Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Kamis, 29 September 2016 18:31
Pembangunan Lanjutan Siak IV Dilakukan Sistem Lelang Terbuka

Kamis, 29 September 2016 17:54
Wagubri tak Kunjung Terpilih, Kemendagri Minta Gubri Lakukan Konsolidasi Politik

Kamis, 29 September 2016 17:41
Keberatan Atas Putusan PN Rengat,
Wabup Kuansing Jelaskan Proses Kepemilikan Lahannya


Kamis, 29 September 2016 17:27
SK Honorer Bodong,
Rapat di Pekanbaru, Sekdakab Rohul Belum Penuhi Panggilan Penyidik


Kamis, 29 September 2016 17:22
Total Rp10,3 Triliun,
DPRD Riau dan Gubri Tanda Tangani Nota Kesepakatan KUPA-PPAS APBD-P 2016


Kamis, 29 September 2016 17:03
Bawa Sabu, Honorer Dinas TRCK Rohul dan Temannya Ditangkap Polisi

Kamis, 29 September 2016 16:43
Jadikan Anak Kurir Narkoba, Karmila Divonis 13 Tahun Penjara



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 15 Agustus 2013 17:27
Tuntut Fee Kayu, Warga Pelalawan Tahan Alat Berat PT SAU

Sekelompok warga Sei Ara, Pelalawan menahan alat berat PT SAU. Tindakan tersebut sebagai protes karena perusahaan tak membayar fee kayu yang diambil dari kawasan desa.

Riauterkini-PANGKALANKERINCI- Satu unit alat berat milik PT Selaras Abadi Utama (SAU) ditahan warga desa Sungai Ara Kecamatan Pelalawan. Pemicu penahanan tersebut lantaran pihak perusahaan tak kunjung membayar fee kayu kepada pihak warga.

Informasi yang dirangkum riauterkini dilapangan, Kamis (14/8/13) menyebutkan, penahanan alat berat itu dilakukan warga sejak, Rabu sore. Aksi penahanan alat berat tersebut diakibatkan oleh pihak PT SAU tidak kunjung mencairkan fee kayu terhadap, koperasi Sungai Ara Perkasa. Padahal perusahaan sudah mengelola ribuan hektar lahan desa untuk ditanami kayu.

Rabu siang (13/8/13) sepontan saja warga berkumpul. Merekapun, menahan alat berat milik PT SAU. Tidak itu saja, warga mendesak pihak perusahaan datang ke desa Sungai Ara melakukan dialog. Hingga Rabu sore warga yang tergabung kepada koperasi Sungai Ara Perkasa menunggu kehadiran pihak perusahaan. Namun warga yang sudah berkumpul di Kantor desa, akan tetapi pihak perusahaan tak kunjung datang.

Berselang, beberapa saat kemudian, pihak perusahaan mengirim utusan, pihak Polsek Bunut mewakili pihak perusahaan, untuk melakukan dialog dan perundingan."Benar kami sudah menunggu, pihak perusahaan untuk melakukan perundingan, justru Kapolsek Bunut yang di utus menjumpai kami mewakili perusahaan," terang salah seorang anggota koperi Sungai Ara, Adep Riadi kepada riauterkini.

Dituturkannya, pihak perusahaan sudah mengelola ribuan hektar lahan milik desa Sungai Ara. Pengelola lahan itu, hanya bersifat peminjaman. Atas peminjaman lahan itu, perusahaan diwajibkan membayar fee sebagai bentuk peminjaman lahan.

"Namun, hingga saat ini, fee kayu yang dikelola oleh pihak perusahaan sebagai bentuk peminjaman lahan, tidak kunjung direalisasikan oleh pihak perusahaan," paparnya.

Ditempat terpisah, Humas PT SAU Raja Siahan yang dihubungi riauterkini melalui telepon genggamnya, mengaku tidak persis terkait penahanan alat berat milik PT SAU. Bahkan ia menegaskan, terkait persoalan itu dirinya tidak berkompenten.

"Saya tidak berkompeten menjelaskan, persoalan ini. Bahkan untuk penahanan alat berat itu saya belum tahu," tandasnya.***(feb)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
chang
perusahaan emang kayak gitulah,mentang2 punya uang banyak mau menang sendiri.pak polisi pun gitu juga,kami bukan anarkis.sikit2 kami tau jga hukum.yang kami tuntut hak kami,uang kami,milik kami itu yang kami ambil.kalau bapak d posisi kami,coba apa t

kadal
apo haaaammm...


Berita Hukum lainnya..........
- Wagubri tak Kunjung Terpilih, Kemendagri Minta Gubri Lakukan Konsolidasi Politik
- Keberatan Atas Putusan PN Rengat,
Wabup Kuansing Jelaskan Proses Kepemilikan Lahannya

- SK Honorer Bodong,
Rapat di Pekanbaru, Sekdakab Rohul Belum Penuhi Panggilan Penyidik

- Bawa Sabu, Honorer Dinas TRCK Rohul dan Temannya Ditangkap Polisi
- Jadikan Anak Kurir Narkoba, Karmila Divonis 13 Tahun Penjara
- Polda Riau Tetapkan Tersangka Baru Kasus "Meranti Berdarah"
- Pemeriksaan Saksi Korupsi E-Learning Tuntas,
Pekan Depan Jaksa Tuntut Kadisdikpora Rohul dan Rekanan



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.91.156.176
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com