Untitled Document
Rabu, 19 Syawwal 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Rabu, 5 Agustus 2015 11:11
Galeri Foto Peringatan HUT Koperasi ke 68 Pemko Pekanbaru

Rabu, 5 Agustus 2015 11:00
Wabup Rohul Dapat Dukungan dari Tokoh Adat di Rokan IV Koto

Rabu, 5 Agustus 2015 10:52
Dilantik Plt Gubri, Ahmadsyah Harofie Resmi Jabat Pj Bupati Bengkalis

Rabu, 5 Agustus 2015 10:42
Kini Hamil 7 Bulan,
Ayah Perkosa Anak Tiri di Inhil Berulang Kali


Rabu, 5 Agustus 2015 07:26
BP3AKB Inhil Undang Kak Seto untuk Peringatan Hari Anak Nasional 2015

Rabu, 5 Agustus 2015 07:24
Menara Bank Riau Kepri Gagal Mulai Ditempati 9 Agustus

Rabu, 5 Agustus 2015 07:21
Komisi I DPD Inhil Belajar Penerapan IPWL ke Kota Batam



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 24 Juli 2013 14:39
Pengembangan Suap PON,
Rahman Akil Diperiksa KPK untuk Tersangka Gubri


Penyidik KPK terus mengembangkan kasus suap PON. Saksi baru diperiksa atas nama Rahman Akil untuk tersangka Gubri M Rusli Zainal.

Riauterkini-JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan pengembangan kasus Tindak Pidana Korupsi (TPK) terkait pelaksaan kelanjutan pekerjaan venue PON ke XVIII di Riau. Hari ini, Rabu (24/7/13) Penyidik KPK memanggil Rahman Akil sebagai saksi atas kasus suap PON Riau atas tersangka Gubernur Riau HM Rusli Zainal.

Pemanggilan ini tak lepas dari penggeledahan yang dilakukan Penyidik KPK beberapa waktu lalu di kediaman M Akil dan Rahman Akil sendiri di Jakarta.

Dimana dari hasil penggeledahan tersebutlah, hari ini Penyidik KPK meminta keterangan Rahman Akil sebagai saksi. Rahman Akil sendiri disebut sebagai karyawan swasta oleh KPK dan dipanggil terkait pelaksanaan kelanjutan pekerjaan venue PON ke XVIII Riau.

Selain Rahman Akil yang diperiksa Penyidik KPK hari ini, ada juga nama Davis Yanuar Kurniadi yang merupakan Kuasa Direksi PT Mandiri Cipta Gemilang (St. Mritz Apartemen) dan Adi Pranowo yang juga Kuasa Direksi PT Mandiri Cipta Gemilang (St. Mritz Apartemen).

Sebelumnya, KPK menyebutkan kasus PON ini akan terus dikembangkan sampai ke pengadaan proyek venue-venue PON ke XVIII Riau. Dimana KPK menduga ada kejanggalan-kejanggalan dalam pengadaan dan tender proyek di sejumlah venue PON tersebut.

Ini dibuktikan dengan dipanggilnya tiga saksi dari pihak swasta dan perusahaan yang diduga ikut dalam tender proyek sejumlah venue-venue PON Riau.***(jor)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
saleh
Pak KPK, tolong periksa tender abal-abal RITOS lahan ex-MTQ. Pemilik RITOS sesungguhnya RZ, tp dimanipulasi, ecek2nya itu punya cina Bagan. Lalu lahan ex-Kantor Pertanian Prop. Riau juga punya RZ yang melalui simsilabim alias pencucian uang yang rumi


Berita Hukum lainnya..........
- Kini Hamil 7 Bulan,
Ayah Perkosa Anak Tiri di Inhil Berulang Kali

- Ungkap Suap RAPBD Riau, KPK Terkesan Enggan Beberkan Siapa Justice Collaborator
- Ketahuan Jalan dengan Selingkuhan,
Seorang Kepala Sekolah SD di Pekanbaru Aniaya Istrinya

- Ditangkap di Depan Ramayana Pekanbaru,
Buronan Spesialis Pecah Kaca Mobil Tumbang Ditembus Peluru

- Sejumlah Traffict Light "Ngawur" di Duri Mulai Diperbaiki
- Bawa Barang Ilegal, 3 Truk Ditangkap Polres Kampar
- 10 Pekerja Warung Remang-remang Ditangkap Tim Yustisi Kampar


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.145.44.134
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com