Untitled Document
Jumat, 24 Zulqaidah 1435 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Kamis, 18 September 2014 23:12
Dishub Dumai Uji Emisi dan Sosialisasikan UU 6/2014

Kamis, 18 September 2014 22:57
Merasa 'tak Dianggap', Wawako Dumai Ajak Istri Tinggalkan Acara

Kamis, 18 September 2014 21:08
Malam ini, Seorang Anak di Meranti Nyaris Jadi Korban Penculikan

Kamis, 18 September 2014 20:44
Wagubri Nyaris Ditipu Pria Pengaku Wartawan Kompas

Kamis, 18 September 2014 19:06
BPB Damkar Pekanbaru Buka Posko Tanggap Darurat Asap

Kamis, 18 September 2014 19:02
Rayakan Ultah ke-10,
Enoki Berikan Service Spesial untuk Mitra dan Konsumen


Kamis, 18 September 2014 18:59
Wawako Dumai Minta Penanganan Transportasi Diptimalkan



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 24 Juli 2013 14:39
Pengembangan Suap PON,
Rahman Akil Diperiksa KPK untuk Tersangka Gubri


Penyidik KPK terus mengembangkan kasus suap PON. Saksi baru diperiksa atas nama Rahman Akil untuk tersangka Gubri M Rusli Zainal.

Riauterkini-JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan pengembangan kasus Tindak Pidana Korupsi (TPK) terkait pelaksaan kelanjutan pekerjaan venue PON ke XVIII di Riau. Hari ini, Rabu (24/7/13) Penyidik KPK memanggil Rahman Akil sebagai saksi atas kasus suap PON Riau atas tersangka Gubernur Riau HM Rusli Zainal.

Pemanggilan ini tak lepas dari penggeledahan yang dilakukan Penyidik KPK beberapa waktu lalu di kediaman M Akil dan Rahman Akil sendiri di Jakarta.

Dimana dari hasil penggeledahan tersebutlah, hari ini Penyidik KPK meminta keterangan Rahman Akil sebagai saksi. Rahman Akil sendiri disebut sebagai karyawan swasta oleh KPK dan dipanggil terkait pelaksanaan kelanjutan pekerjaan venue PON ke XVIII Riau.

Selain Rahman Akil yang diperiksa Penyidik KPK hari ini, ada juga nama Davis Yanuar Kurniadi yang merupakan Kuasa Direksi PT Mandiri Cipta Gemilang (St. Mritz Apartemen) dan Adi Pranowo yang juga Kuasa Direksi PT Mandiri Cipta Gemilang (St. Mritz Apartemen).

Sebelumnya, KPK menyebutkan kasus PON ini akan terus dikembangkan sampai ke pengadaan proyek venue-venue PON ke XVIII Riau. Dimana KPK menduga ada kejanggalan-kejanggalan dalam pengadaan dan tender proyek di sejumlah venue PON tersebut.

Ini dibuktikan dengan dipanggilnya tiga saksi dari pihak swasta dan perusahaan yang diduga ikut dalam tender proyek sejumlah venue-venue PON Riau.***(jor)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
saleh
Pak KPK, tolong periksa tender abal-abal RITOS lahan ex-MTQ. Pemilik RITOS sesungguhnya RZ, tp dimanipulasi, ecek2nya itu punya cina Bagan. Lalu lahan ex-Kantor Pertanian Prop. Riau juga punya RZ yang melalui simsilabim alias pencucian uang yang rumi


Berita Hukum lainnya..........
- Malam ini, Seorang Anak di Meranti Nyaris Jadi Korban Penculikan
- Wagubri Nyaris Ditipu Pria Pengaku Wartawan Kompas
- Tipu Teman, Wanita 34 Tahun Ditangkap Polisi
- Polsek Mandau Bekuk Pelaku Curanmor di Duri
- Anggota Denpom TNI AD Ditangkap Miliki Narkoba
- Sindikat Penipuan, 12 WNA Ditangkap,
Polresta Koordinasi dengan Mabes Polri

- PU Koran Riau Dijambret, Rp50 Juta Lesap


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.87.93.1
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com