Untitled Document
Senin, 30 Ramadhan 1435 H |
Home > Lingkungan >>

Berita Terhangat..
Senin, 28 Juli 2014 21:46
Akhirnya Gubri Kembali Temui Tamu Berlebaran di Rumdisnya

Senin, 28 Juli 2014 21:37
Sejumlah Nasabah Mandiri di Duri Merasa Rekeningnya Dibobol

Senin, 28 Juli 2014 17:03
Gubri ‘Mengurung’ Diri, Ratusan Warga dan Pejabat Nunggu Berjam-jam

Senin, 28 Juli 2014 16:25
Bupati dan Wabup Gelar Open House di Kediaman Masing-Masing

Senin, 28 Juli 2014 16:21
Khatib Idul Fitri 1435 H,
Bupati Inhil Ingatkan Kepedulian pada Kaum Dhuafa


Senin, 28 Juli 2014 13:14
Gubri Bersama Forkompinda Sholat Idul Fitri di Masjid Agung An-Nur

Senin, 28 Juli 2014 06:30
Helat Pawai Takbir Idul Fitri 1435H di Meranti Penuh Kereasi Menakjubkan



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 18 Maret 2010 17:25
Hentikan Semburan Gas, PT Kalila Datangkan Pakar dari Singapura

PT. Kalila terus mengupayakan penghentian semburan gas di sumur minyak Langgam. Pakar dari Singapura dan Jakarta pun khusus disewa untuk menanganinya.

Riauterkini-PEKANBARU- Semburan gas di sumur minyak Pagan I Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan milik PT Kalila sampai saat ini masih berlanjut. Pihak perusahaan terus melakukan upaya penanggulangan. Caranya, dengan menyewa pakar dari Singapura dan Jakarta yang ditugaskan khusus memadamkan semburan gas yang sudah berlangsung empat hari tersebut.

"Kami telah mendatangkan ahli dari perusahaan (i>well control atau perusahaan yang spesial menangani kecelakaan lapangan Migas dari Singapura dan Jakarta," ujar Area and Operation Manager PT Kalila Agustinus Parinding saat berbincang dengan riauterkini di Pekanbaru, Kamis (18/3/10).

Dijelaskan Agustinus, ada lima pakar yang diturunkan. Dua dari Jakarta dan tiga dari Singpura. "Mereka berlima bekerja dibantu teknisi kami di lapangan," tuturnya.

Sejak kemarin para pakar tersebut sudah berada di lokasi semburan gas. Mereka melakukan observasi dan persiapan menyeluruh terlebih dahulu, sebelum melakukan upaya pemadaman. Jika semua berjalan sesuai dengan rencana, diharapkan dalam sepekan ini semburan gas sudah bisa diatasi.

Semenetara itu, penyebab terjadinya semburan gas sampai saat ini belum bisa dipastikan. Tim dari Dirjen Migas Departemen Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) juga telah berada di lapangan untuk melakukan investigasi. "Mengenai penyebab terjadinya semburan gas, sebaiknya kita tunggu hasil investigasi tim dari Dirjen Migas," saran Agustinus.

Ketika ditanya mengenai keresahan masyarakat Kecamatan Langgam terhadap semburan gas tersebut, Agustinus menghimbau masyarakat tidak perlu cemas. Lokasi semburan gas pada jarak aman, karena jauh dari pemukiman penduduk. Desa terdekat letaknya sekitar 2 kilometer. "Kami telah melakukan pengukuran konsentrasi gas, dan memastikan jarak rawan itu hanya radius 300 meter. Lebih dari itu aman. Karena itu, masyarakat tak perlu cemas," demikian penjelasannya.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Helikopter Jatuhkan 36 Bom Air untuk Padamkan 24 Titik Api di Rohul
- Satelit Terra-Aqua Temukan 205 Titik Panas di Riau
- Kebakaran Ludeskan 98 Hektar Kebun Kelapa Sawit di Buluh Nipis, Kampar
- Dumai Diselumuti Asap, Jumlah Titik Panas di Riau Capai 148
- Asap Mulai Menyengat di Nafas Warga Pekanbaru
- Atasi Karhutla, Harus dengan Penegakan Hukum Tegas
- Hadapi Kemarau, RAPP Bentuk Tim FERT


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.198.9.77
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com