Untitled Document
Kamis, 13 Syawwal 1436 H |
Home > Lingkungan >>

Berita Terhangat..
Kamis, 30 Juli 2015 10:51
Jumlah Titik Panas di Riau Melonjak jadi 186

Kamis, 30 Juli 2015 10:47
Loncat dari Lantai Dua, Pemuda di Selatpanjang Tewas Menggenaskan

Kamis, 30 Juli 2015 10:09
Bersama Plt Gubri dan Gubernur Kalsel, Bupati Inhil Hadiri Pengukuhan KKB Riau

Kamis, 30 Juli 2015 10:03
RSUD Selasih Pangkalan Kerinci Bantah Telantarkan Pasien BPJS

Kamis, 30 Juli 2015 08:26
Rumah Kanit Intel Polsek Kuantan Tengah Terbakar

Kamis, 30 Juli 2015 08:24
Panitia Siapkan Reuni Akbar Heboh Ikamansa Pekanbaru

Kamis, 30 Juli 2015 08:21
Protes DPP, Seluruh Ketua DPC Hanura Dumai Mundur



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 15 Pebruari 2010 16:11
PTPN V Akui Miliki Kebun Kelapa Sawit Tanpa HGU

Dinas Perkebunan Riau pernah mengungkapkan adanya ratusan ribu hektar kebun kelapa sawit tanpa legalitas. Salah satu perusahaan yang mengakui adalah PTPN V.

Riauterkini-PEKANBARU- Berdasarkan hasil pantauan citra satelit yang dilakukan Departemen Kehutanan pada 2009 lalu, didapati data bahwa di Provinsi Riau luas kebun kelapa sawit mencapai 2,9 juta hektar. Fakta ini jauh melampaui data resmi Dinas Perkebunan Riau yang menyebutkan luas kebun kelapa sawit Riau hanya sekitar 2,1 juta hektar. Artinya terdapat sekitar 800 ribu hektar kebun kelapa sawit yang dibuka, dikelola dan ambil manfaatnya tanpa legalitas, seperti izin Hak Guna Usaha (HGU).

Menurut informasi Dinas Perkebunan Riau yang pernah disampaikan kepada riauterkini beberapa waktu lalu, salah satu perusahaan perkebunan raksasa di Riau yang memiliki kebun kelapa sawit tanpa HGU adalah PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) V.

Direktur Utama PTPN V Fauzi Yusuf mengakui bahwa perusahaannya memiliki kebun kelapa sawit tanpa HGU. “Memang benar masih ada kebun kita yang belum memiliki HGU, tapi sedang kita proses,” ujarnya menjawab riauterkini usai menghadiri acara penadatanganan kerjasama antara PTPN V dengan Badan Narkotika Provinsi (BNP) Riau untuk mensosialisasikan bahaya Narkoba di kalangan remaja di Pustaka Soeman Hs Pekanbaru, Senin (15/2/10).

Dijelaskan Fuazi, ada dua tempat kebun kelapa sawit perusahaan plat merah tersebut yang dibuka, dikelola dan diambil hasilnya, meskipun tanpa legalitas. Yakni di Sinamanenek, Tapung Hulu, Kabupaten seluas 2.800 hektar dan di Airmolek, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) seluas 6.000 hektar.

“Namun untuk yang di Airmolek itu baru pengembangan dan kita sedang melakukan pengurusan untuk legalitasnya,” ujar Fauzi.

Jika dibandingkan dengan total kebun kelapa sawit PTPN V di seluruh Riau yang mencapai 55 ribu hektar, jumlah 8.200 hektar kebun PTPN V yang yang tak ber-HGU tergolong besar. Hampir 10 persen. Kondisi tersebut sudah tentu merugikan daerah karena tanpa HGU, otomatis ribuan hektar kebun kelapa sawit BUMN tersebut tak pernah membayar Pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (PBHTB) dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Jumlah Titik Panas di Riau Melonjak jadi 186
- Tim Penanggulangan Karhutla Padamkan 1.125 Ha Lahan Terbakar di Riau
- Triliunan Anggaran Melayang,
BNPB Bongkar Motif dan Modus Karhutla di Riau

- Hujan Di Sejumlah Daerah, Jumlah Titik Panas di Riau Turun
- Walikota Pekanbaru Ajak Masyarakat Jadikan Ikan Menu Kuliner Utama
- Cegah Karhutla, RAPP Bantu Petani 9 Desa Buka Lahan Tanpa Pembakaran
- Pasokan Kian Minim, Krisis Air Bersih di Duri Semakin Parah


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.83.86.77
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com