Home > Lingkungan >>

Berita Terhangat..
Sabtu, 25 Juni 2016 17:06
H-12, Bandara Buka Posko Mudik

Sabtu, 25 Juni 2016 16:39
‎Gubri dan Bupati Bengkalis Tinjau Proyek MY di Duri

Sabtu, 25 Juni 2016 16:33
KNPI Kampar Buka Puasa Bersama Anak Panti Asuhan

Sabtu, 25 Juni 2016 16:29
Tergabung di Organisasi Lain, Anggota PWI Dumai Diminta Mundur

Sabtu, 25 Juni 2016 16:26
Kantor SKPD Meranti 'Nunggak' Listrik Rp1,7 Miliar

Sabtu, 25 Juni 2016 16:22
Kapolres Kampar Imbau Warga Mencegah dan Menghindari Pelaku Kejahatan ‪

Sabtu, 25 Juni 2016 16:18
Beredar di Media Sosial,
PN Tembilahan Minta THR kepada Pimpinan Perusahaan di Inhil




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 18 Maret 2010 17:25
Hentikan Semburan Gas, PT Kalila Datangkan Pakar dari Singapura

PT. Kalila terus mengupayakan penghentian semburan gas di sumur minyak Langgam. Pakar dari Singapura dan Jakarta pun khusus disewa untuk menanganinya.

Riauterkini-PEKANBARU- Semburan gas di sumur minyak Pagan I Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan milik PT Kalila sampai saat ini masih berlanjut. Pihak perusahaan terus melakukan upaya penanggulangan. Caranya, dengan menyewa pakar dari Singapura dan Jakarta yang ditugaskan khusus memadamkan semburan gas yang sudah berlangsung empat hari tersebut.

"Kami telah mendatangkan ahli dari perusahaan (i>well control atau perusahaan yang spesial menangani kecelakaan lapangan Migas dari Singapura dan Jakarta," ujar Area and Operation Manager PT Kalila Agustinus Parinding saat berbincang dengan riauterkini di Pekanbaru, Kamis (18/3/10).

Dijelaskan Agustinus, ada lima pakar yang diturunkan. Dua dari Jakarta dan tiga dari Singpura. "Mereka berlima bekerja dibantu teknisi kami di lapangan," tuturnya.

Sejak kemarin para pakar tersebut sudah berada di lokasi semburan gas. Mereka melakukan observasi dan persiapan menyeluruh terlebih dahulu, sebelum melakukan upaya pemadaman. Jika semua berjalan sesuai dengan rencana, diharapkan dalam sepekan ini semburan gas sudah bisa diatasi.

Semenetara itu, penyebab terjadinya semburan gas sampai saat ini belum bisa dipastikan. Tim dari Dirjen Migas Departemen Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) juga telah berada di lapangan untuk melakukan investigasi. "Mengenai penyebab terjadinya semburan gas, sebaiknya kita tunggu hasil investigasi tim dari Dirjen Migas," saran Agustinus.

Ketika ditanya mengenai keresahan masyarakat Kecamatan Langgam terhadap semburan gas tersebut, Agustinus menghimbau masyarakat tidak perlu cemas. Lokasi semburan gas pada jarak aman, karena jauh dari pemukiman penduduk. Desa terdekat letaknya sekitar 2 kilometer. "Kami telah melakukan pengukuran konsentrasi gas, dan memastikan jarak rawan itu hanya radius 300 meter. Lebih dari itu aman. Karena itu, masyarakat tak perlu cemas," demikian penjelasannya.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Diberi Penghargaan Rekor Sampah, Firdaus Minta Mahasiswa Lebih Baik Darinya
- Kunjungi Pasar Bawah, Setya Novanto Dikagetkan Horor Sampah
- Peduli Sampah, Mahasiswa Lakukan Kerja Bakti Bersihkan kota Pekanbaru
- Kepala BNPB Serahkan Bantuan Alat Pemadaman Karlahut kepada Bupati Rohil
- Dua Rumah di Asrama Pancasila Terbakar
- Janji Sepekan Tuntas,
Plt Kepala DKP Langsung Pimpin Angkut Sampah Hingga Dini Hari

- Aliansi 4 Perusahaan Lakukan Workshop Pencegahan Karlahut


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.198.27.237
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com