Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Jum’at, 12 Pebruari 2016 21:53
Tempat dan Waktu Pelantikan 4 Kepala Daerah di Riau Berpotensi Berubah

Jum’at, 12 Pebruari 2016 21:51
Effendi Simbolon Dianggap Hina Puak Melayu, Geramm Geruduk DPD PDIP Riau

Jum’at, 12 Pebruari 2016 21:42
Polisi Sukses Amankan Demo Warga Rantau Bais di PT CPI di Rohil

Jum’at, 12 Pebruari 2016 21:37
Dituding Lontarkan Tudingan Ngawur, Wabup Kuansing Tunjuk Bukti Surat Sekda

Jum’at, 12 Pebruari 2016 20:49
BRK Bantu Korban Banjir di Kampar

Jum’at, 12 Pebruari 2016 20:42


Jum’at, 12 Pebruari 2016 20:25
Curi Sawit Milik PTPN III, IRT di Meranti Makmur, Rohil Ditangkap Polisi



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 5 Juli 2013 17:20
Bendahara KPU Rohul Diduga Gelapkan Dana Hibah 2012 Rp 1,7 M

Diduga terjadi penggelapan dana hibah tahun 2012 untuk KPU Rokan Hulu. Pelakunya, indikasi awalnya oknum bendahara.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Rokan Hulu diterpa kabar miring seputar dugaan korupsi. Oknum Bendahara KPU Rohul berinisial 'E' diduga menggelapkan dana hibah sebesar Rp.1,7 miliar.

Soal dugaan penggelapan dana hibah turut dibenarkan Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Rohul, Jaharuddin SP,MM. Jahar mengakui dugaan penggelapan dana hibah sebesar Rp.1,7 miliar bersumber dari APBD Rohul tahun anggaran 2012 lalu, sudah dilaporkan ke Polres Rohul.

"Lebih jelasnya silahkan konfirmasi kepada pihak Polres Rokan Hulu saja," kata Jahar kepada wartawan, Jumat (5/7/2013).

Berdasarkan beberapa informasi dirangkum, dana hibah tersebut dipergunakan untuk dana operasional KPU Rohul. Untuk mencairkan dana ke DPPKA Rohul, diduga oknum PNS ini men-scanner tanda tangan Sekretaris KPU Rohul, Sariaman.

Soal dugaan tanda tangan yang di-scanner, Sekretaris KPU Rohul, Sariaman, turut membenarkan. Ia mengaku untuk proses pencairan dana hibah tersebut, tanda tangan nya di-scanner oleh 'E' tanpa persetujuannya.

Soal pencairannya sendiri, Sariaman mengakui sudah bertemu dengan bendahara tersebut dan diakui dana hibah miliaran rupiah tersebut sudah dicairkan.

"Saya sudah menjumpainya. Memang dana sudah dicairkan. Tapi saya heran, mengapa orang bank berani mencairkan uang secara tunai padahal uang itu sangat besar," kata Sariaman.

Menanggapi dugaan penggelapan, Kapolres Rohul AKBP. H. Onny Trimurti Nugroho, dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim Polres AKP Syahruddin Tanjung, mengakui sudah ada laporan dari DPPKA.

Menurut Kasat Reskrim, dugaan kasus baru sebatas laporan awal. "Kita akan melakukan penyelidikan yang intens, apakah ada pidananya atau tidak. Ini memerlukan rentan waktu," jelas AKP Syahruddin Tanjung kepada riauterkinicom via selulernya, Jumat sore.***(zal)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Andika
Dasar bendahara maling,bisa2nya nyruri uang pemda!!

RANI
YA ALLAH BERIKN KSABARAN UNTUK SAUDARA KU, BERIKAN DIA JALAN1

rani
kalau sudah begini pasti yang disalahkan bendaharanya... padahal siapa sih yg kenyang??? sabar ya Pak ben... usud aja kasus ini lebih dalam..

hamba Allah
Seorang bendahara hanya staf gol II, hal tersebut bisa terjadi tentu karna banyak melayani pengeluaran dari banyak pihak yg tidak prosedural, kasus ini harus diungkap lebih jauh kebelakang, tentu ada banyak hal yg melatarbelakanginya


Berita Hukum lainnya..........
- Effendi Simbolon Dianggap Hina Puak Melayu, Geramm Geruduk DPD PDIP Riau
- Polisi Sukses Amankan Demo Warga Rantau Bais di PT CPI di Rohil
- Curi Sawit Milik PTPN III, IRT di Meranti Makmur, Rohil Ditangkap Polisi
- Dua Pengguna Narkoba Ditangkap Polsek Bagansinembah, Rohil
- Dikira Komplotan Pengedar Narkoba,
Lucky Jadi Korban Salah Tangkap Polisi di Pekanbaru

- Miliki Ganja, Seorang Buruh di Minas, Siak Ditangkap Polisi
- Polsek Pujud Rohil Bekuk Empat Pelaku Curat Rumah Kosong


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 107.20.75.63
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com