Untitled Document
Ahad, 5 Zulqaidah 1435 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Ahad, 31 Agustus 2014 17:00
HUT ke-69 RI, Disparbudpora Dumai Taja Sepeda Santai

Ahad, 31 Agustus 2014 16:49
Fitra Endus Aroma Transaksional dalam Pembahasan APBD Riau 2015

Ahad, 31 Agustus 2014 16:46
Tim II Safari Dakwah Pemkab Kampar Kunjungi Masjid Al Furqon, Kuok

Ahad, 31 Agustus 2014 16:07
Besok BKD Umumkan Secara Resmi,
Inhil Dapat Kuota 28 CPNS Tamatan SLTA


Ahad, 31 Agustus 2014 16:03
Polda Riau Sita Sabu Rp40 Juta di Tenayan Raya

Ahad, 31 Agustus 2014 15:59
Bandar Togel Tenayan Raya Ditangkap

Ahad, 31 Agustus 2014 15:48
Wawako Dumai: Menseneg Belum Proses Tanah Konsesi



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 10 Mei 2006 16:38
Kasus “Bom" Kepri
Azlaini Agus Terancam 6 Tahun Penjara


Kejati Riau gelar perkara kasus pembakaran di Kepri yang salah satu tersangkanya Azalini Agus, Dalam kasus tersebut tersangka terancam 6 tahun penjara.

Riauterkini-PEKANBARU- Rabu (10/5), Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau Suhardjono Jaksa Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejagung Prasetyo seberta Asisten gelar perkara kasus pembakaran (Bom) di Kepulauan Riau (Kepri) yang salah satu tersangkanya Azlaini Agus yang juga merupakan salah satu anggota DPR RI.

Dalam hasil gelar ekspos tersebut Azlaini Agus terancam pasal 160 KUHP tentang penghasutan atau subsider (Bis) pasal 163 KUHP ayat (1) yang mana ancaman hukumannya selama 6 tahun penjara.

Keterangan Asisten Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejati Riau Jhon W. Purba usai gelar perkara kepada riauterkini,”Untuk saat ini kita masih menteliti fakta yuridisnya, sedangkan untuk ancaman 6 tahun terhadap tersangka dan itu tercantum dalam pasal 16 KUHP sub 163 KUHP ayat (1),” terangnya.

Sedangkan untuk para saksi yang sudah diperiksa oleh penyidik dalam berkas yang lalu terdapat 10 saksi diantaranya Yusri Basri, dan untuk saksi yang dapat meringankan tersangka ada delapan sedangkan untuk yang memberatkan tersangka hanya dua orang.

“Untuk saksi, dalam penyelidikan yang lampau kita sudah memeriksa 8 orang yang saksi yang meringankan dan dua saksi yang cukup memberatkan tersangka dalam kasus tersebut,” ujarkan Jhon w. Purba.

Selain itu untuk pemeriksaan kembali atau perbaikan berkas terhadap tersangka Azlaini agus, pihak Kejati Riau harus meminta izin ke Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono. Tetapi tidak tertutup kemungkinan tersangka Azlaini Agus diperksa harus menunggu izin dari Presiden RI.

“Untuk pemeriksaannya, tentu saja kita harus menempuh prosedur, tetapi dalam pemeriksaan tersebut tidak tertutup kemungkinan kita harus minta izin Presiden sesuai prosedur,” paparkan Jhon W. Purba.***(vila)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Polda Riau Sita Sabu Rp40 Juta di Tenayan Raya
- Bandar Togel Tenayan Raya Ditangkap
- Usai Minum Tuak, Warga Kampar Tewas Ditabrak Truk Kayu di Arengka II
- Isu Penculikan Anak,
LPA Dumai Imbau Orangtua Perketat Pengawasan

- Oknum Mengaku LSM Meresahkan Pihak Sekolah di Rohul
- Soemardi Thaher Duga Gubri Merencanakan Cabuli Putrinya
- Empat Kios dan Dua Rumah di Jalan A Yani Terbakar


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.166.148.189
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com