Home > Lingkungan >>

Berita Terhangat..
Jum’at, 6 Mei 2016 22:04
PKB Pelalawan Gelar Nusantara Mengaji

Jum’at, 6 Mei 2016 19:46
An Nur Agro Wisata Expo Turut Kembangkan Pariwisata Ekonomi Kreatif

Jum’at, 6 Mei 2016 19:34
Lima Kabur,
Seorang Pelaku Pencurian Kayu di Areal PT RAPP Ditangkap


Jum’at, 6 Mei 2016 19:24
Kasus Pemukulan oleh Anggota DPRD Kuansing,
Edrizal Tersangka, Musliadi Lolos dari Jerat Hukum


Jum’at, 6 Mei 2016 19:18
Pelalawan Kembali Raih Peringkat Kedua di Kejurda Futsal Pelajar se-Riau 2016

Jum’at, 6 Mei 2016 17:18
Berat Badan Bayi Penderita Tumor Otak di Rohul Terus Menurun

Jum’at, 6 Mei 2016 17:09
Dishutbun Rohul Ungkap Tiga Modus Perusahaan Kuasai Hutan Lindung Sei Mahato



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 18 Maret 2010 17:25
Hentikan Semburan Gas, PT Kalila Datangkan Pakar dari Singapura

PT. Kalila terus mengupayakan penghentian semburan gas di sumur minyak Langgam. Pakar dari Singapura dan Jakarta pun khusus disewa untuk menanganinya.

Riauterkini-PEKANBARU- Semburan gas di sumur minyak Pagan I Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan milik PT Kalila sampai saat ini masih berlanjut. Pihak perusahaan terus melakukan upaya penanggulangan. Caranya, dengan menyewa pakar dari Singapura dan Jakarta yang ditugaskan khusus memadamkan semburan gas yang sudah berlangsung empat hari tersebut.

"Kami telah mendatangkan ahli dari perusahaan (i>well control atau perusahaan yang spesial menangani kecelakaan lapangan Migas dari Singapura dan Jakarta," ujar Area and Operation Manager PT Kalila Agustinus Parinding saat berbincang dengan riauterkini di Pekanbaru, Kamis (18/3/10).

Dijelaskan Agustinus, ada lima pakar yang diturunkan. Dua dari Jakarta dan tiga dari Singpura. "Mereka berlima bekerja dibantu teknisi kami di lapangan," tuturnya.

Sejak kemarin para pakar tersebut sudah berada di lokasi semburan gas. Mereka melakukan observasi dan persiapan menyeluruh terlebih dahulu, sebelum melakukan upaya pemadaman. Jika semua berjalan sesuai dengan rencana, diharapkan dalam sepekan ini semburan gas sudah bisa diatasi.

Semenetara itu, penyebab terjadinya semburan gas sampai saat ini belum bisa dipastikan. Tim dari Dirjen Migas Departemen Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) juga telah berada di lapangan untuk melakukan investigasi. "Mengenai penyebab terjadinya semburan gas, sebaiknya kita tunggu hasil investigasi tim dari Dirjen Migas," saran Agustinus.

Ketika ditanya mengenai keresahan masyarakat Kecamatan Langgam terhadap semburan gas tersebut, Agustinus menghimbau masyarakat tidak perlu cemas. Lokasi semburan gas pada jarak aman, karena jauh dari pemukiman penduduk. Desa terdekat letaknya sekitar 2 kilometer. "Kami telah melakukan pengukuran konsentrasi gas, dan memastikan jarak rawan itu hanya radius 300 meter. Lebih dari itu aman. Karena itu, masyarakat tak perlu cemas," demikian penjelasannya.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- An Nur Agro Wisata Expo Turut Kembangkan Pariwisata Ekonomi Kreatif
- Jika Semua Perusahaan Perkebunan Peduli, Riau Punya 400 Desa Bebas Api
- Program Desa Bebas Api,
Bakorluh Turunkan 5 Tim ke 7 Desa di Pelalawan

- Plt Gubri dan Duta Besar Norwegia Saksikan Pembuatan Sumur Bor di Lahan Gambut
- Sepanjang 2016, Tercatat 500 Orang di Pekanbaru Terjangkit DBD
- Wilmar Bersama Mitra Kerja dan TNI Gelar Goro Bersama
- Hujan Disertai Angin Kencang Hantam Beberapa Wilayah di Pekanbaru


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.159.6.72
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com