Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Ahad, 27 Mei 2018 22:29
Prosesi Pelantikan Hingga Sahur,
Yayasan Matankari Fokus Percepatan Pembangunan Balai Adat Andiko dan Museum


Ahad, 27 Mei 2018 22:19
Terpilih Defenitif, Rinaldi Resmi Pimpin Kepengurusan DPW PSI Riau

Ahad, 27 Mei 2018 22:11
Safari Ramadhan,
Legislator Pekanbaru Ini Gelar Bukber dengan Jamaah Masjid Al Hasan, Tampan


Ahad, 27 Mei 2018 21:36
Buka Puasa Bersama LBDH,
Warga Parit 13: Wardan Sangat Responsif dengan Aspirasi Kami


Ahad, 27 Mei 2018 21:32
T Zulmizan: Masyarakat 11 Kabupaten/Kota di Riau Iri dengan Siak

Ahad, 27 Mei 2018 21:25
Gelar Baksos, IKA SMP GB 95 Duri Berbagi Takjil ke Warga dan Panti Asuhan

Ahad, 27 Mei 2018 20:58
Gerebek Warung di Surau Gading,
5 Penjudi Song di Rambah Samo Diciduk Tim Buser Polres Rohul


Ahad, 27 Mei 2018 20:43
Survei Firdaus-Rusli Teratas,
Azis Zaenal Minta Kader PPP Kawal Hingga Hari Pencoblosan


Ahad, 27 Mei 2018 20:34
5000-an Buruh Ivo Mas Tunggal di Kandis Siap Menangkan Cagubri Syam-Edy

Ahad, 27 Mei 2018 20:30
Dukungan Terhadap Firdaus-Rusli Menguat di Rohul


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 16 Maret 2017 18:35
Longsor di Tebing Sungai Kuantan Disebabkan PETI

PETI diklaim sebagai penyebab longsornya badan jalan di pinggir Suangai Batang Kuantan di Desa Pulau Aro. Pemerintah diminta tegas menindak para pelakunya.

Riauterkini-TELUK KUANTAN- Runtuhnya jalan dekat Sungai Kuantan di Desa Pulau Aro, Kecamatan Kuantan Tengah disebabkan ulah para penambang emas tanpa izin (PETI) yang selalu beroperasi di sungai itu.

Memang akibat Peti ini tidak langsung dirasakan sewaktu proses Peti berlangsung, namun akibatnya akan dirasakan beberapa bulan, bahkan beberapa tahun kedepan.

Pernyataan ini diungkapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) di ruang kerjanga kepada riauterkinicom Kamis (16/3/17).

"Buktinya sudah jelas jalan di Desa Pulau Aro tinggal 2,5 meter saja lagi," kata Azwan.

Azwan menjelaskan, separuh jalan aspal sudah dimakan longsor, gara-gara mesin dompemg yang selalu beoperasi di sekitar tebing itu. Apa lagi dengan masuknya musim hujan seperti sekarang.

"Ini semua dikarenakan dompeng masyarakat kita juga," pungkasnya.

Untuk memperbaikinya, PUPR Kuansing hanya bisa melaporkannya ke Pusat, karena kewenangannya tidak pada pemkab lagi. "Perairan Sungai Batang Kuantan merupakan kewenangan Pusat sekarang, tidak ada hak Provinsi maupun Kabupaten," tegasnya.

Salah seorang warga Desa Muaro Tombang yang tak mau di sebutkan namanya mengatakan, tak hanya Pulau Aro yang terancam longsor akibat PETI. Desa Muaro Tombang juga demikian. "Di sini ada tebing yang lebarnya sekira 300 meter dengan panjang 1,5 kilometer yang siap runtuh kapan saja. Tinggal menunggu waktu saja. Bisa hari hari atau besok. Kalau musim hujan begini, saya kira dalam beberapa hari lagi tebing itu akan longsor. Ini semua gara-gara PETI," katanya.

Warga berharap Pemkab Kuansing menindak tegas para pelaku Peti ini supaya tak ada lagi kerusakan-kerusakan tebing di sepanjang Sungai Kuantan ini.***(Ped)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- Upaya Pencurian Diduga Picu Kebocoran Pipa Minyak Chevron di Duri
- Pasca Bocor, Lokasi Pipa Chevron Terbuka Tanpa Garis Pembatas
- Genangi Lahan dan Perkebunan Warga,
Kembali, Pipa Minyak Chevron di Duri Meledak

- BBPOM Pekanbaru Uji Puluhan Produk Makanan di Bengkalis
- Pagi Ini Hotspot Nihil, Sudah 1.868,96 Hektar Luasan Lahan Terbakar di Riau
- Kerjasama Pihak Ketiga, Dishub Pekanbaru Miliki 100 Separator
- Produksi Sampah di Kota Pekanbaru Lampau 500 Ton Sehari


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com