Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 24 Maret 2017 21:09
Rapat Bersama di BNPP RI,
Wabup Berharap Masalah Abrasi Meranti Selesai di Era Jokowi-JK


Jum’at, 24 Maret 2017 20:24
Penyelesaian Dugaan Penyerobotan Lahan,
Pemkab Inhil Tekankan Surya Dumai Grup Segera Tanggapi Tuntutan Warga


Jum’at, 24 Maret 2017 20:17
Waka DPRD Dumai Minta Dispar Riau Perhatikan Pariwisata Daerah

Jum’at, 24 Maret 2017 19:45
Di Hadapan Kader PKS,
Gubri Sebut Pejabat Korup Merusak Imej Riau


Jum’at, 24 Maret 2017 19:31
Bupati Kuansing Imbau Masyarakat Salat Subuh Berjamaah ke Masjid

Jum’at, 24 Maret 2017 19:26
PKS Mulai Buka Komunikasi Politik Sejumlah Balon Gubri

Jum’at, 24 Maret 2017 19:19
PKB Inhil Kembali Gelar Pendidikan Kader Pertama di 12 Kecamatan

Jum’at, 24 Maret 2017 19:15
Bupati Kukuhkan Badan Pengelola Masjid Agung Kuantan Singingi

Jum’at, 24 Maret 2017 19:07
2.381 WNA Bangladesh Berhasil Diloloskan,
Polres Dumai Tangkap Tiga Anggota Jaringan Human Trafficking Internasional


Jum’at, 24 Maret 2017 19:04
Ruslan Resmi Jabat Kepala BPN Kabupaten Rohul



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 15 Maret 2017 17:44
Meski Terendam Banjir, Tanaman Petani Rohul Aman dari Puso

Walaupun banjir melanda, alhamdulillah tanaman petani di Rohul seperti padi, jagung dan cabe, selamat dari gagal panen.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Bencana banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) tidak terdampak dengan tanaman petani di daerah rawan banjir. Tanaman petani seperti padi, jagung dan cabe aman dari puso.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Kabupaten Rohul, Mubrizal SP, MMA, mengakui bencana banjir terjadi tidak berdampak buruk terhadap tanaman petani.

Menurutnya, saat banjir terjadi, tanaman padi gogo, jagung dan cabe petani tidak sampai merendam tanaman petani.

"Padi gogo sudah banyak yang dipanen. Banjir beberapa waktu lalu juga tidak sebabkan puso," jelas Mubrizal, Rabu (15/3/17).

Mubrizal mengungkapkan lahan petani yang terdampak bencana bajir ada di empat kecamatan, seperti tanaman padi gogo, padi sawah, jagung dan cabe. Seperti tanaman padi sawah petani Kecamatan Kepenuhan terdampak banjir sekira 2 hektar dari luas tanam 48 hektar.

Di Kecamatan Kunto Darussalam, jenis tanaman padi gogo yang terdampak banjir seluas 12 hektar dari luas tanam 135 hektar, tanaman jagung terdampak banjir 10,2 hektar dari luas tanam 101 hektar, tanaman cabe terdampak banjir 1 hektar dari luas tanam 1 hektar.

Di Kecamatan Rambah Hilir tanaman terdampak banjir yaitu padi gogo seluas 1,5 hektar dari luas tanam 946 hektar.

Di Kecamatan Bonai Darussalam, tanaman jagung yang terdampak banjir 1,5 hektar dari luas tanam 7 hektar, tanaman cabe 1,5 hektar.

"Walau sempat terendam banjir, namun secara umum tidak ada tanaman yang puso atau rusak akibat banjir, termasuk tanaman jagung dan padi gogo," kata Mubrizal.

Total keseluruhan tanaman padi gogo yang terdampak banjir sekira 13,5 hektar dari luas tanam 1.081 hektar, tanaman jagung terdampak banjir 11,7 hektar dengan luas tanam 108 hektar.

Tanaman cabe terdampak banjir 2,5 hektar, dan tanaman padi sawah yang terdampak banjir 2 hektar dari luas tanam 48 hektar, dan tanaman padi sawah terdampak banjir 2.923 hektar.***(zal)





Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Program Desa Bebas Api Rintisan PT RAPP Efektif Cegah Kebakaran
- Kerusakan Kebun Kelapa Makin Parah,
Petani Inhil Desak Anak Perusahaan PT Surya Dumai Ganti Kerugian

- Pemko Pekanbaru tak Punya Anggaran Penanggulangan Banjir
- Sungai Kampar Surut, Justru 12 Sekolah di Pelalawan Kebanjiran
- Longsor di Tebing Sungai Kuantan Disebabkan PETI
- 2016, Kasus HIV/Aids di Pekanbaru Meningkat
- Tiga Unit Rumah Ludes Terbakar di Tembilahan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 174.129.67.45
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com