Untitled Document
Ahad, 10 Jumadil Awwal 1436 H |
Home > Lingkungan >>

Berita Terhangat..
Ahad, 1 Maret 2015 10:07
Perajin Kain Songket di Tambusai Utara-Rohul Masih Kekurangan Modal

Ahad, 1 Maret 2015 09:51
Cemburu, ABG Bagansiapiapi Tikam Teman Pria Pacarnya

Ahad, 1 Maret 2015 09:49
Plt Gubri Hadiri Rakernas APPSI di Ambon

Ahad, 1 Maret 2015 09:42
Potensi Hujan Kecil, Riau Waspada Kemarau Panjang

Sabtu, 28 Pebruari 2015 20:46
Diikuti 80 Siswa, Disdik Inhil Taja Oliampiade Sains Nasional

Sabtu, 28 Pebruari 2015 20:03
Pilkada Inhu,
IKBR Pastikan Tak Mendukung Salah Satu Calon


Sabtu, 28 Pebruari 2015 18:53
Pelayanan PMI Mengecewakan,
Pendonor di Inhil Enggan Sumbangkan Darah




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 7 Juli 2011 15:42
Sawah Kering, Kemarau Hambat Musim Tanam Padi di Rohul

Kamarau panjang yang terjadi di Riau menyebabkan sawah di Rohul kekeringan. Kondisi tersebut mengacaukan jadwal musim tanam padi.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Dampak kemarau panjang 3 bulan terakhir ini, menyebabkan ratusan areal pertanian padi sawah milik petani dengan sistem tadah hujan (non irigasi) di 3 kecamatan, Kabupaten Rokan Hulu mulai mengalami kekeringan. Jika dalam sepekan ini hujan tidak turun, diperkirakan Musim Tanam (MT) I, Oktober 2011 hingga Maret 2012 terancam ditunda.

Dari data yang dihimpun, 3 kecamatan yang memiliki areal persawahan tadah hujan, yaitu Kecamatan Bangun Purba sekitar 100 hektare (ha), Kepenuhan 120 ha, dan Kecamatan Rambah Hilir sekitar 120 ha, saat ini mulai mengalami kekeringan.

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (DPTP) Rokan Hulu, Ir H Sri Hardono MM, menuturkan dampak kemarau panjang kali ini, bukan hanya berdampak kekeringan di sawah padi tadah hujan di 3 kecamatan. Namun, persawahan yang mengandalkan irigasi, turut mengalami kekeringan. Sehingga pihaknya berlakukan giliran untuk memasok air dari irigasi ke areal persawahan petani, sebab voleme air di irigasi juga mulai berkurang.

“Untuk saluran irigasi ke persawahan terpaksa kita berlakukan giliran, yakni 5 hari mati dan 3 hari hidup. Masalahnya, untuk MT I di areal persawahan tadah hujan terancam ditunda, sebab hujan tak kunjung turun,” terang Sri Hardono, di Pasirpangaraian, Kamis (7/7/11).

Untuk MT II, dilakukan mulai April-September 2011 mendatang, dan sudah dilakukan panen terlebih dahulu. Namun, untuk MT I yang akan dilakukan Oktober 2011-Maret 2012, terancam ditunda, menunggu hujan turun.

Seharusnya usai MT II ini, direncanakan dilaksanakan pengolahan sawah untuk MT I. Tapi karena sawah tadah hujan mengalami kekeringan, sehingga petani terkendala untuk untuk lakukan pengelohan sawahnya.

Hardono menjelaskan, pun begitu, dampak kemarau panjang tidak menujukkan gagal panen padi di persawahan petani, sebab akhir Juni 2011 lalu, petani sudah memanennya terlebih dahulu.

“Untuk areal pertanian irigasi di Kecamatan Rambah Samo, Rambah, dan Kecamatan Rokan IV koto, pasokan masih lancar, belum mengalami kendala serius,” ujarnya.***(zal)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Potensi Hujan Kecil, Riau Waspada Kemarau Panjang
- Ibukota Kabupaten Meranti Dikepung Kebakaran Hutan dan Lahan
- Kebakaran Serentak di Ibu Kota,
Puluhan Rumah dan Perkantoran Pemkab Meranti Dikepung Api

- Lahas Seluas 4 Ha Di Tambang Terbakar
- Visibility 3 Km, Pekanbaru Mulai Dikepung Asap
- 2014, Pencemaran Lingkungan di Dumai Dinominasi Perusahaan
- Kebun Karet Warga Bengkalis Terbakar Ancam Pemukiman


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.161.212.7
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com