Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Kamis, 29 September 2016 11:39
Jelang Jatuh Tempo, Kantor Dispenda Pekanbaru Dipadati Wajib Pajak

Kamis, 29 September 2016 11:32
Gandeng Dishub dan Pelrsata Pekanbaru, Satpol PP Sosialisasikan Larangan Bongkar Muat Barang

Kamis, 29 September 2016 11:30
ASN Dilarang Belanja pada PKL di Kawasan Terlarang

Kamis, 29 September 2016 10:57
Serah-terima P2D,Gubri Pimpin Rakor Bersama Bupati Walikota

Kamis, 29 September 2016 10:53
Satpol PP Bakal Segel JPO Kropos jika tak Diperbaiki

Kamis, 29 September 2016 09:31
Mesin Keripik Antar Pemuda Rohul jadi Nominator Lomba Inovasi TTG 2016

Kamis, 29 September 2016 09:28
Simulasi PKD/AEE, Pesawat Gagal Mendarat dan Pembajakan di Bandara SSK II Pekabaru



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 24 Juli 2013 14:39
Pengembangan Suap PON,
Rahman Akil Diperiksa KPK untuk Tersangka Gubri


Penyidik KPK terus mengembangkan kasus suap PON. Saksi baru diperiksa atas nama Rahman Akil untuk tersangka Gubri M Rusli Zainal.

Riauterkini-JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan pengembangan kasus Tindak Pidana Korupsi (TPK) terkait pelaksaan kelanjutan pekerjaan venue PON ke XVIII di Riau. Hari ini, Rabu (24/7/13) Penyidik KPK memanggil Rahman Akil sebagai saksi atas kasus suap PON Riau atas tersangka Gubernur Riau HM Rusli Zainal.

Pemanggilan ini tak lepas dari penggeledahan yang dilakukan Penyidik KPK beberapa waktu lalu di kediaman M Akil dan Rahman Akil sendiri di Jakarta.

Dimana dari hasil penggeledahan tersebutlah, hari ini Penyidik KPK meminta keterangan Rahman Akil sebagai saksi. Rahman Akil sendiri disebut sebagai karyawan swasta oleh KPK dan dipanggil terkait pelaksanaan kelanjutan pekerjaan venue PON ke XVIII Riau.

Selain Rahman Akil yang diperiksa Penyidik KPK hari ini, ada juga nama Davis Yanuar Kurniadi yang merupakan Kuasa Direksi PT Mandiri Cipta Gemilang (St. Mritz Apartemen) dan Adi Pranowo yang juga Kuasa Direksi PT Mandiri Cipta Gemilang (St. Mritz Apartemen).

Sebelumnya, KPK menyebutkan kasus PON ini akan terus dikembangkan sampai ke pengadaan proyek venue-venue PON ke XVIII Riau. Dimana KPK menduga ada kejanggalan-kejanggalan dalam pengadaan dan tender proyek di sejumlah venue PON tersebut.

Ini dibuktikan dengan dipanggilnya tiga saksi dari pihak swasta dan perusahaan yang diduga ikut dalam tender proyek sejumlah venue-venue PON Riau.***(jor)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
saleh
Pak KPK, tolong periksa tender abal-abal RITOS lahan ex-MTQ. Pemilik RITOS sesungguhnya RZ, tp dimanipulasi, ecek2nya itu punya cina Bagan. Lalu lahan ex-Kantor Pertanian Prop. Riau juga punya RZ yang melalui simsilabim alias pencucian uang yang rumi


Berita Hukum lainnya..........
- Gandeng Dishub dan Pelrsata Pekanbaru, Satpol PP Sosialisasikan Larangan Bongkar Muat Barang
- Satpol PP Bakal Segel JPO Kropos jika tak Diperbaiki
- Simulasi PKD/AEE, Pesawat Gagal Mendarat dan Pembajakan di Bandara SSK II Pekabaru
- Rampok Perampas Truk Fuso di Tapung, Kampar Tertangkap di Sumut
- Pekerja PT. MAS Ditemukan Tewas di Kamar Perumahan Karyawan
- Polres Dumai Berhasil Padamkan Kebakaran Lahan Sawi
- Tewas Disambar Taksi,
Polisi Sebut Kecelakaan Maut di KH Nasution Akibat Korban Tidak Hati-hati



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 23.22.146.139
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com