Untitled Document
Kamis, 23 Jumadil Akhir 1435 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Kamis, 24 April 2014 17:57
Panwaslu Minta KPU Serius Tuntaskan Pengalihan Suara Caleg PAN di Pekanbaru

Kamis, 24 April 2014 17:52
Gubri Annas Resmikan Museum Thionghoa di TMII

Kamis, 24 April 2014 17:50
Rp1,726 Triliun, Akhirnya APBD Rohul 2014 Disahkan DPRD

Kamis, 24 April 2014 17:48
Korban Dugaan Penggelembungan Suara,
Seorang Caleg Incumben DPRD Pekanbaru Terjungkal


Kamis, 24 April 2014 17:35
Siapa Yusmar Yusuf?
Dampingi Gubri Menghadap Mendagri dan Kunker ke Jakarta


Kamis, 24 April 2014 17:30
Baru Enam Parpol yang Laporkan Dana Kampanye ke KPU Riau

Kamis, 24 April 2014 17:29
Harga Merosot, Petani Karet Diminta Tingkatkan Mutu Bokar



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 24 Juli 2013 14:39
Pengembangan Suap PON,
Rahman Akil Diperiksa KPK untuk Tersangka Gubri


Penyidik KPK terus mengembangkan kasus suap PON. Saksi baru diperiksa atas nama Rahman Akil untuk tersangka Gubri M Rusli Zainal.

Riauterkini-JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan pengembangan kasus Tindak Pidana Korupsi (TPK) terkait pelaksaan kelanjutan pekerjaan venue PON ke XVIII di Riau. Hari ini, Rabu (24/7/13) Penyidik KPK memanggil Rahman Akil sebagai saksi atas kasus suap PON Riau atas tersangka Gubernur Riau HM Rusli Zainal.

Pemanggilan ini tak lepas dari penggeledahan yang dilakukan Penyidik KPK beberapa waktu lalu di kediaman M Akil dan Rahman Akil sendiri di Jakarta.

Dimana dari hasil penggeledahan tersebutlah, hari ini Penyidik KPK meminta keterangan Rahman Akil sebagai saksi. Rahman Akil sendiri disebut sebagai karyawan swasta oleh KPK dan dipanggil terkait pelaksanaan kelanjutan pekerjaan venue PON ke XVIII Riau.

Selain Rahman Akil yang diperiksa Penyidik KPK hari ini, ada juga nama Davis Yanuar Kurniadi yang merupakan Kuasa Direksi PT Mandiri Cipta Gemilang (St. Mritz Apartemen) dan Adi Pranowo yang juga Kuasa Direksi PT Mandiri Cipta Gemilang (St. Mritz Apartemen).

Sebelumnya, KPK menyebutkan kasus PON ini akan terus dikembangkan sampai ke pengadaan proyek venue-venue PON ke XVIII Riau. Dimana KPK menduga ada kejanggalan-kejanggalan dalam pengadaan dan tender proyek di sejumlah venue PON tersebut.

Ini dibuktikan dengan dipanggilnya tiga saksi dari pihak swasta dan perusahaan yang diduga ikut dalam tender proyek sejumlah venue-venue PON Riau.***(jor)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
saleh
Pak KPK, tolong periksa tender abal-abal RITOS lahan ex-MTQ. Pemilik RITOS sesungguhnya RZ, tp dimanipulasi, ecek2nya itu punya cina Bagan. Lalu lahan ex-Kantor Pertanian Prop. Riau juga punya RZ yang melalui simsilabim alias pencucian uang yang rumi


Berita Hukum lainnya..........
- Kapolres Janji Tindak Tegas Pelaku Pungli di Jalur Lintas Jurong, Mandau
- 29 Obyek Melanggar Aturan Menunggu Ditertibkan Satpol PP Pekanbaru
- Mantan Ajudan Gubri Said Faisal Segera Diadili
- 'Ogah' Bongkar Kos-kosan 70 Pintu, Satpol PP Berdalih Personil Minim
- Dishub Riau Dilematis Jalan Perda Nomor 5 Tahun 2013
- Polisi Gagalkan Upaya Pembongkaran ATM BCA
- Motor Dilarikan Kawan, Lapor ke Polsek Tenayan Raya Malah Dibentak-bentak


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.81.170.186
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com