Untitled Document
Kamis, 15 Ramadhan 1436 H |
Home > Lingkungan >>

Berita Terhangat..
Kamis, 2 Juli 2015 14:50
2015, Masjid Agung Madani Rohul Masjid Terbaik di Riau

Kamis, 2 Juli 2015 14:46


Kamis, 2 Juli 2015 14:38
Pilkada Pelalawan 2015,
Lima Calon Berebut Dampingi Zukri Misran


Kamis, 2 Juli 2015 14:33
Korupsi Pengadaan Unit Chiller Genset Hall A Sport Center Rumbai,
Hakim Vonis PNS Dispora Pardamean Setahun Penjara


Kamis, 2 Juli 2015 14:30
Potensi Pemilih di Pilkada Rohul 400.191 Jiwa

Kamis, 2 Juli 2015 14:26
Fauzar Ditunjuk Sebagai Plt Sekda Kabupaten Inhil

Kamis, 2 Juli 2015 14:23




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 15 Pebruari 2010 16:11
PTPN V Akui Miliki Kebun Kelapa Sawit Tanpa HGU

Dinas Perkebunan Riau pernah mengungkapkan adanya ratusan ribu hektar kebun kelapa sawit tanpa legalitas. Salah satu perusahaan yang mengakui adalah PTPN V.

Riauterkini-PEKANBARU- Berdasarkan hasil pantauan citra satelit yang dilakukan Departemen Kehutanan pada 2009 lalu, didapati data bahwa di Provinsi Riau luas kebun kelapa sawit mencapai 2,9 juta hektar. Fakta ini jauh melampaui data resmi Dinas Perkebunan Riau yang menyebutkan luas kebun kelapa sawit Riau hanya sekitar 2,1 juta hektar. Artinya terdapat sekitar 800 ribu hektar kebun kelapa sawit yang dibuka, dikelola dan ambil manfaatnya tanpa legalitas, seperti izin Hak Guna Usaha (HGU).

Menurut informasi Dinas Perkebunan Riau yang pernah disampaikan kepada riauterkini beberapa waktu lalu, salah satu perusahaan perkebunan raksasa di Riau yang memiliki kebun kelapa sawit tanpa HGU adalah PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) V.

Direktur Utama PTPN V Fauzi Yusuf mengakui bahwa perusahaannya memiliki kebun kelapa sawit tanpa HGU. “Memang benar masih ada kebun kita yang belum memiliki HGU, tapi sedang kita proses,” ujarnya menjawab riauterkini usai menghadiri acara penadatanganan kerjasama antara PTPN V dengan Badan Narkotika Provinsi (BNP) Riau untuk mensosialisasikan bahaya Narkoba di kalangan remaja di Pustaka Soeman Hs Pekanbaru, Senin (15/2/10).

Dijelaskan Fuazi, ada dua tempat kebun kelapa sawit perusahaan plat merah tersebut yang dibuka, dikelola dan diambil hasilnya, meskipun tanpa legalitas. Yakni di Sinamanenek, Tapung Hulu, Kabupaten seluas 2.800 hektar dan di Airmolek, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) seluas 6.000 hektar.

“Namun untuk yang di Airmolek itu baru pengembangan dan kita sedang melakukan pengurusan untuk legalitasnya,” ujar Fauzi.

Jika dibandingkan dengan total kebun kelapa sawit PTPN V di seluruh Riau yang mencapai 55 ribu hektar, jumlah 8.200 hektar kebun PTPN V yang yang tak ber-HGU tergolong besar. Hampir 10 persen. Kondisi tersebut sudah tentu merugikan daerah karena tanpa HGU, otomatis ribuan hektar kebun kelapa sawit BUMN tersebut tak pernah membayar Pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (PBHTB) dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Modifikasi Cuaca, Sejumlah Kawasan di Riau Mulai Diguyur Hujan
- Malam Hari, Kota Duri Mulai Diselimuti Kabut Asap
- Satelit Temukan 60 Titik Panas di Wilayah Riau
- Kemarau Hingga Oktober, Pasokan Listrik Koto Panjang Terancam Terganggu
- BPBD Dumai Sebut Kabut Asap Belum Beri Efek Buruk
- Kemarau, Kekeringan Mulai Ancam Pelalawan
- Lebaran di Riau Terancam Berkabut


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.166.167.206
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com