Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Sabtu, 25 Juni 2016 17:06
H-12, Bandara Buka Posko Mudik

Sabtu, 25 Juni 2016 16:39
‎Gubri dan Bupati Bengkalis Tinjau Proyek MY di Duri

Sabtu, 25 Juni 2016 16:33
KNPI Kampar Buka Puasa Bersama Anak Panti Asuhan

Sabtu, 25 Juni 2016 16:29
Tergabung di Organisasi Lain, Anggota PWI Dumai Diminta Mundur

Sabtu, 25 Juni 2016 16:26
Kantor SKPD Meranti 'Nunggak' Listrik Rp1,7 Miliar

Sabtu, 25 Juni 2016 16:22
Kapolres Kampar Imbau Warga Mencegah dan Menghindari Pelaku Kejahatan ‪

Sabtu, 25 Juni 2016 16:18
Beredar di Media Sosial,
PN Tembilahan Minta THR kepada Pimpinan Perusahaan di Inhil




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 27 Mei 2013 14:21
Dugaan Korupsi Sisa APBD Rp 2,4 Miliar,
Kejari Rengat Tetapkan Pejabat Pemkab Inhu sebagai Tersangka


Kejari Rengat mengirim Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPPD) pada KPK, menyusul penetapan Bendara Pengeluaran Sekdapkab Inhu sebagai tersangka korupsi Rp 2,4 miliar.

Kejari Rengat Tetapkan Bendahara Pengeluaran Setda Inhu Tersangka Korupsi 2,4 Miliar Riauterkini -RENGAT-Kejaksaan Negeri (Kejari) Rengat menetapkan bendahara pengeluaran sekretariat daerah (Setda) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Rosdianto alias Bujang Kait sebagai tersangka korupsi senilai Rp 2,4 miliar dan SPDP dikirimkan pada KPK.

Penetapan status tersangka terhadap bendahara pengeluaran Setda Inhu Rosdianto dilakukan bersamaan peningkatan status penyelidikan menjadi penyidikan dalam kasus korupsi sisa anggaran dalam APBD 2012 sebagaimana disampaikan Kasipidsus Kejari Rengat Heru Saputra kepada riauterkinicom Senin (27/5/13) di ruang kerjanya.

" Setelah status penyelidikan kita tingkatkan menjadi penyidikan, terhadap bendahara pengeluaran Setda Inhu Rosdianto ditetapkan status tersangka. Bahkan untuk SPDP nya juga kita kirimkan pada KPK di Jakarta," ujarnya.

Diungkapkan Kasipidsus Kejari Rengat, dikirimkanya SPDP tersangka Rosdianto ini kepada KPK berdasarkan permintaan KPK. Dimana KPK tertarik terhadap kasus ini karena disinyalir banyak melibatkan orang dan institusi lainya selain Pemkab Inhu. " Dikirimkanya SPDP ini kepada KPK, atas permintaan KPK itu sendiri yang mensinyalir adanya indikasi keterlibatan institusi lain selain Pemkab Inhu," ungkapnya.

Ditambahkanya, penetapan tersangka ini selain terhadap bendahara pengeluaran Setda Inhu Rosdianto juga dilakukan terhadap bendahara Wabup Inhu Putra Gunawan yang juga melakukan korupsi sisa anggaran 2012 senilai 109 juta. " Terhadap bendahara Wabup Putra Gunawan yang terlambat setor telah melakukan penyetoran pada Februari 2013. Sementara untuk Rosdianto belum ada sama sekali yang disetorkan maupun dikembalikan," jelasnya. *** (guh)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Eros
Pembangunan di Inhu udah jauh meningkat sejak dipimpin Bupati termuda di Indonesia YOPI ARIANTO........

doni
sebenar nya yopi tidak bersalah2 amat dalam kasus ini dia memang masih keturunan me-layu yang bikin keruh suasana di indragiri hulu saat ini adalah AGUS RIANTO dan konseptor nya ROSMARDI alias ROY SALAH SATU NYA DENGAN MEREKA MEMBUAT FORUM LINTAS

indevendency
sangat disayangkan kasus yg dilaporkan ke KPK itu ada berkas yg terlupakan ,,berkas kabag keuangan & sekda selaku pengguna anggaran, timbul pertanyaan apakah ini dilupakan atau terlupakan oleh pihak Kejari rengat,atau memang bupati pengen menumbal h

warga inhu


warga inhu



Berita Hukum lainnya..........
- Kapolres Kampar Imbau Warga Mencegah dan Menghindari Pelaku Kejahatan ‪
- Maling Gondol Honda Beat dari Parkiran Kantor Camat Ujungbatu, Rohul
- Melaut di Perairan RI, 19 Nelayan Rohil Ditangkap Polisi Malaysia
- Rp170 Juta Direbut, Toke Sawit Asal Rohul Tewas Ditembak Rampok di Kampar
- Seorang lagi Tersangka Korupsi Cetak Sawat Ditahan Poles Inhu
- Polres Bengkalis Tangkap Dua Pengedar Sabu dan Ganja
- Barang Bukti Senilai Rp50 juta Disita,
Polresta Pekanbaru Gulung Empat Pengedar Sabu-sabu



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.198.27.237
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com