Untitled Document
Rabu, 23 Syawwal 1435 H |
Home > Lingkungan >>

Berita Terhangat..
Rabu, 20 Agustus 2014 17:38
Disbun Riau Bakal Tegur PKS Nakal

Rabu, 20 Agustus 2014 17:34
Komisi B Desak Disbun Riau,
Petakan Luas Wilayah Perkebunan Perusahaan Asing di Riau


Rabu, 20 Agustus 2014 17:24
Daripada Mandau,
Gubri Isyaratkan Lebih Restui Duri sebagai Daerah Otonom Baru


Rabu, 20 Agustus 2014 17:08
Menang Undian Honda Road To MotoGP 2014,
15 Konsumen CDN di Riau Terbang ke Jepang dan Malaysia Nonton Langsung MotoGP


Rabu, 20 Agustus 2014 17:05
2015, Wako Pekanbaru Rancang Kawasan City Walk di Pekanbaru

Rabu, 20 Agustus 2014 16:54
PCR Ganti Direktur

Rabu, 20 Agustus 2014 16:48
Polisi Tangkap Tersangka Pembunuhan Saban Siahaan di Duri



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 18 Maret 2010 17:25
Hentikan Semburan Gas, PT Kalila Datangkan Pakar dari Singapura

PT. Kalila terus mengupayakan penghentian semburan gas di sumur minyak Langgam. Pakar dari Singapura dan Jakarta pun khusus disewa untuk menanganinya.

Riauterkini-PEKANBARU- Semburan gas di sumur minyak Pagan I Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan milik PT Kalila sampai saat ini masih berlanjut. Pihak perusahaan terus melakukan upaya penanggulangan. Caranya, dengan menyewa pakar dari Singapura dan Jakarta yang ditugaskan khusus memadamkan semburan gas yang sudah berlangsung empat hari tersebut.

"Kami telah mendatangkan ahli dari perusahaan (i>well control atau perusahaan yang spesial menangani kecelakaan lapangan Migas dari Singapura dan Jakarta," ujar Area and Operation Manager PT Kalila Agustinus Parinding saat berbincang dengan riauterkini di Pekanbaru, Kamis (18/3/10).

Dijelaskan Agustinus, ada lima pakar yang diturunkan. Dua dari Jakarta dan tiga dari Singpura. "Mereka berlima bekerja dibantu teknisi kami di lapangan," tuturnya.

Sejak kemarin para pakar tersebut sudah berada di lokasi semburan gas. Mereka melakukan observasi dan persiapan menyeluruh terlebih dahulu, sebelum melakukan upaya pemadaman. Jika semua berjalan sesuai dengan rencana, diharapkan dalam sepekan ini semburan gas sudah bisa diatasi.

Semenetara itu, penyebab terjadinya semburan gas sampai saat ini belum bisa dipastikan. Tim dari Dirjen Migas Departemen Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) juga telah berada di lapangan untuk melakukan investigasi. "Mengenai penyebab terjadinya semburan gas, sebaiknya kita tunggu hasil investigasi tim dari Dirjen Migas," saran Agustinus.

Ketika ditanya mengenai keresahan masyarakat Kecamatan Langgam terhadap semburan gas tersebut, Agustinus menghimbau masyarakat tidak perlu cemas. Lokasi semburan gas pada jarak aman, karena jauh dari pemukiman penduduk. Desa terdekat letaknya sekitar 2 kilometer. "Kami telah melakukan pengukuran konsentrasi gas, dan memastikan jarak rawan itu hanya radius 300 meter. Lebih dari itu aman. Karena itu, masyarakat tak perlu cemas," demikian penjelasannya.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Karhutla Terus Berulang,
Sawit Watch Nilai Minim Komitmen Pemerintah Jaga Lahan Gambut

- BP REDD+ dan UR Komit Tingkatkan Pengelolaan Hutan dan Lahan Berkelanjutan
- Bioethanol Nipah Asal Bengkalis Raih Penghargaan Energi Prakarsa Kemen ESDM
- KNPI Dumai Minta Taman Bukit Gelanggang Dibenahi
- Kapolres Pelalawan Komit Berantas Karhutla
- Flying Squad RAPP dan WWF Lakukan Patroli Gabungan
- Lepas 3 Ribu Bibit Ikan Baung, RAPP Dukung Kawasan Lindung Segati dan Desa Pelalawan


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.224.253.145
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com