Untitled Document
Jumat, 5 Safar 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Kamis, 27 Nopember 2014 20:26
Menunggu Diperbaiki Pemerintah,
Masyarakat Tanjung Medan Rohil Perbaiki Jalan Amblas


Kamis, 27 Nopember 2014 20:22
Pemodal Ilog Rohil Masih Dicari Polisi

Kamis, 27 Nopember 2014 19:52
Wawako Dumai Buka Peringatan HPS Ke-34

Kamis, 27 Nopember 2014 19:49
IBI Ranting Baganbatu, Rohil Gelar Seminar Sehari

Kamis, 27 Nopember 2014 19:25
Ekowisata Siak "Mati",
Disparpora Akan Menggantinya dengan Wisata Air dan Kampung Adat


Kamis, 27 Nopember 2014 19:11
Wawako Dumai Pimpin Upacara HUT PGRI dan HGN 2014

Kamis, 27 Nopember 2014 19:02
Februari Puncak Hujan,
BNPB Ingatkan Daerah Rawan Banjir dan Longsor untuk Waspada




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 24 Juli 2013 14:39
Pengembangan Suap PON,
Rahman Akil Diperiksa KPK untuk Tersangka Gubri


Penyidik KPK terus mengembangkan kasus suap PON. Saksi baru diperiksa atas nama Rahman Akil untuk tersangka Gubri M Rusli Zainal.

Riauterkini-JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan pengembangan kasus Tindak Pidana Korupsi (TPK) terkait pelaksaan kelanjutan pekerjaan venue PON ke XVIII di Riau. Hari ini, Rabu (24/7/13) Penyidik KPK memanggil Rahman Akil sebagai saksi atas kasus suap PON Riau atas tersangka Gubernur Riau HM Rusli Zainal.

Pemanggilan ini tak lepas dari penggeledahan yang dilakukan Penyidik KPK beberapa waktu lalu di kediaman M Akil dan Rahman Akil sendiri di Jakarta.

Dimana dari hasil penggeledahan tersebutlah, hari ini Penyidik KPK meminta keterangan Rahman Akil sebagai saksi. Rahman Akil sendiri disebut sebagai karyawan swasta oleh KPK dan dipanggil terkait pelaksanaan kelanjutan pekerjaan venue PON ke XVIII Riau.

Selain Rahman Akil yang diperiksa Penyidik KPK hari ini, ada juga nama Davis Yanuar Kurniadi yang merupakan Kuasa Direksi PT Mandiri Cipta Gemilang (St. Mritz Apartemen) dan Adi Pranowo yang juga Kuasa Direksi PT Mandiri Cipta Gemilang (St. Mritz Apartemen).

Sebelumnya, KPK menyebutkan kasus PON ini akan terus dikembangkan sampai ke pengadaan proyek venue-venue PON ke XVIII Riau. Dimana KPK menduga ada kejanggalan-kejanggalan dalam pengadaan dan tender proyek di sejumlah venue PON tersebut.

Ini dibuktikan dengan dipanggilnya tiga saksi dari pihak swasta dan perusahaan yang diduga ikut dalam tender proyek sejumlah venue-venue PON Riau.***(jor)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
saleh
Pak KPK, tolong periksa tender abal-abal RITOS lahan ex-MTQ. Pemilik RITOS sesungguhnya RZ, tp dimanipulasi, ecek2nya itu punya cina Bagan. Lalu lahan ex-Kantor Pertanian Prop. Riau juga punya RZ yang melalui simsilabim alias pencucian uang yang rumi


Berita Hukum lainnya..........
- Pemodal Ilog Rohil Masih Dicari Polisi
- Korupsi KUR Rp 3 Miliar,
Kejari Rengat Tahan Mantan Karyawan BRI Inhu

- Polres Dumai Musnahkan Sabu Senilai Rp1,5 Miliar
- Kasus Penyertaan Modal ke PT BLJ Rp300 M
Kejari Bengkalis Temukan 165 Aliran Dana Bermasalah

- Tiga Perwira Menengah di Polres Rohul Jalani Sertijab
- Tersangka Karhutla, UKP4 Minta Tiga Petinggi PT NSP Dihukum Berat
- Berkas Perkara Korupsi Semenisasi TPA Pelalawan Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Pekanbaru


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.198.25.229
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com