Home > Lingkungan >>

Berita Terhangat..
Sabtu, 1 Oktober 2016 13:32
Dinyatakan Disabilitas, Said Usman Paksa KPU Minta Penjelasan ke Tim Tes Kesehatan

Sabtu, 1 Oktober 2016 13:30
Pemanasan Reuni Akbar, Alumni Faperta UR Ramaikan FCD Besok

Sabtu, 1 Oktober 2016 13:27
Gema Muharram di Inhil Masuk Iven Wisata Provinsi Riau

Sabtu, 1 Oktober 2016 11:56
Polsek Bagansinembah, Rohil Tangkap Pembunuh Gadis Cantik di Hotel

Sabtu, 1 Oktober 2016 11:53
Protes Dinyatakan tak Sehat, Said Usman Bawa Rasman Datangi KPU Pekanbaru

Sabtu, 1 Oktober 2016 11:52
Pemkan Inhil Sosialisasikan UU No.45/2009 Tenang Perikanan di Mandah

Sabtu, 1 Oktober 2016 10:33
Tak Lolos Tes Kesehatan, KPU Minta PDIP-PPP Ganti Balon Wawako Pekanbaru



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 7 Juli 2011 15:42
Sawah Kering, Kemarau Hambat Musim Tanam Padi di Rohul

Kamarau panjang yang terjadi di Riau menyebabkan sawah di Rohul kekeringan. Kondisi tersebut mengacaukan jadwal musim tanam padi.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Dampak kemarau panjang 3 bulan terakhir ini, menyebabkan ratusan areal pertanian padi sawah milik petani dengan sistem tadah hujan (non irigasi) di 3 kecamatan, Kabupaten Rokan Hulu mulai mengalami kekeringan. Jika dalam sepekan ini hujan tidak turun, diperkirakan Musim Tanam (MT) I, Oktober 2011 hingga Maret 2012 terancam ditunda.

Dari data yang dihimpun, 3 kecamatan yang memiliki areal persawahan tadah hujan, yaitu Kecamatan Bangun Purba sekitar 100 hektare (ha), Kepenuhan 120 ha, dan Kecamatan Rambah Hilir sekitar 120 ha, saat ini mulai mengalami kekeringan.

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (DPTP) Rokan Hulu, Ir H Sri Hardono MM, menuturkan dampak kemarau panjang kali ini, bukan hanya berdampak kekeringan di sawah padi tadah hujan di 3 kecamatan. Namun, persawahan yang mengandalkan irigasi, turut mengalami kekeringan. Sehingga pihaknya berlakukan giliran untuk memasok air dari irigasi ke areal persawahan petani, sebab voleme air di irigasi juga mulai berkurang.

“Untuk saluran irigasi ke persawahan terpaksa kita berlakukan giliran, yakni 5 hari mati dan 3 hari hidup. Masalahnya, untuk MT I di areal persawahan tadah hujan terancam ditunda, sebab hujan tak kunjung turun,” terang Sri Hardono, di Pasirpangaraian, Kamis (7/7/11).

Untuk MT II, dilakukan mulai April-September 2011 mendatang, dan sudah dilakukan panen terlebih dahulu. Namun, untuk MT I yang akan dilakukan Oktober 2011-Maret 2012, terancam ditunda, menunggu hujan turun.

Seharusnya usai MT II ini, direncanakan dilaksanakan pengolahan sawah untuk MT I. Tapi karena sawah tadah hujan mengalami kekeringan, sehingga petani terkendala untuk untuk lakukan pengelohan sawahnya.

Hardono menjelaskan, pun begitu, dampak kemarau panjang tidak menujukkan gagal panen padi di persawahan petani, sebab akhir Juni 2011 lalu, petani sudah memanennya terlebih dahulu.

“Untuk areal pertanian irigasi di Kecamatan Rambah Samo, Rambah, dan Kecamatan Rokan IV koto, pasokan masih lancar, belum mengalami kendala serius,” ujarnya.***(zal)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Harimau Sumatera di TNBT Inhu Terancam Perburuan
- Dua Heli Lakukan Water Bombing,
Ratusan Hektar Lahan Kosong di Bukit Candra Rohul Terbakar

- Bengkalis Waspadai Terjadinya Kembali Karlahut
- 80 Hektar Kawasan Hutan di Pelalawan Ditetapkan sebagai Hutan Kota
- Sudah Sepekan Genangan Air dan Galian Kabel PLN Macetkan Jalan Soeta
- Dishutbun Rohul Normalisasi Sungai Mahato Kanan di Rawa Seribu
- Upaya Tekan Laju Abrasi Pulau Bengkalis,
KKP dan DKP Gelar Bimtek Penanaman Vegetasi Pantai



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.235.46.164
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com