Home > Lingkungan >>

Berita Terhangat..
Jum’at, 28 Agustus 2015 21:03
Ketua PPP Rohul Ngaku Tak Tahu Dugaan Ijazah Palsu Kadernya

Jum’at, 28 Agustus 2015 20:47
Unik, Lomba Panjat Pinang Diatas Air di Tembilahan

Jum’at, 28 Agustus 2015 20:42
Cetak Tenaga Terampil, MoU Pemkab Meranti dengan BTP Kepri Belum Direalisasi

Jum’at, 28 Agustus 2015 20:26
Jelang Pilkada Kampar, Pengusaha Muda Amir Lutfi Siap Maju

Jum’at, 28 Agustus 2015 20:15
KASN Sebut Banyak PNS Dijanjikan Oleh Petahana yang Maju Pilkada

Jum’at, 28 Agustus 2015 19:26
Pembayaran PBB-P2 di Inhil Dapat Dilakukan di Kantor dan Agen Pos

Jum’at, 28 Agustus 2015 19:19
Bulog Segera Bangun Gudang di Meranti



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 15 Pebruari 2010 16:11
PTPN V Akui Miliki Kebun Kelapa Sawit Tanpa HGU

Dinas Perkebunan Riau pernah mengungkapkan adanya ratusan ribu hektar kebun kelapa sawit tanpa legalitas. Salah satu perusahaan yang mengakui adalah PTPN V.

Riauterkini-PEKANBARU- Berdasarkan hasil pantauan citra satelit yang dilakukan Departemen Kehutanan pada 2009 lalu, didapati data bahwa di Provinsi Riau luas kebun kelapa sawit mencapai 2,9 juta hektar. Fakta ini jauh melampaui data resmi Dinas Perkebunan Riau yang menyebutkan luas kebun kelapa sawit Riau hanya sekitar 2,1 juta hektar. Artinya terdapat sekitar 800 ribu hektar kebun kelapa sawit yang dibuka, dikelola dan ambil manfaatnya tanpa legalitas, seperti izin Hak Guna Usaha (HGU).

Menurut informasi Dinas Perkebunan Riau yang pernah disampaikan kepada riauterkini beberapa waktu lalu, salah satu perusahaan perkebunan raksasa di Riau yang memiliki kebun kelapa sawit tanpa HGU adalah PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) V.

Direktur Utama PTPN V Fauzi Yusuf mengakui bahwa perusahaannya memiliki kebun kelapa sawit tanpa HGU. “Memang benar masih ada kebun kita yang belum memiliki HGU, tapi sedang kita proses,” ujarnya menjawab riauterkini usai menghadiri acara penadatanganan kerjasama antara PTPN V dengan Badan Narkotika Provinsi (BNP) Riau untuk mensosialisasikan bahaya Narkoba di kalangan remaja di Pustaka Soeman Hs Pekanbaru, Senin (15/2/10).

Dijelaskan Fuazi, ada dua tempat kebun kelapa sawit perusahaan plat merah tersebut yang dibuka, dikelola dan diambil hasilnya, meskipun tanpa legalitas. Yakni di Sinamanenek, Tapung Hulu, Kabupaten seluas 2.800 hektar dan di Airmolek, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) seluas 6.000 hektar.

“Namun untuk yang di Airmolek itu baru pengembangan dan kita sedang melakukan pengurusan untuk legalitasnya,” ujar Fauzi.

Jika dibandingkan dengan total kebun kelapa sawit PTPN V di seluruh Riau yang mencapai 55 ribu hektar, jumlah 8.200 hektar kebun PTPN V yang yang tak ber-HGU tergolong besar. Hampir 10 persen. Kondisi tersebut sudah tentu merugikan daerah karena tanpa HGU, otomatis ribuan hektar kebun kelapa sawit BUMN tersebut tak pernah membayar Pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (PBHTB) dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Kualitas Udara di Siak Sedang,‎ Diskes Siak Baru Akan Bagikan 50 Ribu Masker
- Siak Dikepung Asap Kiriman, Siswa di Siak Libur 3 Hari
- 178 Titik Panas Terpantau di Sumatera, 5 di Antaranya Ada di Riau
- Bengkalis Nihil Titik Api, tapi Duri Dikepung Kabut Asap
- Asap Kiriman Selimuti 16 Kecamatan di Rohul
- Titik Panas Hanya 4, Riau Kebagian Asap Tebal
- Asap Tebal Paksa Dua Pesawat Berputar Hampir Satu Jam Sebelum Mendarat di Pekanbaru


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.167.116.62
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com