Untitled Document
Rabu, 15 Jumadil Akhir 1435 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Rabu, 16 April 2014 20:36
PNS Pemkab Kampar Diminta Memahami Undang-Undang ASN

Rabu, 16 April 2014 20:35
Kesadaran Bela Negara Harus Terus Ditumbuhkembangkan di Kampar

Rabu, 16 April 2014 20:23
Ditahan Polisi Diduga Kelola Lahan PT SSL,
Ratusan Warga Desa Tumang, Siak Demo Minta Kadesnya Dibebaskan


Rabu, 16 April 2014 20:14
Masyarakat Laporkan Penggelembungan Suara di Lembah Sari

Rabu, 16 April 2014 20:07
Plang Nama Toko Swalayan di Duri Dianggap Ganggu Lalu Lintas

Rabu, 16 April 2014 19:55
Tertangkap Tangan sedang Beraksi,
Pelaku Curanmor di Kampar Babak belur Dihajar Warga


Rabu, 16 April 2014 19:34
Ikut Pameran 2nd AITIS 2014, Bupati Bengkalis Minta BPMP2T Sosialisasikan Potensi Daerah



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 15 Agustus 2013 17:27
Tuntut Fee Kayu, Warga Pelalawan Tahan Alat Berat PT SAU

Sekelompok warga Sei Ara, Pelalawan menahan alat berat PT SAU. Tindakan tersebut sebagai protes karena perusahaan tak membayar fee kayu yang diambil dari kawasan desa.

Riauterkini-PANGKALANKERINCI- Satu unit alat berat milik PT Selaras Abadi Utama (SAU) ditahan warga desa Sungai Ara Kecamatan Pelalawan. Pemicu penahanan tersebut lantaran pihak perusahaan tak kunjung membayar fee kayu kepada pihak warga.

Informasi yang dirangkum riauterkini dilapangan, Kamis (14/8/13) menyebutkan, penahanan alat berat itu dilakukan warga sejak, Rabu sore. Aksi penahanan alat berat tersebut diakibatkan oleh pihak PT SAU tidak kunjung mencairkan fee kayu terhadap, koperasi Sungai Ara Perkasa. Padahal perusahaan sudah mengelola ribuan hektar lahan desa untuk ditanami kayu.

Rabu siang (13/8/13) sepontan saja warga berkumpul. Merekapun, menahan alat berat milik PT SAU. Tidak itu saja, warga mendesak pihak perusahaan datang ke desa Sungai Ara melakukan dialog. Hingga Rabu sore warga yang tergabung kepada koperasi Sungai Ara Perkasa menunggu kehadiran pihak perusahaan. Namun warga yang sudah berkumpul di Kantor desa, akan tetapi pihak perusahaan tak kunjung datang.

Berselang, beberapa saat kemudian, pihak perusahaan mengirim utusan, pihak Polsek Bunut mewakili pihak perusahaan, untuk melakukan dialog dan perundingan."Benar kami sudah menunggu, pihak perusahaan untuk melakukan perundingan, justru Kapolsek Bunut yang di utus menjumpai kami mewakili perusahaan," terang salah seorang anggota koperi Sungai Ara, Adep Riadi kepada riauterkini.

Dituturkannya, pihak perusahaan sudah mengelola ribuan hektar lahan milik desa Sungai Ara. Pengelola lahan itu, hanya bersifat peminjaman. Atas peminjaman lahan itu, perusahaan diwajibkan membayar fee sebagai bentuk peminjaman lahan.

"Namun, hingga saat ini, fee kayu yang dikelola oleh pihak perusahaan sebagai bentuk peminjaman lahan, tidak kunjung direalisasikan oleh pihak perusahaan," paparnya.

Ditempat terpisah, Humas PT SAU Raja Siahan yang dihubungi riauterkini melalui telepon genggamnya, mengaku tidak persis terkait penahanan alat berat milik PT SAU. Bahkan ia menegaskan, terkait persoalan itu dirinya tidak berkompenten.

"Saya tidak berkompeten menjelaskan, persoalan ini. Bahkan untuk penahanan alat berat itu saya belum tahu," tandasnya.***(feb)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
chang
perusahaan emang kayak gitulah,mentang2 punya uang banyak mau menang sendiri.pak polisi pun gitu juga,kami bukan anarkis.sikit2 kami tau jga hukum.yang kami tuntut hak kami,uang kami,milik kami itu yang kami ambil.kalau bapak d posisi kami,coba apa t

kadal
apo haaaammm...


Berita Hukum lainnya..........
- Ditahan Polisi Diduga Kelola Lahan PT SSL,
Ratusan Warga Desa Tumang, Siak Demo Minta Kadesnya Dibebaskan

- Tertangkap Tangan sedang Beraksi,
Pelaku Curanmor di Kampar Babak belur Dihajar Warga

- Perambahan Hutan Lindung,
Mantan Ketua DPRD Rohul Mangkir Dipanggil Polda

- Berhasil Sikat Pencuri Sapi,
Kadisnakan Rohul Puji Kinerja Polisi

- Dua Kali Mangkir, Maimanah Umar dan Anaknya akan Dipanggil Paksa
- Aturan Perda tak Jelas, Dinsos Pekanbaru Janji Tindak Tegas Gepeng
- Sidang Korupsi BRK cabang Rumbai,
Saksi Sebut Prosedural Pencairan Kredit Inisiatif Khairul Rusli



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 23.23.67.57
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com