Untitled Document
Selasa, 24 Ramadhan 1435 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Selasa, 22 Juli 2014 15:55
Kebakaran 3 Unit Rumah Di Duri Sebabkan Korban Jiwa

Selasa, 22 Juli 2014 15:50
Komisi A Panggil Paksa Koperasi Aek Natio

Selasa, 22 Juli 2014 15:26
APMS di Bengkalis Mulai Bayarkan THR ke Karyawan

Selasa, 22 Juli 2014 15:13
Pemeriksaan Kesehatan Tahap Dua JCH Rohul 12-14 Agustus 2014

Selasa, 22 Juli 2014 15:04
Warga Bengkalis Keluhkan Seringnya Pemadaman Listrik Berjam-jam

Selasa, 22 Juli 2014 14:51
Apel Anggota,
Dandim 0313/KPR Himbau Masyarakat Tidak Mudah Terpropokasi


Selasa, 22 Juli 2014 14:45
Galeri Foto Silaturahmi Bupati Meranti ke Masyarakat



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 14 Mei 2013 14:27
BBPOM Sita Obat dan Kosmetik Bermasalah Rp 600 Juta

Beragam obat dan kosmetik bermasalah serta berbahaya disita Balai Besar POM Pekanbaru. Nilainya sekitar Rp 600 juta.

Riauterkini-PEKANBARU- Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru melakukan penyitaan terhadap berbagai obat dan kosmetik bermasalah. Obat dan kosmetik tersebut ditarik dari pasaran karena tak berizin ataupun mengandung zat berbahaya.

"Sejak Januari hingga Mei ini kami telah melakukan sejumlah operasi di beberapa kota di Riau. Hasilnya, masih banyak kita temukan obat dan kosmetik beredar tanpa izin ataupun yang mengandung zat berbahaya," papar Kepala BBPOM Pekanbaru Fanani Mahmud kepada wartawan di kantornya, Selasa (14/5/13).

Dijelaskan Fanani, untuk jenis obat bermasalah yang diamankan pada umumnya berupa supelemen impor yang masuk tanpa izin edar. Sedangkan komestik pada umumnya merupakan krem pemutih wajah ataupun kulit namun mengandung zat berbahaya, seperti mercury.

Seluruh obat dan kosmetik yang disita, lanjut Fanani nilainya sekitar Rp 600 juta. Selanjutnya akan dilakukan pemusnahan terhadap barang-barang sitaan agar tak lagi diedarkan.

Disinggung mengenai langkah hukum terhadap penjual ataupun pengedar, Fanani mengatakan sejauh ini pihaknya baru melakukan tindakkan penyitaan barang, belum berlanjut ke proses hukum pada para pengedar maupun penjual.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Kebakaran 3 Unit Rumah Di Duri Sebabkan Korban Jiwa
- Apel Anggota,
Dandim 0313/KPR Himbau Masyarakat Tidak Mudah Terpropokasi

- Peringati HUT ke 54 HBA,
Kejagung RI Berhasil Tangkap 61 Buronan

- UPT Dishub Mandau Pasang Enam Spanduk Keselamatan Mudik Lebaran
- Kajati Riau Akui Upaya Penyelamatan Uang Negara Tak Optimal
- Lagi, Terdakwa Korupsi Vaksin Haji Bandingnya Ditolak dan Ajukan Kasasi
- Tilap Bantuan Pendidikan, Mantan Kabid Disdik Inhu Dituntut 6 Tahun Penjara


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.204.142.143
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com