Home > Lingkungan >>

Berita Terhangat..
Rabu, 31 Agustus 2016 23:11
Berbagai Program Spesial Hiasi Showroom Honda Soekarno-Hatta

Rabu, 31 Agustus 2016 22:56
Menderita Penyakit Langka dan Gizi Buruk,
Bocah 7 Tahun Asal Teluk Pantaian, Inhil Memerlukan Bantuan Dermawan


Rabu, 31 Agustus 2016 22:47
BPMPD Rohul Sosialisasikan Tahapan Pilkades Serentak 2016

Rabu, 31 Agustus 2016 22:33
Mobil Pengangkut Tiang Listrik Ambruk Jembatan Penghubung Tiga Kecamatan di Inhil

Rabu, 31 Agustus 2016 22:24
11 KK Korban Karlahut Rohil Masih Dipengungsian

Rabu, 31 Agustus 2016 22:18
Dua Mobil Mewah Dikuasai Pejabat di Jakarta,
Kaban Penghubung Riau Enggan Menyebutkan Nama Pejabat Tersebut


Rabu, 31 Agustus 2016 22:12
Klub Perisai Gelar Touring Budaya dan Lantik Anggota Baru



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 7 Juli 2011 15:42
Sawah Kering, Kemarau Hambat Musim Tanam Padi di Rohul

Kamarau panjang yang terjadi di Riau menyebabkan sawah di Rohul kekeringan. Kondisi tersebut mengacaukan jadwal musim tanam padi.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Dampak kemarau panjang 3 bulan terakhir ini, menyebabkan ratusan areal pertanian padi sawah milik petani dengan sistem tadah hujan (non irigasi) di 3 kecamatan, Kabupaten Rokan Hulu mulai mengalami kekeringan. Jika dalam sepekan ini hujan tidak turun, diperkirakan Musim Tanam (MT) I, Oktober 2011 hingga Maret 2012 terancam ditunda.

Dari data yang dihimpun, 3 kecamatan yang memiliki areal persawahan tadah hujan, yaitu Kecamatan Bangun Purba sekitar 100 hektare (ha), Kepenuhan 120 ha, dan Kecamatan Rambah Hilir sekitar 120 ha, saat ini mulai mengalami kekeringan.

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (DPTP) Rokan Hulu, Ir H Sri Hardono MM, menuturkan dampak kemarau panjang kali ini, bukan hanya berdampak kekeringan di sawah padi tadah hujan di 3 kecamatan. Namun, persawahan yang mengandalkan irigasi, turut mengalami kekeringan. Sehingga pihaknya berlakukan giliran untuk memasok air dari irigasi ke areal persawahan petani, sebab voleme air di irigasi juga mulai berkurang.

“Untuk saluran irigasi ke persawahan terpaksa kita berlakukan giliran, yakni 5 hari mati dan 3 hari hidup. Masalahnya, untuk MT I di areal persawahan tadah hujan terancam ditunda, sebab hujan tak kunjung turun,” terang Sri Hardono, di Pasirpangaraian, Kamis (7/7/11).

Untuk MT II, dilakukan mulai April-September 2011 mendatang, dan sudah dilakukan panen terlebih dahulu. Namun, untuk MT I yang akan dilakukan Oktober 2011-Maret 2012, terancam ditunda, menunggu hujan turun.

Seharusnya usai MT II ini, direncanakan dilaksanakan pengolahan sawah untuk MT I. Tapi karena sawah tadah hujan mengalami kekeringan, sehingga petani terkendala untuk untuk lakukan pengelohan sawahnya.

Hardono menjelaskan, pun begitu, dampak kemarau panjang tidak menujukkan gagal panen padi di persawahan petani, sebab akhir Juni 2011 lalu, petani sudah memanennya terlebih dahulu.

“Untuk areal pertanian irigasi di Kecamatan Rambah Samo, Rambah, dan Kecamatan Rokan IV koto, pasokan masih lancar, belum mengalami kendala serius,” ujarnya.***(zal)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Masyarakat Bengkalis Resah 'Dihantui' DBD
- Masyarakat Pakning, Bengkalis Minta Lahan ‘Tidur’ Pertamina untuk Pembangunan
- Ditetapkan jadi Sungai Larangan,
Disnakan Rohul Tebar 10 Ribu Benih Ikan Mas di Sungai Deras

- Asap Karlahut Menipis, Ratusan KK Pengungsi di Bonai Rohul Pulang ke Rumah
- Asap Tipis Selimuti Rohul,
Orang Tua Diminta Kurangi Aktivitas Balita di Luar Rumah

- Kabut Asap Memburuk, Diskes Pekanbaru Sebar 40 Ribu Masker ke Puskesmas
- Revitalisasi Ekosistem Tesso Nilo,
Ratusan Cukong di eks HPH HSL-SRT Bakal 'Dihabisi'



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.92.159.129
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com