Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Senin, 27 Juni 2016 12:18
Pendemo Desak Walikota Pekanbaru Segera Tuntaskan Horor Sampah

Senin, 27 Juni 2016 11:02
Gandeng Sejumlah Mitra, IZI Riau Ajak 306 Anak Yatim Belanja Pakaian Lebaran

Senin, 27 Juni 2016 10:57
H Jufri Zubir Hadir di Acara Buka Bersama KNPI Pekanbaru

Senin, 27 Juni 2016 10:38
KBRI Minta Malaysia Beri Akses Temui 19 Nelayan Asal Rohil

Senin, 27 Juni 2016 07:42
Bagikan Kornet dan Layanan Kesehatan,
Rumah Zakat Menebar Cahaya Qur,an di Pedalaman Inhu


Senin, 27 Juni 2016 07:37
Bawa Sabu dari Batam, Warga Inil Ditangkap Begitu Turun dari Kapal

Senin, 27 Juni 2016 07:35
Dicurigai Maling Ternak, Tiga Pria Dihajar Warga Kampar Kiri dan Mobilnya Dibakar



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 24 Juli 2013 14:39
Pengembangan Suap PON,
Rahman Akil Diperiksa KPK untuk Tersangka Gubri


Penyidik KPK terus mengembangkan kasus suap PON. Saksi baru diperiksa atas nama Rahman Akil untuk tersangka Gubri M Rusli Zainal.

Riauterkini-JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan pengembangan kasus Tindak Pidana Korupsi (TPK) terkait pelaksaan kelanjutan pekerjaan venue PON ke XVIII di Riau. Hari ini, Rabu (24/7/13) Penyidik KPK memanggil Rahman Akil sebagai saksi atas kasus suap PON Riau atas tersangka Gubernur Riau HM Rusli Zainal.

Pemanggilan ini tak lepas dari penggeledahan yang dilakukan Penyidik KPK beberapa waktu lalu di kediaman M Akil dan Rahman Akil sendiri di Jakarta.

Dimana dari hasil penggeledahan tersebutlah, hari ini Penyidik KPK meminta keterangan Rahman Akil sebagai saksi. Rahman Akil sendiri disebut sebagai karyawan swasta oleh KPK dan dipanggil terkait pelaksanaan kelanjutan pekerjaan venue PON ke XVIII Riau.

Selain Rahman Akil yang diperiksa Penyidik KPK hari ini, ada juga nama Davis Yanuar Kurniadi yang merupakan Kuasa Direksi PT Mandiri Cipta Gemilang (St. Mritz Apartemen) dan Adi Pranowo yang juga Kuasa Direksi PT Mandiri Cipta Gemilang (St. Mritz Apartemen).

Sebelumnya, KPK menyebutkan kasus PON ini akan terus dikembangkan sampai ke pengadaan proyek venue-venue PON ke XVIII Riau. Dimana KPK menduga ada kejanggalan-kejanggalan dalam pengadaan dan tender proyek di sejumlah venue PON tersebut.

Ini dibuktikan dengan dipanggilnya tiga saksi dari pihak swasta dan perusahaan yang diduga ikut dalam tender proyek sejumlah venue-venue PON Riau.***(jor)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
saleh
Pak KPK, tolong periksa tender abal-abal RITOS lahan ex-MTQ. Pemilik RITOS sesungguhnya RZ, tp dimanipulasi, ecek2nya itu punya cina Bagan. Lalu lahan ex-Kantor Pertanian Prop. Riau juga punya RZ yang melalui simsilabim alias pencucian uang yang rumi


Berita Hukum lainnya..........
- Pendemo Desak Walikota Pekanbaru Segera Tuntaskan Horor Sampah
- KBRI Minta Malaysia Beri Akses Temui 19 Nelayan Asal Rohil
- Bawa Sabu dari Batam, Warga Inil Ditangkap Begitu Turun dari Kapal
- Dicurigai Maling Ternak, Tiga Pria Dihajar Warga Kampar Kiri dan Mobilnya Dibakar
- Lelang Proyek Dianggap Bermasalah,
Sejumlah Kontraktor Bersiap Perkarakan Dinas BMSDA Kuansing

- Mandra Ditangkap Polisi,
Diduga Perampas Honda Beat Milik Perias Pengantin di Rohul

- Nelayan yang Hilang di Sungai Ditemukan Sudah Meninggal Dunia


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 107.22.93.79
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com