Untitled Document
Kamis, 23 Jumadil Akhir 1435 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Kamis, 24 April 2014 12:47
Hardiknas, Bakal Digelar PCR Edu Expo 2014 di Mal SKA

Kamis, 24 April 2014 11:36
Caleg Golkar, Abdullah Berpeluang Jadi Ketua DPRD Rohil

Kamis, 24 April 2014 11:35
Pengurus Kohati HMI Badko Riau-Kepri Kunjungi Riauterkini.com

Kamis, 24 April 2014 11:32
Baru Honor Guru Bantu Provinsi Kabupaten Inhil Dicairkan

Kamis, 24 April 2014 10:42
Bupati Meranti Kaget Gaji Guru Honor Belum Dibayar

Kamis, 24 April 2014 10:36
Lahan Kampus Diserahkan ke BPN, Mahasiswa AMIK Protes Pemkab Meranti

Kamis, 24 April 2014 08:24
Pimpinan DPR Riau Berpotensi Didominasi Politisi Perempuan



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 8 Juli 2013 19:42
Tak Terima Dituding Lakukan Penggelapan,
Bendahara KPU Rohul Siap Beberkan Aliran Dana Hibah Rp 1,7 M


Tak terima dituduh gelapkan dana hibah sebesar Rp1,7 miliar, Bendaharawan KPU Rohul mengacam akan membebeerkan aliran dana itu di persidangan.

Riauterkini-PEKANBARU-Bendahara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Heppy Noviardi membantah telah menggelapkan dana hibah sebesar Rp1,7 miliar. Dana tersebut digunakan untuk membayar hutang akibat sejumlah "kebijakan".

"Saya akan beberkan nanti siapa saja dan pejabat mana saja yang menikmati kucuran dana tersebut," katanya kepada sejumlah wartawan di salah satu restoran di Pekanbaru.

Ditekannya, Bank Indonesia (BI) telah melakukan pengecekan terhadap rekening pribadi dirinya dan keluarganya tetapi tidak ditemukan dana tersebut.

"Ini membuktikan dana yang Rp1,7 miliar itu bukan saya pribadi yang memakannya, tetapi ada sejumlah pejabat di Rohul. Data dan bukti siapa saja yang kecipratan dana hibah sejak tahun 2010-2012 itu nanti akan saya beberkan di persidangan," ancamnya.

Salah satu contoh penggunaaan dana hibah itu adalah untuk memperlicin lolosnya anggaran untuk KPU yang diminta oleh oknum orang Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rohul berinisial B yang kini menjabat kepala dinas.

Waktu itu, Ketua KPU Rohul dianggap tidak mendukung pencalonan Achmad untuk yang periode kedua, sehingga ketika dia terpilih sebagai Bupati Rohul, Achmad disposisi untuk pencaiaran dana diulur-ulur sampai 11 bulan lamanya.

Untuk membayar gaji pegawai honorer, KPU lalu berhutang kepada pihak rentenir. Nyawa Heppy menjadi terancam, karana salah satu tempat dirinya berhutang menagih utang dengan membawa senjata tajam.

Heppy juga mengaku siap diperiksa dan audit harta kekayaannya. Tetapi dia juga meminta aparat kepolisian juga memeriksa oknum Komisioner KPU Kabupaten Rohul, Sekretaris KPU, bahkan hingga ke staf yang paling rendah. Selain itu, beberapa pejabat di luar KPU terutama J, Bendahara Hibah DPKA Rohul yang harta kekayaan tidak wajar.

"Saya tidak ingin dijadikan tumbal seorang diri. Saya akan ungkap semua yang menerima uang hibah itu di persidangan nanti," ancamnya.

Seperti diberitakan riauterkini.com, Jumat (5/7/2013), Bendaharawan KPU Heppy Noviardi dilaporkan ke Polres Rohul oleh Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Jaharuddin SP,MM. Heppy dilaporkan ke polisi karena disangka telah melakukan penggelapan dana hibah KPU Rohul sebesar Rp.1,7 miliar yang bersumber dari APBD Rohul tahun anggaran 2012.***(son)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Udo Awak
Makonyo sebagai aparatur negara, kodopan pahami tupoksinyo sebagai Bendahara pak..Jangan kangkangi aturan yang ada.Berani berbuat berani bertanggung %@!*b

Ardison
keluarga dari mana....?

H. Rano dan keluarga
Beliau inikan keponakan nya ketua DPRD Rohul, (KACAN) sebaiknya periksa juga lah Beliau tu....jangan2 ini hanya politik pak kacan aja dalam mencari sensasional,.... karena beliau ni takut tidak teerpilih pada pemilihan yg akan datang.....mau kerja ap

simpati
semoga allah memberikan & ketabahan, kebenaran di dunia selalu ditentukan oleh sistem kekuasaan dan kepentingan yang berkelompok....

harjono
pakai Pengacara Nov!, karena Pejabat Rohul sulit dijadikan tersangka. masalahnya mereka selalu didoakan di IC agar lepas dari dosa dosanya. kumpulkan semua bukti bukti jangan sampai hilang. terutama Pejabat keuangan yg selalu minta uang pelicin jika

kawan lamo
Mantap p.. beberkan samiang sadonyo, bia urang tahu bapo bobroknyo Aparatur Rohul ko, yg selalu bujubah hilie mudiek... .

kawan lamo
Mantap p.. beberkan samiang sadonyo, bia urang tahu bapo bobroknyo Aparatur Rohul ko, yg selalu bujubah hilie mudiek... .

ACHMAD
Jangan tanggung- tanggung ya nov... Jika saya terlibat sampaikan saja dengan seterang-terangnya agar masyarakat tahu bagaimana kondisi pemerintah kita dan masyarakat Riau tahu siapa saya sebenarnya...

Napi
Jangan di beberkan di persidangan pak, beberkan di BAP pak.. Percuma aja.. Saran org yg pernah menghadapi sidang tipikor....


Berita Hukum lainnya..........
- Motor Dilarikan Kawan, Lapor ke Polsek Tenayan Raya Malah Dibentak-bentak
- Nestapa Keluarga Petani Tersangka Karhutla,
Salma Kini Harus Merawat Dua Anak dan Kebun Ubi

- Panwaslu Inhu Didesak Lanjutkan Kasus Dugaan Penggelembungan Suara di PPK Pasirpenyu
- Lampu Templok Picu Kebakaran Ludeskan Rumah Warga Rokan IV Koto
- Truk Boks Terguling di Depan Mapolres Kuansing
- Diduga jadi Tempat Mesum,
Rumah Rektor UNISI Tembilahan Dikepung Warga

- Dari Mabes Polri dan Kejagung RI,
Berkas Tersangka Direktur PT Karya Dayun Dilimpahkan ke Kejari Siak



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.205.221.22
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com