Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Selasa, 17 Januari 2017 22:52
Jarang Hadir Rapat, Jabatan Eva Yuliana sebagai Anggota DPRD Riau Terancam

Selasa, 17 Januari 2017 22:49
Menpan-RB Sebut Pembentukan Satgas Jual-Beli Jabatan Belum Perlu

Selasa, 17 Januari 2017 21:32
Kalangan di Bengkalis Nilai Integrasi Jamkesmasda ke JKN Harus Jelas

Selasa, 17 Januari 2017 21:30
Razia, Satpol PP Kota Pekanbaru Jaring Sembilan Gepeng

Selasa, 17 Januari 2017 21:24
Polres Bengkalis Terima 18 Unit kendaraan Operasional Baru

Selasa, 17 Januari 2017 20:32
98 TKA di Proyek PLN Tenayan Dipastikan Ilegal

Selasa, 17 Januari 2017 19:55
Difasilitasi Anggota DPRD Riau,
Pertamina Bant Dua Pasien Anak di RSUD Arifin Ahmad


Selasa, 17 Januari 2017 19:25
Pesta Sabu di Rumah Kos,
5 Pria dan 2 Wanita Diamankan Polsek Siak Hulu Kampar


Selasa, 17 Januari 2017 18:42
PLN Pastikan Tenaga Kerja China di PLTU Tenayan Legal

Selasa, 17 Januari 2017 18:41
Singgung TKA China,
Demonstran Kritisi Pemerintahan Jokowi Soal Kenaikan Pajak




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 18 Maret 2010 17:25
Hentikan Semburan Gas, PT Kalila Datangkan Pakar dari Singapura

PT. Kalila terus mengupayakan penghentian semburan gas di sumur minyak Langgam. Pakar dari Singapura dan Jakarta pun khusus disewa untuk menanganinya.

Riauterkini-PEKANBARU- Semburan gas di sumur minyak Pagan I Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan milik PT Kalila sampai saat ini masih berlanjut. Pihak perusahaan terus melakukan upaya penanggulangan. Caranya, dengan menyewa pakar dari Singapura dan Jakarta yang ditugaskan khusus memadamkan semburan gas yang sudah berlangsung empat hari tersebut.

"Kami telah mendatangkan ahli dari perusahaan (i>well control atau perusahaan yang spesial menangani kecelakaan lapangan Migas dari Singapura dan Jakarta," ujar Area and Operation Manager PT Kalila Agustinus Parinding saat berbincang dengan riauterkini di Pekanbaru, Kamis (18/3/10).

Dijelaskan Agustinus, ada lima pakar yang diturunkan. Dua dari Jakarta dan tiga dari Singpura. "Mereka berlima bekerja dibantu teknisi kami di lapangan," tuturnya.

Sejak kemarin para pakar tersebut sudah berada di lokasi semburan gas. Mereka melakukan observasi dan persiapan menyeluruh terlebih dahulu, sebelum melakukan upaya pemadaman. Jika semua berjalan sesuai dengan rencana, diharapkan dalam sepekan ini semburan gas sudah bisa diatasi.

Semenetara itu, penyebab terjadinya semburan gas sampai saat ini belum bisa dipastikan. Tim dari Dirjen Migas Departemen Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) juga telah berada di lapangan untuk melakukan investigasi. "Mengenai penyebab terjadinya semburan gas, sebaiknya kita tunggu hasil investigasi tim dari Dirjen Migas," saran Agustinus.

Ketika ditanya mengenai keresahan masyarakat Kecamatan Langgam terhadap semburan gas tersebut, Agustinus menghimbau masyarakat tidak perlu cemas. Lokasi semburan gas pada jarak aman, karena jauh dari pemukiman penduduk. Desa terdekat letaknya sekitar 2 kilometer. "Kami telah melakukan pengukuran konsentrasi gas, dan memastikan jarak rawan itu hanya radius 300 meter. Lebih dari itu aman. Karena itu, masyarakat tak perlu cemas," demikian penjelasannya.***(mad)





Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Sejumlah Titik Karhutla di Bengkalis Berhasil Dikendalikan
- Segera Disampaikan ke Bupati,
Disbun Inhil Sudah Menerima Hasil Penelitian Hama Kumbang

- Kerusakan Landasan Kualanamu Akibat Gempa tak Ganggu Penerbangan Pekanbaru-Medan
- Rawan Bencana Kabut Asap,
2017, Diskes Beri Vaksin Anti ISPA untuk Anak-anak

-
- 800 Ban Dimusnahkan,
Minimalisir DBD, Dinkes Rohul Sisir Ban Bekas di Dekat Pemukiman

- 'Kanal Ajaib' Disebut Camat Enok Akibat Pembersihan oleh PT Sinar Mas


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.204.138.206
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com