Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Selasa, 24 Mei 2016 21:37
Dua Bocah di Inhu Tewas Kecemplung Kolam Ikan Orang Tuanya

Selasa, 24 Mei 2016 20:52
Dialog Interaktif STAIN Bengkalis
Wabup Muhammad Minta Lembaga Pendidikan Tempa SDM Berkualitas


Selasa, 24 Mei 2016 19:42
Lanal Dumai Tangkap Dua Kapal Bawa Kayu Bakau Ilegal

Selasa, 24 Mei 2016 19:15
Sekda Inhil Hadiri Pengukuhan Ketua Unsur Pelaksana Dharma Wanita Persatuan

Selasa, 24 Mei 2016 19:07
Pelatihan RTMPE Kampar Diikuti Peserta dari Negeri Perak, Malaysia

Selasa, 24 Mei 2016 18:17
Batas Kampar-Pekanbaru,
DPRD Riau Minta Mendagri Turunkan Tim ke Lapangan


Selasa, 24 Mei 2016 18:13
Tersisa 371 Ekor,
Joe Taslim Suarakan Perlindungan Harimau Sumatera




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 31 Mei 2013 17:02
Kejari Kuansing Terima SPDP Dua Tersangka PETI

Dua tersangka penambang emas tanpa izin atau PETI terus jalan pemberkesan. Kejari Kuansing telah menerima SPDP dari kepolisian.

Riau terkini-TALUk KUANTAN-Surat Perintah Dimulai Penyidikan (SPDP) terhadap kasus terpidana pelaku Penambang Emas Tanpa Ijin (PETI) dari Polres Kuantan sengingi sudah dilimpahkan ke kejaksaan negeri Kuansing, hal itu diakui oleh Kasintel Kejari Kuansing Herlambang Saputra SH kepada riauterkini.com Jumat (31/5) diruang kerjanya.

seperti diberitakan sebelumnya, Dua tersangka berinisial NF dan MI, pelaku Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Hulu Kuantan yang diduga terlibat dalam kerusuhan beberapa waktu lalu ditangkap jajaran Polres Kuansing.

"SPDP nya sudah kami terima, mereka ini bukan pelaku kerusuhan tapi pelaku Peti" jelas Herlambang.

Penangkapan ini dibenarkan Wakapolres Kuansing, Kompol Haldun beberapa waktu lalu " baru dua orang yang sudah kita tahan, tapi mereka ini pelaku Peti bukan terlibat kerusuhan" kata Haldun membenarkan.

Sementara itu, isul (30) salah seorang kerabat NF kepada riauterkini.com beberapa waktu lalu, merasa kecewa terhadap kinerja kepolisian terkait penangkapan salah satu anggota keluarganya tersebut, sebab penangkapan NF dalam hal ini merupakan tindakan yang dianggap tebang pilih oleh pihak kepolisian.

"kenapa kok dua orang ini saja pelaku peti yang ditangkap, padahal di Kuansing ini mungkin ribuan pelaku Peti" kata Isul agak sedikit kesal.

Dari data yang dipaparkan oleh Kapolres Kuansing, AKBP Wendri Purbyantoro saat seminar pemberantasan peti di gedung adat kuantan sengingi menjelaskan jika jumlah pekerja Peti yang ada di kabupeten Kuansing saat ini berkisar sekitar 2172 orang.

Sedangkan penyandang dana terhadap Peti yang ada di wilayah Kuansing sebanyak 695 orang. Dari data yang dihimpun pihak kepolisian penyandang dana terbanyak berada di wilayah kecamatan sengingi yaitu 185 orang, sedangkan untuk pekerja peti juga di dominasi oleh kecamatan sengingi yaitu sebanyak 555 orang.***(dri)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
onga Gaul
sikat terus pak Bupati, hukum RI tidak berlaku di Kuansing, kito pakai hukum asbak kepalao PLN.

wan tajul
kompeni kuansing tu jgn lupa pak polisi dan pak jaksa menangkap juga tuh..banyak keluhan dr pns terutama yg didaerah terpencil dpt tunjangan terpelosok utk guru tapi tak pernah dibayarkan oleh Pemkab kemana tu duitnya...dibawa ya...coba selidiki ya..


Berita Hukum lainnya..........
- Dua Bocah di Inhu Tewas Kecemplung Kolam Ikan Orang Tuanya
- Lanal Dumai Tangkap Dua Kapal Bawa Kayu Bakau Ilegal
- Terdakwa Korupsi di Sekwan dan Balitbang‎ Bengkalis,
IK dan AS Kembalikan Uang Kerugian Negara Ratusan Juta ke Kejari

- Tes Narkoba, Kajari Siak dan 45 Anggotanya Serahkan Urin ke BNK
- Empat Lembaga Penegak Hukum Dumai Gelar Forum Koordinasi
- Kabur Lompati Pagar 6 Meter,
2 Patah Tulang, 4 Tahanan Rutan Rengat Masih Diburu Petugas

- Miliki Senpi Illegal,
Warga Kuasing Dibekuk Mapolsek Pangkalan Kuras



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 23.20.239.237
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com