Untitled Document
Sabtu, 6 Safar 1436 H |
Home > Lingkungan >>

Berita Terhangat..
Sabtu, 29 Nopember 2014 13:39
RAPP Bantu Korban Banjir di Empat Kecamatan di Kuansing

Sabtu, 29 Nopember 2014 10:05
Tinggal di Pelosok, Seorang Anggota DPRD Rohil Rutin Menembus Lumpur

Sabtu, 29 Nopember 2014 09:54
Kenalkan Tiga Produk Andalan,
Mitsubishi Gelar ICV Ghatering 2014 di Bagansiapiapi, Rohil


Sabtu, 29 Nopember 2014 09:48
Gelar Jalan Santai,
Pemkab Rohil Peringati HUT Korpri, PGRI dan Dharma Wanita Bersamaan


Sabtu, 29 Nopember 2014 09:41
Seorang Nenek di Selatpanjang, Meranti Hagus Terbakar dalam Rumah

Sabtu, 29 Nopember 2014 04:35
Kapolres Inhu Pimpin Sertijab Sejumlah Perwira

Sabtu, 29 Nopember 2014 05:23




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 15 Pebruari 2010 16:11
PTPN V Akui Miliki Kebun Kelapa Sawit Tanpa HGU

Dinas Perkebunan Riau pernah mengungkapkan adanya ratusan ribu hektar kebun kelapa sawit tanpa legalitas. Salah satu perusahaan yang mengakui adalah PTPN V.

Riauterkini-PEKANBARU- Berdasarkan hasil pantauan citra satelit yang dilakukan Departemen Kehutanan pada 2009 lalu, didapati data bahwa di Provinsi Riau luas kebun kelapa sawit mencapai 2,9 juta hektar. Fakta ini jauh melampaui data resmi Dinas Perkebunan Riau yang menyebutkan luas kebun kelapa sawit Riau hanya sekitar 2,1 juta hektar. Artinya terdapat sekitar 800 ribu hektar kebun kelapa sawit yang dibuka, dikelola dan ambil manfaatnya tanpa legalitas, seperti izin Hak Guna Usaha (HGU).

Menurut informasi Dinas Perkebunan Riau yang pernah disampaikan kepada riauterkini beberapa waktu lalu, salah satu perusahaan perkebunan raksasa di Riau yang memiliki kebun kelapa sawit tanpa HGU adalah PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) V.

Direktur Utama PTPN V Fauzi Yusuf mengakui bahwa perusahaannya memiliki kebun kelapa sawit tanpa HGU. “Memang benar masih ada kebun kita yang belum memiliki HGU, tapi sedang kita proses,” ujarnya menjawab riauterkini usai menghadiri acara penadatanganan kerjasama antara PTPN V dengan Badan Narkotika Provinsi (BNP) Riau untuk mensosialisasikan bahaya Narkoba di kalangan remaja di Pustaka Soeman Hs Pekanbaru, Senin (15/2/10).

Dijelaskan Fuazi, ada dua tempat kebun kelapa sawit perusahaan plat merah tersebut yang dibuka, dikelola dan diambil hasilnya, meskipun tanpa legalitas. Yakni di Sinamanenek, Tapung Hulu, Kabupaten seluas 2.800 hektar dan di Airmolek, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) seluas 6.000 hektar.

“Namun untuk yang di Airmolek itu baru pengembangan dan kita sedang melakukan pengurusan untuk legalitasnya,” ujar Fauzi.

Jika dibandingkan dengan total kebun kelapa sawit PTPN V di seluruh Riau yang mencapai 55 ribu hektar, jumlah 8.200 hektar kebun PTPN V yang yang tak ber-HGU tergolong besar. Hampir 10 persen. Kondisi tersebut sudah tentu merugikan daerah karena tanpa HGU, otomatis ribuan hektar kebun kelapa sawit BUMN tersebut tak pernah membayar Pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (PBHTB) dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Puluhan Rumah di Kampung Baru, Inhil Rusak Diterjang Angin Puting Beliung
- Presiden Minta Pemprov Bangun Kanal Jaga Kelembaban Gambut di Meranti
- Anggaran Rp80 Miliar untuk Jembatan Siak IV Tergerus Kenaikan Harga BBM
- Kecamatan Langgam, Pelalawan Terisolir Akibat Banjir
- PLTA Buka Pintu Air,
Sejumlah Desa Disepanjang Sungai Kampar Terendam Banjir

- Dihadang Cuaca Buruk di Siak, Presiden Batal ke Meranti
- Tanggul di PKS PT APSL dan PT SJI Dituding Penyebab Banjir


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 107.20.34.144
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com