Untitled Document
Rabu, 11 Jumadil Akhir 1436 H |
Home > Lingkungan >>

Berita Terhangat..
Rabu, 1 April 2015 21:20
Pensiun Dini Dari TNI,
Taim Ingin Jadi Bupati Rohil


Rabu, 1 April 2015 21:15
Korupsi Pembibitan Atlet,
Satu Lagi PNS Dispora Siak Disidangkan


Rabu, 1 April 2015 21:07
Kadisdik Riau Buka OSN Tingkat SD/MI se Riau

Rabu, 1 April 2015 21:03
Komisi A DPRD Meranti Pantau Pesiapan Pilkades

Rabu, 1 April 2015 21:00
Penunjukan Plt DPD II Golkar,
Suparman Tak Gentar Rencana Indra Muchlis Adnan


Rabu, 1 April 2015 20:55
HUT ke 49,
Bank Riaukepri Diharapkan Lebih Mandiri


Rabu, 1 April 2015 20:49
Tak Ingin Kecolongan Laporan Kinerja,
Pemkab Rohil Kontrak 40 Tenaga Akunting




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 18 Maret 2010 17:25
Hentikan Semburan Gas, PT Kalila Datangkan Pakar dari Singapura

PT. Kalila terus mengupayakan penghentian semburan gas di sumur minyak Langgam. Pakar dari Singapura dan Jakarta pun khusus disewa untuk menanganinya.

Riauterkini-PEKANBARU- Semburan gas di sumur minyak Pagan I Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan milik PT Kalila sampai saat ini masih berlanjut. Pihak perusahaan terus melakukan upaya penanggulangan. Caranya, dengan menyewa pakar dari Singapura dan Jakarta yang ditugaskan khusus memadamkan semburan gas yang sudah berlangsung empat hari tersebut.

"Kami telah mendatangkan ahli dari perusahaan (i>well control atau perusahaan yang spesial menangani kecelakaan lapangan Migas dari Singapura dan Jakarta," ujar Area and Operation Manager PT Kalila Agustinus Parinding saat berbincang dengan riauterkini di Pekanbaru, Kamis (18/3/10).

Dijelaskan Agustinus, ada lima pakar yang diturunkan. Dua dari Jakarta dan tiga dari Singpura. "Mereka berlima bekerja dibantu teknisi kami di lapangan," tuturnya.

Sejak kemarin para pakar tersebut sudah berada di lokasi semburan gas. Mereka melakukan observasi dan persiapan menyeluruh terlebih dahulu, sebelum melakukan upaya pemadaman. Jika semua berjalan sesuai dengan rencana, diharapkan dalam sepekan ini semburan gas sudah bisa diatasi.

Semenetara itu, penyebab terjadinya semburan gas sampai saat ini belum bisa dipastikan. Tim dari Dirjen Migas Departemen Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) juga telah berada di lapangan untuk melakukan investigasi. "Mengenai penyebab terjadinya semburan gas, sebaiknya kita tunggu hasil investigasi tim dari Dirjen Migas," saran Agustinus.

Ketika ditanya mengenai keresahan masyarakat Kecamatan Langgam terhadap semburan gas tersebut, Agustinus menghimbau masyarakat tidak perlu cemas. Lokasi semburan gas pada jarak aman, karena jauh dari pemukiman penduduk. Desa terdekat letaknya sekitar 2 kilometer. "Kami telah melakukan pengukuran konsentrasi gas, dan memastikan jarak rawan itu hanya radius 300 meter. Lebih dari itu aman. Karena itu, masyarakat tak perlu cemas," demikian penjelasannya.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Cegah Keracunan, Dinkes Pekanbaru Awasi Usaha Air Isi Ulang
- Warga Kuansing Diingatkan Tak Serobot Hutan Lindung
- Kampanye Hitam CPO Indonesia,
Gapki: Anak Negeri Hajar Negeri Sendiri

- Polda-Pemprov-LAM Riau Edukasi Warga Tak Bakar Lahan
- Antisipasi Karhutla, 40,8 TON Garam Ditaburkan Untuk Hujan Buatan di Riau
- Hari Bhakti Rimbawan ke-32, PT RAPP Tanam 2.000 Bibit Pohon di Kuansing
- Hadapi Kemarau, Diskes Dumai Siagakan 30 Ribu Masker


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.167.177.140
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com