Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Sabtu, 6 Pebruari 2016 15:43
Usai Mengamuk, Belasan Gajah Liar Tetap Bertahan di Rangau, Duri

Sabtu, 6 Pebruari 2016 12:28
Pemkab Inhil Ajak HMI Ikut Mencari Solusi Permasalahan Daerah

Sabtu, 6 Pebruari 2016 12:25
Duka Korban Lakalantas Maut, Aktifitas SDIT Mutiara di Duri Diliburkan

Jum’at, 5 Pebruari 2016 23:09
PP Muhammadiyah Haedar Nashir Kukuhkan Pengurus Wilayah Muhammadiyah Riau

Jum’at, 5 Pebruari 2016 22:41
Tinjau Lahan Terbakar, Kapolres Rohil Amankan Tiga Pekerja dan Satu Unit Alat Berat

Jum’at, 5 Pebruari 2016 22:07
Ribuan Petani dan Karyawan Bisa Kembali Bekerja, Gapki Dukung PT LIH Beroperasi Kembali

Jum’at, 5 Pebruari 2016 22:04
Kembali ke TKP Pencurian,
Pelaku Curanmor Ditangkap Tim Opsnal Polsek Bangko Rohil




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 22 Mei 2013 15:02
Koordinasi dengan BPKP,
Jaksa Dalami Dugaan Korupsi Proyek Balon Wisata di Rohil


Diduga terjadi tindak korupsi dalam proyek balon wisata Disdikbudparpora Rohil. Untuk mendalaminya, Kejari Bagansiapiapi berkoordinasi dengan BPKP.

Riauterkini-BAGANSIAPIAPI-Kasus bola wisata di Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Rokan Hilir memasuki babak baru. Kejaksaan setempat sudah melakukan koordinasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Bola wisata tahapannya sudah sampai ini, kemaren kami sudah koordinasi sama BPKP, BPKP itukan urusan data,” kata Wayan Riana, Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Bagansiapiapi, Rabu (22/5/13)diruang kerjanya.

Status kasus tersebut katanya masih dalam proses penyelidikan. “Masih lid, nanti begitu ada kejelasan dari BPKP walaupun itu masih lid kan, tetap kami ekpose dulu diinternal kami, apakah ini ditingkatkan kepenyidikan,” katanya menyebut langkah selanjutnya.

Sampai saat ini diakuinya BPKP belum turun guna memproses data bola wisata ini, dan recana itu hanya untuk kasus bola wisata yang ada di Pulau Pedamaran, belum lagi bola wisata yang ada di Kubu.

Untuk kasus ini katanya disubkontrakkan kepada orang, dan proses penyelidikan, pihaknya sudah memangngil PPTK, dan kontraktor pemenang.

“Dari sub kontrak itu sendiri menyalahi aturan ya, perpres no 54 tahun 2010 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah. Kami sinyalir tidak sesuai spek (spesifikasi teknis, red), pengakuan dari penerima sub kontrak pertama itu. Mengerjakan pondasi habis Rp 150 juta. Anggarannya Rp 1,3 miliar, bolanya 10. Dilanjutkan sub kontrak kedua, belum kami periksa, berkali-kali kami panggil tak datang,” katanya.***(nop)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Rekanan rohil
Pak Wayan...., tidak bisa semua pekerjaan dapat di sub kontrakan, apalagi pagunya hanya 1,3 m, dan coba Bapak periksa dokumen lelangnya apakah ada yang mengatur bahwa pekerjaan tersebut dapat di Sub kontrakkan, sebagai tambahan ilmu bagi Bapak Wayan

angah
gas lah jaksa, banyak tu kerugian yang diakibatkan tu...


Berita Hukum lainnya..........
- Tinjau Lahan Terbakar, Kapolres Rohil Amankan Tiga Pekerja dan Satu Unit Alat Berat
- Kembali ke TKP Pencurian,
Pelaku Curanmor Ditangkap Tim Opsnal Polsek Bangko Rohil

- Polsek Tapung Hilir, Kampar Ringkus Pengedar Narkoba di Desa Kota Bangun
- Bersama Teman Wanitanya, Pengedar Sabu Ditangkap Tim Opsnal Polsek Bangko Pusako Rohil
- Dua Operator Alat Berat Ditangkap Sat Reskrim Polres Rohil
- Kecelakaan Maut di Lintas Pekanbaru-Duri, 3 Tewas dan 1 Kritis
- Tangani Dugaan Korupsi Jembatan Sungai Enok,
KPK Akan Dampingi Kejari Tembilahan Sampai Kasus Tuntas



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 50.19.0.90
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com