Untitled Document
Sabtu, 11 Sya'ban 1436 H |
Home > Lingkungan >>

Berita Terhangat..
Sabtu, 30 Mei 2015 20:23
Remaja Rohul Mulai Ikut-ikutan Lupa Bahasa Daerah

Sabtu, 30 Mei 2015 20:12
Pemprov Riau Diingatkan Tingkatkan Kesejahteraan Guru

Sabtu, 30 Mei 2015 20:09
Puluhan Ribu Peserta Meriahkan Pawai Ta’ruf MTQ ke-40 Bengkalis

Sabtu, 30 Mei 2015 19:59
‎Tuntut Dipekerjakan, Warga Redang Seko Inhu Blokir Jalan

Sabtu, 30 Mei 2015 19:55
Komisi B DPRD Riau:Stok Beras Selama Ramadhan Aman Terkendali

Sabtu, 30 Mei 2015 17:37
Seorang Pria Coba Bunuh Diri di Depan Rumah Kapolsek Tebing Tinggi, Meranti

Sabtu, 30 Mei 2015 16:02
Workshop Darwis Triadi dan Joe Markus,
Tiket Sudah 80 Persen Terjual dari 150 Pendaftar




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 18 Maret 2010 17:25
Hentikan Semburan Gas, PT Kalila Datangkan Pakar dari Singapura

PT. Kalila terus mengupayakan penghentian semburan gas di sumur minyak Langgam. Pakar dari Singapura dan Jakarta pun khusus disewa untuk menanganinya.

Riauterkini-PEKANBARU- Semburan gas di sumur minyak Pagan I Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan milik PT Kalila sampai saat ini masih berlanjut. Pihak perusahaan terus melakukan upaya penanggulangan. Caranya, dengan menyewa pakar dari Singapura dan Jakarta yang ditugaskan khusus memadamkan semburan gas yang sudah berlangsung empat hari tersebut.

"Kami telah mendatangkan ahli dari perusahaan (i>well control atau perusahaan yang spesial menangani kecelakaan lapangan Migas dari Singapura dan Jakarta," ujar Area and Operation Manager PT Kalila Agustinus Parinding saat berbincang dengan riauterkini di Pekanbaru, Kamis (18/3/10).

Dijelaskan Agustinus, ada lima pakar yang diturunkan. Dua dari Jakarta dan tiga dari Singpura. "Mereka berlima bekerja dibantu teknisi kami di lapangan," tuturnya.

Sejak kemarin para pakar tersebut sudah berada di lokasi semburan gas. Mereka melakukan observasi dan persiapan menyeluruh terlebih dahulu, sebelum melakukan upaya pemadaman. Jika semua berjalan sesuai dengan rencana, diharapkan dalam sepekan ini semburan gas sudah bisa diatasi.

Semenetara itu, penyebab terjadinya semburan gas sampai saat ini belum bisa dipastikan. Tim dari Dirjen Migas Departemen Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) juga telah berada di lapangan untuk melakukan investigasi. "Mengenai penyebab terjadinya semburan gas, sebaiknya kita tunggu hasil investigasi tim dari Dirjen Migas," saran Agustinus.

Ketika ditanya mengenai keresahan masyarakat Kecamatan Langgam terhadap semburan gas tersebut, Agustinus menghimbau masyarakat tidak perlu cemas. Lokasi semburan gas pada jarak aman, karena jauh dari pemukiman penduduk. Desa terdekat letaknya sekitar 2 kilometer. "Kami telah melakukan pengukuran konsentrasi gas, dan memastikan jarak rawan itu hanya radius 300 meter. Lebih dari itu aman. Karena itu, masyarakat tak perlu cemas," demikian penjelasannya.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Ditemukan di Toilet Pasar Mandau Raya,
Jenazah Pengasah Batu Akik Hebohkan Warga Duri

- BKSDA Tangkap Pemburu Moncong Rangkong
- Dipoles Sederhana PT Musim Mas,
Obyek Wisata Air Panas di Pangkalan Lesung Kian Menarik Warga Pelalawan

- Menteri Siti Jawab Surat Intsiawati Ayus Soal Penanganan Mangrove
- Satu Tewas, Tiga Pedagang di Rumbai, Pekanbaru Disambar Petir
- Tak Mempan Ditertibkan, PKL Kembali 'Makan' Badan Jalan di Duri
- Sudah Diusir, Beruang Madu di Rohul Sering Menampakkan Diri


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 50.16.41.165
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com