Bikin Macet

- Diindikasi Terserang Parasit Darah,
Puluhan Sapi di Bono Tapung-Rohul Mati Mendadak

- Ular Piton Sepanjang 4 Meter Masuk Kadang Ayam Warga Rohul
- Enam Posko Siaga Banjir Pekanbaru Dioptimalkan
- Enam Posko Siaga Banjir di Pekanbaru Dioptimalkan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.147.236.192
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com