Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Ahad, 22 Oktober 2017 22:36
Palsukan SIM, Lima Warga Inhu Ditangkap Polisi

Ahad, 22 Oktober 2017 22:31
Serahkan 30 Ribu Bibit Ikan,
Gubri Hadiri Apel Akbar Acara Santri Nasional


Ahad, 22 Oktober 2017 21:21
Soal Hoax Wahana Riau,
Kapolda Riau Serahkan Bidkum untuk Tindaklanjuti Proses Hukumnya


Ahad, 22 Oktober 2017 19:57
Kapolda Riau Minta Maaf Soal Hoax Satu Media Online

Ahad, 22 Oktober 2017 19:13
Marak Pencabulan Anak,
Kemenag Rohul Intruksikan Penyuluh Agama Gencar Sosialisasi


Ahad, 22 Oktober 2017 19:09
Setelah Disindir, PT EMA Baru Bantu Rp 300 Juta untuk Korban Dampak Limbah di Rohul

Ahad, 22 Oktober 2017 17:26
Fikri Wahyudi Hamdani Pimpin Ketua IKA SMA Negeri 10 Pekanbaru

Ahad, 22 Oktober 2017 17:11
Sukses Konsolidasi, Keanggotaan dan Program, MPC PP Bengkalis Juara III Riau

Ahad, 22 Oktober 2017 17:03
Peserta Seminar Edukasi Uang Digital Bitconnect Coin Membludak

Ahad, 22 Oktober 2017 16:15
Hari Santri Nasional,
Bank Indonesia Gelar Sarasehan Pesantren se-Riau


loading...



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.


Ahad, 22 Desember 2013 16:43
8 Warga Mahato Sakti Tersangka Bentrok Jumat Berdarah

Setelah memeriksa 27 saksi, Polres Rohul menetapkan 8 warga Mahato Sakti tersangka penyerbuan pada pamswakarsa PT MAN yang menyebakan satu korban jiwa dan tiga luka.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Pasca bentrokan 'Jumat Berdarah', Kepolisian Resor (Polres) Rokan Hulu akhirnya menetapkan 8 warga Desa Mahato Sakti, Kecamatan Tambusai Utara sebagai tersangka.

Delapan warga ditetapkan sebagai tersangka karena diduga ikut melakukan pengeroyokan dan menyebabkan seorang anggota Pam Swakarsa PT Merangkai Artha Nusantara (MAN) bernama Lukas Barus (35) tewas mengenaskan. Sedangkan tiga rekan korban mengalami luka-luka.

"Delapan tersangka ini dari kelompok warga," kata Kapolres Rohul AKBP H Onny Trimurti Nugroho kepada riauterkinicom di ujung telepon, Ahad (22/12/13) sore.

Onny mengungkapkan pasca bentrok berdarah di areal PT MAN di Desa Mahato Sakti melibatkan sekitar 500-an warga dengan sekitar 28 anggota Pam Swakarsa diduga oknum preman sewaan perusahaan, polisi sudah memeriksa 27 orang saksi.

"Dari 27 orang saksi yang kita periksa, 15 orang dari Pam Swakarsa perusahaan," jelasnya.

Terlepas dari itu, sekitar 1 pleton atau 30 personel anggota Brimob Polda Riau dan anggota dari Polres Rohul sudah berada di lokasi eks bentrok. Personel itu sudah menyisir seluruh areal perkebunan memastikan areal bersih dari aktivitas.

Agar dekat dengan lokasi eks bentrok, puluhan personel Polri tersebut menginap di kantor Camat Tambusai Utara.***(zal)



loading...

Berita Hukum lainnya..........
- Palsukan SIM, Lima Warga Inhu Ditangkap Polisi
- Soal Hoax Wahana Riau,
Kapolda Riau Serahkan Bidkum untuk Tindaklanjuti Proses Hukumnya

- Meja Belajar dan Plafon Rusak, SDN 056 Bengkalis Harus Segera Diperbaiki
- Leher Terlilit Lakban,
Mayat Pria di Parkiran Bandara SSK II Dipastikan Dibunuh

- Warga Kopah, Kuansing Nyaris Tewas Ditembak Maling Kerbau
- Simpan Sabu di Botol Permen, Warga Bathin Solapan, Bengkalis Ditangkap Polisi
- Leher Terlilit Lakban,
Mayat Pria di Parkiran Bandara SSK II Pekanbaru Gegerkan Warga



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.224.50.28
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com