Untitled Document
Rabu, 29 Zulqaidah 1435 H |
Home > Lingkungan >>

Berita Terhangat..
Selasa, 23 September 2014 21:01
Dapat Menjaga tak Terjadi Karhutla,
Kelurahan Teluk Meranti Berpotensi Dapat Bonus dari PT RAPP


Selasa, 23 September 2014 20:57
Jadi Wakil Ketua DPRD Riau,
Nama Ma'mun Solikhin Ternyata Bukan dari DPP PDI Perjuangan


Selasa, 23 September 2014 20:49
Bupati Kampar Imbau Instansi Terkait Dukung Lulusan P4S Kubang Jaya

Selasa, 23 September 2014 20:04
ISMPI Wilayah Sumatera Gelar Mukerwil IX

Selasa, 23 September 2014 19:49
Seorang Tahanan Polsek Hulu Kuantan Kabur

Selasa, 23 September 2014 19:43
Jelang Pilkada Bengkalis,
Amril Mukminin Paling Populer Di Mandau Dan Pinggir


Selasa, 23 September 2014 19:38
PT DSI Diduga Serobot Lahan Warga Desa Sri Gemilang, Siak



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 15 Pebruari 2010 16:11
PTPN V Akui Miliki Kebun Kelapa Sawit Tanpa HGU

Dinas Perkebunan Riau pernah mengungkapkan adanya ratusan ribu hektar kebun kelapa sawit tanpa legalitas. Salah satu perusahaan yang mengakui adalah PTPN V.

Riauterkini-PEKANBARU- Berdasarkan hasil pantauan citra satelit yang dilakukan Departemen Kehutanan pada 2009 lalu, didapati data bahwa di Provinsi Riau luas kebun kelapa sawit mencapai 2,9 juta hektar. Fakta ini jauh melampaui data resmi Dinas Perkebunan Riau yang menyebutkan luas kebun kelapa sawit Riau hanya sekitar 2,1 juta hektar. Artinya terdapat sekitar 800 ribu hektar kebun kelapa sawit yang dibuka, dikelola dan ambil manfaatnya tanpa legalitas, seperti izin Hak Guna Usaha (HGU).

Menurut informasi Dinas Perkebunan Riau yang pernah disampaikan kepada riauterkini beberapa waktu lalu, salah satu perusahaan perkebunan raksasa di Riau yang memiliki kebun kelapa sawit tanpa HGU adalah PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) V.

Direktur Utama PTPN V Fauzi Yusuf mengakui bahwa perusahaannya memiliki kebun kelapa sawit tanpa HGU. “Memang benar masih ada kebun kita yang belum memiliki HGU, tapi sedang kita proses,” ujarnya menjawab riauterkini usai menghadiri acara penadatanganan kerjasama antara PTPN V dengan Badan Narkotika Provinsi (BNP) Riau untuk mensosialisasikan bahaya Narkoba di kalangan remaja di Pustaka Soeman Hs Pekanbaru, Senin (15/2/10).

Dijelaskan Fuazi, ada dua tempat kebun kelapa sawit perusahaan plat merah tersebut yang dibuka, dikelola dan diambil hasilnya, meskipun tanpa legalitas. Yakni di Sinamanenek, Tapung Hulu, Kabupaten seluas 2.800 hektar dan di Airmolek, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) seluas 6.000 hektar.

“Namun untuk yang di Airmolek itu baru pengembangan dan kita sedang melakukan pengurusan untuk legalitasnya,” ujar Fauzi.

Jika dibandingkan dengan total kebun kelapa sawit PTPN V di seluruh Riau yang mencapai 55 ribu hektar, jumlah 8.200 hektar kebun PTPN V yang yang tak ber-HGU tergolong besar. Hampir 10 persen. Kondisi tersebut sudah tentu merugikan daerah karena tanpa HGU, otomatis ribuan hektar kebun kelapa sawit BUMN tersebut tak pernah membayar Pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (PBHTB) dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Dapat Menjaga tak Terjadi Karhutla,
Kelurahan Teluk Meranti Berpotensi Dapat Bonus dari PT RAPP

- Kabut Asap Kepung Kota Duri
- DKP Bengkalis Taja Bimtek Bank Sampah di Duri
- Kabut Asap Tipis Kiriman Kembali Selimuti Kawasan Rohul
- Asisten I Pemkab Kuasing Minta Media Terus Suarakan Bahaya PETI
- Ikan Arwana Danau Napangga Rohil Mulai Punah,
Dishut Minta Polisi Tangkap Perambah Hutan Sekitar

- Wagubri Kagumi Peralatan Penanggulangan Karhutla RAPP di Riau Expo 2014


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.80.206.166
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com