Untitled Document
Senin, 25 Zulhijjah 1435 H |
Home > Lingkungan >>

Berita Terhangat..
Senin, 20 Oktober 2014 14:16
Tak Tau Informasi,
3.157 Peserta CPNS Datangi Kantor Walikota Pekanbaru


Senin, 20 Oktober 2014 14:11
Realisasi di Bawah 40 Persen,
Plt Gubri Minta 10 SKPD Genjot Realisasi


Senin, 20 Oktober 2014 14:09
Temu Kangen Marquez dan Pedrosa,
12 Konsumen Honda di Riau Terbang ke Sentul


Senin, 20 Oktober 2014 14:03
Riau Tak Diundang Pelantikan Joko Widodo- Jusuf Kalla

Senin, 20 Oktober 2014 14:00
Dalami Dugaan Korupsi Manipulasi Penerbitan SHM di KHTN,
Jaksa Periksa Pejabat Pertanahan Rohul


Senin, 20 Oktober 2014 13:52
Di Duri, Seorang Kontraktor Dapat Belasan Proyek dengan Nilai Belasan Miliar

Senin, 20 Oktober 2014 13:45
Diduga Terkait Alih Fungsi Lahan, Kantor PT Duta Palma Digeledah KPK



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 18 Maret 2010 17:25
Hentikan Semburan Gas, PT Kalila Datangkan Pakar dari Singapura

PT. Kalila terus mengupayakan penghentian semburan gas di sumur minyak Langgam. Pakar dari Singapura dan Jakarta pun khusus disewa untuk menanganinya.

Riauterkini-PEKANBARU- Semburan gas di sumur minyak Pagan I Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan milik PT Kalila sampai saat ini masih berlanjut. Pihak perusahaan terus melakukan upaya penanggulangan. Caranya, dengan menyewa pakar dari Singapura dan Jakarta yang ditugaskan khusus memadamkan semburan gas yang sudah berlangsung empat hari tersebut.

"Kami telah mendatangkan ahli dari perusahaan (i>well control atau perusahaan yang spesial menangani kecelakaan lapangan Migas dari Singapura dan Jakarta," ujar Area and Operation Manager PT Kalila Agustinus Parinding saat berbincang dengan riauterkini di Pekanbaru, Kamis (18/3/10).

Dijelaskan Agustinus, ada lima pakar yang diturunkan. Dua dari Jakarta dan tiga dari Singpura. "Mereka berlima bekerja dibantu teknisi kami di lapangan," tuturnya.

Sejak kemarin para pakar tersebut sudah berada di lokasi semburan gas. Mereka melakukan observasi dan persiapan menyeluruh terlebih dahulu, sebelum melakukan upaya pemadaman. Jika semua berjalan sesuai dengan rencana, diharapkan dalam sepekan ini semburan gas sudah bisa diatasi.

Semenetara itu, penyebab terjadinya semburan gas sampai saat ini belum bisa dipastikan. Tim dari Dirjen Migas Departemen Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) juga telah berada di lapangan untuk melakukan investigasi. "Mengenai penyebab terjadinya semburan gas, sebaiknya kita tunggu hasil investigasi tim dari Dirjen Migas," saran Agustinus.

Ketika ditanya mengenai keresahan masyarakat Kecamatan Langgam terhadap semburan gas tersebut, Agustinus menghimbau masyarakat tidak perlu cemas. Lokasi semburan gas pada jarak aman, karena jauh dari pemukiman penduduk. Desa terdekat letaknya sekitar 2 kilometer. "Kami telah melakukan pengukuran konsentrasi gas, dan memastikan jarak rawan itu hanya radius 300 meter. Lebih dari itu aman. Karena itu, masyarakat tak perlu cemas," demikian penjelasannya.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Workshop Geojournalime SIEJ di TNTN,
BPN Inhu Terbitkan Sertifikat untuk 6 Ribu Hektar di TNTN

- Audit Kepatuhan UKP4,
17 Perusahaan Dianggap Perusak Hutan

- Audit Kepatuhan Provinsi,
Bengkalis yang Patuh Cegah Karhutla di Riau

- RAPP Paparkan Konsep CD dan Penanggulangan Karhutla di Kuansing
- BPBD Nilai Kabut Asap di Rohul Belum Berbahaya
- Antisipasi Musim Kemarau,
BNPB Tambah 2 Helicopter Pembom Air untuk Padamkan Hotspot di Riau

- Sepekan, RSUD Dumai Tangani 81 Kasus ISPA


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.166.123.2
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com