Untitled Document
Selasa, 21 Zulqaidah 1435 H |
Home > Lingkungan >>

Berita Terhangat..
Selasa, 16 September 2014 07:34
Tekan Angka Kriminalitas, Polsek Mandau Gelar Razia Malam

Selasa, 16 September 2014 07:33
Polresta Pekanbaru Tangkap Tiga Perampok Sekaligus Maling

Selasa, 16 September 2014 07:31
Dugaan Pencabulan Gubri,
Laporan Sulastri Dimasukkan ke Berkas Kasus Wide


Selasa, 16 September 2014 07:29
Polisi Serahkan Tiga Kerangka Korban Mutilasi pada Keluarga

Selasa, 16 September 2014 07:26
Gunakan Air Shoftgun, Pemuda 20 Kali Merampas di Stadion Utama

Selasa, 16 September 2014 07:25
Digelar Penataran Perdana Kohati HMI MPO Pekanbaru

Senin, 15 September 2014 21:14
Anggota Dewan dari PDIP se-Riau Ikuti Diklat di Batam



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 18 Maret 2010 17:25
Hentikan Semburan Gas, PT Kalila Datangkan Pakar dari Singapura

PT. Kalila terus mengupayakan penghentian semburan gas di sumur minyak Langgam. Pakar dari Singapura dan Jakarta pun khusus disewa untuk menanganinya.

Riauterkini-PEKANBARU- Semburan gas di sumur minyak Pagan I Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan milik PT Kalila sampai saat ini masih berlanjut. Pihak perusahaan terus melakukan upaya penanggulangan. Caranya, dengan menyewa pakar dari Singapura dan Jakarta yang ditugaskan khusus memadamkan semburan gas yang sudah berlangsung empat hari tersebut.

"Kami telah mendatangkan ahli dari perusahaan (i>well control atau perusahaan yang spesial menangani kecelakaan lapangan Migas dari Singapura dan Jakarta," ujar Area and Operation Manager PT Kalila Agustinus Parinding saat berbincang dengan riauterkini di Pekanbaru, Kamis (18/3/10).

Dijelaskan Agustinus, ada lima pakar yang diturunkan. Dua dari Jakarta dan tiga dari Singpura. "Mereka berlima bekerja dibantu teknisi kami di lapangan," tuturnya.

Sejak kemarin para pakar tersebut sudah berada di lokasi semburan gas. Mereka melakukan observasi dan persiapan menyeluruh terlebih dahulu, sebelum melakukan upaya pemadaman. Jika semua berjalan sesuai dengan rencana, diharapkan dalam sepekan ini semburan gas sudah bisa diatasi.

Semenetara itu, penyebab terjadinya semburan gas sampai saat ini belum bisa dipastikan. Tim dari Dirjen Migas Departemen Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) juga telah berada di lapangan untuk melakukan investigasi. "Mengenai penyebab terjadinya semburan gas, sebaiknya kita tunggu hasil investigasi tim dari Dirjen Migas," saran Agustinus.

Ketika ditanya mengenai keresahan masyarakat Kecamatan Langgam terhadap semburan gas tersebut, Agustinus menghimbau masyarakat tidak perlu cemas. Lokasi semburan gas pada jarak aman, karena jauh dari pemukiman penduduk. Desa terdekat letaknya sekitar 2 kilometer. "Kami telah melakukan pengukuran konsentrasi gas, dan memastikan jarak rawan itu hanya radius 300 meter. Lebih dari itu aman. Karena itu, masyarakat tak perlu cemas," demikian penjelasannya.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Atasi Pencemaran Sungai Kuantan,,
BLH Kuansing Ajak Kerjasama Sejumlah Daerah

- Asap Karhutla Provinsi Tetangga Dikhawatirkan 'Berkumpul' di Riau
- Penuhi Syarat Sertifikat ISFO,
Perusahaan Perkebunan di Kuansing Latih Personil Damkar

- Balai Taman TNBT Inhu Bantah Kebakaran Hutan di Wilayahnya
- PETI di Hulu Sungai Kuantan Kian Rusak Lingkungan
- Penanggulangan Pasang Keling di Dumai Butuh Rp400 M
- Panorama Alam Hulu Sungai Kuantan Bikin Wisatawan Bule Merindu


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.82.58.198
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com