Untitled Document
Kamis, 9 Sya'ban 1436 H |
Home > Lingkungan >>

Berita Terhangat..
Kamis, 28 Mei 2015 22:22
Alfamart Gencarkan Aksi Kemanusiaan Donor Darah

Kamis, 28 Mei 2015 22:15
Kasus Pemenggalan IRT di Tualang,
Sebelum Dibunuh Korban Diperkosa Dua Tersangka


Kamis, 28 Mei 2015 22:02
Orang Tua Dipecat dan Diusir Perusahaan,
Anak Buruh PT Palma Satu Dilarang Sekolah


Kamis, 28 Mei 2015 21:44
Hadiri Rapat Paripurna LKPj,
Bupati Wardan Sebut Rekomendasi Dewan Masukan untuk Menyusun Program


Kamis, 28 Mei 2015 21:38
Kasus Korupsi Pengadaan Lahan Embarkasi Haji,
Kejati Riau Tetapkan Mantan Kabag Tapem Setdaprov Tersangka


Kamis, 28 Mei 2015 21:29
Pelantikan DPD KNPI Kampar,
Panitia Gelar Gerak Jalan Santai, MTB dan Fun Bike


Kamis, 28 Mei 2015 20:44
Kasus TPPU Migas Batam,
Terdakwa Mengaku Dituduh Tapi Tak Terbukti




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 15 Pebruari 2010 16:11
PTPN V Akui Miliki Kebun Kelapa Sawit Tanpa HGU

Dinas Perkebunan Riau pernah mengungkapkan adanya ratusan ribu hektar kebun kelapa sawit tanpa legalitas. Salah satu perusahaan yang mengakui adalah PTPN V.

Riauterkini-PEKANBARU- Berdasarkan hasil pantauan citra satelit yang dilakukan Departemen Kehutanan pada 2009 lalu, didapati data bahwa di Provinsi Riau luas kebun kelapa sawit mencapai 2,9 juta hektar. Fakta ini jauh melampaui data resmi Dinas Perkebunan Riau yang menyebutkan luas kebun kelapa sawit Riau hanya sekitar 2,1 juta hektar. Artinya terdapat sekitar 800 ribu hektar kebun kelapa sawit yang dibuka, dikelola dan ambil manfaatnya tanpa legalitas, seperti izin Hak Guna Usaha (HGU).

Menurut informasi Dinas Perkebunan Riau yang pernah disampaikan kepada riauterkini beberapa waktu lalu, salah satu perusahaan perkebunan raksasa di Riau yang memiliki kebun kelapa sawit tanpa HGU adalah PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) V.

Direktur Utama PTPN V Fauzi Yusuf mengakui bahwa perusahaannya memiliki kebun kelapa sawit tanpa HGU. “Memang benar masih ada kebun kita yang belum memiliki HGU, tapi sedang kita proses,” ujarnya menjawab riauterkini usai menghadiri acara penadatanganan kerjasama antara PTPN V dengan Badan Narkotika Provinsi (BNP) Riau untuk mensosialisasikan bahaya Narkoba di kalangan remaja di Pustaka Soeman Hs Pekanbaru, Senin (15/2/10).

Dijelaskan Fuazi, ada dua tempat kebun kelapa sawit perusahaan plat merah tersebut yang dibuka, dikelola dan diambil hasilnya, meskipun tanpa legalitas. Yakni di Sinamanenek, Tapung Hulu, Kabupaten seluas 2.800 hektar dan di Airmolek, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) seluas 6.000 hektar.

“Namun untuk yang di Airmolek itu baru pengembangan dan kita sedang melakukan pengurusan untuk legalitasnya,” ujar Fauzi.

Jika dibandingkan dengan total kebun kelapa sawit PTPN V di seluruh Riau yang mencapai 55 ribu hektar, jumlah 8.200 hektar kebun PTPN V yang yang tak ber-HGU tergolong besar. Hampir 10 persen. Kondisi tersebut sudah tentu merugikan daerah karena tanpa HGU, otomatis ribuan hektar kebun kelapa sawit BUMN tersebut tak pernah membayar Pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (PBHTB) dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- BKSDA Tangkap Pemburu Moncong Rangkong
- Dipoles Sederhana PT Musim Mas,
Obyek Wisata Air Panas di Pangkalan Lesung Kian Menarik Warga Pelalawan

- Menteri Siti Jawab Surat Intsiawati Ayus Soal Penanganan Mangrove
- Satu Tewas, Tiga Pedagang di Rumbai, Pekanbaru Disambar Petir
- Tak Mempan Ditertibkan, PKL Kembali 'Makan' Badan Jalan di Duri
- Sudah Diusir, Beruang Madu di Rohul Sering Menampakkan Diri
- Rumah Warga Boter, Rohul Jadi Sering Direndam Banjir


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.145.173.36
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com