Untitled Document
Senin, 20 Jumadil Akhir 1435 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Senin, 21 April 2014 19:41
Cegah Pelecehan Seksual terhadap Anak-anak,
Pemko Instruksikan Disdik Buat Edaran


Senin, 21 April 2014 19:31
Besok, 3 Pelajar SMA Sederajat Ikuti UN Susulan di Dumai

Senin, 21 April 2014 19:29
Saksi Parpol Kecam Sikap Ketua KPU Dumai,
Ketua PPK Medang Kampai Akui Kesalahan


Senin, 21 April 2014 18:18
Raja M Zein Tutup Usia Disaat Anaknya Resmi Jabat Karo Humas Pemprov Riau

Senin, 21 April 2014 18:16
Pleno KPU Kembali Diskor, Ketua PPK Bonaidarussalam Mengaku Diintimidasi

Senin, 21 April 2014 18:14
KPU Rekom Pecat Petugas Pemilu Terbukti Curang

Senin, 21 April 2014 18:13
Pemuda di Tandun Rohul Ditemukan Tewas Tergantung



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 14 Agustus 2013 11:49
Pasca Lebaran, Tersangka Korupsi Gubri Kembali Diperiksa KPK

Untuk kali pertama pasca Idul Fitri, tersangka dua kasus korupsi Gubri M Rusli Zainal menjalani pemeriksaan penyidik KPK.

Riauterkini-JAKARTA- Tersangka kasus suap PON dan izin kehutanan yang juga gubernur Riau HM Rusli Zainal untuk pertama kalinya hari ini, Rabu (14/8/13) kembali diperiksa Penyidik KPK pasca lebaran. Pemeriksaan ini terkait dengan pengerjaan proyek venue PON ke XVIII di Riau.

M Rusli Zainal dijadwalkan diperiksa Penyidik KPK pada pukul 09.30 WIB di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta. Sebagaimana diketahui, selama ini M Rusli Zainal ditahan di Rutan KPK, Kuningan, Jakarta sehingga tak pernah terliput oleh media dan yang bersangkutan selalu hadir.

Pemeriksaan ini merupakan yang kesekian kalinya sejak ditahan KPK pada akhir Mei kemarin. Namun, anehnya kasus ini belum juga dilimpahkan ke persidangan melihat masa penahanan hanpir delapan puluh hari.

Memang KPK saat ini memeriksa M Rusli Zainal terkait pengerjaan proyek sejumlah venue PON Riau yang dianggab ada kejanggalan dalam proses pengerjaan proyeknya.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Bambang Widjayanto menyebutkan bahwa pihaknya belum akan melimpahkan kasus M Rusli Zainal ke persidangan selama masih dibutuhkan Penyidik KPK guna pengembangan kasus. Selain itu juga, Bambang menyebutkan pihaknya tidak berpatokan kepada masa tahanan.

"KPK kan tidak selalu harus berpatokan kepada masa penahanan. Kalau KPK masih merasa perlu, tentu bisa ditahan sampai KPK merasa cukup bukti," sebut mantan aktivis HAM ini.***(jor)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
KPK
pelajaran buat kalian semua ,,,bangsa indonesia menjadi seorang pemimpin tuh jangan orientasi duit,,,tapi pengabdian,, sebagai contoh kenapa abdi dalam keraton di yogyakarta ikhlas bekerja tanpa pamrih dirumah kesultanan yogya padahal gaji mereka rp.


Berita Hukum lainnya..........
- Pemuda di Tandun Rohul Ditemukan Tewas Tergantung
- Asisten I Minta Kos-kosan 70 Pintu di Jalan Puyuh Segera Dibongkar
- Palsukan Cek Perjalanan Dinas,
Staf Setwan DPRD Kampar Dituntut 6,5 Tahun Penjara

- Gondol Rp259 Juta,
Dua ATM BRI di Dua Lokasi Berbeda Digasak Maling

- Kapolres Meranti Ajak Pemuda Siapkan Diri Jadi Taruna Akpol
- Penyebab Kebakaran Kantor Bupati Inhil Tunggu Hasil Uji Puslabfor Polri
- Lili tak Terselamatkan, Korban Carry Maut di Kampar jadi Empat


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.205.160.82
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com