Home > Lingkungan >>

Berita Terhangat..
Jum’at, 26 Agustus 2016 17:07
Terdiri dari Lima Unsur, Pansel Penerimaan Anggota KPID Riau Resmi Dibentuk

Jum’at, 26 Agustus 2016 17:03
Mulai Rusak, Lapangan Pasir Andam Dewi Bengkalis Memprihatinkan

Jum’at, 26 Agustus 2016 16:43
Blokir Jalan, Masyarakat Dumai Minta PT. DPA Rutin Siram Jalan

Jum’at, 26 Agustus 2016 16:38
Satpol PP Tak Punya Data Panti Pijat Di kota Pekanbaru

Jum’at, 26 Agustus 2016 16:30
Dua Jenderal Hadiri Pemakan Korban Tertembak di Rusuh Meranti

Jum’at, 26 Agustus 2016 16:12
Pengurus BUMDes di Bengkalis Diminta Tidak 'Diam Diri' Gali Potensi Desa

Jum’at, 26 Agustus 2016 15:45
Satu Dilumpuhkan,
Polresta Pekanbaru Baku Tembak dengan Perampok Bersenpi di SM Amin




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 18 Maret 2010 17:25
Hentikan Semburan Gas, PT Kalila Datangkan Pakar dari Singapura

PT. Kalila terus mengupayakan penghentian semburan gas di sumur minyak Langgam. Pakar dari Singapura dan Jakarta pun khusus disewa untuk menanganinya.

Riauterkini-PEKANBARU- Semburan gas di sumur minyak Pagan I Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan milik PT Kalila sampai saat ini masih berlanjut. Pihak perusahaan terus melakukan upaya penanggulangan. Caranya, dengan menyewa pakar dari Singapura dan Jakarta yang ditugaskan khusus memadamkan semburan gas yang sudah berlangsung empat hari tersebut.

"Kami telah mendatangkan ahli dari perusahaan (i>well control atau perusahaan yang spesial menangani kecelakaan lapangan Migas dari Singapura dan Jakarta," ujar Area and Operation Manager PT Kalila Agustinus Parinding saat berbincang dengan riauterkini di Pekanbaru, Kamis (18/3/10).

Dijelaskan Agustinus, ada lima pakar yang diturunkan. Dua dari Jakarta dan tiga dari Singpura. "Mereka berlima bekerja dibantu teknisi kami di lapangan," tuturnya.

Sejak kemarin para pakar tersebut sudah berada di lokasi semburan gas. Mereka melakukan observasi dan persiapan menyeluruh terlebih dahulu, sebelum melakukan upaya pemadaman. Jika semua berjalan sesuai dengan rencana, diharapkan dalam sepekan ini semburan gas sudah bisa diatasi.

Semenetara itu, penyebab terjadinya semburan gas sampai saat ini belum bisa dipastikan. Tim dari Dirjen Migas Departemen Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) juga telah berada di lapangan untuk melakukan investigasi. "Mengenai penyebab terjadinya semburan gas, sebaiknya kita tunggu hasil investigasi tim dari Dirjen Migas," saran Agustinus.

Ketika ditanya mengenai keresahan masyarakat Kecamatan Langgam terhadap semburan gas tersebut, Agustinus menghimbau masyarakat tidak perlu cemas. Lokasi semburan gas pada jarak aman, karena jauh dari pemukiman penduduk. Desa terdekat letaknya sekitar 2 kilometer. "Kami telah melakukan pengukuran konsentrasi gas, dan memastikan jarak rawan itu hanya radius 300 meter. Lebih dari itu aman. Karena itu, masyarakat tak perlu cemas," demikian penjelasannya.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- PT SML Bantah Cemari Sungai Pejangki di Inhu
- Kabut Asap Tipis Mulai Selimuti Wilayah Bengkalis
- Bupati Bengkalis Tinjau Karlahut di Dua Desa di Pinggir
- PKS PT. ISB Surau Tinggi, Rohul Diduga Buang Limbah ke Kebun Warga
- Meski Berbahaya dan Peralatan Terbatas,
Petugas di Mandau Tetap Pantang Pulang Sebelum Kebakaran Lahan Padam

- Dugaan Pencemaran Sungai,
BLH Rohul Belum Ambil Hasil Uji Sampel Limbah PTPN V Sei Tapung

- Bangunan Dermaga Kantor Camat Pelangir Roboh Diterjang Angin Kencang


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.198.14.214
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com