Untitled Document
Kamis, 31 Ramadhan 1431 H |
Home > Lingkungan >>

Berita Terhangat..
Kamis, 9 September 2010 04:04
Empat Penakik Karet di Rohul Korban Serangan Beruang

Rabu, 8 September 2010 18:05
Diduga Akibat Konselting, 14 Pintu Los Pasar di Tambusai Terbakar

Rabu, 8 September 2010 18:03
Polres Rohul Musnahkan 10.445 Botol Miras dan Ribuan Petasan

Rabu, 8 September 2010 17:42
Pos PAM Operasi Ketupat Siak 2010 Masih Sepi Pengaduan

Rabu, 8 September 2010 16:01
PLN Pastikan Lebaran Tampa Pemadaman Bergilir

Rabu, 8 September 2010 15:57
11 Langsung Bebas,
280 Napi dan Terpidana Anak di Inhil Peroleh Remisi Lebaran


Rabu, 8 September 2010 14:19
Pembunuhan Sadis di Tenayan Raya,
Penjual Lontong Disabet Pedang dan Anaknya Tewas Dimartil




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 18 Maret 2010 09:24
Tak Terkendali, Semburan Gas Kalila Diserahkan ke Pemerintah

Semburan gas di pipa minyak PT Kalila kian tak terkendali. Penanganannya diserahkan kepada pemerintah untuk menghentikannya.

Riauterkini-PEKANBARU-Kasus semburan gas bumi operasi tambang PT Kalila setinggi 30 meter di Blok Pegan I, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Riau diserahkan ke pemerintah. Langkah itu dilakukan bila tim teknis kontraktor tambang gas bumi di Riau itu gagal menanggulangi kasus semburan gas kering tersebut.

"Jika tidak bisa juga ditanggulangi maka persoalan semburan ini kami serahkan ke pemerintah. Gas merupakan milik negara dan kami hanya sebagai kontraktor pelaksana," kata Area and Operation Manager PT Kalila Agustinus Parinding wartawan kemarin.

Agus menjelaskan, semburan gas liar dari pipa sumur gas Pegan I sudah berlangsung selama tiga hari. Berbeda dengan kasus semburan gas fenomenal di Sidoarjo, Jawa Timur yang menimbulkan dampak banjir lumpur, kasus semburan pegan I hanya memancarkan gas kering yang dapat di konsumsi ke mesin sehingga tidak menimbulkan dampak lingkungan.

"Semburan gas di Pegan I tidak berdampak ke lingkungan. Gas yang keluar itu dapat langsung disalurkan ke mesin," ujar Agus.

Meski begitu, lanjutnya, tekanan gas yang cukup kuat membuat semburan gas alam itu sulit dikendalikan. Itu tampak dari kekuatan semburan di pipa yang setinggi 30 meter. "Saat ini tim teknis internal kita masih terus bekerja menghentikan semburan itu. Semburan sejauh ini masih belum terkendali,"

Dia juga mengungkapkan, rencananya pada Rabu (17/3) sore, tim investigasi dari Dirjen Migas (Minyak dan Gas) akan datang meninjau langsung lokasi semburan. Dari hasil tinjauan itu, kata Agus, diharapkan solusi yang terbaik untuk mengatasi kasus semburan gas liar tersebut.

Kasus semburan gas liar PT Kalila terjadi sejak Minggu (14/3). Semburan dari sumur gas milik Holding Company Kondur Petrolium itu mencapai 30 meter. Semburan liar itu mengakibatkan kerugian dari perusahaan tambang pemasok gas di Riau tersebut sedikitnya US$ 13 ribu per hari atau Rp120 juta per hari.***(mad)




Berita lainnya..........
- Pemrpov Riau Bentuk Tim Percepatan Kurangi Emisi Karbon
- Solusi Saling Menguntungkan,
Penyelematan Sekaligus Pengelolaan Semenanjung Kampar

- Bupati Bengkalis Keluarkan Peraturan Suaka Ikan Terubuk
- Angin Puting Beliung di Pelalawan,
Mobil pun Seraya Goyang Hendak Melayang

- Bantuan Mulai Datang,
Terjangan Angin di Pelalawan Rusak 32 Rumah

- Diterjang Angin dan Hujan Es,
27 Rumah Warga Pelalawan Porak-poranda

- Nihil Drainase,
Dua Sekolah dan Sejumlah Rumah di Pelalawan Kebanjiran



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 38.107.191.88
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com