Home > Lingkungan >>

Berita Terhangat..
Sabtu, 30 Juli 2016 19:52
Peringati HUT ke-71 RI, Kodim 0314 Inhil Gelar Aksi Donor Darah

Sabtu, 30 Juli 2016 18:15
Masuki Perkuliahan Semester Ganjil, Dosen STAI Ar Ridha Rohil Diberi Pembekalan

Sabtu, 30 Juli 2016 16:23
Hari Jadi Bengkalis 504,
‎Belasan Ribu Warga Meriahkan Pawai Budaya


Sabtu, 30 Juli 2016 16:18
Sejumlah Balon Walikota dan Bupati Hadiri Halal Bihalal PDIP

Sabtu, 30 Juli 2016 15:00
Gubri Halal bi Halal Bersama Masyarakat Riau di Jakarta

Sabtu, 30 Juli 2016 14:56
Satu Tersangka Dilumpuhkan,
Polres Rohul Gagalkan Perdagangan Senpi


Sabtu, 30 Juli 2016 14:10
Tunggak UEK/D - SP,
Inspektorat Bengkalis Periksa Perangkat Kelurahan dan Desa di Duri




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 15 Pebruari 2010 16:11
PTPN V Akui Miliki Kebun Kelapa Sawit Tanpa HGU

Dinas Perkebunan Riau pernah mengungkapkan adanya ratusan ribu hektar kebun kelapa sawit tanpa legalitas. Salah satu perusahaan yang mengakui adalah PTPN V.

Riauterkini-PEKANBARU- Berdasarkan hasil pantauan citra satelit yang dilakukan Departemen Kehutanan pada 2009 lalu, didapati data bahwa di Provinsi Riau luas kebun kelapa sawit mencapai 2,9 juta hektar. Fakta ini jauh melampaui data resmi Dinas Perkebunan Riau yang menyebutkan luas kebun kelapa sawit Riau hanya sekitar 2,1 juta hektar. Artinya terdapat sekitar 800 ribu hektar kebun kelapa sawit yang dibuka, dikelola dan ambil manfaatnya tanpa legalitas, seperti izin Hak Guna Usaha (HGU).

Menurut informasi Dinas Perkebunan Riau yang pernah disampaikan kepada riauterkini beberapa waktu lalu, salah satu perusahaan perkebunan raksasa di Riau yang memiliki kebun kelapa sawit tanpa HGU adalah PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) V.

Direktur Utama PTPN V Fauzi Yusuf mengakui bahwa perusahaannya memiliki kebun kelapa sawit tanpa HGU. “Memang benar masih ada kebun kita yang belum memiliki HGU, tapi sedang kita proses,” ujarnya menjawab riauterkini usai menghadiri acara penadatanganan kerjasama antara PTPN V dengan Badan Narkotika Provinsi (BNP) Riau untuk mensosialisasikan bahaya Narkoba di kalangan remaja di Pustaka Soeman Hs Pekanbaru, Senin (15/2/10).

Dijelaskan Fuazi, ada dua tempat kebun kelapa sawit perusahaan plat merah tersebut yang dibuka, dikelola dan diambil hasilnya, meskipun tanpa legalitas. Yakni di Sinamanenek, Tapung Hulu, Kabupaten seluas 2.800 hektar dan di Airmolek, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) seluas 6.000 hektar.

“Namun untuk yang di Airmolek itu baru pengembangan dan kita sedang melakukan pengurusan untuk legalitasnya,” ujar Fauzi.

Jika dibandingkan dengan total kebun kelapa sawit PTPN V di seluruh Riau yang mencapai 55 ribu hektar, jumlah 8.200 hektar kebun PTPN V yang yang tak ber-HGU tergolong besar. Hampir 10 persen. Kondisi tersebut sudah tentu merugikan daerah karena tanpa HGU, otomatis ribuan hektar kebun kelapa sawit BUMN tersebut tak pernah membayar Pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (PBHTB) dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Bangun Kebersamaan, RAPP Goro dengan Masyarakat Kuala Terusan
- Rumah Warga Kepenuhan Rohul Ludes Terbakar, Diduga Akibat Arus Pendek
- Pasir Timbul di Teluk Kiambang jadi Lokasi Wisata Dadakan Masyarakat Inhil
- Menteri LHK Batalkan Join Swasta Kelola TNZ di Siak
- Wakil Ketua DPR Minta Pemerintah tak Membiarkan SP3 Terhadap Perusahaan Pembakar Hutan
- Warga Minta BLH Rohul Serius Menangani,
Limbah PKS PTPN V Sei Tapung Diduga Cemari Sungai Tapung

- Disambut Atraksi Pemadaman Api,
Mendagri Tjahjo Kumolo Berkunjung ke PT RAPP



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.159.121.201
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com