Untitled Document
Jumat, 29 Zulhijjah 1435 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Jum’at, 24 Oktober 2014 17:12
Sebagai Ketua Fraksi PDI-P di DPRD Riau,
Ma'mun Solikhin Akan Gantikan Manahara Manurung


Jum’at, 24 Oktober 2014 17:03
Jelang MTQ Provinsi Riau di Inhil,
Bengkalis Mulai Gesa Pemantapan Kafilah


Jum’at, 24 Oktober 2014 16:56
Porprov VIII Riau di Inhu,
Lokasi Pertandingan Dipindah, Kontingen Sepakbola Kecewa


Jum’at, 24 Oktober 2014 16:49
Wabup Hadiri Syukuran Tempati Rumdis Dandim 0303 Bengkalis

Jum’at, 24 Oktober 2014 16:41
Miliki 1 Paket Sabu-sabu,
Polsek Kandis Bekuk Seorang Tersangka


Jum’at, 24 Oktober 2014 16:35
Seorang Pemuda di Rohul Gantung Diri di Ruang Tamu

Jum’at, 24 Oktober 2014 15:52
Rekomendasi Provinsi Riau Pesisir Mulai Dipermasalahkan Wakil Rakyat



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 24 Juli 2013 14:39
Pengembangan Suap PON,
Rahman Akil Diperiksa KPK untuk Tersangka Gubri


Penyidik KPK terus mengembangkan kasus suap PON. Saksi baru diperiksa atas nama Rahman Akil untuk tersangka Gubri M Rusli Zainal.

Riauterkini-JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan pengembangan kasus Tindak Pidana Korupsi (TPK) terkait pelaksaan kelanjutan pekerjaan venue PON ke XVIII di Riau. Hari ini, Rabu (24/7/13) Penyidik KPK memanggil Rahman Akil sebagai saksi atas kasus suap PON Riau atas tersangka Gubernur Riau HM Rusli Zainal.

Pemanggilan ini tak lepas dari penggeledahan yang dilakukan Penyidik KPK beberapa waktu lalu di kediaman M Akil dan Rahman Akil sendiri di Jakarta.

Dimana dari hasil penggeledahan tersebutlah, hari ini Penyidik KPK meminta keterangan Rahman Akil sebagai saksi. Rahman Akil sendiri disebut sebagai karyawan swasta oleh KPK dan dipanggil terkait pelaksanaan kelanjutan pekerjaan venue PON ke XVIII Riau.

Selain Rahman Akil yang diperiksa Penyidik KPK hari ini, ada juga nama Davis Yanuar Kurniadi yang merupakan Kuasa Direksi PT Mandiri Cipta Gemilang (St. Mritz Apartemen) dan Adi Pranowo yang juga Kuasa Direksi PT Mandiri Cipta Gemilang (St. Mritz Apartemen).

Sebelumnya, KPK menyebutkan kasus PON ini akan terus dikembangkan sampai ke pengadaan proyek venue-venue PON ke XVIII Riau. Dimana KPK menduga ada kejanggalan-kejanggalan dalam pengadaan dan tender proyek di sejumlah venue PON tersebut.

Ini dibuktikan dengan dipanggilnya tiga saksi dari pihak swasta dan perusahaan yang diduga ikut dalam tender proyek sejumlah venue-venue PON Riau.***(jor)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
saleh
Pak KPK, tolong periksa tender abal-abal RITOS lahan ex-MTQ. Pemilik RITOS sesungguhnya RZ, tp dimanipulasi, ecek2nya itu punya cina Bagan. Lalu lahan ex-Kantor Pertanian Prop. Riau juga punya RZ yang melalui simsilabim alias pencucian uang yang rumi


Berita Hukum lainnya..........
- Porprov VIII Riau di Inhu,
Lokasi Pertandingan Dipindah, Kontingen Sepakbola Kecewa

- Miliki 1 Paket Sabu-sabu,
Polsek Kandis Bekuk Seorang Tersangka

- Seorang Pemuda di Rohul Gantung Diri di Ruang Tamu
- Pelaku Judi Togel Diciduk Polres Kampar
- Ditinggal Shalat Jumat,
Maling Sikat Sepeda Motor Wartawan Riau Pos di Kantor Gubernur

- Diperiksa KPK di SPN Pekanbaru,
Zulkifli Yusuf Ngaku Cuma Ngantar Berkas, Zulher Pucat, Pimpinan Duta Palma Terbirit-Birit

- KPK Mulai Telusuri Aset dan Harta Kekayaan Gubri Nonaktif Annas Maamun


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.82.31.133
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com