Untitled Document
Kamis, 15 Ramadhan 1436 H |
Home > Lingkungan >>

Berita Terhangat..
Kamis, 2 Juli 2015 14:50
2015, Masjid Agung Madani Rohul Masjid Terbaik di Riau

Kamis, 2 Juli 2015 14:46


Kamis, 2 Juli 2015 14:38
Pilkada Pelalawan 2015,
Lima Calon Berebut Dampingi Zukri Misran


Kamis, 2 Juli 2015 14:33
Korupsi Pengadaan Unit Chiller Genset Hall A Sport Center Rumbai,
Hakim Vonis PNS Dispora Pardamean Setahun Penjara


Kamis, 2 Juli 2015 14:30
Potensi Pemilih di Pilkada Rohul 400.191 Jiwa

Kamis, 2 Juli 2015 14:26
Fauzar Ditunjuk Sebagai Plt Sekda Kabupaten Inhil

Kamis, 2 Juli 2015 14:23




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 18 Maret 2010 17:25
Hentikan Semburan Gas, PT Kalila Datangkan Pakar dari Singapura

PT. Kalila terus mengupayakan penghentian semburan gas di sumur minyak Langgam. Pakar dari Singapura dan Jakarta pun khusus disewa untuk menanganinya.

Riauterkini-PEKANBARU- Semburan gas di sumur minyak Pagan I Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan milik PT Kalila sampai saat ini masih berlanjut. Pihak perusahaan terus melakukan upaya penanggulangan. Caranya, dengan menyewa pakar dari Singapura dan Jakarta yang ditugaskan khusus memadamkan semburan gas yang sudah berlangsung empat hari tersebut.

"Kami telah mendatangkan ahli dari perusahaan (i>well control atau perusahaan yang spesial menangani kecelakaan lapangan Migas dari Singapura dan Jakarta," ujar Area and Operation Manager PT Kalila Agustinus Parinding saat berbincang dengan riauterkini di Pekanbaru, Kamis (18/3/10).

Dijelaskan Agustinus, ada lima pakar yang diturunkan. Dua dari Jakarta dan tiga dari Singpura. "Mereka berlima bekerja dibantu teknisi kami di lapangan," tuturnya.

Sejak kemarin para pakar tersebut sudah berada di lokasi semburan gas. Mereka melakukan observasi dan persiapan menyeluruh terlebih dahulu, sebelum melakukan upaya pemadaman. Jika semua berjalan sesuai dengan rencana, diharapkan dalam sepekan ini semburan gas sudah bisa diatasi.

Semenetara itu, penyebab terjadinya semburan gas sampai saat ini belum bisa dipastikan. Tim dari Dirjen Migas Departemen Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) juga telah berada di lapangan untuk melakukan investigasi. "Mengenai penyebab terjadinya semburan gas, sebaiknya kita tunggu hasil investigasi tim dari Dirjen Migas," saran Agustinus.

Ketika ditanya mengenai keresahan masyarakat Kecamatan Langgam terhadap semburan gas tersebut, Agustinus menghimbau masyarakat tidak perlu cemas. Lokasi semburan gas pada jarak aman, karena jauh dari pemukiman penduduk. Desa terdekat letaknya sekitar 2 kilometer. "Kami telah melakukan pengukuran konsentrasi gas, dan memastikan jarak rawan itu hanya radius 300 meter. Lebih dari itu aman. Karena itu, masyarakat tak perlu cemas," demikian penjelasannya.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Modifikasi Cuaca, Sejumlah Kawasan di Riau Mulai Diguyur Hujan
- Malam Hari, Kota Duri Mulai Diselimuti Kabut Asap
- Satelit Temukan 60 Titik Panas di Wilayah Riau
- Kemarau Hingga Oktober, Pasokan Listrik Koto Panjang Terancam Terganggu
- BPBD Dumai Sebut Kabut Asap Belum Beri Efek Buruk
- Kemarau, Kekeringan Mulai Ancam Pelalawan
- Lebaran di Riau Terancam Berkabut


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.166.167.206
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com