Untitled Document
Ahad, 29 Jumadil Akhir 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Ahad, 19 April 2015 19:21
Jelang UN, Bupati Rohul Minta Siswa SMP Percaya Diri dan Jujur

Ahad, 19 April 2015 19:18


Ahad, 19 April 2015 19:11
Eka Hospital Pekanbaru Gelar Community Gathering 2015

Ahad, 19 April 2015 19:04
Tingkat Perekonomian Masyarakat,
Dewan Minta Kerajinan dan Makanan Khas Inhil Dipromosikann


Ahad, 19 April 2015 17:33
Rumah Bulatan Tak Berpenghuni di Duri Ludes Dilalap Api

Ahad, 19 April 2015 17:13
600 Kg Minyak Goreng Tumpah, Wilmar Group Rugi Ratusan Juta

Ahad, 19 April 2015 17:08
Antisipasi Hak Diabaikan,
Buruh PT Hutahaean Rohul Bentuk Serikat Pekerja




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 24 Juli 2013 14:39
Pengembangan Suap PON,
Rahman Akil Diperiksa KPK untuk Tersangka Gubri


Penyidik KPK terus mengembangkan kasus suap PON. Saksi baru diperiksa atas nama Rahman Akil untuk tersangka Gubri M Rusli Zainal.

Riauterkini-JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan pengembangan kasus Tindak Pidana Korupsi (TPK) terkait pelaksaan kelanjutan pekerjaan venue PON ke XVIII di Riau. Hari ini, Rabu (24/7/13) Penyidik KPK memanggil Rahman Akil sebagai saksi atas kasus suap PON Riau atas tersangka Gubernur Riau HM Rusli Zainal.

Pemanggilan ini tak lepas dari penggeledahan yang dilakukan Penyidik KPK beberapa waktu lalu di kediaman M Akil dan Rahman Akil sendiri di Jakarta.

Dimana dari hasil penggeledahan tersebutlah, hari ini Penyidik KPK meminta keterangan Rahman Akil sebagai saksi. Rahman Akil sendiri disebut sebagai karyawan swasta oleh KPK dan dipanggil terkait pelaksanaan kelanjutan pekerjaan venue PON ke XVIII Riau.

Selain Rahman Akil yang diperiksa Penyidik KPK hari ini, ada juga nama Davis Yanuar Kurniadi yang merupakan Kuasa Direksi PT Mandiri Cipta Gemilang (St. Mritz Apartemen) dan Adi Pranowo yang juga Kuasa Direksi PT Mandiri Cipta Gemilang (St. Mritz Apartemen).

Sebelumnya, KPK menyebutkan kasus PON ini akan terus dikembangkan sampai ke pengadaan proyek venue-venue PON ke XVIII Riau. Dimana KPK menduga ada kejanggalan-kejanggalan dalam pengadaan dan tender proyek di sejumlah venue PON tersebut.

Ini dibuktikan dengan dipanggilnya tiga saksi dari pihak swasta dan perusahaan yang diduga ikut dalam tender proyek sejumlah venue-venue PON Riau.***(jor)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
saleh
Pak KPK, tolong periksa tender abal-abal RITOS lahan ex-MTQ. Pemilik RITOS sesungguhnya RZ, tp dimanipulasi, ecek2nya itu punya cina Bagan. Lalu lahan ex-Kantor Pertanian Prop. Riau juga punya RZ yang melalui simsilabim alias pencucian uang yang rumi


Berita Hukum lainnya..........
- Rumah Bulatan Tak Berpenghuni di Duri Ludes Dilalap Api
- 4 Pengedar 6 Kilogram Ganja Diamankan Polsek Mandau
- Sejumlah Bank "Hambat" Penuntasan Kasus TPPU Penyertaan Modal PT. BLJ Group Bengkalis
- Polsek Bukit Raya Ciduk Pencuri Kabel Tower XL Protelindo
- Resmi Dilarang, Wawako Dumai Perintahkan Disperindag Awasi Miras di Pengecer
- Siswi SMP di Inhu Dicabuli Abang Ipar di Kamar Mandi
- Polres Dumai Ciduk Tiga Maling Kabel Wilmar Group


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.163.83.66
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com