Untitled Document
Kamis, 23 Jumadil Akhir 1435 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Kamis, 24 April 2014 15:32
Masih Banyak Warnet di Rohul Belum Kantongi Izin

Kamis, 24 April 2014 15:20
Gagal Nyaleg, Ketua DPRD Riau Pilih Back to Campus

Kamis, 24 April 2014 15:13
Besok, Gubri Hadiri Undangan Presiden Peringati Hari Otda

Kamis, 24 April 2014 14:54
Bupati Bengkalis Buka Pencanangan Bulan Bhakti IBI KB Kes Tingkat Kabupaten di Desa Selatbaru

Kamis, 24 April 2014 14:43
Perlu Diperbaiki Segera,
Pelabuhan Wisata Religi Syekh Abdurrahman Siddik Memprihatinkan


Kamis, 24 April 2014 14:37
Polda Riau Tak Pernah Periksa Maimanah Umar dan Putrinya sebagai Tersangka

Kamis, 24 April 2014 14:34
Dua Hari, TMP Penyewaan Baru Akan Diujicoba



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 5 Juli 2013 17:20
Bendahara KPU Rohul Diduga Gelapkan Dana Hibah 2012 Rp 1,7 M

Diduga terjadi penggelapan dana hibah tahun 2012 untuk KPU Rokan Hulu. Pelakunya, indikasi awalnya oknum bendahara.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Rokan Hulu diterpa kabar miring seputar dugaan korupsi. Oknum Bendahara KPU Rohul berinisial 'E' diduga menggelapkan dana hibah sebesar Rp.1,7 miliar.

Soal dugaan penggelapan dana hibah turut dibenarkan Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Rohul, Jaharuddin SP,MM. Jahar mengakui dugaan penggelapan dana hibah sebesar Rp.1,7 miliar bersumber dari APBD Rohul tahun anggaran 2012 lalu, sudah dilaporkan ke Polres Rohul.

"Lebih jelasnya silahkan konfirmasi kepada pihak Polres Rokan Hulu saja," kata Jahar kepada wartawan, Jumat (5/7/2013).

Berdasarkan beberapa informasi dirangkum, dana hibah tersebut dipergunakan untuk dana operasional KPU Rohul. Untuk mencairkan dana ke DPPKA Rohul, diduga oknum PNS ini men-scanner tanda tangan Sekretaris KPU Rohul, Sariaman.

Soal dugaan tanda tangan yang di-scanner, Sekretaris KPU Rohul, Sariaman, turut membenarkan. Ia mengaku untuk proses pencairan dana hibah tersebut, tanda tangan nya di-scanner oleh 'E' tanpa persetujuannya.

Soal pencairannya sendiri, Sariaman mengakui sudah bertemu dengan bendahara tersebut dan diakui dana hibah miliaran rupiah tersebut sudah dicairkan.

"Saya sudah menjumpainya. Memang dana sudah dicairkan. Tapi saya heran, mengapa orang bank berani mencairkan uang secara tunai padahal uang itu sangat besar," kata Sariaman.

Menanggapi dugaan penggelapan, Kapolres Rohul AKBP. H. Onny Trimurti Nugroho, dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim Polres AKP Syahruddin Tanjung, mengakui sudah ada laporan dari DPPKA.

Menurut Kasat Reskrim, dugaan kasus baru sebatas laporan awal. "Kita akan melakukan penyelidikan yang intens, apakah ada pidananya atau tidak. Ini memerlukan rentan waktu," jelas AKP Syahruddin Tanjung kepada riauterkinicom via selulernya, Jumat sore.***(zal)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Andika
Dasar bendahara maling,bisa2nya nyruri uang pemda!!

RANI
YA ALLAH BERIKN KSABARAN UNTUK SAUDARA KU, BERIKAN DIA JALAN1

rani
kalau sudah begini pasti yang disalahkan bendaharanya... padahal siapa sih yg kenyang??? sabar ya Pak ben... usud aja kasus ini lebih dalam..

hamba Allah
Seorang bendahara hanya staf gol II, hal tersebut bisa terjadi tentu karna banyak melayani pengeluaran dari banyak pihak yg tidak prosedural, kasus ini harus diungkap lebih jauh kebelakang, tentu ada banyak hal yg melatarbelakanginya


Berita Hukum lainnya..........
- Mantan Ajudan Gubri Said Faisal Segera Diadili
- 'Ogah' Bongkar Kos-kosan 70 Pintu, Satpol PP Berdalih Personil Minim
- Dishub Riau Dilematis Jalan Perda Nomor 5 Tahun 2013
- Polisi Gagalkan Upaya Pembongkaran ATM BCA
- Motor Dilarikan Kawan, Lapor ke Polsek Tenayan Raya Malah Dibentak-bentak
- Nestapa Keluarga Petani Tersangka Karhutla,
Salma Kini Harus Merawat Dua Anak dan Kebun Ubi

- Panwaslu Inhu Didesak Lanjutkan Kasus Dugaan Penggelembungan Suara di PPK Pasirpenyu


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.237.95.6
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com