Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 28 Juli 2017 17:48
Bulog Tambah Pasokan Gula ke Riau

Jum’at, 28 Juli 2017 17:47
Kapolres Turun ke Lokasi,
Dua Peti Kemas yang Ditemukan di Laut Berisi Terigu


Jum’at, 28 Juli 2017 17:43
Disdagperin dan Hiswana Bengkalis Bahas 5 Isu Penting Distribusi Elpiji 3 Kg

Jum’at, 28 Juli 2017 17:35
Puncak Jambore PKK,
Ketua TP PKK Inhil Harapkan Kader Berinovasi Mengembangkan Kualitas


Jum’at, 28 Juli 2017 17:20
PT Nagamas Klaim Kesalahan Teknis Penyebab CPO Tumpah

Jum’at, 28 Juli 2017 16:54
Bupati Harris Buka Kejuaran Menembak Bupati Pelalawan Cup 2017

Jum’at, 28 Juli 2017 16:49
Warung  Koffie Batavia Resmi Hadir di Pekanbaru

Jum’at, 28 Juli 2017 16:46
Satpol PP Pekanbaru Segel Dua Tower Ilegal

Jum’at, 28 Juli 2017 16:36
Satu Pria dan Narkoba Diamankan,
Baliview Luxury Hotel and Resto Pekanbaru Digerebek Polisi


Jum’at, 28 Juli 2017 16:29
Puluhan Ton CPO Milik PT Nagamas Palm Oil Cemari Laut Dumai



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Rabu, 5 Juli 2017 19:32
Membuat Hujan Buatan,
Tim Karlahut Riau Dapat Bantuan Peaawat Cassa 212


Setelah mendapatkan bantuan 5 heli untuk penanganan karlahut, Tim Karlahut Riau kembali mendaptkan bantuan pesawat Cassa 212 untuk keperluan TMC.

Riauterkini-PEKANBARU-Kendati wilayah Riau masih dipengaruhi oleh sirkulasi MJO (Madden Julian oscilation) yang sedang aktif (suhu muka laut di samudera Hindia barat Sumatera menghangat) membuat wilayah Riau masih dalam kondisi 'basah' namun tim udara satuan tugas siaga darurat kebakaran hutan dan lahan Provinsi Riau, mendapat tambahan bantuan berupa pesawat Cassa 212 milik TNI AU. Pesawat itu akan digunakan untuk teknologi modifikasi cuaca (TMC) atau hujan buatan.

Hal itu disampaikan Kepala Balai Besar TMC Tri Handoko Seto Rabu (5/7/17). Menurutnya, pesawat tersebut disiapkan untuk beroperasi 3 bulan ke depan tergantung kondisi cuaca di Riau.
"Untuk keperluan TMC tersebut, kita sudah menyiapkan sebanyak 20 ton NaCl (garam halus) yang akan disebar pada awan-awan potensial di langit Provinsi Riau. Melihat kapasitas pesawat, setidaknya 20 ton garam akan habis disebar selama 10 hari dengan menggunakan pesawat berkapasitas 800 kilogram garam sekali terbang tersebut," terangnya.

Diharapkan, pesawat tersebut akan berada di Riau hingga akhir masa status siaga darurat Karlahut usai pada November mendatang.***(H-we)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
herlisa
Halo halo halo semuanya saya mau memberi tau nihhh www b-o-l-a-v-i-t-a com adalah agen terbaik dengan pelayanan nya 24 setiap hari non stop , dan untuk deposit dan withdrawnya paling lama hanya butuh waktu 3 menit saja ? tidak ada kan pelayanan seenak dan secepat ini hanya di sini loh buruann joi

angeltan
Agen Bola Terlengkap Dan TerbaikBonus Dan Promo Menarik Hingga Jutaan RupiahTunggu Apalagi BoskuHanya di www(titik)bolavita(titik)co / www(titik)ayamjago(titik)netBBM : D8C363CA (NEW) / BBM : BOLAVITA


loading...

Berita lainnya..........
- PT Nagamas Klaim Kesalahan Teknis Penyebab CPO Tumpah
- Puluhan Ton CPO Milik PT Nagamas Palm Oil Cemari Laut Dumai
- Hari Kelima, Puluhan Personel Gabungan Terus Padamkan Karlahut di Duri
- Korban Puting Beliung di Rohul Terima Bantuan Sembako dan Paket Kesehatan
- Riau Masuk Sebagai Provinsi Siaga Darurat Karlahut
- KLHK Tuding PT RRP Sengaja Bakar Lahan
- Hot Spot Terus Meningkat, Riau dan Empat Provinsi Tetapkan Siaga Darurat Karhutla


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.162.164.247
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com