Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 25 Mei 2018 07:43
Wasyarakat Kuantan Mudik, Kuansing Siap Menangkan Syamsuar-Edy

Jum’at, 25 Mei 2018 07:40
Hindari Korupsi, 50 Aparatur Desa di Bengkalis Digembleng Soal Hukum

Jum’at, 25 Mei 2018 07:37
Pembina SBAI Tim Garuda Jaya Yuyun Hidayat Buka Seleksi Pemain U-16

Jum’at, 25 Mei 2018 07:33
IMA Chapter Pekanbaru Gelar Goes to Campus di FEB Unri

Jum’at, 25 Mei 2018 07:27
Ibu-Ibu Pengajian Al Hidayah Perawang Tetap Solid Dukung Paslon Nomor 4

Kamis, 24 Mei 2018 21:55
Miliki Sabu-sabu dalam LP,
Baru Bebas, Napi LP Bangkinang Ini Kembali Ditangkap


Kamis, 24 Mei 2018 21:50
Uji 50 Jenis Bahan dan Produk Makanan,
BBPOM Pekanbaru Nihil Temukan Makanan Berbahaya di Bengkalis


Kamis, 24 Mei 2018 20:43
Tokoh Masyarakat Koto Baru Sebut Syamsuar Cagubri Terbaik

Kamis, 24 Mei 2018 20:19
Tahanan Kejari Pekanbaru Kabur Usai Sidang

Kamis, 24 Mei 2018 20:14
Loyalitas dan Militansi Kader Golkar Siak Modal Kemenangan Paslon Nomor 4

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 14 Juni 2013 17:06
Dinonjobkan, Pejabat Inhu Tempuh Jalur Hukum

Sejumlah pejabat Pemkab Inhu tak terima dinonjobkan Bupati Yopi Arianto. Mereka menuntut keadilan dengan menempuh jalur hukum.

Riauterkini -RENGAT- Para pegawai negeri sipil (PNS) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hulu (Inhu) yang menjadi korban penonjoban (pembebasan tugas) tidak prosedural dari jabatan struktural yang diemban. Memilih menempuh jalur hukum.

Dipilihnya jalur hukum ini dilakukan guna tegaknya supremasi hukum di lingkungan Pemkab Inhu yang dinilai telah melakukan kesewenang-wenengan dalam melakukan kebijakan dengan mengabaikan hukum maupun aturan dan perundang-undangan yang berlaku. Sebagaimana disampaikan korban penonjoban mantan Kasi sejarah purbakala dan museum (Sepurmesum) Disporabudsata Inhu Godam Tintin kepada riauterkinicom Jumat (14/6/13) di Pematang Reba.

" Demi tegaknya supremasi hukum di Pemkab Inhu, kami akan menempuh jalur hukum baik melalui PTUN maupun gugatan lainya serta akan melaporkan hal ini kepada Menkumham. Sebab dinilai selama ini Pemkab Inhu kerap mengabaikan aturan dan perundang-undangan yang berlaku serta menodai supremasi hukum, dengan berulang kali melakukan penonjoban pejabat struktural tanpa melalui prosedur yang benar," ujarnya.

Diungkapkanya, dirinya bukan tidak menerima penonjoban yang dilakukan oleh Pemkab Inhu, namun prosedur dilakukanya penonjoban itu yang tidak diterimanya. Sebab tanpa adanya peringatan terlebih dahulu dan tanpa diketahui kesalahan yang diperbuat. " Hingga saat ini saya tidak tau kesalahan yang di buat, tau-tau dinonjobkan," tegasnya.

Ditambahkanya, kalau hanya dirinya menjadi pengurus lembaga adat melayu (LAM) yang mengurus orang melayu di bumi melayu bisa berakibat dinonjobkan dari jabatan struktural di Pemkab Inhu, tentunya hal ini perlu dipertanyakan. " Atau karena saya pengurus LAM yang beberapa saat lalu menyampaikan aspirasinya di DPRD Inhu yang mengakibatkan dinonjobkan. Kalau memang itu dasar pertimbangan yang dipakai Pemkab Inhu tentunya perlu dipertanyakan korelasinya," tegasnya.

Dibebastugaskanya sejumlah pejabat eselon II, III, dan IV yang terkesan ditutup- tutupi ini tertuang dalam surat keputusan bernomor 285 tahun 2013 tentang pemberhentian dan pembebasan tugas jabatan pejabat struktural eselon II, III dan IV dalam lingkungan Pemkab Inhu yang ditanda tangani oleh Sekda Inhu Raja Erisman tertanggal 12 Juni 2013. Dimana 6 orang pejabat struktural menjadi korban seperti Raja Iskandar Rab, Selamat, Supandi, Arpasferi, Aljunaidi dan Godam Tintin.

Penonjoban para pejabat struktural Pemkab Inhu yang dilakukan mendadak tanpa digelarnya acara mutasi dan pelantikan ini kerap terjadi. Dimana sebelumnya 8 Camat dan 1 Kadis juga menjadi korban penonjoban mendadak, pasca kunjungan kerja di Jakarta. *** (guh)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Miliki Sabu-sabu dalam LP,
Baru Bebas, Napi LP Bangkinang Ini Kembali Ditangkap

- Tahanan Kejari Pekanbaru Kabur Usai Sidang
- Polda Riau Ungkap Dua Kasus Narkoba 41 Kilogram Sabu 44000 Butir Ekstasi
- Ikut Edar Sabu, Oknum Satpol PP Rohul dan Tetangganya Ditangkap
- Razia, Satpol PP Pekanbaru Dapti Tempat Hiburan Buka di Malam Ramadhan
- 3 Penjudi Diciduk Polsek Tambusai, Seorang Tersangka Ketahuan Bawa Sabu
- Kredit Motor Pakai KTP Palsu, Seorang Warga Tapung Ditangkap Polisi
- TPPU Penyertaan Modal Pemkab Bengkalis, Mantan Bupati Terancam Jadi Tersangka
- Rampok Toke 2 Kg Emas di Langgam, Salah Seorang Pelaku Hanya Kebagian Rp3 Juta
- Safari ke Bengkalis,
Danrem 031/Wirabima Imbau Masyarakat Aktifkan Siskamling untuk Cegah Teroris

- Sebuah Rumah di Sebauk, Bengkalis Ludes Terbakar
- Klarifikasi LBH PAHAM Cabang Riau, Oknum Pengacaranya Tilap Uang Terpidana Kasus Narkoba
- 5 Kilogram Asal Malaysia Dikendalikan Dari Lapas Kelas II A Pekanbaru
- BNP Riau Tangkap Sican, Kurir Sabu 5 Kilogram dari Jaringan Malaysia
- Korupsi Dana BPMPD Inhil, ASN dan Kobtraktor Divonis 4 Tahun Penjara
- Kisruh Hibah 20 Hektar Lahan Kecamatan Pangkalan Kuras, Kamal Klaim Punya Dasar Kuasai Lahan
- Polsek Tapung Hulu, Kampar Tangkap Bandar Sabu Asal Intan Jaya
- Sejak 2014 Hampir 2 Ton Trenggiling Sudah Terjual,
Saksi: Akui Dapat Keuntungan Rp 200 Ribu Perkilonya

- 3 Tewas 10 Luka-luka, Belasan Warga di Pelalawan Tertimpa Dua Mobil Terlibat Trabrakan Beruntun
- Korupsi Dana Desa, Mantan Camat di Kampar Diadili


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com