Home > Lingkungan >>

Berita Terhangat..
Kamis, 29 September 2016 18:31
Pembangunan Lanjutan Siak IV Dilakukan Sistem Lelang Terbuka

Kamis, 29 September 2016 17:54
Wagubri tak Kunjung Terpilih, Kemendagri Minta Gubri Lakukan Konsolidasi Politik

Kamis, 29 September 2016 17:41
Keberatan Atas Putusan PN Rengat,
Wabup Kuansing Jelaskan Proses Kepemilikan Lahannya


Kamis, 29 September 2016 17:27
SK Honorer Bodong,
Rapat di Pekanbaru, Sekdakab Rohul Belum Penuhi Panggilan Penyidik


Kamis, 29 September 2016 17:22
Total Rp10,3 Triliun,
DPRD Riau dan Gubri Tanda Tangani Nota Kesepakatan KUPA-PPAS APBD-P 2016


Kamis, 29 September 2016 17:03
Bawa Sabu, Honorer Dinas TRCK Rohul dan Temannya Ditangkap Polisi

Kamis, 29 September 2016 16:43
Jadikan Anak Kurir Narkoba, Karmila Divonis 13 Tahun Penjara



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 28 April 2010 16:44
Sungai Batang Kumu Meluap, Sebagian Rohul Kebanjiran

Hujan deras mengguyur Kabupaten Rohul. Akibatnya aliran sungai Batang Kumu meluap dan merendam sebagian wilayah kabupaten tersebut.

Riauterkini-RAMBAHHILIR-Hujan yang mengguyur wilayah Rokan Hulu (Rohul) dalam seminggu ini. Selasa (27/4/10) sekitar pukul 23.00 Wib, menyebabkan 107 rumah warga di 3 RT Dusun Kumu Induk Desa Rambah Kecamatan Rambahhilir direndam air bah. Bahkan, Rabu (28/4/10) sekitar pukul 11.00 Wib, badan jalan lintas Pasirpangaraian ke Dalu-dalu, sementara ditutup untuk kendaraan roda empat. Karena ketinggian air masih mencapai lutut orang dewasa, dan ditakutkan, ombak akan merusak rumah warga.

Pantauan Riauterkini di lokasi banjir Simpang Kumu. Ada ratusan kendaraan berbagai jenis dari arah Pasirpangaraian menuju Dalu-dalu, dan sebaliknya. Terpaksa dihentikan, dan sebagian dikumpulkan di lapangan Rumah Makan Haji Along, untuk menghindari penumpukan kendaraan dibadan jalan lintas propinsi. Kendaraan dari Dalu-dalu, antrean sekitar 2 kilometer. Sementara kendaraan dari arah Pasirpangaraian sekitar 3 kilometer. Kemacetan sendiri terjadi sejak, Rabu (28/4/10) sekitar pukul 02.00 dinihari.

M Pasaribu, sopir bus Sibual-buali mengaku, sejak pukul 02 .00 dinihari sudah antre dan bertahan dengan penumpangnya. Karena bus yang dikendarainya dengan tujuan Gunungtua Sumut, tidak bisa melintas di jalan yang tergenang banjir yang mencapai 1 meter atau sepinggang orang dewasa. Karena warga melarang kendaraan roda empat ke atas melintas. Ditakutkan ombak dari kendaraan merusak rumah warga yang berada di tepi jalan.

Ketua RW 02 Jakfar T, yang dikonfirmasi wartawan menyatakan, 107 KK yang terendam berada di RT 01, RT 02 dan RT 03 Dusun Kumu Induk. "Air merendam rumah kami, sejak Selasa (27/4/10) pukul 23.00 Wib. Ini merupakan dampak meluapnya sungai Kumu," cerita Jakfar T, kepada wartawan, Rabu (28/4/10).

Jakfar menambahkan, air bah merendam rumah warga, puncak ketinggian mencapai sekitar 2,5 meter terjadi pada pukul 02.00 Wib dinihari hingga pukul 06.00 Wib. Sementara jalan lintas propinsi ketinggian air bah, mencapai pinggang orang dewasa.

Air mulai surut mulai pukul 07.00 Wib, dan pada pukul 14.00 Wib, kendaraan sudah diperbolehkan melintasi jalan. Pada pukul 11.00 Wib, masyarakat belum mengizinkan kendaraan roda empat keatas melintasi jalan raya. Karena masyarakat khawatir, ombak akan merusak rumah mereka yang terbuat dari kayu.

Imbas hujan deras seminggu itu, bukan hanya merendam Desa Kumu saja. Namun merendam rumah warga dibeberapa wilayah seperti, Dusun Tulang Gajah dan Dusun Babussalam Desa Babussalam Kecamatan Rambah. Dusun Tanjung Harapan Kelurahan Pasirpangaraian Kecamatan Rambah, beberapa desa di Kecamatan Bonaidarussalam, dan Simpang SKPD juga terendam banjit. Karena hujan yang mengguyur wilayah Rohul.

Banjir di Kumu sendiri, juga sempat membuat sejumlah pelajar yang akan sekolah, dan pegawai yang akan bekerja. Terpaksa harus menggunakan jasa penyeberangan dengan menggnakan becak yang didorong di jalan yang tergenang banjir sepanjang sekitar 300 meter. Namun setiap pegawai dengan sepeda motornya, harus membayar Rp 50 ribu untuk jasa penyeberangan. Hingga berita ini turun, ketinggian air masih mencapai 1 meter dirumah warga, sementara jalan sudah sebatas mata kaki orang dewasa. Sementara sejumlah KK terpaksa mengungsi ke rumah tetangga serta sanak familinya yang aman dari banjir, dan selebihnya diungsikan ke tenda darurat milik Dinas Sosial dan PMI Rohul.***(zal)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- 80 Hektar Kawasan Hutan di Pelalawan Ditetapkan sebagai Hutan Kota
- Sudah Sepekan Genangan Air dan Galian Kabel PLN Macetkan Jalan Soeta
- Dishutbun Rohul Normalisasi Sungai Mahato Kanan di Rawa Seribu
- Upaya Tekan Laju Abrasi Pulau Bengkalis,
KKP dan DKP Gelar Bimtek Penanaman Vegetasi Pantai

- Diterjang Pasang Keling, Tujuh Rumah Warga Pulau Jemur Rohil Rusak Parah
- Baru Setahun, Jalan Dua Jalur Tugu Carano-STM Teluk Kuantan Sudah Rusak
- Genangan Air Sumbat Arus Lalin di Jalan Soeta Dekat Simpang Arifin Achmad


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.91.156.176
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com