Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Kamis, 26 Mei 2016 19:29
Bupati Harris Luncurkan BLUD Puskesmas di Kerumutan

Selasa, 24 Mei 2016 19:19
Pemko Pekanbaru Wacanakan Jadikan Sungai Siak Tempat Wisata Terapung

Kamis, 26 Mei 2016 19:05
Suap APBD Riau, KPK Sebut Segera Panggil Johar Firdaus dan Suparman Lagi

Kamis, 26 Mei 2016 18:55
Tradisi Jelang Ramadhan, Warga Bangun Purba Rohul Goro Massal

Kamis, 26 Mei 2016 18:49
Selama Ramadhan Hingga Lebaran Sekolah di Dumai Diliburkan

Kamis, 26 Mei 2016 18:45
Pegawai Disnakertrans Dumai Dapat Pemahaman Soal ISO 9001

Kamis, 26 Mei 2016 18:39
Wakil Rakyat Harapkan Wagubri Harus Berkomitmen dan Satu Visi dengan Gubri



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 5 Juli 2013 17:20
Bendahara KPU Rohul Diduga Gelapkan Dana Hibah 2012 Rp 1,7 M

Diduga terjadi penggelapan dana hibah tahun 2012 untuk KPU Rokan Hulu. Pelakunya, indikasi awalnya oknum bendahara.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Rokan Hulu diterpa kabar miring seputar dugaan korupsi. Oknum Bendahara KPU Rohul berinisial 'E' diduga menggelapkan dana hibah sebesar Rp.1,7 miliar.

Soal dugaan penggelapan dana hibah turut dibenarkan Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Rohul, Jaharuddin SP,MM. Jahar mengakui dugaan penggelapan dana hibah sebesar Rp.1,7 miliar bersumber dari APBD Rohul tahun anggaran 2012 lalu, sudah dilaporkan ke Polres Rohul.

"Lebih jelasnya silahkan konfirmasi kepada pihak Polres Rokan Hulu saja," kata Jahar kepada wartawan, Jumat (5/7/2013).

Berdasarkan beberapa informasi dirangkum, dana hibah tersebut dipergunakan untuk dana operasional KPU Rohul. Untuk mencairkan dana ke DPPKA Rohul, diduga oknum PNS ini men-scanner tanda tangan Sekretaris KPU Rohul, Sariaman.

Soal dugaan tanda tangan yang di-scanner, Sekretaris KPU Rohul, Sariaman, turut membenarkan. Ia mengaku untuk proses pencairan dana hibah tersebut, tanda tangan nya di-scanner oleh 'E' tanpa persetujuannya.

Soal pencairannya sendiri, Sariaman mengakui sudah bertemu dengan bendahara tersebut dan diakui dana hibah miliaran rupiah tersebut sudah dicairkan.

"Saya sudah menjumpainya. Memang dana sudah dicairkan. Tapi saya heran, mengapa orang bank berani mencairkan uang secara tunai padahal uang itu sangat besar," kata Sariaman.

Menanggapi dugaan penggelapan, Kapolres Rohul AKBP. H. Onny Trimurti Nugroho, dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim Polres AKP Syahruddin Tanjung, mengakui sudah ada laporan dari DPPKA.

Menurut Kasat Reskrim, dugaan kasus baru sebatas laporan awal. "Kita akan melakukan penyelidikan yang intens, apakah ada pidananya atau tidak. Ini memerlukan rentan waktu," jelas AKP Syahruddin Tanjung kepada riauterkinicom via selulernya, Jumat sore.***(zal)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Andika
Dasar bendahara maling,bisa2nya nyruri uang pemda!!

RANI
YA ALLAH BERIKN KSABARAN UNTUK SAUDARA KU, BERIKAN DIA JALAN1

rani
kalau sudah begini pasti yang disalahkan bendaharanya... padahal siapa sih yg kenyang??? sabar ya Pak ben... usud aja kasus ini lebih dalam..

hamba Allah
Seorang bendahara hanya staf gol II, hal tersebut bisa terjadi tentu karna banyak melayani pengeluaran dari banyak pihak yg tidak prosedural, kasus ini harus diungkap lebih jauh kebelakang, tentu ada banyak hal yg melatarbelakanginya


Berita Hukum lainnya..........
- Suap APBD Riau, KPK Sebut Segera Panggil Johar Firdaus dan Suparman Lagi
- Seorang Kabur, Mahasiswa UIN Bakar Motor Maling dan Hajar Pelaku
- Penasehat Hukum LIH Patahkan Semua Dasar Tuntutan Jaksa
- Kodim 0321 Rohil Amankan Delapan Ton Bawang Ilegal Asal Malaysia
- Mardiana, Pemalsu AJB Tanah di Pekanbaru Dihukum 1 Tahun 2 Bulan
- 72 Pelanggaran Terjadi Sepanjang Operasi Penumbar di Duri dan Pinggir, Bengkalis
- Diduga Jadi Pintu Masuk Penyeludupan,
Polres Pelalawan Tingkatkan Pengamanan Perairan Teluk Meranti



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.196.9.38
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com