Untitled Document
Ahad, 8 Jumadil Akhir 1436 H |
Home > Lingkungan >>

Berita Terhangat..
Ahad, 29 Maret 2015 10:15
KPU Akui Tak Ada Kendala Gelar Pilkada Serentak 2015

Ahad, 29 Maret 2015 10:11
Meriahkan Pawai Ta'aruf MTQ ke-41 Mandau, Belasan Ribu Warga Turun ke Jalan

Sabtu, 28 Maret 2015 21:54
Sakit Hati Diejek Ompong Jadi Pemicu Terbunuhnya Karyawan Angkringan

Sabtu, 28 Maret 2015 19:52
Musda XI KNPI Kabupaten Kampar Resmi Dibuka

Sabtu, 28 Maret 2015 19:49
Kubah Masjid Raya Rimba Melintang Rohil Mendadak Rubuh

Sabtu, 28 Maret 2015 19:39
Uang Rp23,5 Juta Raib,
Pelaku Pembunuhan Pasutri di Inhil Diduga Karyawan Korban


Sabtu, 28 Maret 2015 19:35
Pelaku Pembunuhan Sadis Karyawan Angkringan Ditembak Polisi



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 5 Agustus 2007 16:50
Bakar Lahan,
BKSDA Riau Segera Tuntut PT. Mekarsari Alam Lestari


Langkah tegas akan ditempuh BKSDA Riau terhadap perusahaan yang terbukti membakar lahannya. Dalam waktu dekat PT. Mekarsari Alam Lestari akan segera dimejahijaukan.

Riauterkini-PEKANBARU- PT. Mekarsari Alam Lestari (MAL) akan segera diseret ke pengadilan oleh Balai Konservasi Sumber Dayal Alam (BKSDA) Riau. Langkah ini diambil BKSDA Riau setelah perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan tersebut tak mengindahkan peringatan untuk tidak membakar lahan. Sebelumnya BKSDA Riau menemukan lahan sekitar 40 hektar di Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, milik perusahaan tersebut yang dibakar.

“Kita sudah peringatkan perusahaan itu untuk tidak membakar, namun tetap membandel, makanya segera kami tuntut karena melanggar komitemnenya. Dan yang akan kami tuntut bukan pekerja lapangannya, tetapi pihak perusahaan. Selama ini hanya rakyat kecil yang jadi kambing hitam. Kali harus menyentuh hingga ke Asiong, Direktur Utama perusahaan ini,” ujar Kepala BKSDA Riau Rachman Siddik kepada wartawan kemarin di Pekanbaru.

Perusahaan ini, kata Rachman pernah kedapatan membakar lahannya pada Februari lalu. Setelah itu pemimpin proyek perusahaan ini Fahrudin Lubis membuat komitemen kepada BKSDA untuk tidak membakar lahannya kembali. Namun nyatanya pada pertengahan Juli lalu, lahan perusahaan ini kembali dibakar dengan luasan sekitar 40 hektar.

Perusahaan ini diduga kuat telah melanggar Undang-undang Nomor 23 tahun 1999 tentang Lingkungan Hidup dan UU Nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan. Kedua peraturan ini jelas-jelas telah melarang tindakan membakar dalam pembukaan dan pembersihan lahan baik hutan maupun perkebunan.

, Menurut Rachman saat ini pihaknya sedang menyusun pemberkasan tuntutan kepada anak perusahaan Duta Palma Nusantara tersebut. Termasuk rencana BKSDA mendatangkan saksi ahli kebakaran hutan dan lahan dari Institut Pertanian Bogor Dr Bambang Heru.

Upaya lain untuk memperkuat upaya penuntutan hukum terhadap PT MAL juga dilakukan dengan meminta dukungan dari berbagai instansi mulai dari Departemen Kehutanan, Pemerintah Provinsi Riau, Kepolisian Daerah (Polda) Riau, Kepolisian Resor (Polres) Pelalawan, Kepolisian Sektor (Polsek) Kerumutan.

“Kami surati semua instansi tadi agar mereka bisa mendukung upaya penuntutan ini. Karena ini juga untuk mendukung program pemerintah meniadakan kabut asap dengan cara zero burning. Kami berharap dengan tuntutan ini memberi efek jera kepada perusahaan agar tidak membakar lahannnya lagi,” jelanya.

Sementara Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Riau Ajun Komisari Besar (AKB) Zulkifli mengatakan pihak kepolisian sangat mendukung upaya hukum yang dilakukan BKSDA terhadap PT MAL. “Kami akan bantu penyidik BKSDA secara teknis terutama dalam mengumpulkan barang bukti dalam menyusun pemberkasan,” kata Zulkifli.

Ia menambahakan upaya penegakan hukum terhadap para pembakar lahan terus dilakukan kepolisian. Selain itu pihak kepolisian, pada 8 Mei lalu juga sudah meminta kepada sekitar 200 perusahaan perkebunan dan kehutanan di Riau untuk tidak membakar lahan. “Kami akan cek apakah PT MAL termasuk satu dari 200 perusahan yang ikut menandatangani komitemnen untuk tidak membakar lahan tadi. Bila ternyata mereka ikut tandatangan, semakin kuat upaya tuntutan hukum terhadap mereka. Karena Kepala Polda sendiri sudah mengingatkan dan mengancam para perusahaan tersebut jika membakar lahan akan diperkarakan,” jelasnya.

Sementara itu dari pantauan satelit National Oceanographic Atmposheric Adminitration (NOAA) 18 menunjukkan, pada Jum’at, (3/8) lalu terdapat 8 titik panas di Riau. Titik panas tersebut muncul di Kabupaten Pelalawan 4, dan Kabupaten Indragiri Hulu 4.

Kepala BKSDA Rachman mengatakan jumlah ini meningkat karena dua hari sebelumnya titik panas tidak muncul di Riau. “Kami masih menunggu laporan satelit apakah titik panas itu menunjukkan suhu yang terus meningkat. Tapi sejauh ini suhunya terus menurun pada titik panas di dua daerah tadi. Mungkin api yang muncul sudah padam,” jelasnya. ***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Antisipasi Karhutla, 40,8 TON Garam Ditaburkan Untuk Hujan Buatan di Riau
- Hari Bhakti Rimbawan ke-32, PT RAPP Tanam 2.000 Bibit Pohon di Kuansing
- Hadapi Kemarau, Diskes Dumai Siagakan 30 Ribu Masker
- 30 KK Terpaksa Mengungsi, Banjir Bandang Landa Kebun Durian, Kampar
- Kawasan HL dan HPT di Rohul Makin Memprihatinkan
- Pansus Lahan: Kondisi Kawasan Hutan Lindung di Riau Tinggal 25 Persen
- Firdaus Klaim Konsep Smart City Pekanbaru Berpotensi Diadopsi Secara Nasional


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.163.190.170
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com