| |
Selasa, 1 Mei 2012 15:08 Dari LKPj Bupati 2011, Penggunaan Anggaran Bappeda dan Dishut Inhu Tidak Optimal
Riauterkini -RENGAT-Penggunaan anggaran, pada Badan perencanaan pembangunan daerah
(Bappeda) dan Dinas Kehutanan (Dishut) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) 2011 tidak
optimal, serta terkesan menyia nyiakan anggaran. Hingga menjadi sisa lebih
perhitungan anggaran (Silpa) pada tahun anggaran berikutnya.
Terungkapnya penggunaan anggaran yang tidak optimal di dua SKPD tersebut, diketahui
dalam pembahasan LKPj Bupati Inhu 2011. Oleh Pansus B DPRD Inhu. Sebagaimana
diungkapkan anggota Pansus B DPRD Inhu Arifuddin Ahalik, "Anggaran yang tidak
dipergunakan Bappeda pada 2011 lalu berkisar 5 Miliar, dan di Dishut mencapai
kisaran 17 Miliar," ujarnya di gedung DPRD Inhu, Selasa (1/5/12).
Diungkapkanya, dana 5 miliar yang tidak terpakai di Bappeda tersebut merupakan dana
biaya tidak langsung (BTL). Yang peruntukanya untuk pembayaran gaji pegawai dan
operasional lainya. "Apa mungkin ada gaji atau tunjangan pegawai yang tidak
terbayarkan, atau memang sengaja dilebihkan," tandasnya.
Ketika hal tersebut ditanyakan Pansus B kepada pihak Bappeda Inhu, dinyatakan bahwa
anggaran tersebut Saving atau cadangan.
Ditambahkanya, untuk anggaran yang tidak terpakai di Dishut Inhu yang mencapai 17
miliar diperuntukan pada reboisasi. Sementara disatu sisi hutan Inhu banyak yang
gundul.
"Ini hal yang mengherankan, saat perencanaan yang dilakukan SKPD tertuang dalam
rncana kerja anggaran (RKA). Namun ini terkesan asal jadi, tanpa adanya perencanaan
yang matang," tegasnya.
Jelas yang dilakukan dua SKPD ini sangat merugikan bagi daerah, kalaulah dana
tersebut diperuntukan bagi pembangunan sekolah, tentunya banyak bangunan sekolah
yang berdiri dan dimanfaatkan masyarakat. Guna mencerdaskan kehidupan berbangsa.
"Ini mencerminkan ketidak mampuan Sekda Inhu memanej SKPD yang ada di Pemkab Inhu,"
Jelasnya. ***(guh)
| | | |