Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Ahad, 21 Juli 2019 12:59
Pemkab Gandeng IKKS Pekanbaru Diskusikan Masalah Kekinian Kuansing

Ahad, 21 Juli 2019 10:40
Seminar Sejarah Melayu Tua Minanga Kanwa Sempena KIDBF Buka Wawasan Masyarakat Kampar

Ahad, 21 Juli 2019 09:24
Kebakaran Lahan di Rupat Meluas, Pemadaman Dibantu Alat Berat dan Helikopter

Ahad, 21 Juli 2019 09:20
Terus Gencarkan Razia, Polsek Mandau Amankan Sejumlah Motor Balapan Liar

Ahad, 21 Juli 2019 05:37
Gesa Perda CSR Perusahaan, Pansus DPRD Bengkalis Konsultasi ke BKPM Jakarta

Sabtu, 20 Juli 2019 19:43
Kebakaran Ludeskan 11 Rumah Warga Tembilahan Hulu

Sabtu, 20 Juli 2019 18:01
Diikuti 11 Tim, Menpora U - 12 Cup Bengkalis Resmi Bergulir

Sabtu, 20 Juli 2019 16:33
Minta Tolong Didoakan JCH, Sukiman Akhirnya Mengakui Bakal Maju di Pilkada Rohul 2020

Sabtu, 20 Juli 2019 15:22
Pansus DPRD Bengkalis Bahas Ranperda Penyelenggaraan Pendidikan Bersama Kemendikbud RI

Sabtu, 20 Juli 2019 15:07
Tim Tuan Rumah PODSI Kampar Indonesia Melaju ke Final KIDBF 2019


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 24 Maret 2019 07:59
Hama Walang Sangit Serbu Pemumiman Warga Rohil

Perumahan sejumlah warga Rohil terganggu kenyamanannya. Diserbu ribuan hama walang sangit.

Riauterkini-BAGANSIAPIAPI-Kabupaten Rokan Hilir diserang hama walang sangit pasca panen padi. Hama ini sudah menyantroni rumah dan tempat ibadah saat malam hari. Siklus ini terjadi setiap tahun.

“Kalau kami menamakan ini hama walang sangit, ganas ini sama padi, habis dibuatnya,” jelas Samin, warga Kepenghuluan Labuhan Tangga Hilir Kecamatan Bangko, Sabtu (23/3/19) usai sholat subuh, begitu melihat banyaknya hama masuk kedalam dan diluar masjid.

Pengamatan riauterkinicom, beberapa hari terakhir, hama dimaksud memang banyak masuk kedalam rumah dimalam hari, terutama mengitari bola lampu yang hidup, baunya kalau terpegang cukup menyengat, siklus berulang setiap tahun.

Terkait kondisi ini, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Isa Ahmadi belum memberikan jawaban terkait apa nama hama?, fenomena alam  apa yang menyebabkan banyak hama tersebut?, apakah ini berbahaya bagi padi petani?, lalu apa langkah pemerintah menghadapi kondisi ini?

WA dibaca, ditunggu hingga Sabtu (24/3/19) pagi, namun tak kunjung dibalas, sehingga menimbulkan spekulasi, apakah yang bersangkutan mengerti masalah pertanian?.***(nop)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Kebakaran Lahan di Rupat Meluas, Pemadaman Dibantu Alat Berat dan Helikopter
- Lahan Gambut Pulau Rupat Kembali Terbakar
- Capai Satu Kilometer Lebih, Abrasi di Bengkalis jadi Perhatian Menko Kemaritiman
- Ditinggal ke Pasar,
Rumah Semi Permanen Milik Lansia di Bathin Solapan, Bengkalis Ludes Dilalap Api

- Sukseskan Pacu Jalur 2019, ASN Goro Bersihkan Hotel Kuansing
- Pertamina EP Asset 1 Lirik Field Bersihkan Ceceran Crude Oil
- Unilak - Chevron Bantu Masyarakat dengan Program Bank Sampah


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com