Untitled Document
Kamis, 9 Sya'ban 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Kamis, 28 Mei 2015 16:53
Polres Bersama Disperindag dan Dispas Cek Peredaran Beras Plastik di Kampar

Kamis, 28 Mei 2015 16:48
Empat Cabup dan Satu Cawabup Pelalawan Ikuti Fit and Propertest di DPP PDI Perjuangan

Kamis, 28 Mei 2015 16:44
Hatrick Opini WTP dari BPK, Bupati Meranti Puji Kinerja SKPD

Kamis, 28 Mei 2015 16:38
Perkembangan Kasus Suap APBD Riau di KPK 'Masih Membeku'

Kamis, 28 Mei 2015 16:36
Pelanggar Operasi Patuh 2015 di Duri Keluhkan Lokasi Sidang di Bengkalis

Kamis, 28 Mei 2015 16:33
Belum Siap, Jaksa Tunda Tuntutan Mantan Anggota DPRD Riau Terdakwa Sabu

Kamis, 28 Mei 2015 16:31
Polres Kampar Blender 23,33 Gram Sabu dan 8 Butir Esktasi



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 14 Mei 2013 14:27
BBPOM Sita Obat dan Kosmetik Bermasalah Rp 600 Juta

Beragam obat dan kosmetik bermasalah serta berbahaya disita Balai Besar POM Pekanbaru. Nilainya sekitar Rp 600 juta.

Riauterkini-PEKANBARU- Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru melakukan penyitaan terhadap berbagai obat dan kosmetik bermasalah. Obat dan kosmetik tersebut ditarik dari pasaran karena tak berizin ataupun mengandung zat berbahaya.

"Sejak Januari hingga Mei ini kami telah melakukan sejumlah operasi di beberapa kota di Riau. Hasilnya, masih banyak kita temukan obat dan kosmetik beredar tanpa izin ataupun yang mengandung zat berbahaya," papar Kepala BBPOM Pekanbaru Fanani Mahmud kepada wartawan di kantornya, Selasa (14/5/13).

Dijelaskan Fanani, untuk jenis obat bermasalah yang diamankan pada umumnya berupa supelemen impor yang masuk tanpa izin edar. Sedangkan komestik pada umumnya merupakan krem pemutih wajah ataupun kulit namun mengandung zat berbahaya, seperti mercury.

Seluruh obat dan kosmetik yang disita, lanjut Fanani nilainya sekitar Rp 600 juta. Selanjutnya akan dilakukan pemusnahan terhadap barang-barang sitaan agar tak lagi diedarkan.

Disinggung mengenai langkah hukum terhadap penjual ataupun pengedar, Fanani mengatakan sejauh ini pihaknya baru melakukan tindakkan penyitaan barang, belum berlanjut ke proses hukum pada para pengedar maupun penjual.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Perkembangan Kasus Suap APBD Riau di KPK 'Masih Membeku'
- Pelanggar Operasi Patuh 2015 di Duri Keluhkan Lokasi Sidang di Bengkalis
- Belum Siap, Jaksa Tunda Tuntutan Mantan Anggota DPRD Riau Terdakwa Sabu
- Polres Kampar Blender 23,33 Gram Sabu dan 8 Butir Esktasi
- Kasatlantas Polres Bengkalis Sidak Titik Macet di Lintas Duri-Pekanbaru
- Lepas Tembakan Peringatan,
Polresta Pekanbaru Ringkus Tersangka Curanmor Asal Sumbar

- Operasi Patuh Lalu Lintas Polres Rohil, Tangkap 30 Kg Sabu


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.147.217.76
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com