Untitled Document
Rabu, 12 Syawwal 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Rabu, 29 Juli 2015 13:08
6 Bulan, Salinan Putusan Kasasi Perkara Mantan Bupati Inhu Masih 'Ditahan' MA

Rabu, 29 Juli 2015 13:05
Walikota Pekanbaru Ajak Masyarakat Jadikan Ikan Menu Kuliner Utama

Rabu, 29 Juli 2015 11:34
Tanpa Golkar dan PPP, Harris-Zardewan Tetap Solid Hadapi PIlkada Pelalawan

Rabu, 29 Juli 2015 10:49
Kapolsek Mandau Gelar Silaturrahim Dengan Tokoh Masyarakat dan Wakil Rakyat

Rabu, 29 Juli 2015 10:46
Kinerja Dianggap Lamban, Pelaksanaan PTSP di Daerah akan Dievaluasi

Rabu, 29 Juli 2015 10:24
Golkar Gagal Ikut Pilkada Pelalawan, DPP Bakal Diprotes

Rabu, 29 Juli 2015 10:14
Daftar Lengkap Calon Peserta Pilkada 9 Daerah di Riau



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 14 Mei 2013 14:27
BBPOM Sita Obat dan Kosmetik Bermasalah Rp 600 Juta

Beragam obat dan kosmetik bermasalah serta berbahaya disita Balai Besar POM Pekanbaru. Nilainya sekitar Rp 600 juta.

Riauterkini-PEKANBARU- Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru melakukan penyitaan terhadap berbagai obat dan kosmetik bermasalah. Obat dan kosmetik tersebut ditarik dari pasaran karena tak berizin ataupun mengandung zat berbahaya.

"Sejak Januari hingga Mei ini kami telah melakukan sejumlah operasi di beberapa kota di Riau. Hasilnya, masih banyak kita temukan obat dan kosmetik beredar tanpa izin ataupun yang mengandung zat berbahaya," papar Kepala BBPOM Pekanbaru Fanani Mahmud kepada wartawan di kantornya, Selasa (14/5/13).

Dijelaskan Fanani, untuk jenis obat bermasalah yang diamankan pada umumnya berupa supelemen impor yang masuk tanpa izin edar. Sedangkan komestik pada umumnya merupakan krem pemutih wajah ataupun kulit namun mengandung zat berbahaya, seperti mercury.

Seluruh obat dan kosmetik yang disita, lanjut Fanani nilainya sekitar Rp 600 juta. Selanjutnya akan dilakukan pemusnahan terhadap barang-barang sitaan agar tak lagi diedarkan.

Disinggung mengenai langkah hukum terhadap penjual ataupun pengedar, Fanani mengatakan sejauh ini pihaknya baru melakukan tindakkan penyitaan barang, belum berlanjut ke proses hukum pada para pengedar maupun penjual.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- 6 Bulan, Salinan Putusan Kasasi Perkara Mantan Bupati Inhu Masih 'Ditahan' MA
- Polres Rohil Siapkan Pengamanan Bervariasi untuk Pilkada
- FPI Ancam Tutup Paksa Tempat Permainan dan Hiburan Berbau Maksiat di Tembilahan
- Pemilik 'Kabur', Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Miras Ilegal
- Enam Anggota Polres Dumai Jalani Sidang Disiplin
- Dugaan Korupsi Bansos, Bupati Bengkalis Kembali Diperiksa Polisi
- Tersangka Bupati Bengkalis, Kejati Riau Terima SPDP Korupsi Bansos


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.167.76.176
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com