Untitled Document
Rabu, 2 Syawwal 1435 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Rabu, 30 Juli 2014 09:13
Penjelasan Tertulis Bank Mandiri Terkait Dugaan Pembobolan Rekening di Duri

Rabu, 30 Juli 2014 08:12
Salam Idul Fitri Perwira Polda Riau dari Negeri Konflik Sudan

Rabu, 30 Juli 2014 01:19
Idul Fitri H+2, Istana Siak Dipadati Wisatawan

Selasa, 29 Juli 2014 19:08
Puluhan Lapak PKL di Jalan Agus Salim Dibongkar Eksavator

Selasa, 29 Juli 2014 18:22
Open House Hari Kedua di Rumdis Gubri,
Tanpa Tuan Rumah dan Tamu tak Disuguhi Makanan Sedikitpun


Selasa, 29 Juli 2014 17:40
Bank Mandiri Duri Himbau Nasabah Kebobolan Rekening Segera Melapor

Selasa, 29 Juli 2014 17:33
Satelit Terra dan Aqua Deteksi 143 Titik Hot Spot di Riau



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 5 Juli 2013 17:20
Bendahara KPU Rohul Diduga Gelapkan Dana Hibah 2012 Rp 1,7 M

Diduga terjadi penggelapan dana hibah tahun 2012 untuk KPU Rokan Hulu. Pelakunya, indikasi awalnya oknum bendahara.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Rokan Hulu diterpa kabar miring seputar dugaan korupsi. Oknum Bendahara KPU Rohul berinisial 'E' diduga menggelapkan dana hibah sebesar Rp.1,7 miliar.

Soal dugaan penggelapan dana hibah turut dibenarkan Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Rohul, Jaharuddin SP,MM. Jahar mengakui dugaan penggelapan dana hibah sebesar Rp.1,7 miliar bersumber dari APBD Rohul tahun anggaran 2012 lalu, sudah dilaporkan ke Polres Rohul.

"Lebih jelasnya silahkan konfirmasi kepada pihak Polres Rokan Hulu saja," kata Jahar kepada wartawan, Jumat (5/7/2013).

Berdasarkan beberapa informasi dirangkum, dana hibah tersebut dipergunakan untuk dana operasional KPU Rohul. Untuk mencairkan dana ke DPPKA Rohul, diduga oknum PNS ini men-scanner tanda tangan Sekretaris KPU Rohul, Sariaman.

Soal dugaan tanda tangan yang di-scanner, Sekretaris KPU Rohul, Sariaman, turut membenarkan. Ia mengaku untuk proses pencairan dana hibah tersebut, tanda tangan nya di-scanner oleh 'E' tanpa persetujuannya.

Soal pencairannya sendiri, Sariaman mengakui sudah bertemu dengan bendahara tersebut dan diakui dana hibah miliaran rupiah tersebut sudah dicairkan.

"Saya sudah menjumpainya. Memang dana sudah dicairkan. Tapi saya heran, mengapa orang bank berani mencairkan uang secara tunai padahal uang itu sangat besar," kata Sariaman.

Menanggapi dugaan penggelapan, Kapolres Rohul AKBP. H. Onny Trimurti Nugroho, dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim Polres AKP Syahruddin Tanjung, mengakui sudah ada laporan dari DPPKA.

Menurut Kasat Reskrim, dugaan kasus baru sebatas laporan awal. "Kita akan melakukan penyelidikan yang intens, apakah ada pidananya atau tidak. Ini memerlukan rentan waktu," jelas AKP Syahruddin Tanjung kepada riauterkinicom via selulernya, Jumat sore.***(zal)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Andika
Dasar bendahara maling,bisa2nya nyruri uang pemda!!

RANI
YA ALLAH BERIKN KSABARAN UNTUK SAUDARA KU, BERIKAN DIA JALAN1

rani
kalau sudah begini pasti yang disalahkan bendaharanya... padahal siapa sih yg kenyang??? sabar ya Pak ben... usud aja kasus ini lebih dalam..

hamba Allah
Seorang bendahara hanya staf gol II, hal tersebut bisa terjadi tentu karna banyak melayani pengeluaran dari banyak pihak yg tidak prosedural, kasus ini harus diungkap lebih jauh kebelakang, tentu ada banyak hal yg melatarbelakanginya


Berita Hukum lainnya..........
- Puluhan Lapak PKL di Jalan Agus Salim Dibongkar Eksavator
- Bank Mandiri Duri Himbau Nasabah Kebobolan Rekening Segera Melapor
- Dua Nyawa Melayang di Jalanan Riau di Hari Raya Idul Fitri 1435 Hihriyah
- Sejumlah Nasabah Mandiri di Duri Merasa Rekeningnya Dibobol
- H-1 Lebaran, Arus Mudik di Riau Rengut 14 Korban Jiwa
- Motor Senggor Kios Bensin Picu Kebakaran di Reteh, Inhil
- Tiga Tewas dan Delapan Hilang,
Kapal Tujuan Bengkalis Tenggelam di Malaysia



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 50.17.88.74
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com