Untitled Document
Ahad, 8 Jumadil Akhir 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Ahad, 29 Maret 2015 19:24
Kemenag Dumai Nyatakan Pesisir Riau Bebas dari ISIS

Ahad, 29 Maret 2015 19:20
Pilkada Kuansing 2015,
PKB Usulkan Tiga Pasangan Calon Bupati ke DPP


Ahad, 29 Maret 2015 19:12
PNS Bengkalis Diminta Biasakan Budaya Malu

Ahad, 29 Maret 2015 19:07
Bupati Bengkalis Hadiri Pertemuan ADPM di Jakarta

Ahad, 29 Maret 2015 19:01
Cegah ISIS, Imigrasi Dumai Perketat Pembuatan Paspor

Ahad, 29 Maret 2015 18:17
Muncul Larangan, Omset Pedagang Pakaian Bekas Impor Menurun

Ahad, 29 Maret 2015 18:13
IPMR Adakan Festival Lagu Minang Sempena HUT Dumai



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 10 Mei 2006 16:38
Kasus “Bom" Kepri
Azlaini Agus Terancam 6 Tahun Penjara


Kejati Riau gelar perkara kasus pembakaran di Kepri yang salah satu tersangkanya Azalini Agus, Dalam kasus tersebut tersangka terancam 6 tahun penjara.

Riauterkini-PEKANBARU- Rabu (10/5), Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau Suhardjono Jaksa Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejagung Prasetyo seberta Asisten gelar perkara kasus pembakaran (Bom) di Kepulauan Riau (Kepri) yang salah satu tersangkanya Azlaini Agus yang juga merupakan salah satu anggota DPR RI.

Dalam hasil gelar ekspos tersebut Azlaini Agus terancam pasal 160 KUHP tentang penghasutan atau subsider (Bis) pasal 163 KUHP ayat (1) yang mana ancaman hukumannya selama 6 tahun penjara.

Keterangan Asisten Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejati Riau Jhon W. Purba usai gelar perkara kepada riauterkini,”Untuk saat ini kita masih menteliti fakta yuridisnya, sedangkan untuk ancaman 6 tahun terhadap tersangka dan itu tercantum dalam pasal 16 KUHP sub 163 KUHP ayat (1),” terangnya.

Sedangkan untuk para saksi yang sudah diperiksa oleh penyidik dalam berkas yang lalu terdapat 10 saksi diantaranya Yusri Basri, dan untuk saksi yang dapat meringankan tersangka ada delapan sedangkan untuk yang memberatkan tersangka hanya dua orang.

“Untuk saksi, dalam penyelidikan yang lampau kita sudah memeriksa 8 orang yang saksi yang meringankan dan dua saksi yang cukup memberatkan tersangka dalam kasus tersebut,” ujarkan Jhon w. Purba.

Selain itu untuk pemeriksaan kembali atau perbaikan berkas terhadap tersangka Azlaini agus, pihak Kejati Riau harus meminta izin ke Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono. Tetapi tidak tertutup kemungkinan tersangka Azlaini Agus diperksa harus menunggu izin dari Presiden RI.

“Untuk pemeriksaannya, tentu saja kita harus menempuh prosedur, tetapi dalam pemeriksaan tersebut tidak tertutup kemungkinan kita harus minta izin Presiden sesuai prosedur,” paparkan Jhon W. Purba.***(vila)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Maling Bobol Toko Elektronik di Pasirpangaraian, 5 TV LED Raib
- Aparat Polres Rohul Tangkap Dua Pengedar Narkoba dari Dua Kecamatan
- Ternyata Ejekan Ompong Pemicu Pembunuhan 27 Tusukan Karyawan Angkringan
- Uang Rp23,5 Juta Raib,
Pelaku Pembunuhan Pasutri di Inhil Diduga Karyawan Korban

- Pelaku Pembunuhan Sadis Karyawan Angkringan Ditembak Polisi
- Diduga Korban Perampokan,
Pasutri di Teluk Pantaian, Inhil Ditemukan Tewas dengan Leher Terjerat Tali

- Suap APBD, KPK Periksa Sejumlah Mantan dan Anggota DPRD Riau


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.166.33.25
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com