Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Jum’at, 12 Pebruari 2016 09:59
Dua Pekerja Subkon Wilmar Tewas Tertabrak Mobil Tangki CPO

Jum’at, 12 Pebruari 2016 09:57
Camat Rumbai Tinjau lokasi Pembangunan TPA Muara Fajar

Jum’at, 12 Pebruari 2016 09:55
Wakil Rakyat Minta Pemko Putus Kontrak jika Rekanan Terus tak Optimal Angkut Sampah

Jum’at, 12 Pebruari 2016 09:53
Berbicara di SAC 2016 UR, Dirut BRK Tegaskan Pentingnya Komptensi di Persaingan Bebas

Jum’at, 12 Pebruari 2016 07:32
Rp797 Miliar dari Kemenhut untuk Benahi Transportasi di Riau

Kamis, 11 Pebruari 2016 23:12
Jefry Imbau Perusahaan Peduli dengan Banjir Kampar

Kamis, 11 Pebruari 2016 23:05
LAM Kecam Pernyataan Effendi Simbolon Melecehkan Melayu



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 10 Mei 2006 16:38
Kasus “Bom" Kepri
Azlaini Agus Terancam 6 Tahun Penjara


Kejati Riau gelar perkara kasus pembakaran di Kepri yang salah satu tersangkanya Azalini Agus, Dalam kasus tersebut tersangka terancam 6 tahun penjara.

Riauterkini-PEKANBARU- Rabu (10/5), Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau Suhardjono Jaksa Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejagung Prasetyo seberta Asisten gelar perkara kasus pembakaran (Bom) di Kepulauan Riau (Kepri) yang salah satu tersangkanya Azlaini Agus yang juga merupakan salah satu anggota DPR RI.

Dalam hasil gelar ekspos tersebut Azlaini Agus terancam pasal 160 KUHP tentang penghasutan atau subsider (Bis) pasal 163 KUHP ayat (1) yang mana ancaman hukumannya selama 6 tahun penjara.

Keterangan Asisten Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejati Riau Jhon W. Purba usai gelar perkara kepada riauterkini,”Untuk saat ini kita masih menteliti fakta yuridisnya, sedangkan untuk ancaman 6 tahun terhadap tersangka dan itu tercantum dalam pasal 16 KUHP sub 163 KUHP ayat (1),” terangnya.

Sedangkan untuk para saksi yang sudah diperiksa oleh penyidik dalam berkas yang lalu terdapat 10 saksi diantaranya Yusri Basri, dan untuk saksi yang dapat meringankan tersangka ada delapan sedangkan untuk yang memberatkan tersangka hanya dua orang.

“Untuk saksi, dalam penyelidikan yang lampau kita sudah memeriksa 8 orang yang saksi yang meringankan dan dua saksi yang cukup memberatkan tersangka dalam kasus tersebut,” ujarkan Jhon w. Purba.

Selain itu untuk pemeriksaan kembali atau perbaikan berkas terhadap tersangka Azlaini agus, pihak Kejati Riau harus meminta izin ke Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono. Tetapi tidak tertutup kemungkinan tersangka Azlaini Agus diperksa harus menunggu izin dari Presiden RI.

“Untuk pemeriksaannya, tentu saja kita harus menempuh prosedur, tetapi dalam pemeriksaan tersebut tidak tertutup kemungkinan kita harus minta izin Presiden sesuai prosedur,” paparkan Jhon W. Purba.***(vila)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Dua Pekerja Subkon Wilmar Tewas Tertabrak Mobil Tangki CPO
- Ngaku Dinas di Kejati Riau,
Pegawai Gadungan Tipu Pemilik 20 Panti di Pekanbaru

- Mucikari Prostitusi Online Dituntut Jaksa Setahun Penjara
- Lapor BPK, AIMK Dukung Upaya Wabup Zulkifli Ungkap Penyalahgunaan APBD
- Plt Sekda Penuhi Undangan, KPK Bakal Beri Pendampingan Riau Susun Anggaran
- Divonis Hanya 8 Tahun, Mantan Ketua DPRD Bengkalis Tetap tak Terima
- Tolak Melayani, Seorang IRT di Pekanbaru Dianiaya dan Diusir Suami Sendiri


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 107.20.75.63
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com