Untitled Document
Rabu, 6 Zulhijjah 1435 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Rabu, 1 Oktober 2014 14:19
Masih Diisolasi KPK,Gubri Baru Bisa Dijenguk Hari Senin

Rabu, 1 Oktober 2014 14:16
Diwarnai Tembakan Peringatan,
Polisi Dihadang Tersangka Ekstasi dan Keluarga Saat Penangkapan


Rabu, 1 Oktober 2014 13:57
Diduga Dikurangi, Warga Duri Keluhkan Isi Tabung Gas 3 Kilogram

Rabu, 1 Oktober 2014 13:51
Bapaknya Ditangkap KPK, Anak-anak Gubri Menghilang dari Kantor

Rabu, 1 Oktober 2014 13:42
Kisruh STIE Syari’ah Bengkalis,
Pemkab Siapkan Opsi Cabut Bantuan Operasional


Rabu, 1 Oktober 2014 13:34
Terkait Laporan PT BMPJ,
Kepala Satpol PP Rohul Siap Dipanggil Polda Riau


Rabu, 1 Oktober 2014 13:27
Dalami Dugaan Korupsi Pembangunan Islamic Center Rohul, Jaksa Periksa PPTK



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 22 Mei 2013 15:02
Koordinasi dengan BPKP,
Jaksa Dalami Dugaan Korupsi Proyek Balon Wisata di Rohil


Diduga terjadi tindak korupsi dalam proyek balon wisata Disdikbudparpora Rohil. Untuk mendalaminya, Kejari Bagansiapiapi berkoordinasi dengan BPKP.

Riauterkini-BAGANSIAPIAPI-Kasus bola wisata di Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Rokan Hilir memasuki babak baru. Kejaksaan setempat sudah melakukan koordinasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Bola wisata tahapannya sudah sampai ini, kemaren kami sudah koordinasi sama BPKP, BPKP itukan urusan data,” kata Wayan Riana, Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Bagansiapiapi, Rabu (22/5/13)diruang kerjanya.

Status kasus tersebut katanya masih dalam proses penyelidikan. “Masih lid, nanti begitu ada kejelasan dari BPKP walaupun itu masih lid kan, tetap kami ekpose dulu diinternal kami, apakah ini ditingkatkan kepenyidikan,” katanya menyebut langkah selanjutnya.

Sampai saat ini diakuinya BPKP belum turun guna memproses data bola wisata ini, dan recana itu hanya untuk kasus bola wisata yang ada di Pulau Pedamaran, belum lagi bola wisata yang ada di Kubu.

Untuk kasus ini katanya disubkontrakkan kepada orang, dan proses penyelidikan, pihaknya sudah memangngil PPTK, dan kontraktor pemenang.

“Dari sub kontrak itu sendiri menyalahi aturan ya, perpres no 54 tahun 2010 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah. Kami sinyalir tidak sesuai spek (spesifikasi teknis, red), pengakuan dari penerima sub kontrak pertama itu. Mengerjakan pondasi habis Rp 150 juta. Anggarannya Rp 1,3 miliar, bolanya 10. Dilanjutkan sub kontrak kedua, belum kami periksa, berkali-kali kami panggil tak datang,” katanya.***(nop)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Rekanan rohil
Pak Wayan...., tidak bisa semua pekerjaan dapat di sub kontrakan, apalagi pagunya hanya 1,3 m, dan coba Bapak periksa dokumen lelangnya apakah ada yang mengatur bahwa pekerjaan tersebut dapat di Sub kontrakkan, sebagai tambahan ilmu bagi Bapak Wayan

angah
gas lah jaksa, banyak tu kerugian yang diakibatkan tu...


Berita Hukum lainnya..........
- Masih Diisolasi KPK,Gubri Baru Bisa Dijenguk Hari Senin
- Diwarnai Tembakan Peringatan,
Polisi Dihadang Tersangka Ekstasi dan Keluarga Saat Penangkapan

- Terkait Laporan PT BMPJ,
Kepala Satpol PP Rohul Siap Dipanggil Polda Riau

- Dalami Dugaan Korupsi Pembangunan Islamic Center Rohul, Jaksa Periksa PPTK
- Masih Fokus Kecamatan Rambah,
Satpol PP Rohul Gelar Operasi Pekat Hingga 30 Oktober

- Jaksa Temukan Data Baru Dugaan Korupsi Pembangunan Jembatan Pedamaran I dan II Rohil
- Dugaan Suap Alih Fungsi Hutan,
Eva Nora Enggan Komentari Uang 30.000 Dollar Milik Gubri Saat OTT



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.196.199.117
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com