Untitled Document
Senin, 8 Rajab 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Senin, 27 April 2015 12:13
Kapolda Riau Akhirnya Benarkan Bupati Rohul Tersangka Penghasutan

Senin, 27 April 2015 11:36
F-PDIP Terima Pengaduan 22 Pejabat Pemprov Diundang tak Dilantik

Senin, 27 April 2015 11:33
Balita Gizi Buruk Asal Pekanbaru Dirujuk ke RSUD Arifin Ahmad

Senin, 27 April 2015 11:28
Plt Gubri Pimpin Serah-terima Jabatan 61 Pejabat

Senin, 27 April 2015 11:26
Walikota Firdaus Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah

Senin, 27 April 2015 11:00
Pemkab Meranti Manfaatkan Kulit Sagu untuk Kontruksi Jalan

Senin, 27 April 2015 10:49
Bupati Rohil Minta Seleksi Paskibara Transparan



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 31 Mei 2013 17:02
Kejari Kuansing Terima SPDP Dua Tersangka PETI

Dua tersangka penambang emas tanpa izin atau PETI terus jalan pemberkesan. Kejari Kuansing telah menerima SPDP dari kepolisian.

Riau terkini-TALUk KUANTAN-Surat Perintah Dimulai Penyidikan (SPDP) terhadap kasus terpidana pelaku Penambang Emas Tanpa Ijin (PETI) dari Polres Kuantan sengingi sudah dilimpahkan ke kejaksaan negeri Kuansing, hal itu diakui oleh Kasintel Kejari Kuansing Herlambang Saputra SH kepada riauterkini.com Jumat (31/5) diruang kerjanya.

seperti diberitakan sebelumnya, Dua tersangka berinisial NF dan MI, pelaku Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Hulu Kuantan yang diduga terlibat dalam kerusuhan beberapa waktu lalu ditangkap jajaran Polres Kuansing.

"SPDP nya sudah kami terima, mereka ini bukan pelaku kerusuhan tapi pelaku Peti" jelas Herlambang.

Penangkapan ini dibenarkan Wakapolres Kuansing, Kompol Haldun beberapa waktu lalu " baru dua orang yang sudah kita tahan, tapi mereka ini pelaku Peti bukan terlibat kerusuhan" kata Haldun membenarkan.

Sementara itu, isul (30) salah seorang kerabat NF kepada riauterkini.com beberapa waktu lalu, merasa kecewa terhadap kinerja kepolisian terkait penangkapan salah satu anggota keluarganya tersebut, sebab penangkapan NF dalam hal ini merupakan tindakan yang dianggap tebang pilih oleh pihak kepolisian.

"kenapa kok dua orang ini saja pelaku peti yang ditangkap, padahal di Kuansing ini mungkin ribuan pelaku Peti" kata Isul agak sedikit kesal.

Dari data yang dipaparkan oleh Kapolres Kuansing, AKBP Wendri Purbyantoro saat seminar pemberantasan peti di gedung adat kuantan sengingi menjelaskan jika jumlah pekerja Peti yang ada di kabupeten Kuansing saat ini berkisar sekitar 2172 orang.

Sedangkan penyandang dana terhadap Peti yang ada di wilayah Kuansing sebanyak 695 orang. Dari data yang dihimpun pihak kepolisian penyandang dana terbanyak berada di wilayah kecamatan sengingi yaitu 185 orang, sedangkan untuk pekerja peti juga di dominasi oleh kecamatan sengingi yaitu sebanyak 555 orang.***(dri)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
onga Gaul
sikat terus pak Bupati, hukum RI tidak berlaku di Kuansing, kito pakai hukum asbak kepalao PLN.

wan tajul
kompeni kuansing tu jgn lupa pak polisi dan pak jaksa menangkap juga tuh..banyak keluhan dr pns terutama yg didaerah terpencil dpt tunjangan terpelosok utk guru tapi tak pernah dibayarkan oleh Pemkab kemana tu duitnya...dibawa ya...coba selidiki ya..


Berita Hukum lainnya..........
- Kapolda Riau Akhirnya Benarkan Bupati Rohul Tersangka Penghasutan
- Gereja Dipagar, Pendeta Lapor ke Polres Kuansing
- Beredar Copy-an Panggilan Polda Riau untuk Bupati Rohul sebagai Tersangka
- Pemuda Beristri di Meranti Cabuli Balita Anak Tetangga
- Rusuh di PTPN V Kabun Bukan Dipicu Anak Kemenakan Datuk Pandak
- Tak Ada Warga Kampar yang Ditahan, Kerusuhan di PTPN V Batu Langkah Kabun Mereda
- BNNP Riau Razia, 44 Pengunjung SP dan MP Club Pekanbaru Positif Narkoba


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.197.94.30
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com