Untitled Document
Kamis, 23 Jumadil Akhir 1435 H |
Home > Lingkungan >>

Berita Terhangat..
Kamis, 24 April 2014 15:32
Masih Banyak Warnet di Rohul Belum Kantongi Izin

Kamis, 24 April 2014 15:20
Gagal Nyaleg, Ketua DPRD Riau Pilih Back to Campus

Kamis, 24 April 2014 15:13
Besok, Gubri Hadiri Undangan Presiden Peringati Hari Otda

Kamis, 24 April 2014 14:54
Bupati Bengkalis Buka Pencanangan Bulan Bhakti IBI KB Kes Tingkat Kabupaten di Desa Selatbaru

Kamis, 24 April 2014 14:43
Perlu Diperbaiki Segera,
Pelabuhan Wisata Religi Syekh Abdurrahman Siddik Memprihatinkan


Kamis, 24 April 2014 14:37
Polda Riau Tak Pernah Periksa Maimanah Umar dan Putrinya sebagai Tersangka

Kamis, 24 April 2014 14:34
Dua Hari, TMP Penyewaan Baru Akan Diujicoba



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 18 Maret 2010 17:25
Hentikan Semburan Gas, PT Kalila Datangkan Pakar dari Singapura

PT. Kalila terus mengupayakan penghentian semburan gas di sumur minyak Langgam. Pakar dari Singapura dan Jakarta pun khusus disewa untuk menanganinya.

Riauterkini-PEKANBARU- Semburan gas di sumur minyak Pagan I Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan milik PT Kalila sampai saat ini masih berlanjut. Pihak perusahaan terus melakukan upaya penanggulangan. Caranya, dengan menyewa pakar dari Singapura dan Jakarta yang ditugaskan khusus memadamkan semburan gas yang sudah berlangsung empat hari tersebut.

"Kami telah mendatangkan ahli dari perusahaan (i>well control atau perusahaan yang spesial menangani kecelakaan lapangan Migas dari Singapura dan Jakarta," ujar Area and Operation Manager PT Kalila Agustinus Parinding saat berbincang dengan riauterkini di Pekanbaru, Kamis (18/3/10).

Dijelaskan Agustinus, ada lima pakar yang diturunkan. Dua dari Jakarta dan tiga dari Singpura. "Mereka berlima bekerja dibantu teknisi kami di lapangan," tuturnya.

Sejak kemarin para pakar tersebut sudah berada di lokasi semburan gas. Mereka melakukan observasi dan persiapan menyeluruh terlebih dahulu, sebelum melakukan upaya pemadaman. Jika semua berjalan sesuai dengan rencana, diharapkan dalam sepekan ini semburan gas sudah bisa diatasi.

Semenetara itu, penyebab terjadinya semburan gas sampai saat ini belum bisa dipastikan. Tim dari Dirjen Migas Departemen Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) juga telah berada di lapangan untuk melakukan investigasi. "Mengenai penyebab terjadinya semburan gas, sebaiknya kita tunggu hasil investigasi tim dari Dirjen Migas," saran Agustinus.

Ketika ditanya mengenai keresahan masyarakat Kecamatan Langgam terhadap semburan gas tersebut, Agustinus menghimbau masyarakat tidak perlu cemas. Lokasi semburan gas pada jarak aman, karena jauh dari pemukiman penduduk. Desa terdekat letaknya sekitar 2 kilometer. "Kami telah melakukan pengukuran konsentrasi gas, dan memastikan jarak rawan itu hanya radius 300 meter. Lebih dari itu aman. Karena itu, masyarakat tak perlu cemas," demikian penjelasannya.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- LKPJ Bupati Kuansing, PAD 2013 Lampaui Target
- EMP MSSA Kenalkan Langkah Penanganan Karhutla pada Pelajar di Sei Apit
- Gubri Coret Alokasi Anggaran Penanggulangan Pasca Karhutla
- Cek Kesiapan Penanggulangan Karhutla,
Menteri LH RI Turun ke Sepahat, Bengkalis

- Wawako Pekanbaru Resmikan Biogas Terpadu di Ponpes Dar Rel Hikmah
- Meneg-LH Targetkan Pencemaran Lingkungan Turun 50 Persen
- Cegah Karhulat, Polres Bengkalis Wajibkan Perusahaan Siapkan Embung


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.237.95.6
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com