Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Rabu, 4 Mei 2016 07:53
Akhirnya, APBD Rohul 2016 Senilai Rp1,4 Triliun Disahkan

Rabu, 4 Mei 2016 07:51
Gauli Gadis 15 Tahun di Kamar Mandi, Warga Baganbatu Ditangkap

Rabu, 4 Mei 2016 07:49
Masyarakat Ruput Minta Bupati Bengkalis Gesa Tiga Prioritas Pembangunan

Rabu, 4 Mei 2016 07:48
Diparkir di Depan Rumah Makan, Dump Truck Warga Rohil Hilang

Rabu, 4 Mei 2016 07:45
Dua Rampok di Rohil Ditangkap Aparat di Bekasi

Rabu, 4 Mei 2016 07:43
Buka MTQ Rupat Utara, Bupati Bengkalis Ajak Wujudkan Generasi Qurani

Rabu, 4 Mei 2016 07:41
Atasi Krisis Listrik, PLN Area Rengat Datangkan Pembangkit Baru 10 MW



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 31 Mei 2013 17:02
Kejari Kuansing Terima SPDP Dua Tersangka PETI

Dua tersangka penambang emas tanpa izin atau PETI terus jalan pemberkesan. Kejari Kuansing telah menerima SPDP dari kepolisian.

Riau terkini-TALUk KUANTAN-Surat Perintah Dimulai Penyidikan (SPDP) terhadap kasus terpidana pelaku Penambang Emas Tanpa Ijin (PETI) dari Polres Kuantan sengingi sudah dilimpahkan ke kejaksaan negeri Kuansing, hal itu diakui oleh Kasintel Kejari Kuansing Herlambang Saputra SH kepada riauterkini.com Jumat (31/5) diruang kerjanya.

seperti diberitakan sebelumnya, Dua tersangka berinisial NF dan MI, pelaku Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Hulu Kuantan yang diduga terlibat dalam kerusuhan beberapa waktu lalu ditangkap jajaran Polres Kuansing.

"SPDP nya sudah kami terima, mereka ini bukan pelaku kerusuhan tapi pelaku Peti" jelas Herlambang.

Penangkapan ini dibenarkan Wakapolres Kuansing, Kompol Haldun beberapa waktu lalu " baru dua orang yang sudah kita tahan, tapi mereka ini pelaku Peti bukan terlibat kerusuhan" kata Haldun membenarkan.

Sementara itu, isul (30) salah seorang kerabat NF kepada riauterkini.com beberapa waktu lalu, merasa kecewa terhadap kinerja kepolisian terkait penangkapan salah satu anggota keluarganya tersebut, sebab penangkapan NF dalam hal ini merupakan tindakan yang dianggap tebang pilih oleh pihak kepolisian.

"kenapa kok dua orang ini saja pelaku peti yang ditangkap, padahal di Kuansing ini mungkin ribuan pelaku Peti" kata Isul agak sedikit kesal.

Dari data yang dipaparkan oleh Kapolres Kuansing, AKBP Wendri Purbyantoro saat seminar pemberantasan peti di gedung adat kuantan sengingi menjelaskan jika jumlah pekerja Peti yang ada di kabupeten Kuansing saat ini berkisar sekitar 2172 orang.

Sedangkan penyandang dana terhadap Peti yang ada di wilayah Kuansing sebanyak 695 orang. Dari data yang dihimpun pihak kepolisian penyandang dana terbanyak berada di wilayah kecamatan sengingi yaitu 185 orang, sedangkan untuk pekerja peti juga di dominasi oleh kecamatan sengingi yaitu sebanyak 555 orang.***(dri)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
onga Gaul
sikat terus pak Bupati, hukum RI tidak berlaku di Kuansing, kito pakai hukum asbak kepalao PLN.

wan tajul
kompeni kuansing tu jgn lupa pak polisi dan pak jaksa menangkap juga tuh..banyak keluhan dr pns terutama yg didaerah terpencil dpt tunjangan terpelosok utk guru tapi tak pernah dibayarkan oleh Pemkab kemana tu duitnya...dibawa ya...coba selidiki ya..


Berita Hukum lainnya..........
- Gauli Gadis 15 Tahun di Kamar Mandi, Warga Baganbatu Ditangkap
- Diparkir di Depan Rumah Makan, Dump Truck Warga Rohil Hilang
- Dua Rampok di Rohil Ditangkap Aparat di Bekasi
- Ditabrak Mobil, "Bule" Perancis Terkapar Dijalan Lintas Timur Inhu
- Rutan Dumai Pindahkan Terpidana Mati Narkoba ke Lapas Pekanbaru
- Kejari Dumai Terima Berkas Tersangka Pembunuhan Dalena
- Polres Dumai Berhasil Tangkap Pembunuh Pekerja Cars Wasd Uluna


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.145.15.88
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com