Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 21 Januari 2017 14:00
Proyek Jaringan Internet Rp2 Miliar Pemko Dumai Diduga Tak Prosedural

Sabtu, 21 Januari 2017 13:23
Fly Over Ska Batal, Diganti dengan Underpass

Sabtu, 21 Januari 2017 13:19
Digelari Bapak Pembangunan Desa yang Religi,
Masyarakat GAS Dukung Wardan Lanjutkan Pembangunan Inhil Lima Tahun Lagi


Sabtu, 21 Januari 2017 11:43
Bupati Inhil Kukuhkan Forum Kepala Desa dan Relawan GAS di Teluk Pinang

Sabtu, 21 Januari 2017 11:02
Hamdan, M Nasir dan Surya Irianto Tiga Nama Hasil Pansel Calon Sekko Dumai

Sabtu, 21 Januari 2017 10:41
Kebakaran Ludeskan Rumah dan Ranmor Warga Pulau Kijang, Inhil

Sabtu, 21 Januari 2017 07:26
Segera Dilantik jadi Pj Wako Pekanbaru, Edwar Sanger Minta Dukungan

Sabtu, 21 Januari 2017 07:22
Diduga Masih Beli Kebun Kelapa Warga GAS,
PT CPK Dianggap Langgar Komitmen dengan Bupati Inhil


Sabtu, 21 Januari 2017 07:19
Ketua Demisioner IPRY Kuansing Desak Forkomakusi Gelar Mubes

Sabtu, 21 Januari 2017 07:13
Bertemu Kader PKB,
Irvan Herman Tegaskan Pentingnya Pemimpin Setia Satu Istri




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 5 Juli 2013 17:39
Terlibat Peredaran Narkotika,
Dua Personil Lanud Roesmin Nurjadin Diciduk BNN


Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap enam tersangka peredaran narkotika. Dua di antaranya oknum personil Lanud Roesmin Nurdjadin Pekanbaru.

Riauterkini-PEKANBARU- Setelah penggerebekan judi di XP Club oleh Tim Bareskrim Mabes Polri, beberapa waktu yang lalu, giliran Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mengungkap jaringan narkoba di salah satu club malam ternama itu. BNN juga mengungkap bahwa 2 dari 6 orang tersangka adalah oknum TNI AU dari Pangkalan Angkatan Udara Roesmin Nurdjadin Pekanbaru.

Kepala BNNP Riau, Kombes Pol. Bambang Setiawan didampingi Ketua Tim dari BNN RI, Kombes Pol. Slamet Pribadi mengatakan ini adalah bukti bahwa tidak semua aparat membekingi arena hiburan malam. "Kita membela negara. Tidak ada membela mafia," tegas Kombes Pol. Slamet Pribadi.

Enam tersangka tersebut masing-masing berinisial, KS, BW (oknum TNI AU), JC, RY, AM dan S. Kini, enam tersangka tersebut sudah diamankan ke Markas BNN RI, Jakarta untuk penyidikan lebih lanjut.

Dari informasi yang berhasil dirangkum, awalnya anggota menangkap BW, JC serta RY pada Selasa (2/7/13) sekitar pukul 11.00 WIB, di Perumahan Jondul. Petugas menangkap tangan di dalam mobil milik tersangka BW 300 butir ekstasi.

Malam berikutnya, Kamis (4/7/13) dini hari, petugas menangkap AM dan S di arena hiburan malam XP Club, Jalan Sudirman, Pekanbaru. Di sana, turut diamankan seratusan butir pil ekstasi sebagai barang bukti.

Setelah itu, Jumat (5/7/13) dini hari, ditangkaplah gembong besar jaringan tersebut yang berinisial KS, di salah satu Hotel ternama yang ada di Pekanbaru.

"Kita menangkapnya di Hotel. Dan kita menemukan beberpaa pket sabu siap edar yang masing-masing berisi 10 gram," jelas Kombes Pol. Slamet Pribadi.

Diungkapkan Kombes Pol. Slamet Pribadi, jaringan tersebut sudah diincar dan diintai oleh BNN RI semenjak 5 bulan yang lalu. "Kita sudah 5 bulan melacak mereka. Kini tersangka diamankan di BNN Jakarta guna penyidikan lebih lanjut," jelasnya.

Selain itu, ia berjanji akan mengembangkan dan tidak menutup kemungkinan ada penambahan tersangka lain. "Namun, kalau terkait pemilik club malam tersebut, kita belum bisa memastikan. Karena sulit untuk menjerat mereka," ungkapnya.

Tersangka-tersangka itu dijerat melanggar Undang-Undang nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman maksimal hukuman mati.

Diserahkan ke POM TNI AU di Jakarta

Sementara itu Komanan Lanud Roesmin Nurdjadin Kolonel Penerbang Andywan saat dihubungi riauterkinicom membenarkan adanya penangkapan dua personilnya oleh tim BNN.

"Memang benar. Keduanya saat ini masih dalam proses pemeriksaan POM TNI AU. Kita serahkan perosesnya kepada aturan yang ada," tururnya.

Dikatkaan Andywan, mekanisme untuk pelanggaran prajurit sudah jelas. Jika nantinya terbukti bersalah, ada sanksi tegas yang mengancam. Sementara jika tidak terbukti bersalah, dibebaskan dan hak-haknya sebagai prajurit TNI AU dikembalikan.

Lebih lanjut Andywan mengatakan, bahwa kedua personil TNI AU tersebut saat sudah diserahkan BNN kepada POM TNI. "Keduanya ditahan POM TNI AU di Jakarta," demikian penjelasannya.

Sementara itu, dari di rumah salah seorang personil TNI AU yang ditangkap, yakni di Jalan Iklas Gang Mantri No.10 Bukitraya, Jumat (5/7/13) siang terlihat sejumlah personil POM TNI AU datang. Tidak ada keterangan sama sekali mengenai tujuan kedatangan personil POM AU rumah yang tergolong megah di banding rumah lainnya di sekitar tersebut. ***(gem)





Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Putra inhil selatan
Penangkapan ini seakan memberikan cambuk bgi yg lain nya?dan harus di hukum seberat2 nya tanpa ampun,


Berita Hukum lainnya..........
- Kebakaran Ludeskan Rumah dan Ranmor Warga Pulau Kijang, Inhil
- Diduga Masih Beli Kebun Kelapa Warga GAS,
PT CPK Dianggap Langgar Komitmen dengan Bupati Inhil

- Cegah Bahaya Ngelem,
KOMPAK Berikan Apresiasi Kepada Jajaran Polres Inhil

- Datangi Kompolnas,
KontraS Serahkan Hasil Investigasi Kasus Meranti Berdarah

- Polsek KSKP Tembilahan Limpahkan Kasus Kepabeanan ke Bea dan Cukai Tembilahan
- Pencuri Sepeda Motor Milik Petani Rohil Akhirnya Ditangkap
- Sempat Bebas, MA RI Hukum Mualim Kapal MT Sentana Terjerat TPPU Migas Batam


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 174.129.78.73
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com