Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Sabtu, 5 September 2015 12:14
Agen Togel di Rohul Ditangkap Polisi saat Merekap Nomor di Warung

Sabtu, 5 September 2015 12:11
Bupati Rohil Silaturahmi Dengan Masyarakat Bagansinembah Barat

Sabtu, 5 September 2015 11:55
Peserta Pilkada Rohul Tebar 'Intel' Intai Kecurangan Lawan

Sabtu, 5 September 2015 09:06
Kepala Dinas Pendapatan Daerah Inhil Meninggal Dunia

Sabtu, 5 September 2015 09:04
Mendadak Dipanggil Presiden, Plt Gubri Berangkat ke Jakarta via Padang

Sabtu, 5 September 2015 07:33
Jarak Pandang 700 Meter, Kedatangan Pesawat di Bandara SSK II Masih Terhambat

Sabtu, 5 September 2015 07:32
Hidayat Hamid Terima SK Kepengurusan KNPI Inhil



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 24 Juli 2013 14:39
Pengembangan Suap PON,
Rahman Akil Diperiksa KPK untuk Tersangka Gubri


Penyidik KPK terus mengembangkan kasus suap PON. Saksi baru diperiksa atas nama Rahman Akil untuk tersangka Gubri M Rusli Zainal.

Riauterkini-JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan pengembangan kasus Tindak Pidana Korupsi (TPK) terkait pelaksaan kelanjutan pekerjaan venue PON ke XVIII di Riau. Hari ini, Rabu (24/7/13) Penyidik KPK memanggil Rahman Akil sebagai saksi atas kasus suap PON Riau atas tersangka Gubernur Riau HM Rusli Zainal.

Pemanggilan ini tak lepas dari penggeledahan yang dilakukan Penyidik KPK beberapa waktu lalu di kediaman M Akil dan Rahman Akil sendiri di Jakarta.

Dimana dari hasil penggeledahan tersebutlah, hari ini Penyidik KPK meminta keterangan Rahman Akil sebagai saksi. Rahman Akil sendiri disebut sebagai karyawan swasta oleh KPK dan dipanggil terkait pelaksanaan kelanjutan pekerjaan venue PON ke XVIII Riau.

Selain Rahman Akil yang diperiksa Penyidik KPK hari ini, ada juga nama Davis Yanuar Kurniadi yang merupakan Kuasa Direksi PT Mandiri Cipta Gemilang (St. Mritz Apartemen) dan Adi Pranowo yang juga Kuasa Direksi PT Mandiri Cipta Gemilang (St. Mritz Apartemen).

Sebelumnya, KPK menyebutkan kasus PON ini akan terus dikembangkan sampai ke pengadaan proyek venue-venue PON ke XVIII Riau. Dimana KPK menduga ada kejanggalan-kejanggalan dalam pengadaan dan tender proyek di sejumlah venue PON tersebut.

Ini dibuktikan dengan dipanggilnya tiga saksi dari pihak swasta dan perusahaan yang diduga ikut dalam tender proyek sejumlah venue-venue PON Riau.***(jor)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
saleh
Pak KPK, tolong periksa tender abal-abal RITOS lahan ex-MTQ. Pemilik RITOS sesungguhnya RZ, tp dimanipulasi, ecek2nya itu punya cina Bagan. Lalu lahan ex-Kantor Pertanian Prop. Riau juga punya RZ yang melalui simsilabim alias pencucian uang yang rumi


Berita Hukum lainnya..........
- Agen Togel di Rohul Ditangkap Polisi saat Merekap Nomor di Warung
- Cabuli IRT, Karyawan PT. KUS Rohul Dilaporkan ke Polisi
- Diancam Celurit, Uang Rp92 Juta Milik Pedagang Tembilahan Dirampok
- Polres Kampar Amankan Pelaku Judi Togel
- Satu Tersangka Ditembak Bagian Paha,
Dua Perampok Ditangkap Satreskrim Polres Rohul

- Ditikam 8 Liang, Warga Mandau, Bengkalis Tewas Bersimbah Darah
- Layanan Operator Seluler di Bagansiapiapi Amburadul


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.226.25.231
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com