Untitled Document
Ahad, 28 Safar 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Ahad, 21 Desember 2014 20:18
2015, Kemenag Rohul Terima Anggaran Rp45,3 Miliar dari Pusat

Ahad, 21 Desember 2014 20:10
Outbond Wartawan-CPI,
100 Wartawan dari 3 kabupaten Ikuti Semarak Pers Dumai


Ahad, 21 Desember 2014 20:06
Ribuan Rumah di Rohul Kembali Terendam Banjir

Ahad, 21 Desember 2014 19:51
Sharetea Pekanbaru Launching Menu Baru Taro Cocoa Rock Salt and Cheese

Ahad, 21 Desember 2014 19:34
Diduga Korban Lakalantas,
Warga Desa Bumbung, Bengkalis Temukan Mayat Tanpa Identitas


Ahad, 21 Desember 2014 19:31
Dituduh Memanipulasi Dana Transportasi,
Seluruh Wartawan Duri Kembalikan Bingkisan Pemberian Chevron


Ahad, 21 Desember 2014 19:21
Persiapan Pengoperasian PDAM Unit Rupat, Bengkalis Terus Digesa



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 10 Mei 2006 16:38
Kasus “Bom" Kepri
Azlaini Agus Terancam 6 Tahun Penjara


Kejati Riau gelar perkara kasus pembakaran di Kepri yang salah satu tersangkanya Azalini Agus, Dalam kasus tersebut tersangka terancam 6 tahun penjara.

Riauterkini-PEKANBARU- Rabu (10/5), Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau Suhardjono Jaksa Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejagung Prasetyo seberta Asisten gelar perkara kasus pembakaran (Bom) di Kepulauan Riau (Kepri) yang salah satu tersangkanya Azlaini Agus yang juga merupakan salah satu anggota DPR RI.

Dalam hasil gelar ekspos tersebut Azlaini Agus terancam pasal 160 KUHP tentang penghasutan atau subsider (Bis) pasal 163 KUHP ayat (1) yang mana ancaman hukumannya selama 6 tahun penjara.

Keterangan Asisten Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejati Riau Jhon W. Purba usai gelar perkara kepada riauterkini,”Untuk saat ini kita masih menteliti fakta yuridisnya, sedangkan untuk ancaman 6 tahun terhadap tersangka dan itu tercantum dalam pasal 16 KUHP sub 163 KUHP ayat (1),” terangnya.

Sedangkan untuk para saksi yang sudah diperiksa oleh penyidik dalam berkas yang lalu terdapat 10 saksi diantaranya Yusri Basri, dan untuk saksi yang dapat meringankan tersangka ada delapan sedangkan untuk yang memberatkan tersangka hanya dua orang.

“Untuk saksi, dalam penyelidikan yang lampau kita sudah memeriksa 8 orang yang saksi yang meringankan dan dua saksi yang cukup memberatkan tersangka dalam kasus tersebut,” ujarkan Jhon w. Purba.

Selain itu untuk pemeriksaan kembali atau perbaikan berkas terhadap tersangka Azlaini agus, pihak Kejati Riau harus meminta izin ke Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono. Tetapi tidak tertutup kemungkinan tersangka Azlaini Agus diperksa harus menunggu izin dari Presiden RI.

“Untuk pemeriksaannya, tentu saja kita harus menempuh prosedur, tetapi dalam pemeriksaan tersebut tidak tertutup kemungkinan kita harus minta izin Presiden sesuai prosedur,” paparkan Jhon W. Purba.***(vila)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Diduga Korban Lakalantas,
Warga Desa Bumbung, Bengkalis Temukan Mayat Tanpa Identitas

- Bikin Pusing, Pemerintah Bakal Asingkan Imigran Gelap di Pulau Khusus
- Pertamina Dumai Diminta Presuasif Atasi Sengeketa Lahan di Bunga Tanjung
- 'Ceramahi' Jajaran Kemenkum dan HAM Riau,
Menteri Yosanna Ingatkan PNS Harus Melayani

- Pekerja Pemborong PT. MAS Bengkalis Tewas Tenggelam di Kanal
- Kapal Barang Tenggelam di Sungai Siak, Nihil Korban Jiwa
- Empat Kawanan Maling Motor Ditembak Polisi di Mandau


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 23.23.12.202
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com