Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Ahad, 24 Juli 2016 20:47
Dihadiri Wabup Sukiman,
Ribuan Warga Rohul Ramaikan Tradisi "Pulang Kampong Busamo" di Rambah Hilir


Ahad, 24 Juli 2016 20:40
Kandidat Walikota Pekanbaru Ramli Walid Hadiri Halal Bihalal Masyarakat Inhu

Ahad, 24 Juli 2016 20:38
255 JCH Ikuti Pembekalan di Menara Dang Merdu,
Bank Riau Kepri Adakan Silaturahmi dan Manasik Haji


Ahad, 24 Juli 2016 20:30
LAZIS IMRA PT RAPP Kembali Salurkan Bantuan

Ahad, 24 Juli 2016 16:42
Seorang Suami di Rohul Ditangkap Polisi karena Tonjok Wajah Istri

Ahad, 24 Juli 2016 16:39
Anggota DPRD Kampar Ahmad Jevary Juniardo Hadiri Halal Bi Halal di Kampar Kiri Hulu

Ahad, 24 Juli 2016 15:54
10 Mahasiswa IPB Terancam Diberhentikan,
Kepala DPKA Rohul: Akan Kita Anggarkan di APBD Perubahan




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 14 Mei 2013 14:27
BBPOM Sita Obat dan Kosmetik Bermasalah Rp 600 Juta

Beragam obat dan kosmetik bermasalah serta berbahaya disita Balai Besar POM Pekanbaru. Nilainya sekitar Rp 600 juta.

Riauterkini-PEKANBARU- Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru melakukan penyitaan terhadap berbagai obat dan kosmetik bermasalah. Obat dan kosmetik tersebut ditarik dari pasaran karena tak berizin ataupun mengandung zat berbahaya.

"Sejak Januari hingga Mei ini kami telah melakukan sejumlah operasi di beberapa kota di Riau. Hasilnya, masih banyak kita temukan obat dan kosmetik beredar tanpa izin ataupun yang mengandung zat berbahaya," papar Kepala BBPOM Pekanbaru Fanani Mahmud kepada wartawan di kantornya, Selasa (14/5/13).

Dijelaskan Fanani, untuk jenis obat bermasalah yang diamankan pada umumnya berupa supelemen impor yang masuk tanpa izin edar. Sedangkan komestik pada umumnya merupakan krem pemutih wajah ataupun kulit namun mengandung zat berbahaya, seperti mercury.

Seluruh obat dan kosmetik yang disita, lanjut Fanani nilainya sekitar Rp 600 juta. Selanjutnya akan dilakukan pemusnahan terhadap barang-barang sitaan agar tak lagi diedarkan.

Disinggung mengenai langkah hukum terhadap penjual ataupun pengedar, Fanani mengatakan sejauh ini pihaknya baru melakukan tindakkan penyitaan barang, belum berlanjut ke proses hukum pada para pengedar maupun penjual.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Seorang Suami di Rohul Ditangkap Polisi karena Tonjok Wajah Istri
- Pelantikan PC Federasi SP-BPU se Riau Nyaris Bentrok
- Heboh, Oknum Kades Asal Meranti Ditangkap SatNarkoba Polres Bengkalis
- Kejari Pelalawan Kembali Eksekusi Dua Terpidana Perkara Kehutanan
- Polres Dumai Canangkan Program Bulan Dumai Tertib
- Polres Dumai Tangkap Mobil Angkut 100 Karung Bawang Ilegal
- Ditinggal Berobat ke Puskesmas,
Uang Rp11 Juta Milik Warga Ujungbatu Disikat Maling



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.80.87.170
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com