Untitled Document
Jumat, 8 Jumadil Awwal 1436 H |
Home > Lingkungan >>

Berita Terhangat..
Jum’at, 27 Pebruari 2015 06:48
Bulog Akui Naiknya Harga Beras Ikut Turut Dipicu Raskin yang tak Optimal

Kamis, 26 Pebruari 2015 20:54
Datangi Warga, Pukesmas Panipahan, Rohil Gelar Pengobatan Gratis

Kamis, 26 Pebruari 2015 20:47


Kamis, 26 Pebruari 2015 20:42
Camat Kepenuhan Hulu, Rohul Ajak Pemuda Lestarikan Seni Budaya Lokal

Kamis, 26 Pebruari 2015 20:38
Bupati Kampar Sebut DMPE Progam Sederhana Miliki Banyak Keuntungan

Kamis, 26 Pebruari 2015 20:35


Kamis, 26 Pebruari 2015 20:26
Kampar Menuju Sentral Seragam Sekolah di Riau



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 1 Nopember 2008 07:10
Oceanografi LIPI Teliti Kemungkinan Budidaya Kurau di Bengkalis

Ikan Kurau merupakan komoditas ekspor potensial. Ke depan diharpakan ikan jenis ini bisa dibudidayakan dengan adanya penelitian Iceanografi LIPI di Bengkalis.

Riauterkini-BENGKALIS – Bupati Bengkalis, H Syamsurizal mengatakan, 10 peneliti dari Pusat Oceanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang diketua Prof Asakin Djamali, saat ini berada di Kabupaten Bengkalis. Kedatangan mereka dalam rangka melakukan penelitian kemungkinan dilakukannya budidaya Ikan Kurau.

”Kedatangan para tim ahli dari LIPI ini untuk mengetahui biologi dan ekologi ikan kurau yang ada di daerah ini. “Penelitian ini tidak ada kaitannya dengan konflik antar nelayan yang terjadi selama ini,” kata Syamsurizal didampingi Kadis Perikanan dan Kelautan Herman Mahmud, saat ditemui di Kantor Bupati Bengkalis, Jum’at (31/10).

Syamsurizal mengatakan, Pemkab Bengkalis sangat mendukung program penelitian yang dilakukan Pusat Oceanografi LIPI. Sebab selama ini, katanya, memang belum ada kajian dan penelitian khusus tentang biologi dan ekologi ikan kurau yang ada di perairan pulau Bengkalis ini.

Dikatakannya, hasil penelitian terhadap Ikan Kurau ini, selanjutnya akan dikembangkan dalam upaya konsep budi daya. Melalui hasil penelitian itu, nantinya LIPI akan menggali lebih dalam bagaimana upaya pengembangan budi daya ikan bernilai ekonomis tinggi itu.

"Kita berharap mudah-mudahan dari hasil penelitian ini diperoleh kesimpulan Ikan Kurau dapat dibudidayakan. Jika hasilnya memang demikian, melalui Dinas Perikanan dan Kelautan, kita secepatnya akan melakukan langkah-langkah konkrit untu membudidayakannya,” kata Syamsurizal.

Menurut Herman, kedatangan tim ahli dari LIPI ini ke Bengkalis untuk yang kedua kalinya. Sebelumnya dan untuk keperluan serupa, pada bulan puasa lalu mereka juga sudah datang ke Bengkalis. “Penelitian terhadap biologi dan ekologi Ikan Kurau pada tahap kedua ini berlangsung dari 26 Oktober hingga 3 November mendatang,” katanya.

Menurut Herman, para tim ahli LIPI ini guna mengambil sejumlah sampel dari perairan laut Bengkalis dan Bantan yang nantinya akan dibawa guna diteliti secara lebih mendalam di laboratorium Pusat Oceanografi LIPI.

Adapun sample yang diambil itu, antara lain meliputi air laut, tanah laut, plangton, Ikan Kurau dan perut Ikan Kurau. “Melalui sample-sampel yang akan diteliti ini nantinya akan diketahui bagaimana biologi dan ekologi Ikan Kurau ini,” kata Herman seraya mengatakan saat ini para peneliti dari LIPI tersebut tengah melakukan penelitian di perairan Kecamatan Bantan. ***(rls)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- 2014, Pencemaran Lingkungan di Dumai Dinominasi Perusahaan
- Kebun Karet Warga Bengkalis Terbakar Ancam Pemukiman
- Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Mencapai 7.909
- PT. RAPP Sumbang 2.200 Bibit Pohon,
Dishut Kuansing Lantik KPL Benai

- Asap Karhutla Picu Kualitas Udara Dumai Buruk
- Pantauan Satelit NOAA 18, Dumai Nihil Hotspot
- Rp16 M untuk Hujan Buatan,
4 Hari Lahan Terbakar di Rimbo Panjang Tak Juga Dipadamkan



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.92.255.64
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com