Untitled Document
Ahad, 11 Rabiul Akhir 1436 H |
Home > Lingkungan >>

Berita Terhangat..
Ahad, 1 Pebruari 2015 18:51
Sudah Diaspal Dinas BMP Rohul,
Warga Rambahsamo Diminta Jaga Jalan Poros Senilai Rp48 M


Ahad, 1 Pebruari 2015 18:32
Disdukcapil Dumai Resmi Cetak KTP Elektronik Sendiri

Ahad, 1 Pebruari 2015 18:30
Disperindag Dumai Agendakan Sidak Apel Impor Berbakteri

Ahad, 1 Pebruari 2015 18:24
Pertamina Belum Bayar Ganti Rugi Lahan,
Kuasa Hukum Warga Bukit Datuk Surati Pejabat Dumai


Ahad, 1 Pebruari 2015 18:20
Dishub Dumai Gelar Madabintal Selama Satu Tahun

Ahad, 1 Pebruari 2015 18:15
Belasan Pistol Tak Bertuan Ditemukan,
Mirip Senjata Pol Air, Dipastikan Senjata Organik Bukan Rakitan


Ahad, 1 Pebruari 2015 18:11
Anggota Dewan Rohil Pelopor MTQ Ponpes Empat Provinsi



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 15 Pebruari 2010 16:11
PTPN V Akui Miliki Kebun Kelapa Sawit Tanpa HGU

Dinas Perkebunan Riau pernah mengungkapkan adanya ratusan ribu hektar kebun kelapa sawit tanpa legalitas. Salah satu perusahaan yang mengakui adalah PTPN V.

Riauterkini-PEKANBARU- Berdasarkan hasil pantauan citra satelit yang dilakukan Departemen Kehutanan pada 2009 lalu, didapati data bahwa di Provinsi Riau luas kebun kelapa sawit mencapai 2,9 juta hektar. Fakta ini jauh melampaui data resmi Dinas Perkebunan Riau yang menyebutkan luas kebun kelapa sawit Riau hanya sekitar 2,1 juta hektar. Artinya terdapat sekitar 800 ribu hektar kebun kelapa sawit yang dibuka, dikelola dan ambil manfaatnya tanpa legalitas, seperti izin Hak Guna Usaha (HGU).

Menurut informasi Dinas Perkebunan Riau yang pernah disampaikan kepada riauterkini beberapa waktu lalu, salah satu perusahaan perkebunan raksasa di Riau yang memiliki kebun kelapa sawit tanpa HGU adalah PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) V.

Direktur Utama PTPN V Fauzi Yusuf mengakui bahwa perusahaannya memiliki kebun kelapa sawit tanpa HGU. “Memang benar masih ada kebun kita yang belum memiliki HGU, tapi sedang kita proses,” ujarnya menjawab riauterkini usai menghadiri acara penadatanganan kerjasama antara PTPN V dengan Badan Narkotika Provinsi (BNP) Riau untuk mensosialisasikan bahaya Narkoba di kalangan remaja di Pustaka Soeman Hs Pekanbaru, Senin (15/2/10).

Dijelaskan Fuazi, ada dua tempat kebun kelapa sawit perusahaan plat merah tersebut yang dibuka, dikelola dan diambil hasilnya, meskipun tanpa legalitas. Yakni di Sinamanenek, Tapung Hulu, Kabupaten seluas 2.800 hektar dan di Airmolek, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) seluas 6.000 hektar.

“Namun untuk yang di Airmolek itu baru pengembangan dan kita sedang melakukan pengurusan untuk legalitasnya,” ujar Fauzi.

Jika dibandingkan dengan total kebun kelapa sawit PTPN V di seluruh Riau yang mencapai 55 ribu hektar, jumlah 8.200 hektar kebun PTPN V yang yang tak ber-HGU tergolong besar. Hampir 10 persen. Kondisi tersebut sudah tentu merugikan daerah karena tanpa HGU, otomatis ribuan hektar kebun kelapa sawit BUMN tersebut tak pernah membayar Pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (PBHTB) dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Ini Nama Oknum Diduga Pemodal dan Perambah HPT di Kuansing
- Diprotes Warga, Dua Pembangunan Proyek Dihentikan Satpol PP
- Kota Dumai Kini Punya Bank Hijau Indonesia
- 60 Persen Wilayah Riau Gambut,
Kadishut Riau Setuju PP no 71 Direvisi

- Titik Api Mulai Terpantau, BPBD Damkar Bengkalis Kerahkan Personel
- 8 Spesies Kantong Semar Mahal Ditemukan di Rohul
- Tindaklanjuti Ratusan Ikan Mati,
BLH Rohul Sudah Turunkan Petugas ke Sungai Ngaso



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.161.234.150
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com