Untitled Document
Selasa, 11 Syawwal 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Selasa, 28 Juli 2015 19:43
AHM Best Student Regional Riau 2015,
Siswi SMAN 2 Tanah Putih Wakili CDN Riau di Tingkat Nasional


Selasa, 28 Juli 2015 19:31
Pilkada Rohul 2015,
Tak Dihadiri Balon, Pendaftaran Suparman-Sukiman Sesuai Mekanisme


Selasa, 28 Juli 2015 19:25
Asian Agri Gelar Pasar Murah Minyak Goreng di Pelalawan

Selasa, 28 Juli 2015 19:20
Pilkada Dumai 2015,
Agus Widayat-Maman Supriadi Mendaftar Diusung PDIP dan Hanura


Selasa, 28 Juli 2015 19:14
KPU Pertegas Golkar tak Boleh Ikut Pilkada Pelalawan

Selasa, 28 Juli 2015 19:08
Pilkada Rohul 2015,
Pasangan Suparman-Sukiman Mendaftar ke KPU Rohul


Selasa, 28 Juli 2015 19:02
Maju Bersama Golkar dan PKS,
Yanti Komala Sari Kecewa dengan Partai NasDem Dumai




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 10 Mei 2006 16:38
Kasus “Bom" Kepri
Azlaini Agus Terancam 6 Tahun Penjara


Kejati Riau gelar perkara kasus pembakaran di Kepri yang salah satu tersangkanya Azalini Agus, Dalam kasus tersebut tersangka terancam 6 tahun penjara.

Riauterkini-PEKANBARU- Rabu (10/5), Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau Suhardjono Jaksa Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejagung Prasetyo seberta Asisten gelar perkara kasus pembakaran (Bom) di Kepulauan Riau (Kepri) yang salah satu tersangkanya Azlaini Agus yang juga merupakan salah satu anggota DPR RI.

Dalam hasil gelar ekspos tersebut Azlaini Agus terancam pasal 160 KUHP tentang penghasutan atau subsider (Bis) pasal 163 KUHP ayat (1) yang mana ancaman hukumannya selama 6 tahun penjara.

Keterangan Asisten Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejati Riau Jhon W. Purba usai gelar perkara kepada riauterkini,”Untuk saat ini kita masih menteliti fakta yuridisnya, sedangkan untuk ancaman 6 tahun terhadap tersangka dan itu tercantum dalam pasal 16 KUHP sub 163 KUHP ayat (1),” terangnya.

Sedangkan untuk para saksi yang sudah diperiksa oleh penyidik dalam berkas yang lalu terdapat 10 saksi diantaranya Yusri Basri, dan untuk saksi yang dapat meringankan tersangka ada delapan sedangkan untuk yang memberatkan tersangka hanya dua orang.

“Untuk saksi, dalam penyelidikan yang lampau kita sudah memeriksa 8 orang yang saksi yang meringankan dan dua saksi yang cukup memberatkan tersangka dalam kasus tersebut,” ujarkan Jhon w. Purba.

Selain itu untuk pemeriksaan kembali atau perbaikan berkas terhadap tersangka Azlaini agus, pihak Kejati Riau harus meminta izin ke Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono. Tetapi tidak tertutup kemungkinan tersangka Azlaini Agus diperksa harus menunggu izin dari Presiden RI.

“Untuk pemeriksaannya, tentu saja kita harus menempuh prosedur, tetapi dalam pemeriksaan tersebut tidak tertutup kemungkinan kita harus minta izin Presiden sesuai prosedur,” paparkan Jhon W. Purba.***(vila)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Tersangka Bupati Bengkalis, Kejati Riau Terima SPDP Korupsi Bansos
- Edarkan Narkoba, Seorang PNS Ditangkap di Kampar
- Ditembak Polisi Saat Melarikan Diri,
Pembunuh Buruh Bangunan di Simpang Tiga Seorang Residivis

- Polisi Ditembak Polisi, Kondisi Korban Mulai Membaik
- Peluru Tembus ke Bahu, Personil Polres Meranti Ditembak Kawannya Sendiri
- Berkas Dilimpahkan, Mantan Kakan Satpol Kampar Segera Disidang
- Sadis! Buruh Bangunan di Pekanbaru Tewas dengan Leher Nyaris Putus


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.90.115.102
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com