Untitled Document
Rabu, 17 Rajab 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Rabu, 6 Mei 2015 18:22
Bupati Bengkalis Minta PD Transfer Pengetahuan ke Aparatur Desa

Rabu, 6 Mei 2015 18:14
Kunker Asdep 4 Kemenko Polhukam RI,
Sekko Curhat Berbagai Persoalan Dumai


Rabu, 6 Mei 2015 18:10
‎DBH Bengkalis Turun, Dipastikan Tak Pengaruhi Program Unggulan di Desa

Rabu, 6 Mei 2015 17:58
BPMKB Pekanbaru Kekurangan Tenaga Penyuluh KB

Rabu, 6 Mei 2015 17:55
Bupati Pelalawam 'Curhat' ke Wapres Jusuf Kalla Masalah Blok Kampar

Rabu, 6 Mei 2015 17:51
Bersaksi dengan Uraian Air Mata,
Seorang Terdakwa Korupsi TPPU Migas Batam Mengaku Diancam Penyidik


Rabu, 6 Mei 2015 17:47
Menteri LHK Pimpin Rapat Penanggulangan Karhutla di Riau



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 14 Agustus 2013 11:49
Pasca Lebaran, Tersangka Korupsi Gubri Kembali Diperiksa KPK

Untuk kali pertama pasca Idul Fitri, tersangka dua kasus korupsi Gubri M Rusli Zainal menjalani pemeriksaan penyidik KPK.

Riauterkini-JAKARTA- Tersangka kasus suap PON dan izin kehutanan yang juga gubernur Riau HM Rusli Zainal untuk pertama kalinya hari ini, Rabu (14/8/13) kembali diperiksa Penyidik KPK pasca lebaran. Pemeriksaan ini terkait dengan pengerjaan proyek venue PON ke XVIII di Riau.

M Rusli Zainal dijadwalkan diperiksa Penyidik KPK pada pukul 09.30 WIB di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta. Sebagaimana diketahui, selama ini M Rusli Zainal ditahan di Rutan KPK, Kuningan, Jakarta sehingga tak pernah terliput oleh media dan yang bersangkutan selalu hadir.

Pemeriksaan ini merupakan yang kesekian kalinya sejak ditahan KPK pada akhir Mei kemarin. Namun, anehnya kasus ini belum juga dilimpahkan ke persidangan melihat masa penahanan hanpir delapan puluh hari.

Memang KPK saat ini memeriksa M Rusli Zainal terkait pengerjaan proyek sejumlah venue PON Riau yang dianggab ada kejanggalan dalam proses pengerjaan proyeknya.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Bambang Widjayanto menyebutkan bahwa pihaknya belum akan melimpahkan kasus M Rusli Zainal ke persidangan selama masih dibutuhkan Penyidik KPK guna pengembangan kasus. Selain itu juga, Bambang menyebutkan pihaknya tidak berpatokan kepada masa tahanan.

"KPK kan tidak selalu harus berpatokan kepada masa penahanan. Kalau KPK masih merasa perlu, tentu bisa ditahan sampai KPK merasa cukup bukti," sebut mantan aktivis HAM ini.***(jor)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
KPK
pelajaran buat kalian semua ,,,bangsa indonesia menjadi seorang pemimpin tuh jangan orientasi duit,,,tapi pengabdian,, sebagai contoh kenapa abdi dalam keraton di yogyakarta ikhlas bekerja tanpa pamrih dirumah kesultanan yogya padahal gaji mereka rp.


Berita Hukum lainnya..........
- Bersaksi dengan Uraian Air Mata,
Seorang Terdakwa Korupsi TPPU Migas Batam Mengaku Diancam Penyidik

- Uang Hasil TPPU Penyertaan Modal Rp300 M Bengkalis,
Terdakwa Gunakan untuk Bangun Sekolah Senilai Rp70 M

- 3 Pekerja Dituntut Hukuman Seumur Hidup,
Supir Pengangkut 8 Ton Ganja dan Penyuruhnya Dituntut Hukuman Mati

- Simpan Shabu, Pria Pengangguran di Dumai Ditangkap Polisi
- Gelapkan Dana Koptan Rp7,2 M,
Eksekusi Gagal, Basri Lubis Terancam Masuk DPO Kejari Rohul

- Ruang Sel Tahanan Mapolresta Pekanbaru Over Kapasitas
- Tes Urine Massal,
9 Oknum Polres Dumai Terindikasi Konsumsi Narkoba



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.211.86.24
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com