Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Selasa, 3 Mei 2016 11:32
Kantor ke-144, Wako Dumai Resmikan Kedai Bank Riau Kepri Sungai Sembilan

Selasa, 3 Mei 2016 11:23
Bupati Kampar Terima Kunjungan Seskoad TNI AD

Selasa, 3 Mei 2016 11:18
Merapok Teman Kerjanya,
Guru Honor PPKN tak Tahan Hanya Bergaji Rp1,3 Juta


Selasa, 3 Mei 2016 11:05
Sekda dan Inspektorat Ditahan Kejagung, Bupati Bengkalis Langsung Siapkan Pengganti

Selasa, 3 Mei 2016 10:55
Personil Polair Ditangkap Aparat Malaysia,
Sedang Bertugas tapi Belum Diketahui Mengapa Bersama Tiga Warga Sipil


Selasa, 3 Mei 2016 09:49
Besar Kemungkinan Gubri Definitif Baru Dilantik Pekan Depan

Selasa, 3 Mei 2016 09:42
Buruh Bongkar Muat di PT. SAI Rohul Meninggal Usai Bongkar Sawit



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 24 Juli 2013 14:39
Pengembangan Suap PON,
Rahman Akil Diperiksa KPK untuk Tersangka Gubri


Penyidik KPK terus mengembangkan kasus suap PON. Saksi baru diperiksa atas nama Rahman Akil untuk tersangka Gubri M Rusli Zainal.

Riauterkini-JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan pengembangan kasus Tindak Pidana Korupsi (TPK) terkait pelaksaan kelanjutan pekerjaan venue PON ke XVIII di Riau. Hari ini, Rabu (24/7/13) Penyidik KPK memanggil Rahman Akil sebagai saksi atas kasus suap PON Riau atas tersangka Gubernur Riau HM Rusli Zainal.

Pemanggilan ini tak lepas dari penggeledahan yang dilakukan Penyidik KPK beberapa waktu lalu di kediaman M Akil dan Rahman Akil sendiri di Jakarta.

Dimana dari hasil penggeledahan tersebutlah, hari ini Penyidik KPK meminta keterangan Rahman Akil sebagai saksi. Rahman Akil sendiri disebut sebagai karyawan swasta oleh KPK dan dipanggil terkait pelaksanaan kelanjutan pekerjaan venue PON ke XVIII Riau.

Selain Rahman Akil yang diperiksa Penyidik KPK hari ini, ada juga nama Davis Yanuar Kurniadi yang merupakan Kuasa Direksi PT Mandiri Cipta Gemilang (St. Mritz Apartemen) dan Adi Pranowo yang juga Kuasa Direksi PT Mandiri Cipta Gemilang (St. Mritz Apartemen).

Sebelumnya, KPK menyebutkan kasus PON ini akan terus dikembangkan sampai ke pengadaan proyek venue-venue PON ke XVIII Riau. Dimana KPK menduga ada kejanggalan-kejanggalan dalam pengadaan dan tender proyek di sejumlah venue PON tersebut.

Ini dibuktikan dengan dipanggilnya tiga saksi dari pihak swasta dan perusahaan yang diduga ikut dalam tender proyek sejumlah venue-venue PON Riau.***(jor)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
saleh
Pak KPK, tolong periksa tender abal-abal RITOS lahan ex-MTQ. Pemilik RITOS sesungguhnya RZ, tp dimanipulasi, ecek2nya itu punya cina Bagan. Lalu lahan ex-Kantor Pertanian Prop. Riau juga punya RZ yang melalui simsilabim alias pencucian uang yang rumi


Berita Hukum lainnya..........
- Merapok Teman Kerjanya,
Guru Honor PPKN tak Tahan Hanya Bergaji Rp1,3 Juta

- Sekda dan Inspektorat Ditahan Kejagung, Bupati Bengkalis Langsung Siapkan Pengganti
- Personil Polair Ditangkap Aparat Malaysia,
Sedang Bertugas tapi Belum Diketahui Mengapa Bersama Tiga Warga Sipil

- Buruh Bongkar Muat di PT. SAI Rohul Meninggal Usai Bongkar Sawit
- Merampok Teman Sekerja, Guru Honor di Pekanbaru Ditangkap Polisi
- Banyak Pejabat Bengkalis Tersangkut Korupsi, Masyarakat Duri Prihatin
- Korupsi Modal PT BLJ Rp300 M,
Sekda dan Kepala Inspektorat Bengkalis Ditahan Kejagung



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.147.25.42
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com