Home > Lingkungan >>

Berita Terhangat..
Selasa, 31 Mei 2016 23:11
Gubri Kunjungi Bupati Inhil di RS Awal Bros

Selasa, 31 Mei 2016 22:37
Saksikan Pelantikan Lira Riau,
Gubri: Jangan Hanya Mengawasi tapi Berikan Sumbangsih Pemikiran


Selasa, 31 Mei 2016 22:04
Serapan APBD Rendah,
Bupati Bengkalis Deadline SKPD Dua Bulan Tuntaskan Lelang


Selasa, 31 Mei 2016 21:27
Diiringi Kader Berseragam Biru,
Noviwaldy Jusman Daftarkan Diri ke Demokrat sebagai Bakal Calon Walikota Pekanbaru


Selasa, 31 Mei 2016 21:19
BPBD Rohul Dukung Wacana Restorasi Lahan Gambut

Selasa, 31 Mei 2016 20:13
Walikota Firdaus Temu Ramah dengan Petani se-Pekanbaru di UPTB Rumbai

Selasa, 31 Mei 2016 20:02
DPR Setujui Anggota Dewan Mundur dari Jabatan Bila Ikut Pilkada



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 18 Maret 2010 17:25
Hentikan Semburan Gas, PT Kalila Datangkan Pakar dari Singapura

PT. Kalila terus mengupayakan penghentian semburan gas di sumur minyak Langgam. Pakar dari Singapura dan Jakarta pun khusus disewa untuk menanganinya.

Riauterkini-PEKANBARU- Semburan gas di sumur minyak Pagan I Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan milik PT Kalila sampai saat ini masih berlanjut. Pihak perusahaan terus melakukan upaya penanggulangan. Caranya, dengan menyewa pakar dari Singapura dan Jakarta yang ditugaskan khusus memadamkan semburan gas yang sudah berlangsung empat hari tersebut.

"Kami telah mendatangkan ahli dari perusahaan (i>well control atau perusahaan yang spesial menangani kecelakaan lapangan Migas dari Singapura dan Jakarta," ujar Area and Operation Manager PT Kalila Agustinus Parinding saat berbincang dengan riauterkini di Pekanbaru, Kamis (18/3/10).

Dijelaskan Agustinus, ada lima pakar yang diturunkan. Dua dari Jakarta dan tiga dari Singpura. "Mereka berlima bekerja dibantu teknisi kami di lapangan," tuturnya.

Sejak kemarin para pakar tersebut sudah berada di lokasi semburan gas. Mereka melakukan observasi dan persiapan menyeluruh terlebih dahulu, sebelum melakukan upaya pemadaman. Jika semua berjalan sesuai dengan rencana, diharapkan dalam sepekan ini semburan gas sudah bisa diatasi.

Semenetara itu, penyebab terjadinya semburan gas sampai saat ini belum bisa dipastikan. Tim dari Dirjen Migas Departemen Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) juga telah berada di lapangan untuk melakukan investigasi. "Mengenai penyebab terjadinya semburan gas, sebaiknya kita tunggu hasil investigasi tim dari Dirjen Migas," saran Agustinus.

Ketika ditanya mengenai keresahan masyarakat Kecamatan Langgam terhadap semburan gas tersebut, Agustinus menghimbau masyarakat tidak perlu cemas. Lokasi semburan gas pada jarak aman, karena jauh dari pemukiman penduduk. Desa terdekat letaknya sekitar 2 kilometer. "Kami telah melakukan pengukuran konsentrasi gas, dan memastikan jarak rawan itu hanya radius 300 meter. Lebih dari itu aman. Karena itu, masyarakat tak perlu cemas," demikian penjelasannya.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- BPBD Rohul Dukung Wacana Restorasi Lahan Gambut
- ‎Siaga Darurat Karlahut Diperpanjang Hingga Empat Bulan ke Depan
- Peduli Lingkungan,
Himpunan Mahasiswa Biologi Riau Aksi Damai di Pasirpangaraian

- Warga Pelalawan dan Kepulauan Meranti Praktekkan Buka Lahan Tanpa Bakar
- Perintah Menteri LHK, Tim Verifikasi Turun ke Kawasan Rawa Seribu di Mahato, Rohul
- Longsor di Desa Tanah Merah, Inhil Hancurkan Lima Rumah
- Tersisa 371 Ekor,
Joe Taslim Suarakan Perlindungan Harimau Sumatera



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.225.55.88
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com