Untitled Document
Jumat, 5 Safar 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Kamis, 27 Nopember 2014 20:26
Menunggu Diperbaiki Pemerintah,
Masyarakat Tanjung Medan Rohil Perbaiki Jalan Amblas


Kamis, 27 Nopember 2014 20:22
Pemodal Ilog Rohil Masih Dicari Polisi

Kamis, 27 Nopember 2014 19:52
Wawako Dumai Buka Peringatan HPS Ke-34

Kamis, 27 Nopember 2014 19:49
IBI Ranting Baganbatu, Rohil Gelar Seminar Sehari

Kamis, 27 Nopember 2014 19:25
Ekowisata Siak "Mati",
Disparpora Akan Menggantinya dengan Wisata Air dan Kampung Adat


Kamis, 27 Nopember 2014 19:11
Wawako Dumai Pimpin Upacara HUT PGRI dan HGN 2014

Kamis, 27 Nopember 2014 19:02
Februari Puncak Hujan,
BNPB Ingatkan Daerah Rawan Banjir dan Longsor untuk Waspada




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 31 Mei 2013 17:02
Kejari Kuansing Terima SPDP Dua Tersangka PETI

Dua tersangka penambang emas tanpa izin atau PETI terus jalan pemberkesan. Kejari Kuansing telah menerima SPDP dari kepolisian.

Riau terkini-TALUk KUANTAN-Surat Perintah Dimulai Penyidikan (SPDP) terhadap kasus terpidana pelaku Penambang Emas Tanpa Ijin (PETI) dari Polres Kuantan sengingi sudah dilimpahkan ke kejaksaan negeri Kuansing, hal itu diakui oleh Kasintel Kejari Kuansing Herlambang Saputra SH kepada riauterkini.com Jumat (31/5) diruang kerjanya.

seperti diberitakan sebelumnya, Dua tersangka berinisial NF dan MI, pelaku Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Hulu Kuantan yang diduga terlibat dalam kerusuhan beberapa waktu lalu ditangkap jajaran Polres Kuansing.

"SPDP nya sudah kami terima, mereka ini bukan pelaku kerusuhan tapi pelaku Peti" jelas Herlambang.

Penangkapan ini dibenarkan Wakapolres Kuansing, Kompol Haldun beberapa waktu lalu " baru dua orang yang sudah kita tahan, tapi mereka ini pelaku Peti bukan terlibat kerusuhan" kata Haldun membenarkan.

Sementara itu, isul (30) salah seorang kerabat NF kepada riauterkini.com beberapa waktu lalu, merasa kecewa terhadap kinerja kepolisian terkait penangkapan salah satu anggota keluarganya tersebut, sebab penangkapan NF dalam hal ini merupakan tindakan yang dianggap tebang pilih oleh pihak kepolisian.

"kenapa kok dua orang ini saja pelaku peti yang ditangkap, padahal di Kuansing ini mungkin ribuan pelaku Peti" kata Isul agak sedikit kesal.

Dari data yang dipaparkan oleh Kapolres Kuansing, AKBP Wendri Purbyantoro saat seminar pemberantasan peti di gedung adat kuantan sengingi menjelaskan jika jumlah pekerja Peti yang ada di kabupeten Kuansing saat ini berkisar sekitar 2172 orang.

Sedangkan penyandang dana terhadap Peti yang ada di wilayah Kuansing sebanyak 695 orang. Dari data yang dihimpun pihak kepolisian penyandang dana terbanyak berada di wilayah kecamatan sengingi yaitu 185 orang, sedangkan untuk pekerja peti juga di dominasi oleh kecamatan sengingi yaitu sebanyak 555 orang.***(dri)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
onga Gaul
sikat terus pak Bupati, hukum RI tidak berlaku di Kuansing, kito pakai hukum asbak kepalao PLN.

wan tajul
kompeni kuansing tu jgn lupa pak polisi dan pak jaksa menangkap juga tuh..banyak keluhan dr pns terutama yg didaerah terpencil dpt tunjangan terpelosok utk guru tapi tak pernah dibayarkan oleh Pemkab kemana tu duitnya...dibawa ya...coba selidiki ya..


Berita Hukum lainnya..........
- Pemodal Ilog Rohil Masih Dicari Polisi
- Korupsi KUR Rp 3 Miliar,
Kejari Rengat Tahan Mantan Karyawan BRI Inhu

- Polres Dumai Musnahkan Sabu Senilai Rp1,5 Miliar
- Kasus Penyertaan Modal ke PT BLJ Rp300 M
Kejari Bengkalis Temukan 165 Aliran Dana Bermasalah

- Tiga Perwira Menengah di Polres Rohul Jalani Sertijab
- Tersangka Karhutla, UKP4 Minta Tiga Petinggi PT NSP Dihukum Berat
- Berkas Perkara Korupsi Semenisasi TPA Pelalawan Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Pekanbaru


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.198.25.229
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com