Untitled Document
Jumat, 24 Zulqaidah 1435 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Kamis, 18 September 2014 23:12
Dishub Dumai Uji Emisi dan Sosialisasikan UU 6/2014

Kamis, 18 September 2014 22:57
Merasa 'tak Dianggap', Wawako Dumai Ajak Istri Tinggalkan Acara

Kamis, 18 September 2014 21:08
Malam ini, Seorang Anak di Meranti Nyaris Jadi Korban Penculikan

Kamis, 18 September 2014 20:44
Wagubri Nyaris Ditipu Pria Pengaku Wartawan Kompas

Kamis, 18 September 2014 19:06
BPB Damkar Pekanbaru Buka Posko Tanggap Darurat Asap

Kamis, 18 September 2014 19:02
Rayakan Ultah ke-10,
Enoki Berikan Service Spesial untuk Mitra dan Konsumen


Kamis, 18 September 2014 18:59
Wawako Dumai Minta Penanganan Transportasi Diptimalkan



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 10 Mei 2006 16:38
Kasus “Bom" Kepri
Azlaini Agus Terancam 6 Tahun Penjara


Kejati Riau gelar perkara kasus pembakaran di Kepri yang salah satu tersangkanya Azalini Agus, Dalam kasus tersebut tersangka terancam 6 tahun penjara.

Riauterkini-PEKANBARU- Rabu (10/5), Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau Suhardjono Jaksa Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejagung Prasetyo seberta Asisten gelar perkara kasus pembakaran (Bom) di Kepulauan Riau (Kepri) yang salah satu tersangkanya Azlaini Agus yang juga merupakan salah satu anggota DPR RI.

Dalam hasil gelar ekspos tersebut Azlaini Agus terancam pasal 160 KUHP tentang penghasutan atau subsider (Bis) pasal 163 KUHP ayat (1) yang mana ancaman hukumannya selama 6 tahun penjara.

Keterangan Asisten Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejati Riau Jhon W. Purba usai gelar perkara kepada riauterkini,”Untuk saat ini kita masih menteliti fakta yuridisnya, sedangkan untuk ancaman 6 tahun terhadap tersangka dan itu tercantum dalam pasal 16 KUHP sub 163 KUHP ayat (1),” terangnya.

Sedangkan untuk para saksi yang sudah diperiksa oleh penyidik dalam berkas yang lalu terdapat 10 saksi diantaranya Yusri Basri, dan untuk saksi yang dapat meringankan tersangka ada delapan sedangkan untuk yang memberatkan tersangka hanya dua orang.

“Untuk saksi, dalam penyelidikan yang lampau kita sudah memeriksa 8 orang yang saksi yang meringankan dan dua saksi yang cukup memberatkan tersangka dalam kasus tersebut,” ujarkan Jhon w. Purba.

Selain itu untuk pemeriksaan kembali atau perbaikan berkas terhadap tersangka Azlaini agus, pihak Kejati Riau harus meminta izin ke Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono. Tetapi tidak tertutup kemungkinan tersangka Azlaini Agus diperksa harus menunggu izin dari Presiden RI.

“Untuk pemeriksaannya, tentu saja kita harus menempuh prosedur, tetapi dalam pemeriksaan tersebut tidak tertutup kemungkinan kita harus minta izin Presiden sesuai prosedur,” paparkan Jhon W. Purba.***(vila)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Malam ini, Seorang Anak di Meranti Nyaris Jadi Korban Penculikan
- Wagubri Nyaris Ditipu Pria Pengaku Wartawan Kompas
- Tipu Teman, Wanita 34 Tahun Ditangkap Polisi
- Polsek Mandau Bekuk Pelaku Curanmor di Duri
- Anggota Denpom TNI AD Ditangkap Miliki Narkoba
- Sindikat Penipuan, 12 WNA Ditangkap,
Polresta Koordinasi dengan Mabes Polri

- PU Koran Riau Dijambret, Rp50 Juta Lesap


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.87.93.1
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com