Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Jum’at, 1 Juli 2016 10:25
Sambut Idul Fitri, TP-PKK Kabupaten Kampar Santuni Anak Yatim

Jum’at, 1 Juli 2016 10:21
27 Langsung Bebas, 2.826 Napi di Riau Dapat Remisi Idul Fitri 1437 H

Jum’at, 1 Juli 2016 07:59
Meski Raih Opini WTP, Gubernur Sebut Riau Punya Sejumlah Persoalan

Jum’at, 1 Juli 2016 07:39
Bank Riau Kepri Menjadi Bank Syariah, Suatu Wacana

Jum’at, 1 Juli 2016 07:29
Sakit, Notaris Terpidana Perkara Pemalsuan Akta Batal Dieksekusi

Jum’at, 1 Juli 2016 07:28
Keberadaan RAPP Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Pulau Padang

Jum’at, 1 Juli 2016 07:20
Yafiz Pensiun Sebelum Terpilih Sekdaprov Definitif, Kasiaruddin jadi Plt



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 10 Mei 2006 16:38
Kasus “Bom" Kepri
Azlaini Agus Terancam 6 Tahun Penjara


Kejati Riau gelar perkara kasus pembakaran di Kepri yang salah satu tersangkanya Azalini Agus, Dalam kasus tersebut tersangka terancam 6 tahun penjara.

Riauterkini-PEKANBARU- Rabu (10/5), Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau Suhardjono Jaksa Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejagung Prasetyo seberta Asisten gelar perkara kasus pembakaran (Bom) di Kepulauan Riau (Kepri) yang salah satu tersangkanya Azlaini Agus yang juga merupakan salah satu anggota DPR RI.

Dalam hasil gelar ekspos tersebut Azlaini Agus terancam pasal 160 KUHP tentang penghasutan atau subsider (Bis) pasal 163 KUHP ayat (1) yang mana ancaman hukumannya selama 6 tahun penjara.

Keterangan Asisten Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejati Riau Jhon W. Purba usai gelar perkara kepada riauterkini,”Untuk saat ini kita masih menteliti fakta yuridisnya, sedangkan untuk ancaman 6 tahun terhadap tersangka dan itu tercantum dalam pasal 16 KUHP sub 163 KUHP ayat (1),” terangnya.

Sedangkan untuk para saksi yang sudah diperiksa oleh penyidik dalam berkas yang lalu terdapat 10 saksi diantaranya Yusri Basri, dan untuk saksi yang dapat meringankan tersangka ada delapan sedangkan untuk yang memberatkan tersangka hanya dua orang.

“Untuk saksi, dalam penyelidikan yang lampau kita sudah memeriksa 8 orang yang saksi yang meringankan dan dua saksi yang cukup memberatkan tersangka dalam kasus tersebut,” ujarkan Jhon w. Purba.

Selain itu untuk pemeriksaan kembali atau perbaikan berkas terhadap tersangka Azlaini agus, pihak Kejati Riau harus meminta izin ke Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono. Tetapi tidak tertutup kemungkinan tersangka Azlaini Agus diperksa harus menunggu izin dari Presiden RI.

“Untuk pemeriksaannya, tentu saja kita harus menempuh prosedur, tetapi dalam pemeriksaan tersebut tidak tertutup kemungkinan kita harus minta izin Presiden sesuai prosedur,” paparkan Jhon W. Purba.***(vila)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- 27 Langsung Bebas, 2.826 Napi di Riau Dapat Remisi Idul Fitri 1437 H
- Sakit, Notaris Terpidana Perkara Pemalsuan Akta Batal Dieksekusi
- 66 Personel Polres Kampar Dapat Kenaikan Pangkat ‪
- Polres Dumai Musnahkan 2,6 Kilogram Sabu
- OTK Teror Rumah Ketua Pokja II LPSE Dumai
- Pemasok Masuk DPO, Polres Siak Bekuk Seorang Pengedar Dengan BB 6,5 Kg Ganja
- Bupati Pelalawan Pimpin Apel Ramadniya Siak 2016


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.161.4.51
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com