Untitled Document
Selasa, 16 Rajab 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Selasa, 5 Mei 2015 21:06
TNI Ungkap Pupuk Sawit Palsu di Rohil

Selasa, 5 Mei 2015 21:03
Biaya Dinas dan Dana Pribadi, Camat se-Siak Dikirim Stuban ke Lombok

Selasa, 5 Mei 2015 20:59
13 Pelajar di Dumai Drop Out Jelang UN SMP Sederajat

Selasa, 5 Mei 2015 20:49
Camat Bangkinang, Kampar Gesa Realisasi Program RTMPE

Selasa, 5 Mei 2015 20:44
Hingga April, Pemko Dumai Realisasikan Dana Belanja 18,85 Persen

Selasa, 5 Mei 2015 20:39
Tingkatkan Prestasi dan Peminat,
Ponpes Muallimin, Kampar Terus Berbenah


Selasa, 5 Mei 2015 20:34
Pansus Lahan DPRD Riau Ungkap Lahan PT Arindo Tri Sejahtera Lebihi Izin



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 14 Mei 2013 14:27
BBPOM Sita Obat dan Kosmetik Bermasalah Rp 600 Juta

Beragam obat dan kosmetik bermasalah serta berbahaya disita Balai Besar POM Pekanbaru. Nilainya sekitar Rp 600 juta.

Riauterkini-PEKANBARU- Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru melakukan penyitaan terhadap berbagai obat dan kosmetik bermasalah. Obat dan kosmetik tersebut ditarik dari pasaran karena tak berizin ataupun mengandung zat berbahaya.

"Sejak Januari hingga Mei ini kami telah melakukan sejumlah operasi di beberapa kota di Riau. Hasilnya, masih banyak kita temukan obat dan kosmetik beredar tanpa izin ataupun yang mengandung zat berbahaya," papar Kepala BBPOM Pekanbaru Fanani Mahmud kepada wartawan di kantornya, Selasa (14/5/13).

Dijelaskan Fanani, untuk jenis obat bermasalah yang diamankan pada umumnya berupa supelemen impor yang masuk tanpa izin edar. Sedangkan komestik pada umumnya merupakan krem pemutih wajah ataupun kulit namun mengandung zat berbahaya, seperti mercury.

Seluruh obat dan kosmetik yang disita, lanjut Fanani nilainya sekitar Rp 600 juta. Selanjutnya akan dilakukan pemusnahan terhadap barang-barang sitaan agar tak lagi diedarkan.

Disinggung mengenai langkah hukum terhadap penjual ataupun pengedar, Fanani mengatakan sejauh ini pihaknya baru melakukan tindakkan penyitaan barang, belum berlanjut ke proses hukum pada para pengedar maupun penjual.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- TNI Ungkap Pupuk Sawit Palsu di Rohil
- Edarkan Sabu-sabu, Tiga Pria Ditangkap di Kampar
- Polres Dumai Tangkap Dua Mahasiswa Diduga Pengguna Pil Ekstasi
- Kunci Jawaban Bocor, Peserta Seleksi Anggota PPK Rohul Tuntut Tes Ulang
- 12 Peserta UN SMP di Bengkalis Kerjakan Soal di Penjara
- Satpol PP Bengkalis Kembali Amankan Sejumlah Wanita Diduga Pelacur
- Kemungkinan Bupati Rohul Dipanggil Paksa


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.197.15.196
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com