Untitled Document
Rabu, 27 Zulhijjah 1435 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Selasa, 21 Oktober 2014 23:18
Porprov VIII Riau,
Kontingen Bengkalis Masih Unggul Boyong Medali Emas


Selasa, 21 Oktober 2014 23:18
BPBD Dumai Gelar Pelatihan Penanggulangan Korban Bencana

Selasa, 21 Oktober 2014 23:08
Listrik di Duri Padam Akibat Gerimis dan Angin Ringan

Selasa, 21 Oktober 2014 23:04
40 Kaum Hawa di Bengkalis Dibekali Pelatihan Mengolah Kain-kain Bekas

Selasa, 21 Oktober 2014 23:01
Golkar Tak Kekurangan Kader Isi Posisi Wagubri

Selasa, 21 Oktober 2014 23:00
PTPN V Dituding Menangkan Rekanan Pemegang SBU Kadaluarsa

Selasa, 21 Oktober 2014 22:58
Bengkalis Expo 2014 Menampilkan Galeri Promosi Terlengkap di Sumatera



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 14 Mei 2013 14:27
BBPOM Sita Obat dan Kosmetik Bermasalah Rp 600 Juta

Beragam obat dan kosmetik bermasalah serta berbahaya disita Balai Besar POM Pekanbaru. Nilainya sekitar Rp 600 juta.

Riauterkini-PEKANBARU- Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru melakukan penyitaan terhadap berbagai obat dan kosmetik bermasalah. Obat dan kosmetik tersebut ditarik dari pasaran karena tak berizin ataupun mengandung zat berbahaya.

"Sejak Januari hingga Mei ini kami telah melakukan sejumlah operasi di beberapa kota di Riau. Hasilnya, masih banyak kita temukan obat dan kosmetik beredar tanpa izin ataupun yang mengandung zat berbahaya," papar Kepala BBPOM Pekanbaru Fanani Mahmud kepada wartawan di kantornya, Selasa (14/5/13).

Dijelaskan Fanani, untuk jenis obat bermasalah yang diamankan pada umumnya berupa supelemen impor yang masuk tanpa izin edar. Sedangkan komestik pada umumnya merupakan krem pemutih wajah ataupun kulit namun mengandung zat berbahaya, seperti mercury.

Seluruh obat dan kosmetik yang disita, lanjut Fanani nilainya sekitar Rp 600 juta. Selanjutnya akan dilakukan pemusnahan terhadap barang-barang sitaan agar tak lagi diedarkan.

Disinggung mengenai langkah hukum terhadap penjual ataupun pengedar, Fanani mengatakan sejauh ini pihaknya baru melakukan tindakkan penyitaan barang, belum berlanjut ke proses hukum pada para pengedar maupun penjual.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- PTPN V Dituding Menangkan Rekanan Pemegang SBU Kadaluarsa
- Satpol PP Bengkalis Jaring 6 Wanita Diduga Pelacur
- Kasus Korupsi Rehab Gedung UPTD Disdukcapil Meranti,
Hakim Tipikor Agendakan Vonis Hukuman Terdakwa Pekan Depan

- Tak Bisa Berenang, Nekat Masuk Sungai,
Jasad Putri Hardina Ditemukan Setelah 24 Jam Tenggelam di Kampar

- Terlibat Pencurian Motor, Oknum TNI Ditangkap Polresta Pekanbaru
- Dapat Fasilitas Pemkab Inhu, Kejari Rengat Jamin tak Hambat Pemberatasan Korupsi
- Disebut Rugikan Negara,
Praktisi Hukum Minta KPK Selidiki Kredit Macet Bank BNI 46



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.163.70.249
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com