Untitled Document
Ahad, 5 Sya'ban 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Ahad, 24 Mei 2015 10:25
Warga Jalan Kayangan Bagansiapiapi Menangi Sepeda Motor HUT ke-17 Bank Rohil

Ahad, 24 Mei 2015 09:20
Selesaikan Sisa Utang Stadion Utama, Plt Gubri Akan Bentuk Tim

Ahad, 24 Mei 2015 09:09
Kadisdik Inhil Ingatkan Sekolah Tak Lakukan Pungutan yang Memberatkan

Sabtu, 23 Mei 2015 20:03
Isu Beras Plastik Turunkan Omset Pedagang Dumai

Sabtu, 23 Mei 2015 19:58
Polres Dumai Gulung Dua Bandar Narkoba

Sabtu, 23 Mei 2015 18:54
Pilkada Rohul 2015,
Nasrul dan Hafith Canangkan 1 SSB di Setiap Desa


Sabtu, 23 Mei 2015 18:49
KPID Gelar Penyuluhan Komunitas Cerdas Media



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 10 Mei 2006 16:38
Kasus “Bom" Kepri
Azlaini Agus Terancam 6 Tahun Penjara


Kejati Riau gelar perkara kasus pembakaran di Kepri yang salah satu tersangkanya Azalini Agus, Dalam kasus tersebut tersangka terancam 6 tahun penjara.

Riauterkini-PEKANBARU- Rabu (10/5), Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau Suhardjono Jaksa Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejagung Prasetyo seberta Asisten gelar perkara kasus pembakaran (Bom) di Kepulauan Riau (Kepri) yang salah satu tersangkanya Azlaini Agus yang juga merupakan salah satu anggota DPR RI.

Dalam hasil gelar ekspos tersebut Azlaini Agus terancam pasal 160 KUHP tentang penghasutan atau subsider (Bis) pasal 163 KUHP ayat (1) yang mana ancaman hukumannya selama 6 tahun penjara.

Keterangan Asisten Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejati Riau Jhon W. Purba usai gelar perkara kepada riauterkini,”Untuk saat ini kita masih menteliti fakta yuridisnya, sedangkan untuk ancaman 6 tahun terhadap tersangka dan itu tercantum dalam pasal 16 KUHP sub 163 KUHP ayat (1),” terangnya.

Sedangkan untuk para saksi yang sudah diperiksa oleh penyidik dalam berkas yang lalu terdapat 10 saksi diantaranya Yusri Basri, dan untuk saksi yang dapat meringankan tersangka ada delapan sedangkan untuk yang memberatkan tersangka hanya dua orang.

“Untuk saksi, dalam penyelidikan yang lampau kita sudah memeriksa 8 orang yang saksi yang meringankan dan dua saksi yang cukup memberatkan tersangka dalam kasus tersebut,” ujarkan Jhon w. Purba.

Selain itu untuk pemeriksaan kembali atau perbaikan berkas terhadap tersangka Azlaini agus, pihak Kejati Riau harus meminta izin ke Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono. Tetapi tidak tertutup kemungkinan tersangka Azlaini Agus diperksa harus menunggu izin dari Presiden RI.

“Untuk pemeriksaannya, tentu saja kita harus menempuh prosedur, tetapi dalam pemeriksaan tersebut tidak tertutup kemungkinan kita harus minta izin Presiden sesuai prosedur,” paparkan Jhon W. Purba.***(vila)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Polres Dumai Gulung Dua Bandar Narkoba
- Simpan Setengah Kg Ganja di Pohon Sawit, Warga Inhu Ditangkap
- Tiga Kios dan Satu Rumah Warga Ujungbatu, Rohul Ludes Terbakar
- Kunjungi Rohul, Danrem 032/WB Ancam Pecat Prajurit Terlibat Narkoba
- Diduga Libatkan Tahanan LP Tg Balai Karimun,
Tim Satgas Polres Meranti Bongkar Rantai Peredaran Narkoba

- Di Kawasan Perkebunan PT TBS,
Polres Kuansing Kembali Razia PETI

- Sejak Jadi Tersangka, Bupati Rohul Sering Anggap Dirinya Pahlawan


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.167.178.129
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com