Untitled Document
Senin, 11 Jumadil Awwal 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Senin, 2 Maret 2015 19:41
‎Guru Cabuli Siswi,
Disdik Inhu Segera Panggil Kepsek SDN 026 Pematang Reba


Senin, 2 Maret 2015 19:37
Polres Kuansing Kembali Hanguskan Rakit Peti

Senin, 2 Maret 2015 19:34
Tak Berjalan Semestinya, Dewan Segera Evaluasi Badan Penghubung Jakarta

Senin, 2 Maret 2015 19:29


Senin, 2 Maret 2015 19:25
Seratus Finalis DCR 2015 Jalani Tes Akademik untuk Tentukan Peringkat

Senin, 2 Maret 2015 19:24
Truk PT PISP II Masuk Parit,
6 Murid SDN 008 Bonai, Rohul Tewas Terjepit


Senin, 2 Maret 2015 18:11
Wakil Rakyat Kritisi Amburadulnya Pelantikan Pejabat Pemprov Riau



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 31 Mei 2013 17:02
Kejari Kuansing Terima SPDP Dua Tersangka PETI

Dua tersangka penambang emas tanpa izin atau PETI terus jalan pemberkesan. Kejari Kuansing telah menerima SPDP dari kepolisian.

Riau terkini-TALUk KUANTAN-Surat Perintah Dimulai Penyidikan (SPDP) terhadap kasus terpidana pelaku Penambang Emas Tanpa Ijin (PETI) dari Polres Kuantan sengingi sudah dilimpahkan ke kejaksaan negeri Kuansing, hal itu diakui oleh Kasintel Kejari Kuansing Herlambang Saputra SH kepada riauterkini.com Jumat (31/5) diruang kerjanya.

seperti diberitakan sebelumnya, Dua tersangka berinisial NF dan MI, pelaku Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Hulu Kuantan yang diduga terlibat dalam kerusuhan beberapa waktu lalu ditangkap jajaran Polres Kuansing.

"SPDP nya sudah kami terima, mereka ini bukan pelaku kerusuhan tapi pelaku Peti" jelas Herlambang.

Penangkapan ini dibenarkan Wakapolres Kuansing, Kompol Haldun beberapa waktu lalu " baru dua orang yang sudah kita tahan, tapi mereka ini pelaku Peti bukan terlibat kerusuhan" kata Haldun membenarkan.

Sementara itu, isul (30) salah seorang kerabat NF kepada riauterkini.com beberapa waktu lalu, merasa kecewa terhadap kinerja kepolisian terkait penangkapan salah satu anggota keluarganya tersebut, sebab penangkapan NF dalam hal ini merupakan tindakan yang dianggap tebang pilih oleh pihak kepolisian.

"kenapa kok dua orang ini saja pelaku peti yang ditangkap, padahal di Kuansing ini mungkin ribuan pelaku Peti" kata Isul agak sedikit kesal.

Dari data yang dipaparkan oleh Kapolres Kuansing, AKBP Wendri Purbyantoro saat seminar pemberantasan peti di gedung adat kuantan sengingi menjelaskan jika jumlah pekerja Peti yang ada di kabupeten Kuansing saat ini berkisar sekitar 2172 orang.

Sedangkan penyandang dana terhadap Peti yang ada di wilayah Kuansing sebanyak 695 orang. Dari data yang dihimpun pihak kepolisian penyandang dana terbanyak berada di wilayah kecamatan sengingi yaitu 185 orang, sedangkan untuk pekerja peti juga di dominasi oleh kecamatan sengingi yaitu sebanyak 555 orang.***(dri)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
onga Gaul
sikat terus pak Bupati, hukum RI tidak berlaku di Kuansing, kito pakai hukum asbak kepalao PLN.

wan tajul
kompeni kuansing tu jgn lupa pak polisi dan pak jaksa menangkap juga tuh..banyak keluhan dr pns terutama yg didaerah terpencil dpt tunjangan terpelosok utk guru tapi tak pernah dibayarkan oleh Pemkab kemana tu duitnya...dibawa ya...coba selidiki ya..


Berita Hukum lainnya..........
- Polres Kuansing Kembali Hanguskan Rakit Peti
-
- Pelajar Terjerat Hukum,
P2TP2A Bengkalis Minta Lapas Berikan Keringanan untuk Ujian

- Rekan Kerja Dibacok Teman Hingga Tewas di Kampar
- Macet 5 Km, Bus ALS dan Truk Elpiji Laga Kambing di Rumbai Pekanbaru
- Tak Ada Begal, Kasus Curanmor di Rohul Cukup Tinggi
- Korupsi Genset Hall A Sport Center Rumbai,
PNS Dispora Riau Pardamean Segera Diadili



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.82.46.38
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com