Untitled Document
Sabtu, 26 Syawwal 1435 H |
Home > Lingkungan >>

Berita Terhangat..
Jum’at, 22 Agustus 2014 22:57
Jelang Akhir Jabatan,
Dalam Sehari DPRD Inhu Lakukan 4 Paripurna


Jum’at, 22 Agustus 2014 22:12
Pembukaan MTQ ke-47 Pekanbaru Sukses dan Meriah

Jum’at, 22 Agustus 2014 22:01
Bertambah Rp 229 Miliar,
APBD-Perubahan Inhu Rp 1,9 Triliun Disahkan


Jum’at, 22 Agustus 2014 20:37
Diduga Karena 'Ketahuan', Gubri Batalkan Pelantikan Puluhan Pejabat

Jum’at, 22 Agustus 2014 20:35
Dispenda Riau Prediksi PAD di KUA-PPAS RAPBD Murni 2015 Sebesar Rp3,6 Triliun

Jum’at, 22 Agustus 2014 20:30
Pengelolaan Dinilai Berhasil,
Pemkab Lingga Stuban ke UED-SP dan Bumdes di Rohul


Jum’at, 22 Agustus 2014 19:09
Pacu Jalur 2014,
Jalur Rohil Kandas di Hari Kedua




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 7 Juli 2011 15:42
Sawah Kering, Kemarau Hambat Musim Tanam Padi di Rohul

Kamarau panjang yang terjadi di Riau menyebabkan sawah di Rohul kekeringan. Kondisi tersebut mengacaukan jadwal musim tanam padi.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Dampak kemarau panjang 3 bulan terakhir ini, menyebabkan ratusan areal pertanian padi sawah milik petani dengan sistem tadah hujan (non irigasi) di 3 kecamatan, Kabupaten Rokan Hulu mulai mengalami kekeringan. Jika dalam sepekan ini hujan tidak turun, diperkirakan Musim Tanam (MT) I, Oktober 2011 hingga Maret 2012 terancam ditunda.

Dari data yang dihimpun, 3 kecamatan yang memiliki areal persawahan tadah hujan, yaitu Kecamatan Bangun Purba sekitar 100 hektare (ha), Kepenuhan 120 ha, dan Kecamatan Rambah Hilir sekitar 120 ha, saat ini mulai mengalami kekeringan.

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (DPTP) Rokan Hulu, Ir H Sri Hardono MM, menuturkan dampak kemarau panjang kali ini, bukan hanya berdampak kekeringan di sawah padi tadah hujan di 3 kecamatan. Namun, persawahan yang mengandalkan irigasi, turut mengalami kekeringan. Sehingga pihaknya berlakukan giliran untuk memasok air dari irigasi ke areal persawahan petani, sebab voleme air di irigasi juga mulai berkurang.

“Untuk saluran irigasi ke persawahan terpaksa kita berlakukan giliran, yakni 5 hari mati dan 3 hari hidup. Masalahnya, untuk MT I di areal persawahan tadah hujan terancam ditunda, sebab hujan tak kunjung turun,” terang Sri Hardono, di Pasirpangaraian, Kamis (7/7/11).

Untuk MT II, dilakukan mulai April-September 2011 mendatang, dan sudah dilakukan panen terlebih dahulu. Namun, untuk MT I yang akan dilakukan Oktober 2011-Maret 2012, terancam ditunda, menunggu hujan turun.

Seharusnya usai MT II ini, direncanakan dilaksanakan pengolahan sawah untuk MT I. Tapi karena sawah tadah hujan mengalami kekeringan, sehingga petani terkendala untuk untuk lakukan pengelohan sawahnya.

Hardono menjelaskan, pun begitu, dampak kemarau panjang tidak menujukkan gagal panen padi di persawahan petani, sebab akhir Juni 2011 lalu, petani sudah memanennya terlebih dahulu.

“Untuk areal pertanian irigasi di Kecamatan Rambah Samo, Rambah, dan Kecamatan Rokan IV koto, pasokan masih lancar, belum mengalami kendala serius,” ujarnya.***(zal)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Pendaftaran CPNS Online Efektif Mulai 24 Agustus
- Dua Pakar Gambut Jepang Studi Banding di Konsesi RAPP
- Cemari Sungai dengan Limbah Pabrik,
Massa IPM-PB Desak Ijin PT PSJ di Langgam Dicabut

- Curah Hujan Riau Meningkat
- Karhutla Terus Berulang,
Sawit Watch Nilai Minim Komitmen Pemerintah Jaga Lahan Gambut

- BP REDD+ dan UR Komit Tingkatkan Pengelolaan Hutan dan Lahan Berkelanjutan
- Bioethanol Nipah Asal Bengkalis Raih Penghargaan Energi Prakarsa Kemen ESDM


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.90.178.218
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com