Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Ahad, 29 Mei 2016 06:33
Petugas Berhasil Selamatkan Gudang Keputuhan Pokok di Ujungbatu dari Kebakaran

Ahad, 29 Mei 2016 06:30
Jaksa Sudah Periksa 15 Saksi Dugaan Korupsi Dana Universitas KM

Ahad, 29 Mei 2016 06:29
Pansus Sengketa Lahan DPRD Bengkalis Temui Masyarakat Sakai

Sabtu, 28 Mei 2016 22:02
Sambut Ramadhan, Bupati Harris Hadiri Tabligh Akbar di Langgam

Sabtu, 28 Mei 2016 21:59
Kejagung Rombak Pejabat,
Uung Abdul Syukur Gantikan Susdiyarto Agung Jadi Kajati Riau


Sabtu, 28 Mei 2016 21:56
Diprakarsai Binmas Polres,
HUT ke-70 Bhayangkara di Taman Kreatif Pelalawan Berjalan Sukses


Sabtu, 28 Mei 2016 21:52
Peduli Lingkungan,
Himpunan Mahasiswa Biologi Riau Aksi Damai di Pasirpangaraian




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 14 Mei 2013 14:27
BBPOM Sita Obat dan Kosmetik Bermasalah Rp 600 Juta

Beragam obat dan kosmetik bermasalah serta berbahaya disita Balai Besar POM Pekanbaru. Nilainya sekitar Rp 600 juta.

Riauterkini-PEKANBARU- Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru melakukan penyitaan terhadap berbagai obat dan kosmetik bermasalah. Obat dan kosmetik tersebut ditarik dari pasaran karena tak berizin ataupun mengandung zat berbahaya.

"Sejak Januari hingga Mei ini kami telah melakukan sejumlah operasi di beberapa kota di Riau. Hasilnya, masih banyak kita temukan obat dan kosmetik beredar tanpa izin ataupun yang mengandung zat berbahaya," papar Kepala BBPOM Pekanbaru Fanani Mahmud kepada wartawan di kantornya, Selasa (14/5/13).

Dijelaskan Fanani, untuk jenis obat bermasalah yang diamankan pada umumnya berupa supelemen impor yang masuk tanpa izin edar. Sedangkan komestik pada umumnya merupakan krem pemutih wajah ataupun kulit namun mengandung zat berbahaya, seperti mercury.

Seluruh obat dan kosmetik yang disita, lanjut Fanani nilainya sekitar Rp 600 juta. Selanjutnya akan dilakukan pemusnahan terhadap barang-barang sitaan agar tak lagi diedarkan.

Disinggung mengenai langkah hukum terhadap penjual ataupun pengedar, Fanani mengatakan sejauh ini pihaknya baru melakukan tindakkan penyitaan barang, belum berlanjut ke proses hukum pada para pengedar maupun penjual.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Petugas Berhasil Selamatkan Gudang Keputuhan Pokok di Ujungbatu dari Kebakaran
- Jaksa Sudah Periksa 15 Saksi Dugaan Korupsi Dana Universitas KM
- Kejagung Rombak Pejabat,
Uung Abdul Syukur Gantikan Susdiyarto Agung Jadi Kajati Riau

- Diprakarsai Binmas Polres,
HUT ke-70 Bhayangkara di Taman Kreatif Pelalawan Berjalan Sukses

- Kerugian Diperkirakan Rp100 Juta,
Perampok Bersenpi Gasak Harta Warga Jake, Kuansing

- Operasi Pekat 2016, Polres Dumai Jaring Dua Guru Sedang Mesum
- Polsek Tandun Ungkap 4 Pencetak dan Pengedar Uang Palsu di Rohul-Kampar


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.166.192.56
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com