Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Jum’at, 4 September 2015 09:56
Sholat Istisqo, Warga Menangis Minta Allah Turunkan Hujan

Jum’at, 4 September 2015 08:30
Kebakaran Kebun Kelapa Meluas, Pemkab Inhil Diminta Turun Tangan

Jum’at, 4 September 2015 08:18
Ogah Nunggu 10 Tahun, Husni Tamrin Total Dukung Harris di Pilkada Pelalawan

Jum’at, 4 September 2015 08:11
Jarak Pandang 500 Meter, Asap Masih Lumpuhkan Bandara SSK II

Kamis, 3 September 2015 23:39
Dewan Tolak Rencana Status Cagar Budaya Mesjid Raya Bakal Dicabut

Kamis, 3 September 2015 23:32
Masyarakat Enok dan Tanah Merah Pertanyakan Banyaknya Kelompok Pejuang Pemekaran Insel

Kamis, 3 September 2015 23:30
Udara Memburuk, PMI-Diskes Dumai Bagikan 8.000 Masker Gratis



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 10 Mei 2006 16:38
Kasus “Bom" Kepri
Azlaini Agus Terancam 6 Tahun Penjara


Kejati Riau gelar perkara kasus pembakaran di Kepri yang salah satu tersangkanya Azalini Agus, Dalam kasus tersebut tersangka terancam 6 tahun penjara.

Riauterkini-PEKANBARU- Rabu (10/5), Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau Suhardjono Jaksa Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejagung Prasetyo seberta Asisten gelar perkara kasus pembakaran (Bom) di Kepulauan Riau (Kepri) yang salah satu tersangkanya Azlaini Agus yang juga merupakan salah satu anggota DPR RI.

Dalam hasil gelar ekspos tersebut Azlaini Agus terancam pasal 160 KUHP tentang penghasutan atau subsider (Bis) pasal 163 KUHP ayat (1) yang mana ancaman hukumannya selama 6 tahun penjara.

Keterangan Asisten Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejati Riau Jhon W. Purba usai gelar perkara kepada riauterkini,”Untuk saat ini kita masih menteliti fakta yuridisnya, sedangkan untuk ancaman 6 tahun terhadap tersangka dan itu tercantum dalam pasal 16 KUHP sub 163 KUHP ayat (1),” terangnya.

Sedangkan untuk para saksi yang sudah diperiksa oleh penyidik dalam berkas yang lalu terdapat 10 saksi diantaranya Yusri Basri, dan untuk saksi yang dapat meringankan tersangka ada delapan sedangkan untuk yang memberatkan tersangka hanya dua orang.

“Untuk saksi, dalam penyelidikan yang lampau kita sudah memeriksa 8 orang yang saksi yang meringankan dan dua saksi yang cukup memberatkan tersangka dalam kasus tersebut,” ujarkan Jhon w. Purba.

Selain itu untuk pemeriksaan kembali atau perbaikan berkas terhadap tersangka Azlaini agus, pihak Kejati Riau harus meminta izin ke Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono. Tetapi tidak tertutup kemungkinan tersangka Azlaini Agus diperksa harus menunggu izin dari Presiden RI.

“Untuk pemeriksaannya, tentu saja kita harus menempuh prosedur, tetapi dalam pemeriksaan tersebut tidak tertutup kemungkinan kita harus minta izin Presiden sesuai prosedur,” paparkan Jhon W. Purba.***(vila)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Rekaman Perampokan di 99 Hot Mart Pekanbaru Muncul di Youtube
- Dua Terdakwa Korupsi PT BLJ Bengkalis Divonis 6 dan 9 Tahun
- Polres Kuansing Segera Luncurkan Website Resmi www.tribratanewskuansing.com
- Kantor Global Energi Lestari di Pekanbaru "Dikupak" Maling
- Minimalisir Lakalantas, Polres Bengkalis Edarkan Himbauan ke Pelajar
- Kebakaran Hutan di Rokan IV Koto, Polres Rohul Periksa Dua Warga
- Todongkan Senpi ,
Empat Perampok Gasak Uang Rp60 Juta di Pekanbaru



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.226.246.160
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com