Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Rabu, 25 Mei 2016 13:41
Beralih Fungsi, Pedestrian Jalan Bernilai Milliaran di Duri Terancam Mubazir

Rabu, 25 Mei 2016 13:36
Kampung Kompak Narkoba Tetap Akan Jadi Target Polsek Bangko Rohil

Rabu, 25 Mei 2016 13:32
Batal Jalani Pemeriksaan, Jaksa Jadwalkan Panggil Ulang Bupati Meranti

Rabu, 25 Mei 2016 13:03
Aparat Polres Rohil Tangkap 9 Tersangka Narkoba

Rabu, 25 Mei 2016 13:00
Kos-kosan Mahasiswa di Panam Dirampok di Siang Bolong

Rabu, 25 Mei 2016 12:59
Buka MTQ ke-47, Bupati Kampar Minta Kegiatan Lebih Bermakna

Rabu, 25 Mei 2016 12:51
APBD 2016 Belum Bisa Digunakan, Pegawai Pemkab Rohul Andalkan Pegadaian



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 24 Juli 2013 14:39
Pengembangan Suap PON,
Rahman Akil Diperiksa KPK untuk Tersangka Gubri


Penyidik KPK terus mengembangkan kasus suap PON. Saksi baru diperiksa atas nama Rahman Akil untuk tersangka Gubri M Rusli Zainal.

Riauterkini-JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan pengembangan kasus Tindak Pidana Korupsi (TPK) terkait pelaksaan kelanjutan pekerjaan venue PON ke XVIII di Riau. Hari ini, Rabu (24/7/13) Penyidik KPK memanggil Rahman Akil sebagai saksi atas kasus suap PON Riau atas tersangka Gubernur Riau HM Rusli Zainal.

Pemanggilan ini tak lepas dari penggeledahan yang dilakukan Penyidik KPK beberapa waktu lalu di kediaman M Akil dan Rahman Akil sendiri di Jakarta.

Dimana dari hasil penggeledahan tersebutlah, hari ini Penyidik KPK meminta keterangan Rahman Akil sebagai saksi. Rahman Akil sendiri disebut sebagai karyawan swasta oleh KPK dan dipanggil terkait pelaksanaan kelanjutan pekerjaan venue PON ke XVIII Riau.

Selain Rahman Akil yang diperiksa Penyidik KPK hari ini, ada juga nama Davis Yanuar Kurniadi yang merupakan Kuasa Direksi PT Mandiri Cipta Gemilang (St. Mritz Apartemen) dan Adi Pranowo yang juga Kuasa Direksi PT Mandiri Cipta Gemilang (St. Mritz Apartemen).

Sebelumnya, KPK menyebutkan kasus PON ini akan terus dikembangkan sampai ke pengadaan proyek venue-venue PON ke XVIII Riau. Dimana KPK menduga ada kejanggalan-kejanggalan dalam pengadaan dan tender proyek di sejumlah venue PON tersebut.

Ini dibuktikan dengan dipanggilnya tiga saksi dari pihak swasta dan perusahaan yang diduga ikut dalam tender proyek sejumlah venue-venue PON Riau.***(jor)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
saleh
Pak KPK, tolong periksa tender abal-abal RITOS lahan ex-MTQ. Pemilik RITOS sesungguhnya RZ, tp dimanipulasi, ecek2nya itu punya cina Bagan. Lalu lahan ex-Kantor Pertanian Prop. Riau juga punya RZ yang melalui simsilabim alias pencucian uang yang rumi


Berita Hukum lainnya..........
- Kampung Kompak Narkoba Tetap Akan Jadi Target Polsek Bangko Rohil
- Batal Jalani Pemeriksaan, Jaksa Jadwalkan Panggil Ulang Bupati Meranti
- Aparat Polres Rohil Tangkap 9 Tersangka Narkoba
- Kos-kosan Mahasiswa di Panam Dirampok di Siang Bolong
- Dilantik, Marsudin Nainggolan Resmi Pimpin Pengadilan Negeri Pekanbaru
- Dua Bocah di Inhu Tewas Kecemplung Kolam Ikan Orang Tuanya
- Lanal Dumai Tangkap Dua Kapal Bawa Kayu Bakau Ilegal


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.80.171.68
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com