Untitled Document
Rabu, 21 Ramadhan 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Selasa, 7 Juli 2015 23:13
MUI Rohil Setuju Maksiat di IPDN Dibuktikan

Selasa, 7 Juli 2015 23:10
Diamankan di Polsek Bukit Raya,
Narapidana Lapas Kelas II A Pekanbaru Kedapatan Miliki Sabu-sabu


Selasa, 7 Juli 2015 21:42
Anggota Dewan Eka Putra Kecam Aksi Pungli di Disdukcapil Pelalawan

Selasa, 7 Juli 2015 20:44
Penelitian Program Studi Strategi Pertahanan, Kemenhan RI Kunjungi Bengkalis

Selasa, 7 Juli 2015 20:41
Dua Kali Dipanggil,
Komisi II DPRD Bengkalis Kecewa Terhadap Personel ULP Mangkir


Selasa, 7 Juli 2015 19:53
Peringatan Hari Jadi ke-503 Bengkalis Akan Digelar Meriah

Selasa, 7 Juli 2015 19:41
Pansus I DPRD Rohil Minta Pemilihan 69 Kepala Kepenghuluan Serentak Dilakanakan Akhir September 2015



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 14 Mei 2013 14:27
BBPOM Sita Obat dan Kosmetik Bermasalah Rp 600 Juta

Beragam obat dan kosmetik bermasalah serta berbahaya disita Balai Besar POM Pekanbaru. Nilainya sekitar Rp 600 juta.

Riauterkini-PEKANBARU- Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru melakukan penyitaan terhadap berbagai obat dan kosmetik bermasalah. Obat dan kosmetik tersebut ditarik dari pasaran karena tak berizin ataupun mengandung zat berbahaya.

"Sejak Januari hingga Mei ini kami telah melakukan sejumlah operasi di beberapa kota di Riau. Hasilnya, masih banyak kita temukan obat dan kosmetik beredar tanpa izin ataupun yang mengandung zat berbahaya," papar Kepala BBPOM Pekanbaru Fanani Mahmud kepada wartawan di kantornya, Selasa (14/5/13).

Dijelaskan Fanani, untuk jenis obat bermasalah yang diamankan pada umumnya berupa supelemen impor yang masuk tanpa izin edar. Sedangkan komestik pada umumnya merupakan krem pemutih wajah ataupun kulit namun mengandung zat berbahaya, seperti mercury.

Seluruh obat dan kosmetik yang disita, lanjut Fanani nilainya sekitar Rp 600 juta. Selanjutnya akan dilakukan pemusnahan terhadap barang-barang sitaan agar tak lagi diedarkan.

Disinggung mengenai langkah hukum terhadap penjual ataupun pengedar, Fanani mengatakan sejauh ini pihaknya baru melakukan tindakkan penyitaan barang, belum berlanjut ke proses hukum pada para pengedar maupun penjual.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- MUI Rohil Setuju Maksiat di IPDN Dibuktikan
- Diamankan di Polsek Bukit Raya,
Narapidana Lapas Kelas II A Pekanbaru Kedapatan Miliki Sabu-sabu

- Polsek Lima Puluh, Pekanbaru Ringkus Seorang Penjual Togel
- 'ABG' Pelaku Curanmor di 33 TKP,
Aksi Pelaku Didorong Faktor Ekonomi

- Pelaku Masih 'ABG',
Polsek Pangkalan Kuras, Pelalawan Bongkar 33 Kasus Curanmor

- Suap Pengesahan APBD 2015,
Seorang Mantan dan Dua Anggota DPRD Riau Usai Diperiksa KPK

- Wako Firdaus Sebut Kebakaran Pasar Cik Puan Akibat Kelalaian Manusia


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.80.252.1
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com