Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Rabu, 28 September 2016 06:47
Dipimpin Lukman Edi,PKB Konsilidasi untuk Pemenangan Ramli-Irvan

Rabu, 28 September 2016 06:44
Bank Mandiri Airmolek Setujui Kredit Tanpa Persetujuan Pemilik Anggunan

Rabu, 28 September 2016 06:41
DPRD Bengkalis Terima Tiga Ranperda

Rabu, 28 September 2016 06:39
Tuan Rumah Juarai Open Turnamen Volly Airpanas Cup di Rohul

Selasa, 27 September 2016 22:15
Korupsi Chiller Genset Sport Center Rumbai,
Kontraktor Divonis Lebih Ringan dari Tuntutan Jaksa


Selasa, 27 September 2016 22:06
Lomba Inovasi TTG 2016,
Mesin Pemotong Keripik Buatan Anak Rohul Masuk 10 Nominasi Nasional


Selasa, 27 September 2016 21:51
Sertijab Kapolda dan Wakapolda Riau yang Baru Jumat lusa



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 14 Mei 2013 14:27
BBPOM Sita Obat dan Kosmetik Bermasalah Rp 600 Juta

Beragam obat dan kosmetik bermasalah serta berbahaya disita Balai Besar POM Pekanbaru. Nilainya sekitar Rp 600 juta.

Riauterkini-PEKANBARU- Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru melakukan penyitaan terhadap berbagai obat dan kosmetik bermasalah. Obat dan kosmetik tersebut ditarik dari pasaran karena tak berizin ataupun mengandung zat berbahaya.

"Sejak Januari hingga Mei ini kami telah melakukan sejumlah operasi di beberapa kota di Riau. Hasilnya, masih banyak kita temukan obat dan kosmetik beredar tanpa izin ataupun yang mengandung zat berbahaya," papar Kepala BBPOM Pekanbaru Fanani Mahmud kepada wartawan di kantornya, Selasa (14/5/13).

Dijelaskan Fanani, untuk jenis obat bermasalah yang diamankan pada umumnya berupa supelemen impor yang masuk tanpa izin edar. Sedangkan komestik pada umumnya merupakan krem pemutih wajah ataupun kulit namun mengandung zat berbahaya, seperti mercury.

Seluruh obat dan kosmetik yang disita, lanjut Fanani nilainya sekitar Rp 600 juta. Selanjutnya akan dilakukan pemusnahan terhadap barang-barang sitaan agar tak lagi diedarkan.

Disinggung mengenai langkah hukum terhadap penjual ataupun pengedar, Fanani mengatakan sejauh ini pihaknya baru melakukan tindakkan penyitaan barang, belum berlanjut ke proses hukum pada para pengedar maupun penjual.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Korupsi Chiller Genset Sport Center Rumbai,
Kontraktor Divonis Lebih Ringan dari Tuntutan Jaksa

- Sertijab Kapolda dan Wakapolda Riau yang Baru Jumat lusa
- Lima Penjual Gading Divonis 1,5 dan 2 Tahun Penjara
- Sopir Nyetir Diduga Sambil Kencan Penyebab Lakalantas Maut di Pakning, Bengkalis
- Dugaan Korupsi Dana Bansos,
Mantan Bupati Bengkalis dan Kabag Keuangan Dituntut 8, 5 Tahun

- Geledah 6 Rumah di Kampung Dalam,
Polresta Pekanbaru Gagal Temukan Pengedar Narkoba

- Lakalantas Maut di Ujungbatu, Kakek 60 Tahun di Rohul Meninggal


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 50.19.57.50
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com