Untitled Document
Rabu, 25 Ramadhan 1435 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Selasa, 22 Juli 2014 22:03
IKMR-KP Yogyakarta Gelar Buka Puasa Bersama Alumni

Selasa, 22 Juli 2014 21:49
169 CPNS di Siak Terima SK Pegawai

Selasa, 22 Juli 2014 21:45
Bertepatan HBA 54, Kejari Siak Tetapkan 9 Tersangka Korupsi

Selasa, 22 Juli 2014 21:24
Mendadak Sesak Nafas, Gembala Kerbau Hanyut di Sungai Kampar

Selasa, 22 Juli 2014 20:49
PT RAPP Buka Puasa Bersama Wartawan Kampar

Selasa, 22 Juli 2014 20:45
Kejari Pasirpangaraian Musnahkan Barang Bukti Ganja dan Sabu

Selasa, 22 Juli 2014 20:38
Spesialis Penadah Sepeda Motor Curian di Pekanbaru Dibekuk Polisi



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 27 Mei 2013 14:21
Dugaan Korupsi Sisa APBD Rp 2,4 Miliar,
Kejari Rengat Tetapkan Pejabat Pemkab Inhu sebagai Tersangka


Kejari Rengat mengirim Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPPD) pada KPK, menyusul penetapan Bendara Pengeluaran Sekdapkab Inhu sebagai tersangka korupsi Rp 2,4 miliar.

Kejari Rengat Tetapkan Bendahara Pengeluaran Setda Inhu Tersangka Korupsi 2,4 Miliar Riauterkini -RENGAT-Kejaksaan Negeri (Kejari) Rengat menetapkan bendahara pengeluaran sekretariat daerah (Setda) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Rosdianto alias Bujang Kait sebagai tersangka korupsi senilai Rp 2,4 miliar dan SPDP dikirimkan pada KPK.

Penetapan status tersangka terhadap bendahara pengeluaran Setda Inhu Rosdianto dilakukan bersamaan peningkatan status penyelidikan menjadi penyidikan dalam kasus korupsi sisa anggaran dalam APBD 2012 sebagaimana disampaikan Kasipidsus Kejari Rengat Heru Saputra kepada riauterkinicom Senin (27/5/13) di ruang kerjanya.

" Setelah status penyelidikan kita tingkatkan menjadi penyidikan, terhadap bendahara pengeluaran Setda Inhu Rosdianto ditetapkan status tersangka. Bahkan untuk SPDP nya juga kita kirimkan pada KPK di Jakarta," ujarnya.

Diungkapkan Kasipidsus Kejari Rengat, dikirimkanya SPDP tersangka Rosdianto ini kepada KPK berdasarkan permintaan KPK. Dimana KPK tertarik terhadap kasus ini karena disinyalir banyak melibatkan orang dan institusi lainya selain Pemkab Inhu. " Dikirimkanya SPDP ini kepada KPK, atas permintaan KPK itu sendiri yang mensinyalir adanya indikasi keterlibatan institusi lain selain Pemkab Inhu," ungkapnya.

Ditambahkanya, penetapan tersangka ini selain terhadap bendahara pengeluaran Setda Inhu Rosdianto juga dilakukan terhadap bendahara Wabup Inhu Putra Gunawan yang juga melakukan korupsi sisa anggaran 2012 senilai 109 juta. " Terhadap bendahara Wabup Putra Gunawan yang terlambat setor telah melakukan penyetoran pada Februari 2013. Sementara untuk Rosdianto belum ada sama sekali yang disetorkan maupun dikembalikan," jelasnya. *** (guh)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Eros
Pembangunan di Inhu udah jauh meningkat sejak dipimpin Bupati termuda di Indonesia YOPI ARIANTO........

doni
sebenar nya yopi tidak bersalah2 amat dalam kasus ini dia memang masih keturunan me-layu yang bikin keruh suasana di indragiri hulu saat ini adalah AGUS RIANTO dan konseptor nya ROSMARDI alias ROY SALAH SATU NYA DENGAN MEREKA MEMBUAT FORUM LINTAS

indevendency
sangat disayangkan kasus yg dilaporkan ke KPK itu ada berkas yg terlupakan ,,berkas kabag keuangan & sekda selaku pengguna anggaran, timbul pertanyaan apakah ini dilupakan atau terlupakan oleh pihak Kejari rengat,atau memang bupati pengen menumbal h

warga inhu


warga inhu



Berita Hukum lainnya..........
- Bertepatan HBA 54, Kejari Siak Tetapkan 9 Tersangka Korupsi
- Mendadak Sesak Nafas, Gembala Kerbau Hanyut di Sungai Kampar
- Kejari Pasirpangaraian Musnahkan Barang Bukti Ganja dan Sabu
- Spesialis Penadah Sepeda Motor Curian di Pekanbaru Dibekuk Polisi
- Oknum Perwira Polda Tersangka Kasus Perambahan Hutan
- Bentrok Maut di Kabun, Polres Rohul Tetapkan Tiga Tersangka
- Pasca Tawuran, Tiga Warga Kabun Jadi Tersangka


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.83.230.137
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com