Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Rabu, 28 September 2016 23:10
Masa Kerja Pansus Berkahir,
Draf Tertib Pemilihan Wagubri Dipastikan Kelar Malam Ini


Rabu, 28 September 2016 22:27
Pekerja PT. MAS Ditemukan Tewas di Kamar Perumahan Karyawan

Rabu, 28 September 2016 21:50
Pilkada Serentak 2017, Mendagri Ajak Masyarakat Lawan Praktek Politik Uang

Rabu, 28 September 2016 21:48
Turnamen Pangkalan Lesung 2016,
PS Bintang Muda Sorek I, Pelalawan Berhasil Menjadi Champion


Rabu, 28 September 2016 21:45
Gubri Minta Pemko Dumai Manfaatkan Aset Pemprov Demi Hasilkan PAD

Rabu, 28 September 2016 21:42
Bank Riau Siap Laksanakan Kick Off Penukaran Uang

Rabu, 28 September 2016 21:39
Estimasi Rp126 Miliar,
Konsultan Ekspos Jembatan Siak IV Besok




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 18 Mei 2013 15:34
Pelaku Perusakan Mobil Diburu,
Polres Kuansing Tangkap Dua Pelaku PETI


Sampai hari ini para pelaku perusakan 17 mobil masih kabur. Sementara dalam kasus PETI, Polres Kuansing menangkap dua tersangka.

Riauterkini-PEKANBARU- Wakil Kepala Polres Kuantan Singingi (Wakapolres Kuansing) Kimpol Haldun mengungkapkan, bahwa sejauh ini pihaknya baru menangkap dua warga Lubuk Ambacang, Kecamatan Hulu Kuantan dalam kasus penambangan emas tanpa izin atau PETI.

"Yang kita amankan masih dua. Belum ada penambahan. Keduanya ditangkap dalam kasus PETI, sebagai pemilik," tutur Haldun saat dihubungi riauterkinicom dari Pekanbaru, Sabtu (18/5/13).

Sementara untuk kasus perusakan 17 unit mobil pejabat Pemkab Kuansing dan sejumlah wartawan, Haldun mengatakan pihaknya belum berhasil menangkap seorang pun yang terindintifikasi bertanggung jawab dalam kasus tersebut.

"Para pelaku perusakan mobil tidak lagi berada di kampung. Petugas kita sedang di Sijunjung, Sumbar untuk melakukan pengejaran," tuturnya.

Sebagai pengingat, pada Selasa (14/5/13) lalu, seratusan warga merusak 17 unit mobil yang diparkir di Pasar Lubuk Ambacang. Mobil tersebut ditinggal pemiliknya mengikuti operasi penertiban PETI di sepanjang hulu Sungai Kuantan. Sebanyak 53 unit PETI dibakar aparat gabungan yang langsung dipimpin Bupati Kuansing Sukarmis.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
suara rakyat
Bpk bupati seharusnya tdk perlu membakar kapal peti, krn modal nya besar, yg punya kan warga bpk juga, bpk seharusnya mencari solusi alternative bagi mata pencaharian mrka,krn mrka sudah lama bergantung hidup dari peti ini, bayangkan brpa KK yg mende

suara rakyat
Bpk bupati seharusnya tdk perlu membakar kapal peti, krn modal nya besar, yg punya kan warga bpk juga, bpk seharusnya mencari solusi alternative bagi mata pencaharian mrka,krn mrka sudah lama bergantung hidup dari peti ini, bayangkan brpa KK yg mende

ANTI PETI
LANJUTKAN TERUS PEMBERANTASAN PETI, PAK KAPOLRES...!!! JANGAN MUNDUR, MAYORITAS MASYARAKAT KUANSING MENDUKUNG POLISI DAN PEMDA MEMBERANTAS PETI. KALAU DIBIARKAN SANGAT MEMBAHAYAKAN KEHIDUPAN MAYARAKAT PENGGUNA AIR SUNGAI KUANTAN DAN MERUSAK LINGKUNGA

peti
Sama saya bapak blm setor .

peti
Sama saya bapak blm setor .


Berita Hukum lainnya..........
- Pekerja PT. MAS Ditemukan Tewas di Kamar Perumahan Karyawan
- Polres Dumai Berhasil Padamkan Kebakaran Lahan Sawi
- Tewas Disambar Taksi,
Polisi Sebut Kecelakaan Maut di KH Nasution Akibat Korban Tidak Hati-hati

- Pasca Tragedi Meranti Berdarah,
Malam ini Masyarakat Gelar Dialog dengan KontraS dan Polda Riau

- Geledah Rumah Mewah Wella di Rumbai, Polisi Temukan Buku Tabungan Rp3 Miliar
- Terkait SK Honorer Bodong,
Asisten III Setdakab Rohul Diperiksa Sekira 3 Jam, Sekdakab Rohul Menyusul

- Terpental Disambar Taksi, Pengendara Motor di Jalan KH Nasution Pekanbaru Tewas di Tempat


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 107.21.163.40
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com