Untitled Document
Jumat, 4 Syawwal 1435 H |
Home > Lingkungan >>

Berita Terhangat..
Jum’at, 1 Agustus 2014 20:32
Balita 2,5 Tahun di Pekanbaru Diduga Diculik dan Dibunuh Pembantu

Jum’at, 1 Agustus 2014 20:23
Pelayanan Air Bersih Dikeluhkan, PDAM Tirta Dharma Duri Segera Pasang Valve

Jum’at, 1 Agustus 2014 16:06
Bupati Inhil Serahkan Bantuan buat Gaza dan Palestina Rp64 Juta

Jum’at, 1 Agustus 2014 13:37
97 Titik Panas Terdeteksi, Lagi-Lagi Rohil Tertinggi

Jum’at, 1 Agustus 2014 13:32
H-2 Hingga H+2 Lebaran, Empat Mayat Hebohkan Pekanbaru

Jum’at, 1 Agustus 2014 10:14
Lebaran, Pantai Beting Ramai Dikunjungi Masyarakat Meranti

Jum’at, 1 Agustus 2014 10:12
Bupati Inhil Gelar Silaturrahmi Bersama Alumni APDN Angkatan IX



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 15 Pebruari 2010 16:11
PTPN V Akui Miliki Kebun Kelapa Sawit Tanpa HGU

Dinas Perkebunan Riau pernah mengungkapkan adanya ratusan ribu hektar kebun kelapa sawit tanpa legalitas. Salah satu perusahaan yang mengakui adalah PTPN V.

Riauterkini-PEKANBARU- Berdasarkan hasil pantauan citra satelit yang dilakukan Departemen Kehutanan pada 2009 lalu, didapati data bahwa di Provinsi Riau luas kebun kelapa sawit mencapai 2,9 juta hektar. Fakta ini jauh melampaui data resmi Dinas Perkebunan Riau yang menyebutkan luas kebun kelapa sawit Riau hanya sekitar 2,1 juta hektar. Artinya terdapat sekitar 800 ribu hektar kebun kelapa sawit yang dibuka, dikelola dan ambil manfaatnya tanpa legalitas, seperti izin Hak Guna Usaha (HGU).

Menurut informasi Dinas Perkebunan Riau yang pernah disampaikan kepada riauterkini beberapa waktu lalu, salah satu perusahaan perkebunan raksasa di Riau yang memiliki kebun kelapa sawit tanpa HGU adalah PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) V.

Direktur Utama PTPN V Fauzi Yusuf mengakui bahwa perusahaannya memiliki kebun kelapa sawit tanpa HGU. “Memang benar masih ada kebun kita yang belum memiliki HGU, tapi sedang kita proses,” ujarnya menjawab riauterkini usai menghadiri acara penadatanganan kerjasama antara PTPN V dengan Badan Narkotika Provinsi (BNP) Riau untuk mensosialisasikan bahaya Narkoba di kalangan remaja di Pustaka Soeman Hs Pekanbaru, Senin (15/2/10).

Dijelaskan Fuazi, ada dua tempat kebun kelapa sawit perusahaan plat merah tersebut yang dibuka, dikelola dan diambil hasilnya, meskipun tanpa legalitas. Yakni di Sinamanenek, Tapung Hulu, Kabupaten seluas 2.800 hektar dan di Airmolek, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) seluas 6.000 hektar.

“Namun untuk yang di Airmolek itu baru pengembangan dan kita sedang melakukan pengurusan untuk legalitasnya,” ujar Fauzi.

Jika dibandingkan dengan total kebun kelapa sawit PTPN V di seluruh Riau yang mencapai 55 ribu hektar, jumlah 8.200 hektar kebun PTPN V yang yang tak ber-HGU tergolong besar. Hampir 10 persen. Kondisi tersebut sudah tentu merugikan daerah karena tanpa HGU, otomatis ribuan hektar kebun kelapa sawit BUMN tersebut tak pernah membayar Pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (PBHTB) dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- 97 Titik Panas Terdeteksi, Lagi-Lagi Rohil Tertinggi
- Sempat Muncul 24, Kini Titik Panas Bersih dari Wilayah Rohul
- 4 Ruko dan 2 Rumah di Bangun Jaya Rohul Rusak Diterjang Angin Puting Beliung
- Satelit Terra dan Aqua Deteksi 143 Titik Hot Spot di Riau
- Asap Rohil Mulai Gannggu Aktivitas Nelayan
- Helikopter Jatuhkan 36 Bom Air untuk Padamkan 24 Titik Api di Rohul
- Satelit Terra-Aqua Temukan 205 Titik Panas di Riau


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.211.80.155
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com