Untitled Document
Rabu, 22 Jumadil Akhir 1435 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Rabu, 23 April 2014 15:51
Pustu Terpencil Rohil Disidak Kepala Puskesmas Panipahan

Rabu, 23 April 2014 15:46
xxx
Tim Mabes TNI AD Tinjau Gedung Kodim Bengkalis


Rabu, 23 April 2014 15:39
101 Pemenang DCR 2014 Diumumkan 30 April 2014

Rabu, 23 April 2014 15:20
Kampar Antarkan 8 Wakilnya di DPRD Riau

Rabu, 23 April 2014 15:17
Pecah Ban, Mobil Dinas Kemenag Pelalawan Terbalik

Rabu, 23 April 2014 15:04
Terapkan Pengelolaan Manajemen Usaha Lebih Baik,
Alfamart Berikan Pelatihan UMKM bagi Pedagang Kecil


Rabu, 23 April 2014 15:01
Dugaan Korupsi Keuangan,
Dirut BUMD PT. BLJ Group Bengkalis Jadi Tersangka




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 14 Mei 2013 14:27
BBPOM Sita Obat dan Kosmetik Bermasalah Rp 600 Juta

Beragam obat dan kosmetik bermasalah serta berbahaya disita Balai Besar POM Pekanbaru. Nilainya sekitar Rp 600 juta.

Riauterkini-PEKANBARU- Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru melakukan penyitaan terhadap berbagai obat dan kosmetik bermasalah. Obat dan kosmetik tersebut ditarik dari pasaran karena tak berizin ataupun mengandung zat berbahaya.

"Sejak Januari hingga Mei ini kami telah melakukan sejumlah operasi di beberapa kota di Riau. Hasilnya, masih banyak kita temukan obat dan kosmetik beredar tanpa izin ataupun yang mengandung zat berbahaya," papar Kepala BBPOM Pekanbaru Fanani Mahmud kepada wartawan di kantornya, Selasa (14/5/13).

Dijelaskan Fanani, untuk jenis obat bermasalah yang diamankan pada umumnya berupa supelemen impor yang masuk tanpa izin edar. Sedangkan komestik pada umumnya merupakan krem pemutih wajah ataupun kulit namun mengandung zat berbahaya, seperti mercury.

Seluruh obat dan kosmetik yang disita, lanjut Fanani nilainya sekitar Rp 600 juta. Selanjutnya akan dilakukan pemusnahan terhadap barang-barang sitaan agar tak lagi diedarkan.

Disinggung mengenai langkah hukum terhadap penjual ataupun pengedar, Fanani mengatakan sejauh ini pihaknya baru melakukan tindakkan penyitaan barang, belum berlanjut ke proses hukum pada para pengedar maupun penjual.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Pecah Ban, Mobil Dinas Kemenag Pelalawan Terbalik
- Dugaan Korupsi Keuangan,
Dirut BUMD PT. BLJ Group Bengkalis Jadi Tersangka

- Gelapkan Tagihan Penjualan Barang,
Karyawan Toko Divonis 1 Tahun Penjara

- Lahan Digarap PT Adei,
Hanifah Histeris di Depan Kantor Bupati Pelalawan

- Ngedar Sabu, Oknum PNS Disdukcapil Pekanbaru Terancam Dipecat
- Sambaran Petir Picu Kebakaran Ludeskan 7 Kios dan 2 Rumah di Kuansing
- Polisi Belum Tangkap Pelaku,
ABG Korban Pencabulan Mengadu ke KPAID Rohul



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.197.189.165
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com