Untitled Document
Rabu, 15 Jumadil Akhir 1435 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Rabu, 16 April 2014 20:36
PNS Pemkab Kampar Diminta Memahami Undang-Undang ASN

Rabu, 16 April 2014 20:35
Kesadaran Bela Negara Harus Terus Ditumbuhkembangkan di Kampar

Rabu, 16 April 2014 20:23
Ditahan Polisi Diduga Kelola Lahan PT SSL,
Ratusan Warga Desa Tumang, Siak Demo Minta Kadesnya Dibebaskan


Rabu, 16 April 2014 20:14
Masyarakat Laporkan Penggelembungan Suara di Lembah Sari

Rabu, 16 April 2014 20:07
Plang Nama Toko Swalayan di Duri Dianggap Ganggu Lalu Lintas

Rabu, 16 April 2014 19:55
Tertangkap Tangan sedang Beraksi,
Pelaku Curanmor di Kampar Babak belur Dihajar Warga


Rabu, 16 April 2014 19:34
Ikut Pameran 2nd AITIS 2014, Bupati Bengkalis Minta BPMP2T Sosialisasikan Potensi Daerah



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 10 Mei 2006 16:38
Kasus “Bom" Kepri
Azlaini Agus Terancam 6 Tahun Penjara


Kejati Riau gelar perkara kasus pembakaran di Kepri yang salah satu tersangkanya Azalini Agus, Dalam kasus tersebut tersangka terancam 6 tahun penjara.

Riauterkini-PEKANBARU- Rabu (10/5), Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau Suhardjono Jaksa Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejagung Prasetyo seberta Asisten gelar perkara kasus pembakaran (Bom) di Kepulauan Riau (Kepri) yang salah satu tersangkanya Azlaini Agus yang juga merupakan salah satu anggota DPR RI.

Dalam hasil gelar ekspos tersebut Azlaini Agus terancam pasal 160 KUHP tentang penghasutan atau subsider (Bis) pasal 163 KUHP ayat (1) yang mana ancaman hukumannya selama 6 tahun penjara.

Keterangan Asisten Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejati Riau Jhon W. Purba usai gelar perkara kepada riauterkini,”Untuk saat ini kita masih menteliti fakta yuridisnya, sedangkan untuk ancaman 6 tahun terhadap tersangka dan itu tercantum dalam pasal 16 KUHP sub 163 KUHP ayat (1),” terangnya.

Sedangkan untuk para saksi yang sudah diperiksa oleh penyidik dalam berkas yang lalu terdapat 10 saksi diantaranya Yusri Basri, dan untuk saksi yang dapat meringankan tersangka ada delapan sedangkan untuk yang memberatkan tersangka hanya dua orang.

“Untuk saksi, dalam penyelidikan yang lampau kita sudah memeriksa 8 orang yang saksi yang meringankan dan dua saksi yang cukup memberatkan tersangka dalam kasus tersebut,” ujarkan Jhon w. Purba.

Selain itu untuk pemeriksaan kembali atau perbaikan berkas terhadap tersangka Azlaini agus, pihak Kejati Riau harus meminta izin ke Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono. Tetapi tidak tertutup kemungkinan tersangka Azlaini Agus diperksa harus menunggu izin dari Presiden RI.

“Untuk pemeriksaannya, tentu saja kita harus menempuh prosedur, tetapi dalam pemeriksaan tersebut tidak tertutup kemungkinan kita harus minta izin Presiden sesuai prosedur,” paparkan Jhon W. Purba.***(vila)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Ditahan Polisi Diduga Kelola Lahan PT SSL,
Ratusan Warga Desa Tumang, Siak Demo Minta Kadesnya Dibebaskan

- Tertangkap Tangan sedang Beraksi,
Pelaku Curanmor di Kampar Babak belur Dihajar Warga

- Perambahan Hutan Lindung,
Mantan Ketua DPRD Rohul Mangkir Dipanggil Polda

- Berhasil Sikat Pencuri Sapi,
Kadisnakan Rohul Puji Kinerja Polisi

- Dua Kali Mangkir, Maimanah Umar dan Anaknya akan Dipanggil Paksa
- Aturan Perda tak Jelas, Dinsos Pekanbaru Janji Tindak Tegas Gepeng
- Sidang Korupsi BRK cabang Rumbai,
Saksi Sebut Prosedural Pencairan Kredit Inisiatif Khairul Rusli



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 23.23.67.57
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com