Untitled Document
Kamis, 28 Zulhijjah 1435 H |
Home > Lingkungan >>

Berita Terhangat..
Kamis, 23 Oktober 2014 09:55
KPK Periksa Mantan Kadishut dan Tiga Petinggi PT Duta Palma di SPN

Kamis, 23 Oktober 2014 04:26
Diduga Mabuk,
Warga Rumbai Jaya, Inhil Tewas dalam Lakalantas Tunggal


Rabu, 22 Oktober 2014 22:12
Porprov VIII Riau,
Taekwondo Sumbangkan Emas Terbanyak untuk Pekanbaru


Rabu, 22 Oktober 2014 21:46
Porprov VIII Riau,
Tim Dayung Kuansing Jawara


Rabu, 22 Oktober 2014 21:39
Porprov VIII Riau,
Sepak Takraw dan Atletik Sumbang Dua Emas untuk Rohul


Rabu, 22 Oktober 2014 21:36
Bupati Kampar Sebut P4S Tingkatkan Ekonomi Keluarga

Rabu, 22 Oktober 2014 21:30
Aprizal Terpilih Secara Aklamasi Nakhodai PWI Kabupaten Kampar



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 28 April 2010 16:44
Sungai Batang Kumu Meluap, Sebagian Rohul Kebanjiran

Hujan deras mengguyur Kabupaten Rohul. Akibatnya aliran sungai Batang Kumu meluap dan merendam sebagian wilayah kabupaten tersebut.

Riauterkini-RAMBAHHILIR-Hujan yang mengguyur wilayah Rokan Hulu (Rohul) dalam seminggu ini. Selasa (27/4/10) sekitar pukul 23.00 Wib, menyebabkan 107 rumah warga di 3 RT Dusun Kumu Induk Desa Rambah Kecamatan Rambahhilir direndam air bah. Bahkan, Rabu (28/4/10) sekitar pukul 11.00 Wib, badan jalan lintas Pasirpangaraian ke Dalu-dalu, sementara ditutup untuk kendaraan roda empat. Karena ketinggian air masih mencapai lutut orang dewasa, dan ditakutkan, ombak akan merusak rumah warga.

Pantauan Riauterkini di lokasi banjir Simpang Kumu. Ada ratusan kendaraan berbagai jenis dari arah Pasirpangaraian menuju Dalu-dalu, dan sebaliknya. Terpaksa dihentikan, dan sebagian dikumpulkan di lapangan Rumah Makan Haji Along, untuk menghindari penumpukan kendaraan dibadan jalan lintas propinsi. Kendaraan dari Dalu-dalu, antrean sekitar 2 kilometer. Sementara kendaraan dari arah Pasirpangaraian sekitar 3 kilometer. Kemacetan sendiri terjadi sejak, Rabu (28/4/10) sekitar pukul 02.00 dinihari.

M Pasaribu, sopir bus Sibual-buali mengaku, sejak pukul 02 .00 dinihari sudah antre dan bertahan dengan penumpangnya. Karena bus yang dikendarainya dengan tujuan Gunungtua Sumut, tidak bisa melintas di jalan yang tergenang banjir yang mencapai 1 meter atau sepinggang orang dewasa. Karena warga melarang kendaraan roda empat ke atas melintas. Ditakutkan ombak dari kendaraan merusak rumah warga yang berada di tepi jalan.

Ketua RW 02 Jakfar T, yang dikonfirmasi wartawan menyatakan, 107 KK yang terendam berada di RT 01, RT 02 dan RT 03 Dusun Kumu Induk. "Air merendam rumah kami, sejak Selasa (27/4/10) pukul 23.00 Wib. Ini merupakan dampak meluapnya sungai Kumu," cerita Jakfar T, kepada wartawan, Rabu (28/4/10).

Jakfar menambahkan, air bah merendam rumah warga, puncak ketinggian mencapai sekitar 2,5 meter terjadi pada pukul 02.00 Wib dinihari hingga pukul 06.00 Wib. Sementara jalan lintas propinsi ketinggian air bah, mencapai pinggang orang dewasa.

Air mulai surut mulai pukul 07.00 Wib, dan pada pukul 14.00 Wib, kendaraan sudah diperbolehkan melintasi jalan. Pada pukul 11.00 Wib, masyarakat belum mengizinkan kendaraan roda empat keatas melintasi jalan raya. Karena masyarakat khawatir, ombak akan merusak rumah mereka yang terbuat dari kayu.

Imbas hujan deras seminggu itu, bukan hanya merendam Desa Kumu saja. Namun merendam rumah warga dibeberapa wilayah seperti, Dusun Tulang Gajah dan Dusun Babussalam Desa Babussalam Kecamatan Rambah. Dusun Tanjung Harapan Kelurahan Pasirpangaraian Kecamatan Rambah, beberapa desa di Kecamatan Bonaidarussalam, dan Simpang SKPD juga terendam banjit. Karena hujan yang mengguyur wilayah Rohul.

Banjir di Kumu sendiri, juga sempat membuat sejumlah pelajar yang akan sekolah, dan pegawai yang akan bekerja. Terpaksa harus menggunakan jasa penyeberangan dengan menggnakan becak yang didorong di jalan yang tergenang banjir sepanjang sekitar 300 meter. Namun setiap pegawai dengan sepeda motornya, harus membayar Rp 50 ribu untuk jasa penyeberangan. Hingga berita ini turun, ketinggian air masih mencapai 1 meter dirumah warga, sementara jalan sudah sebatas mata kaki orang dewasa. Sementara sejumlah KK terpaksa mengungsi ke rumah tetangga serta sanak familinya yang aman dari banjir, dan selebihnya diungsikan ke tenda darurat milik Dinas Sosial dan PMI Rohul.***(zal)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Permintaan CPO Eropa Tinggi,
Diprediksi Terjadi Perluasan Kebun Sawit Indonesia

- Pengendara Diminta Waspda di Proyek Betonisasi KM Simpang Beringin-Meredan
- Sukses Nihilkan Karhula, RAPP Beri Hadiah Kelurahan Teluk Meranti
- Workshop Geojournalime SIEJ di TNTN,
BPN Inhu Terbitkan Sertifikat untuk 6 Ribu Hektar di TNTN

- Audit Kepatuhan UKP4,
17 Perusahaan Dianggap Perusak Hutan

- Audit Kepatuhan Provinsi,
Bengkalis yang Patuh Cegah Karhutla di Riau

- RAPP Paparkan Konsep CD dan Penanggulangan Karhutla di Kuansing


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.163.91.250
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com