Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Kamis, 29 September 2016 22:11
Puncak Iven Wisata Religi Gema Muharram Tampilkan 1001 Pemain Berdah

Kamis, 29 September 2016 22:01
Lakalantas di Rohil Libatkan Anggota Sat Lantas Polres

Kamis, 29 September 2016 21:08
Oknum PNS Bengkalis Tabrak Pengendara Motor di Siak

Kamis, 29 September 2016 20:34
Pemkab Kampar Gelar Rapat Persiapan MTQ ke-35 Riau

Kamis, 29 September 2016 19:54
Penunggak Pajak Ranmor di Rohul Dapat Potongan 50 Persen, Ini Syaratnya

Kamis, 29 September 2016 19:48


Kamis, 29 September 2016 19:23
Pastikan Mesin Golkar Jalan, Andi Rachman Siap Jadi Jurkam Pilkada 2017



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 10 Mei 2006 16:38
Kasus “Bom" Kepri
Azlaini Agus Terancam 6 Tahun Penjara


Kejati Riau gelar perkara kasus pembakaran di Kepri yang salah satu tersangkanya Azalini Agus, Dalam kasus tersebut tersangka terancam 6 tahun penjara.

Riauterkini-PEKANBARU- Rabu (10/5), Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau Suhardjono Jaksa Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejagung Prasetyo seberta Asisten gelar perkara kasus pembakaran (Bom) di Kepulauan Riau (Kepri) yang salah satu tersangkanya Azlaini Agus yang juga merupakan salah satu anggota DPR RI.

Dalam hasil gelar ekspos tersebut Azlaini Agus terancam pasal 160 KUHP tentang penghasutan atau subsider (Bis) pasal 163 KUHP ayat (1) yang mana ancaman hukumannya selama 6 tahun penjara.

Keterangan Asisten Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejati Riau Jhon W. Purba usai gelar perkara kepada riauterkini,”Untuk saat ini kita masih menteliti fakta yuridisnya, sedangkan untuk ancaman 6 tahun terhadap tersangka dan itu tercantum dalam pasal 16 KUHP sub 163 KUHP ayat (1),” terangnya.

Sedangkan untuk para saksi yang sudah diperiksa oleh penyidik dalam berkas yang lalu terdapat 10 saksi diantaranya Yusri Basri, dan untuk saksi yang dapat meringankan tersangka ada delapan sedangkan untuk yang memberatkan tersangka hanya dua orang.

“Untuk saksi, dalam penyelidikan yang lampau kita sudah memeriksa 8 orang yang saksi yang meringankan dan dua saksi yang cukup memberatkan tersangka dalam kasus tersebut,” ujarkan Jhon w. Purba.

Selain itu untuk pemeriksaan kembali atau perbaikan berkas terhadap tersangka Azlaini agus, pihak Kejati Riau harus meminta izin ke Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono. Tetapi tidak tertutup kemungkinan tersangka Azlaini Agus diperksa harus menunggu izin dari Presiden RI.

“Untuk pemeriksaannya, tentu saja kita harus menempuh prosedur, tetapi dalam pemeriksaan tersebut tidak tertutup kemungkinan kita harus minta izin Presiden sesuai prosedur,” paparkan Jhon W. Purba.***(vila)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Lakalantas di Rohil Libatkan Anggota Sat Lantas Polres
- Oknum PNS Bengkalis Tabrak Pengendara Motor di Siak
- Wagubri tak Kunjung Terpilih, Kemendagri Minta Gubri Lakukan Konsolidasi Politik
- Keberatan Atas Putusan PN Rengat,
Wabup Kuansing Jelaskan Proses Kepemilikan Lahannya

- SK Honorer Bodong,
Rapat di Pekanbaru, Sekdakab Rohul Belum Penuhi Panggilan Penyidik

- Bawa Sabu, Honorer Dinas TRCK Rohul dan Temannya Ditangkap Polisi
- Jadikan Anak Kurir Narkoba, Karmila Divonis 13 Tahun Penjara


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.91.11.11
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com