Home > Lingkungan >>

Berita Terhangat..
Rabu, 25 Mei 2016 21:45
Usai Dilantik, Presiden Jokowi Tanya Andi Rachman Wakilnya dari Partai Apa

Rabu, 25 Mei 2016 21:40
Pelatihan RTMPE Pemkab Kampar,
Peserta dari Malaysia Mengaku Dapat Manfaat Banyak


Rabu, 25 Mei 2016 20:23
BPJS Ketenagakerjaan Teken MoU dengan Kejari Dumai

Rabu, 25 Mei 2016 20:17
Komnas HAM RI Serahkan Rekomendasi Hasil Pemantauan Konsesi Dumai

Rabu, 25 Mei 2016 20:12
Pembangunan Infrastruktur dan Parawisata Jadi Program Utama Gubri

Rabu, 25 Mei 2016 20:08
Pelaku Curanmor Berhasil Dibekuk Polsek Bangko, Rohil

Rabu, 25 Mei 2016 19:33
Hadiri Syukuran Pelantikan di TMII,
Gubri Mulai Bocorkan Kriteria Wagubri Idaman




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 1 Nopember 2008 07:10
Oceanografi LIPI Teliti Kemungkinan Budidaya Kurau di Bengkalis

Ikan Kurau merupakan komoditas ekspor potensial. Ke depan diharpakan ikan jenis ini bisa dibudidayakan dengan adanya penelitian Iceanografi LIPI di Bengkalis.

Riauterkini-BENGKALIS – Bupati Bengkalis, H Syamsurizal mengatakan, 10 peneliti dari Pusat Oceanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang diketua Prof Asakin Djamali, saat ini berada di Kabupaten Bengkalis. Kedatangan mereka dalam rangka melakukan penelitian kemungkinan dilakukannya budidaya Ikan Kurau.

”Kedatangan para tim ahli dari LIPI ini untuk mengetahui biologi dan ekologi ikan kurau yang ada di daerah ini. “Penelitian ini tidak ada kaitannya dengan konflik antar nelayan yang terjadi selama ini,” kata Syamsurizal didampingi Kadis Perikanan dan Kelautan Herman Mahmud, saat ditemui di Kantor Bupati Bengkalis, Jum’at (31/10).

Syamsurizal mengatakan, Pemkab Bengkalis sangat mendukung program penelitian yang dilakukan Pusat Oceanografi LIPI. Sebab selama ini, katanya, memang belum ada kajian dan penelitian khusus tentang biologi dan ekologi ikan kurau yang ada di perairan pulau Bengkalis ini.

Dikatakannya, hasil penelitian terhadap Ikan Kurau ini, selanjutnya akan dikembangkan dalam upaya konsep budi daya. Melalui hasil penelitian itu, nantinya LIPI akan menggali lebih dalam bagaimana upaya pengembangan budi daya ikan bernilai ekonomis tinggi itu.

"Kita berharap mudah-mudahan dari hasil penelitian ini diperoleh kesimpulan Ikan Kurau dapat dibudidayakan. Jika hasilnya memang demikian, melalui Dinas Perikanan dan Kelautan, kita secepatnya akan melakukan langkah-langkah konkrit untu membudidayakannya,” kata Syamsurizal.

Menurut Herman, kedatangan tim ahli dari LIPI ini ke Bengkalis untuk yang kedua kalinya. Sebelumnya dan untuk keperluan serupa, pada bulan puasa lalu mereka juga sudah datang ke Bengkalis. “Penelitian terhadap biologi dan ekologi Ikan Kurau pada tahap kedua ini berlangsung dari 26 Oktober hingga 3 November mendatang,” katanya.

Menurut Herman, para tim ahli LIPI ini guna mengambil sejumlah sampel dari perairan laut Bengkalis dan Bantan yang nantinya akan dibawa guna diteliti secara lebih mendalam di laboratorium Pusat Oceanografi LIPI.

Adapun sample yang diambil itu, antara lain meliputi air laut, tanah laut, plangton, Ikan Kurau dan perut Ikan Kurau. “Melalui sample-sampel yang akan diteliti ini nantinya akan diketahui bagaimana biologi dan ekologi Ikan Kurau ini,” kata Herman seraya mengatakan saat ini para peneliti dari LIPI tersebut tengah melakukan penelitian di perairan Kecamatan Bantan. ***(rls)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Tersisa 371 Ekor,
Joe Taslim Suarakan Perlindungan Harimau Sumatera

- Tiger Warrior WWF Joe Taslim Kunjungi TNBT Riau
- Sambaran Petir di Inhil, Seorang Tewas dan Dua Luka Bakar Serius
- Warga Pulau Burung, Inhil Dikagetkan Tanaman Mirip Bunga Bangkai
- Hujan Lebat, Sejumlah Ruangan UAS Teraskhir SD di Dumai Kebanjiran
- Banjir Ganggu Proses US Terakhir SD di Dumai
- Korban Banjir Bandang Air Terjun Dua Warna Sibolangit, Refki Dijemput Ayahnya ke Medan


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.224.196.99
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com