Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Ahad, 30 Agustus 2015 21:58
Wide School Fasilitasi Perguruan Tinggi Riau Diskusi Bersama KUIM Malaysia

Ahad, 30 Agustus 2015 21:25
Ledakan Tabung Gas Elpji 12 Kg Makan Dua Korban di Dumai

Ahad, 30 Agustus 2015 21:21
Besok Plt Gubri Lantik Pejabat Eselon III dan IV

Ahad, 30 Agustus 2015 21:19
Disaksikan Ratusan Bikers, Honda CDN Gelar Nonton Bareng MotoGP

Ahad, 30 Agustus 2015 19:43
Kapolres Meranti Remikan Objek Pariwisata Pantai Beting Beras

Ahad, 30 Agustus 2015 19:36


Ahad, 30 Agustus 2015 19:33
Kabut Asap,
Kualitas Udara di Rohul Belum Ganggu Kesehatan




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 5 Juli 2013 17:20
Bendahara KPU Rohul Diduga Gelapkan Dana Hibah 2012 Rp 1,7 M

Diduga terjadi penggelapan dana hibah tahun 2012 untuk KPU Rokan Hulu. Pelakunya, indikasi awalnya oknum bendahara.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Rokan Hulu diterpa kabar miring seputar dugaan korupsi. Oknum Bendahara KPU Rohul berinisial 'E' diduga menggelapkan dana hibah sebesar Rp.1,7 miliar.

Soal dugaan penggelapan dana hibah turut dibenarkan Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Rohul, Jaharuddin SP,MM. Jahar mengakui dugaan penggelapan dana hibah sebesar Rp.1,7 miliar bersumber dari APBD Rohul tahun anggaran 2012 lalu, sudah dilaporkan ke Polres Rohul.

"Lebih jelasnya silahkan konfirmasi kepada pihak Polres Rokan Hulu saja," kata Jahar kepada wartawan, Jumat (5/7/2013).

Berdasarkan beberapa informasi dirangkum, dana hibah tersebut dipergunakan untuk dana operasional KPU Rohul. Untuk mencairkan dana ke DPPKA Rohul, diduga oknum PNS ini men-scanner tanda tangan Sekretaris KPU Rohul, Sariaman.

Soal dugaan tanda tangan yang di-scanner, Sekretaris KPU Rohul, Sariaman, turut membenarkan. Ia mengaku untuk proses pencairan dana hibah tersebut, tanda tangan nya di-scanner oleh 'E' tanpa persetujuannya.

Soal pencairannya sendiri, Sariaman mengakui sudah bertemu dengan bendahara tersebut dan diakui dana hibah miliaran rupiah tersebut sudah dicairkan.

"Saya sudah menjumpainya. Memang dana sudah dicairkan. Tapi saya heran, mengapa orang bank berani mencairkan uang secara tunai padahal uang itu sangat besar," kata Sariaman.

Menanggapi dugaan penggelapan, Kapolres Rohul AKBP. H. Onny Trimurti Nugroho, dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim Polres AKP Syahruddin Tanjung, mengakui sudah ada laporan dari DPPKA.

Menurut Kasat Reskrim, dugaan kasus baru sebatas laporan awal. "Kita akan melakukan penyelidikan yang intens, apakah ada pidananya atau tidak. Ini memerlukan rentan waktu," jelas AKP Syahruddin Tanjung kepada riauterkinicom via selulernya, Jumat sore.***(zal)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Andika
Dasar bendahara maling,bisa2nya nyruri uang pemda!!

RANI
YA ALLAH BERIKN KSABARAN UNTUK SAUDARA KU, BERIKAN DIA JALAN1

rani
kalau sudah begini pasti yang disalahkan bendaharanya... padahal siapa sih yg kenyang??? sabar ya Pak ben... usud aja kasus ini lebih dalam..

hamba Allah
Seorang bendahara hanya staf gol II, hal tersebut bisa terjadi tentu karna banyak melayani pengeluaran dari banyak pihak yg tidak prosedural, kasus ini harus diungkap lebih jauh kebelakang, tentu ada banyak hal yg melatarbelakanginya


Berita Hukum lainnya..........
- Ledakan Tabung Gas Elpji 12 Kg Makan Dua Korban di Dumai
- Diancam Pakai Pisau, Warga Pekanbaru Diculik Oknum Polisi Rohil
- Ditemukan Mayat Mr. X Korban Tabrak Lari di Pinggir, Bengkalis
- Polisi Dibantu TNI Amankan 32 Motor Pembalap Liar di Pekanbaru
- Kembali, Polsek Mandau Amankan Puluhan Motor Bali di Duri
- Jendela Kantor Posmetro Rohil Dicongkel Maling, Dua HP Wartawan Raib
- Diduga Dipicu Dendam, Polisi Buru Pembunuh Warga Bagansiapipi


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.221.45.195
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com