Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Rabu, 4 Mei 2016 14:53
Versi Pebri, Ini Yang Penyebab Kisruh KNPI Kuansing

Rabu, 4 Mei 2016 14:15
Potang Gaji Pokok Karyawannya Rp600 Ribu,
Serikat Pekerja di PT Guna Dodos Pelalawan Diduga Bodong


Rabu, 4 Mei 2016 14:09
Hadiri Peringatan Isra' Mi'raj di Al Huda,
Bupati Inhil Bangga Tingginya Antusiasme Umat Ikuti Kegiatan Keagamaan


Rabu, 4 Mei 2016 14:02
Aniaya dan Nyaris Bunuh Istri,
DJ Star City Pekanbaru Diringkus Polisi


Rabu, 4 Mei 2016 13:53
Didominasi Kosmetik dan Obat Kuat, BBPOM Ekspos Hasil Tangkapan

Rabu, 4 Mei 2016 13:44
Diwarnai Penampilan Kesenian Berdah,
Asisten I Buka MTQ ke-46 Kecamatan Mandah


Rabu, 4 Mei 2016 12:17
Mahasiswa Universitas Riau Balajar Bikin Situs Berita ke Riauterkinicom



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 10 Mei 2006 16:38
Kasus “Bom" Kepri
Azlaini Agus Terancam 6 Tahun Penjara


Kejati Riau gelar perkara kasus pembakaran di Kepri yang salah satu tersangkanya Azalini Agus, Dalam kasus tersebut tersangka terancam 6 tahun penjara.

Riauterkini-PEKANBARU- Rabu (10/5), Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau Suhardjono Jaksa Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejagung Prasetyo seberta Asisten gelar perkara kasus pembakaran (Bom) di Kepulauan Riau (Kepri) yang salah satu tersangkanya Azlaini Agus yang juga merupakan salah satu anggota DPR RI.

Dalam hasil gelar ekspos tersebut Azlaini Agus terancam pasal 160 KUHP tentang penghasutan atau subsider (Bis) pasal 163 KUHP ayat (1) yang mana ancaman hukumannya selama 6 tahun penjara.

Keterangan Asisten Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejati Riau Jhon W. Purba usai gelar perkara kepada riauterkini,”Untuk saat ini kita masih menteliti fakta yuridisnya, sedangkan untuk ancaman 6 tahun terhadap tersangka dan itu tercantum dalam pasal 16 KUHP sub 163 KUHP ayat (1),” terangnya.

Sedangkan untuk para saksi yang sudah diperiksa oleh penyidik dalam berkas yang lalu terdapat 10 saksi diantaranya Yusri Basri, dan untuk saksi yang dapat meringankan tersangka ada delapan sedangkan untuk yang memberatkan tersangka hanya dua orang.

“Untuk saksi, dalam penyelidikan yang lampau kita sudah memeriksa 8 orang yang saksi yang meringankan dan dua saksi yang cukup memberatkan tersangka dalam kasus tersebut,” ujarkan Jhon w. Purba.

Selain itu untuk pemeriksaan kembali atau perbaikan berkas terhadap tersangka Azlaini agus, pihak Kejati Riau harus meminta izin ke Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono. Tetapi tidak tertutup kemungkinan tersangka Azlaini Agus diperksa harus menunggu izin dari Presiden RI.

“Untuk pemeriksaannya, tentu saja kita harus menempuh prosedur, tetapi dalam pemeriksaan tersebut tidak tertutup kemungkinan kita harus minta izin Presiden sesuai prosedur,” paparkan Jhon W. Purba.***(vila)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Potang Gaji Pokok Karyawannya Rp600 Ribu,
Serikat Pekerja di PT Guna Dodos Pelalawan Diduga Bodong

- Aniaya dan Nyaris Bunuh Istri,
DJ Star City Pekanbaru Diringkus Polisi

- Didominasi Kosmetik dan Obat Kuat, BBPOM Ekspos Hasil Tangkapan
- Dijambret dan Terjatuh, PNS di Pekanbaru Dirawat di Rumah Sakit
- Polsek Tapung, Kampar Tangkap Perampok Pemerskosa
- Gauli Gadis 15 Tahun di Kamar Mandi, Warga Baganbatu Ditangkap
- Diparkir di Depan Rumah Makan, Dump Truck Warga Rohil Hilang


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.87.27.220
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com