Untitled Document
Senin, 12 Rabiul Akhir 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Senin, 2 Pebruari 2015 07:30
Jamaah Perwiridan Bakar Warung Remang-Remang di Pujud Rohil

Senin, 2 Pebruari 2015 07:29
Tiga PT di Inhu Melebur Menjadi Universitas Indragiri

Senin, 2 Pebruari 2015 07:27
Bupati Bengkalis Hadiri Tabligh Akbar HUT ke-32 Tanjung Damai

Senin, 2 Pebruari 2015 07:25
Pansus Ranperda DPRD Bengkalis Konsultasi ke Kemen LH

Senin, 2 Pebruari 2015 07:21
Dewan Ingatkan Pemkab Inhil Ancaman Konflik Lahan Warga dan Perusahaan

Senin, 2 Pebruari 2015 07:19
Kadin Riau Desak Tinjau Ulang Pembangunan Ritos

Senin, 2 Pebruari 2015 07:17
Giatkan Promosi, BPPMPD Inhil Inventarisir Potensi Wisata



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 10 Mei 2006 16:38
Kasus “Bom" Kepri
Azlaini Agus Terancam 6 Tahun Penjara


Kejati Riau gelar perkara kasus pembakaran di Kepri yang salah satu tersangkanya Azalini Agus, Dalam kasus tersebut tersangka terancam 6 tahun penjara.

Riauterkini-PEKANBARU- Rabu (10/5), Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau Suhardjono Jaksa Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejagung Prasetyo seberta Asisten gelar perkara kasus pembakaran (Bom) di Kepulauan Riau (Kepri) yang salah satu tersangkanya Azlaini Agus yang juga merupakan salah satu anggota DPR RI.

Dalam hasil gelar ekspos tersebut Azlaini Agus terancam pasal 160 KUHP tentang penghasutan atau subsider (Bis) pasal 163 KUHP ayat (1) yang mana ancaman hukumannya selama 6 tahun penjara.

Keterangan Asisten Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejati Riau Jhon W. Purba usai gelar perkara kepada riauterkini,”Untuk saat ini kita masih menteliti fakta yuridisnya, sedangkan untuk ancaman 6 tahun terhadap tersangka dan itu tercantum dalam pasal 16 KUHP sub 163 KUHP ayat (1),” terangnya.

Sedangkan untuk para saksi yang sudah diperiksa oleh penyidik dalam berkas yang lalu terdapat 10 saksi diantaranya Yusri Basri, dan untuk saksi yang dapat meringankan tersangka ada delapan sedangkan untuk yang memberatkan tersangka hanya dua orang.

“Untuk saksi, dalam penyelidikan yang lampau kita sudah memeriksa 8 orang yang saksi yang meringankan dan dua saksi yang cukup memberatkan tersangka dalam kasus tersebut,” ujarkan Jhon w. Purba.

Selain itu untuk pemeriksaan kembali atau perbaikan berkas terhadap tersangka Azlaini agus, pihak Kejati Riau harus meminta izin ke Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono. Tetapi tidak tertutup kemungkinan tersangka Azlaini Agus diperksa harus menunggu izin dari Presiden RI.

“Untuk pemeriksaannya, tentu saja kita harus menempuh prosedur, tetapi dalam pemeriksaan tersebut tidak tertutup kemungkinan kita harus minta izin Presiden sesuai prosedur,” paparkan Jhon W. Purba.***(vila)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Jamaah Perwiridan Bakar Warung Remang-Remang di Pujud Rohil
- Pertamina Belum Bayar Ganti Rugi Lahan,
Kuasa Hukum Warga Bukit Datuk Surati Pejabat Dumai

- Belasan Pistol Tak Bertuan Ditemukan,
Mirip Senjata Pol Air, Dipastikan Senjata Organik Bukan Rakitan

- Polisi Ringkus Sepasang Kekasih Spesialis Pencurian Rumah Kos
- 24 Aki Milik Tri di Tower PT XL di Kabupaten Rohul Dicuri OTK
- 5 Diduga Pencuri Kabel EMP MSMalacca Strait Diringkus Tim Opsnal Polsek Merbau
- Rumah Bulatan di Jalan Serayu, Pekanbaru Diamuk si Jago Merah


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 184.73.61.226
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com