Untitled Document
Senin, 8 Rajab 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Senin, 27 April 2015 15:54
Sempat Terjadi Kejar-kejaran,
Polisi Tangkap Pengedar Daun Ganja di Tapung, Kampar


Senin, 27 April 2015 15:49
Langgar Pakta Integritas,
Jadi Tersangka, Achmad Harus Mundur dari Partai Demokrat


Senin, 27 April 2015 15:46
Terkait Pertanggungjawaban Keuangan Daerah 2015,
Kemendagri Berharap tak Ada Daerah Dapat Rapor Merah


Senin, 27 April 2015 15:44
‎558 Kepsek TK hingga SMA di Bengkalis Gelar Rakor

Senin, 27 April 2015 15:39
Korupsi Jembatan Pademaran Rohil, Kejati Riau Periksa Pegawai Bappeda Rohil

Senin, 27 April 2015 15:34
Edarkan Sabu ke Kalangan Pelajar,
Pedagang Ikan di Pasar Dupa Pekanbaru Diringkus Polisi


Senin, 27 April 2015 15:31
Bahas Pelantikan, Walikota Panggil BKD Pekanbaru



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 10 Mei 2006 16:38
Kasus “Bom" Kepri
Azlaini Agus Terancam 6 Tahun Penjara


Kejati Riau gelar perkara kasus pembakaran di Kepri yang salah satu tersangkanya Azalini Agus, Dalam kasus tersebut tersangka terancam 6 tahun penjara.

Riauterkini-PEKANBARU- Rabu (10/5), Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau Suhardjono Jaksa Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejagung Prasetyo seberta Asisten gelar perkara kasus pembakaran (Bom) di Kepulauan Riau (Kepri) yang salah satu tersangkanya Azlaini Agus yang juga merupakan salah satu anggota DPR RI.

Dalam hasil gelar ekspos tersebut Azlaini Agus terancam pasal 160 KUHP tentang penghasutan atau subsider (Bis) pasal 163 KUHP ayat (1) yang mana ancaman hukumannya selama 6 tahun penjara.

Keterangan Asisten Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejati Riau Jhon W. Purba usai gelar perkara kepada riauterkini,”Untuk saat ini kita masih menteliti fakta yuridisnya, sedangkan untuk ancaman 6 tahun terhadap tersangka dan itu tercantum dalam pasal 16 KUHP sub 163 KUHP ayat (1),” terangnya.

Sedangkan untuk para saksi yang sudah diperiksa oleh penyidik dalam berkas yang lalu terdapat 10 saksi diantaranya Yusri Basri, dan untuk saksi yang dapat meringankan tersangka ada delapan sedangkan untuk yang memberatkan tersangka hanya dua orang.

“Untuk saksi, dalam penyelidikan yang lampau kita sudah memeriksa 8 orang yang saksi yang meringankan dan dua saksi yang cukup memberatkan tersangka dalam kasus tersebut,” ujarkan Jhon w. Purba.

Selain itu untuk pemeriksaan kembali atau perbaikan berkas terhadap tersangka Azlaini agus, pihak Kejati Riau harus meminta izin ke Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono. Tetapi tidak tertutup kemungkinan tersangka Azlaini Agus diperksa harus menunggu izin dari Presiden RI.

“Untuk pemeriksaannya, tentu saja kita harus menempuh prosedur, tetapi dalam pemeriksaan tersebut tidak tertutup kemungkinan kita harus minta izin Presiden sesuai prosedur,” paparkan Jhon W. Purba.***(vila)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Sempat Terjadi Kejar-kejaran,
Polisi Tangkap Pengedar Daun Ganja di Tapung, Kampar

- Edarkan Sabu ke Kalangan Pelajar,
Pedagang Ikan di Pasar Dupa Pekanbaru Diringkus Polisi

- Jadi Tersangka Penghasutan, Bupati Rohul Enggan Berkomentar
- 10 Anak Punk dari Sumut dan Sumbar Diamankan Satpol PP Rohul
- Kapolda Riau Akhirnya Benarkan Bupati Rohul Tersangka Penghasutan
- Gereja Dipagar, Pendeta Lapor ke Polres Kuansing
- Beredar Copy-an Panggilan Polda Riau untuk Bupati Rohul sebagai Tersangka


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.197.15.196
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com