Untitled Document
Senin, 17 Syawwal 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Senin, 3 Agustus 2015 02:04
Seorang Mahasiswa UIN Pekanbaru Tenggelam di Sungai Kuantan

Senin, 3 Agustus 2015 02:00
Dalami Kasus Suap RAPBD Riau,
KPK Turunkan Satu Tim Penyidik ke Pekanbaru


Ahad, 2 Agustus 2015 22:09
Halal bi Halal, Indra Putra Ajak Masyarakat Kuansing Rukun dan Saling Menghargai

Ahad, 2 Agustus 2015 21:48
Empat Pejabat Polres Kuansing Dimutasi

Ahad, 2 Agustus 2015 21:43
Bupati Rohil Hadiri Halal bi Halal Masyarakat Riau di Jakarta

Ahad, 2 Agustus 2015 21:26
Grand Opening Pekan Depan,
Senam Zumba Meriahkan Pre-Opening Apotek Trans Pekanbaru


Ahad, 2 Agustus 2015 21:15
Pembantu Rektor I IPDN Tinjau Lokasi Pemindahan Kampus Rohil ke Kampar



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 18 Mei 2013 15:34
Pelaku Perusakan Mobil Diburu,
Polres Kuansing Tangkap Dua Pelaku PETI


Sampai hari ini para pelaku perusakan 17 mobil masih kabur. Sementara dalam kasus PETI, Polres Kuansing menangkap dua tersangka.

Riauterkini-PEKANBARU- Wakil Kepala Polres Kuantan Singingi (Wakapolres Kuansing) Kimpol Haldun mengungkapkan, bahwa sejauh ini pihaknya baru menangkap dua warga Lubuk Ambacang, Kecamatan Hulu Kuantan dalam kasus penambangan emas tanpa izin atau PETI.

"Yang kita amankan masih dua. Belum ada penambahan. Keduanya ditangkap dalam kasus PETI, sebagai pemilik," tutur Haldun saat dihubungi riauterkinicom dari Pekanbaru, Sabtu (18/5/13).

Sementara untuk kasus perusakan 17 unit mobil pejabat Pemkab Kuansing dan sejumlah wartawan, Haldun mengatakan pihaknya belum berhasil menangkap seorang pun yang terindintifikasi bertanggung jawab dalam kasus tersebut.

"Para pelaku perusakan mobil tidak lagi berada di kampung. Petugas kita sedang di Sijunjung, Sumbar untuk melakukan pengejaran," tuturnya.

Sebagai pengingat, pada Selasa (14/5/13) lalu, seratusan warga merusak 17 unit mobil yang diparkir di Pasar Lubuk Ambacang. Mobil tersebut ditinggal pemiliknya mengikuti operasi penertiban PETI di sepanjang hulu Sungai Kuantan. Sebanyak 53 unit PETI dibakar aparat gabungan yang langsung dipimpin Bupati Kuansing Sukarmis.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
suara rakyat
Bpk bupati seharusnya tdk perlu membakar kapal peti, krn modal nya besar, yg punya kan warga bpk juga, bpk seharusnya mencari solusi alternative bagi mata pencaharian mrka,krn mrka sudah lama bergantung hidup dari peti ini, bayangkan brpa KK yg mende

suara rakyat
Bpk bupati seharusnya tdk perlu membakar kapal peti, krn modal nya besar, yg punya kan warga bpk juga, bpk seharusnya mencari solusi alternative bagi mata pencaharian mrka,krn mrka sudah lama bergantung hidup dari peti ini, bayangkan brpa KK yg mende

ANTI PETI
LANJUTKAN TERUS PEMBERANTASAN PETI, PAK KAPOLRES...!!! JANGAN MUNDUR, MAYORITAS MASYARAKAT KUANSING MENDUKUNG POLISI DAN PEMDA MEMBERANTAS PETI. KALAU DIBIARKAN SANGAT MEMBAHAYAKAN KEHIDUPAN MAYARAKAT PENGGUNA AIR SUNGAI KUANTAN DAN MERUSAK LINGKUNGA

peti
Sama saya bapak blm setor .

peti
Sama saya bapak blm setor .


Berita Hukum lainnya..........
- Seorang Mahasiswa UIN Pekanbaru Tenggelam di Sungai Kuantan
- Dalami Kasus Suap RAPBD Riau,
KPK Turunkan Satu Tim Penyidik ke Pekanbaru

- Empat Pejabat Polres Kuansing Dimutasi
- 1.000 Karung Bawang Putih Asal Cina Diamankan Polres Kampar
- Pencuri Motor di Kampar Diamankan Polisi
- Sempat Terjatuh Menabrak Mobil,
Dua Pengangguran di Payung Sekaki Diringkus Polisi Usai Menjambret

- Selundupkan Sabu, Warga Rohil Ditangkap Petugas Sipir Rutan Dumai


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.167.76.176
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com