Untitled Document
Kamis, 15 Ramadhan 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Kamis, 2 Juli 2015 19:32
IKA-UII Jogjakarta Wilayah Riau Gelar Buka Puasa Bersama

Kamis, 2 Juli 2015 19:18
Event Nasional Bakar Tongkang,
Sempat Dihadiri Plt Gubri, Tiang Tongkang Jatuh ke Arah Darat


Kamis, 2 Juli 2015 19:12
Konsultasikan Tera Ulang PKS, Komisi II DPRD Rohul Datangi Komisi B DPRD Riau

Kamis, 2 Juli 2015 19:06
Mudik, Jangan Gunakan Travel Ilegal

Kamis, 2 Juli 2015 19:01
Tokoh Pelalawan Selatan,
Sebut Nazzarudin Arnazh Paling Ideal dengan Zukri Misran di Pilkada


Kamis, 2 Juli 2015 18:58
‎Diduga 2 Truk Lolos,
4 Truk Colt Diesel Berisikan Bawang Diduga Ilegal Ditangkap Bea Cukai Siak


Kamis, 2 Juli 2015 18:52
‎Jelang Lebaran, Wawako Pekanbaru Ingatkan Warga Waspadai Uang Palsu



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 22 Mei 2013 15:02
Koordinasi dengan BPKP,
Jaksa Dalami Dugaan Korupsi Proyek Balon Wisata di Rohil


Diduga terjadi tindak korupsi dalam proyek balon wisata Disdikbudparpora Rohil. Untuk mendalaminya, Kejari Bagansiapiapi berkoordinasi dengan BPKP.

Riauterkini-BAGANSIAPIAPI-Kasus bola wisata di Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Rokan Hilir memasuki babak baru. Kejaksaan setempat sudah melakukan koordinasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Bola wisata tahapannya sudah sampai ini, kemaren kami sudah koordinasi sama BPKP, BPKP itukan urusan data,” kata Wayan Riana, Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Bagansiapiapi, Rabu (22/5/13)diruang kerjanya.

Status kasus tersebut katanya masih dalam proses penyelidikan. “Masih lid, nanti begitu ada kejelasan dari BPKP walaupun itu masih lid kan, tetap kami ekpose dulu diinternal kami, apakah ini ditingkatkan kepenyidikan,” katanya menyebut langkah selanjutnya.

Sampai saat ini diakuinya BPKP belum turun guna memproses data bola wisata ini, dan recana itu hanya untuk kasus bola wisata yang ada di Pulau Pedamaran, belum lagi bola wisata yang ada di Kubu.

Untuk kasus ini katanya disubkontrakkan kepada orang, dan proses penyelidikan, pihaknya sudah memangngil PPTK, dan kontraktor pemenang.

“Dari sub kontrak itu sendiri menyalahi aturan ya, perpres no 54 tahun 2010 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah. Kami sinyalir tidak sesuai spek (spesifikasi teknis, red), pengakuan dari penerima sub kontrak pertama itu. Mengerjakan pondasi habis Rp 150 juta. Anggarannya Rp 1,3 miliar, bolanya 10. Dilanjutkan sub kontrak kedua, belum kami periksa, berkali-kali kami panggil tak datang,” katanya.***(nop)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Rekanan rohil
Pak Wayan...., tidak bisa semua pekerjaan dapat di sub kontrakan, apalagi pagunya hanya 1,3 m, dan coba Bapak periksa dokumen lelangnya apakah ada yang mengatur bahwa pekerjaan tersebut dapat di Sub kontrakkan, sebagai tambahan ilmu bagi Bapak Wayan

angah
gas lah jaksa, banyak tu kerugian yang diakibatkan tu...


Berita Hukum lainnya..........
- ‎Diduga 2 Truk Lolos,
4 Truk Colt Diesel Berisikan Bawang Diduga Ilegal Ditangkap Bea Cukai Siak

- ‎Jelang Lebaran, Wawako Pekanbaru Ingatkan Warga Waspadai Uang Palsu
- Dituduh Mencuri, Karyawan Zone 2000 di Duri Sekap Bocah 9 Tahun
- Diskes Dumai Temukan Pabrik Mie Mengandung Boraks
- Pekan Depan, KPK Periksa 8 Saksi Suap Pengesahan APBD Riau
- Diskes Dumai Temukan Takjil Ber-boraks
- Selama Ramadhan, Rutan Dumai Gilir Napi Beribadah


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.162.155.183
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com