Home > Lingkungan >>

Berita Terhangat..
Selasa, 28 Juni 2016 12:54
Menjambret untuk Beli Sabu, Dua Warga Rohil Ditembak

Selasa, 28 Juni 2016 12:50
‎TP PKK, BRK dan BRI Bengkalis Bagikan Ratusan Sembako

Selasa, 28 Juni 2016 12:46
Seorang Karyawan PT Adei di Pelalawan Tewas Saat Bekerja

Selasa, 28 Juni 2016 11:07
Bantu Petugas Kebersihan, Lion Club Pekanbaru Gelar Bakti Sosial

Selasa, 28 Juni 2016 10:47
Minta THR ke Pengusaha, Ketua PN Tembilahan Dicopot MA

Selasa, 28 Juni 2016 08:23
Sampah Membusuk Seluas Lapangan Bola,
Horor Sampah Nyaris Picu Perkelahian Massal di Pasar Pagi Arengka


Selasa, 28 Juni 2016 07:20
Peserta Musda V DPD II KNPI Siak Pilih Ulil Amri sebagai Ketua



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 7 Juli 2011 15:42
Sawah Kering, Kemarau Hambat Musim Tanam Padi di Rohul

Kamarau panjang yang terjadi di Riau menyebabkan sawah di Rohul kekeringan. Kondisi tersebut mengacaukan jadwal musim tanam padi.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Dampak kemarau panjang 3 bulan terakhir ini, menyebabkan ratusan areal pertanian padi sawah milik petani dengan sistem tadah hujan (non irigasi) di 3 kecamatan, Kabupaten Rokan Hulu mulai mengalami kekeringan. Jika dalam sepekan ini hujan tidak turun, diperkirakan Musim Tanam (MT) I, Oktober 2011 hingga Maret 2012 terancam ditunda.

Dari data yang dihimpun, 3 kecamatan yang memiliki areal persawahan tadah hujan, yaitu Kecamatan Bangun Purba sekitar 100 hektare (ha), Kepenuhan 120 ha, dan Kecamatan Rambah Hilir sekitar 120 ha, saat ini mulai mengalami kekeringan.

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (DPTP) Rokan Hulu, Ir H Sri Hardono MM, menuturkan dampak kemarau panjang kali ini, bukan hanya berdampak kekeringan di sawah padi tadah hujan di 3 kecamatan. Namun, persawahan yang mengandalkan irigasi, turut mengalami kekeringan. Sehingga pihaknya berlakukan giliran untuk memasok air dari irigasi ke areal persawahan petani, sebab voleme air di irigasi juga mulai berkurang.

“Untuk saluran irigasi ke persawahan terpaksa kita berlakukan giliran, yakni 5 hari mati dan 3 hari hidup. Masalahnya, untuk MT I di areal persawahan tadah hujan terancam ditunda, sebab hujan tak kunjung turun,” terang Sri Hardono, di Pasirpangaraian, Kamis (7/7/11).

Untuk MT II, dilakukan mulai April-September 2011 mendatang, dan sudah dilakukan panen terlebih dahulu. Namun, untuk MT I yang akan dilakukan Oktober 2011-Maret 2012, terancam ditunda, menunggu hujan turun.

Seharusnya usai MT II ini, direncanakan dilaksanakan pengolahan sawah untuk MT I. Tapi karena sawah tadah hujan mengalami kekeringan, sehingga petani terkendala untuk untuk lakukan pengelohan sawahnya.

Hardono menjelaskan, pun begitu, dampak kemarau panjang tidak menujukkan gagal panen padi di persawahan petani, sebab akhir Juni 2011 lalu, petani sudah memanennya terlebih dahulu.

“Untuk areal pertanian irigasi di Kecamatan Rambah Samo, Rambah, dan Kecamatan Rokan IV koto, pasokan masih lancar, belum mengalami kendala serius,” ujarnya.***(zal)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Horos Sampah Pekanbaru Semakin Parah,
Mahasiswa Tutup Tugu Piala Adipura Dengan Kain Hitam

- Kementerian LHK Simpulkan Persoalan Sampah di Pekanbaru Bukan Politis
- Diberi Penghargaan Rekor Sampah, Firdaus Minta Mahasiswa Lebih Baik Darinya
- Kunjungi Pasar Bawah, Setya Novanto Dikagetkan Horor Sampah
- Peduli Sampah, Mahasiswa Lakukan Kerja Bakti Bersihkan kota Pekanbaru
- Kepala BNPB Serahkan Bantuan Alat Pemadaman Karlahut kepada Bupati Rohil
- Dua Rumah di Asrama Pancasila Terbakar


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.144.9.58
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com