Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Ahad, 26 Juni 2016 19:42
Mandra Ditangkap Polisi,
Diduga Perampas Honda Beat Milik Perias Pengantin di Rohul


Ahad, 26 Juni 2016 19:32
BNI Gelar Pasar Murah BUMN di Teluk Kuantan

Ahad, 26 Juni 2016 19:02
Nelayan yang Hilang di Sungai Ditemukan Sudah Meninggal Dunia

Ahad, 26 Juni 2016 18:57
Kemendagri: Pemprov Minta Dua Pekan Sosialisasi Pembatalan Perda

Ahad, 26 Juni 2016 17:08
Safari Ramadhan di Kandis,
Wabup Siak: Jauhkan Anak-anak dari Pergaulan Penyimpang


Ahad, 26 Juni 2016 16:38
Buka Puasa PWI Bersama Warga Binaan,
Rusli Zainal Pesan H Jufri Zubir Harus Rebut Perahu Golkar


Ahad, 26 Juni 2016 15:14
Dihadiri Bupati,
TP PKK Taja Pesantren Kilat dan Beri Bingkisan Buat Anak Yatim dan Lansia




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 18 Mei 2013 15:34
Pelaku Perusakan Mobil Diburu,
Polres Kuansing Tangkap Dua Pelaku PETI


Sampai hari ini para pelaku perusakan 17 mobil masih kabur. Sementara dalam kasus PETI, Polres Kuansing menangkap dua tersangka.

Riauterkini-PEKANBARU- Wakil Kepala Polres Kuantan Singingi (Wakapolres Kuansing) Kimpol Haldun mengungkapkan, bahwa sejauh ini pihaknya baru menangkap dua warga Lubuk Ambacang, Kecamatan Hulu Kuantan dalam kasus penambangan emas tanpa izin atau PETI.

"Yang kita amankan masih dua. Belum ada penambahan. Keduanya ditangkap dalam kasus PETI, sebagai pemilik," tutur Haldun saat dihubungi riauterkinicom dari Pekanbaru, Sabtu (18/5/13).

Sementara untuk kasus perusakan 17 unit mobil pejabat Pemkab Kuansing dan sejumlah wartawan, Haldun mengatakan pihaknya belum berhasil menangkap seorang pun yang terindintifikasi bertanggung jawab dalam kasus tersebut.

"Para pelaku perusakan mobil tidak lagi berada di kampung. Petugas kita sedang di Sijunjung, Sumbar untuk melakukan pengejaran," tuturnya.

Sebagai pengingat, pada Selasa (14/5/13) lalu, seratusan warga merusak 17 unit mobil yang diparkir di Pasar Lubuk Ambacang. Mobil tersebut ditinggal pemiliknya mengikuti operasi penertiban PETI di sepanjang hulu Sungai Kuantan. Sebanyak 53 unit PETI dibakar aparat gabungan yang langsung dipimpin Bupati Kuansing Sukarmis.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
suara rakyat
Bpk bupati seharusnya tdk perlu membakar kapal peti, krn modal nya besar, yg punya kan warga bpk juga, bpk seharusnya mencari solusi alternative bagi mata pencaharian mrka,krn mrka sudah lama bergantung hidup dari peti ini, bayangkan brpa KK yg mende

suara rakyat
Bpk bupati seharusnya tdk perlu membakar kapal peti, krn modal nya besar, yg punya kan warga bpk juga, bpk seharusnya mencari solusi alternative bagi mata pencaharian mrka,krn mrka sudah lama bergantung hidup dari peti ini, bayangkan brpa KK yg mende

ANTI PETI
LANJUTKAN TERUS PEMBERANTASAN PETI, PAK KAPOLRES...!!! JANGAN MUNDUR, MAYORITAS MASYARAKAT KUANSING MENDUKUNG POLISI DAN PEMDA MEMBERANTAS PETI. KALAU DIBIARKAN SANGAT MEMBAHAYAKAN KEHIDUPAN MAYARAKAT PENGGUNA AIR SUNGAI KUANTAN DAN MERUSAK LINGKUNGA

peti
Sama saya bapak blm setor .

peti
Sama saya bapak blm setor .


Berita Hukum lainnya..........
- Mandra Ditangkap Polisi,
Diduga Perampas Honda Beat Milik Perias Pengantin di Rohul

- Nelayan yang Hilang di Sungai Ditemukan Sudah Meninggal Dunia
- Seorang Nelayan Teluk Kiambang, Inhil Hilang Saat Sedang Menjaring di Sungai Indragiri
- Polsek XIII Koto Kampar Ringkus Perampokan Setelah Kabur 1 Bulan
- Kapolres Kampar Imbau Warga Mencegah dan Menghindari Pelaku Kejahatan ‪
- Maling Gondol Honda Beat dari Parkiran Kantor Camat Ujungbatu, Rohul
- Melaut di Perairan RI, 19 Nelayan Rohil Ditangkap Polisi Malaysia


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.145.75.98
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com