Untitled Document
Jumat, 15 Jumadil Awwal 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Jum’at, 6 Maret 2015 19:31
Ops Rutin, Puluhan Motor Terjaring Polsek Ujungbatu, Rohul

Jum’at, 6 Maret 2015 19:23
Wabub Pasaman, Sumbar Tertarik Budidaya Ikan Lele Kampar

Jum’at, 6 Maret 2015 19:19
Dapatkan Dua Mobil, Anggota DPRD Riau Aherson Serahkan Satu untuk Fraksinya

Jum’at, 6 Maret 2015 19:12
Peragakan 30 Adegan
Polresta Pekanbaru Gelar Pra Reka Ulang Pembunuhan Rudi


Jum’at, 6 Maret 2015 19:01
Minta Perhatian, Pejuang 45 Datangi Kediaman Wako Pekanbaru

Jum’at, 6 Maret 2015 17:45
Distamben Rohul Akan Inventarisir Potensi Mineral

Jum’at, 6 Maret 2015 17:42
Polri Diminta Tindaklanjuti Kasus Keterangan Palsu Anggota DPRD Pekanbaru



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 14 Mei 2013 14:27
BBPOM Sita Obat dan Kosmetik Bermasalah Rp 600 Juta

Beragam obat dan kosmetik bermasalah serta berbahaya disita Balai Besar POM Pekanbaru. Nilainya sekitar Rp 600 juta.

Riauterkini-PEKANBARU- Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru melakukan penyitaan terhadap berbagai obat dan kosmetik bermasalah. Obat dan kosmetik tersebut ditarik dari pasaran karena tak berizin ataupun mengandung zat berbahaya.

"Sejak Januari hingga Mei ini kami telah melakukan sejumlah operasi di beberapa kota di Riau. Hasilnya, masih banyak kita temukan obat dan kosmetik beredar tanpa izin ataupun yang mengandung zat berbahaya," papar Kepala BBPOM Pekanbaru Fanani Mahmud kepada wartawan di kantornya, Selasa (14/5/13).

Dijelaskan Fanani, untuk jenis obat bermasalah yang diamankan pada umumnya berupa supelemen impor yang masuk tanpa izin edar. Sedangkan komestik pada umumnya merupakan krem pemutih wajah ataupun kulit namun mengandung zat berbahaya, seperti mercury.

Seluruh obat dan kosmetik yang disita, lanjut Fanani nilainya sekitar Rp 600 juta. Selanjutnya akan dilakukan pemusnahan terhadap barang-barang sitaan agar tak lagi diedarkan.

Disinggung mengenai langkah hukum terhadap penjual ataupun pengedar, Fanani mengatakan sejauh ini pihaknya baru melakukan tindakkan penyitaan barang, belum berlanjut ke proses hukum pada para pengedar maupun penjual.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Ops Rutin, Puluhan Motor Terjaring Polsek Ujungbatu, Rohul
- Peragakan 30 Adegan
Polresta Pekanbaru Gelar Pra Reka Ulang Pembunuhan Rudi

- Polri Diminta Tindaklanjuti Kasus Keterangan Palsu Anggota DPRD Pekanbaru
- BPOM Riau Amankan Produk Ilegal Senilai Rp600 Juta
- Dewan Bengkalis Desak Seluruh PNS Sering Dites Urine
- Diduga Dibuang, Warga Sikijang Pelalawan Temukan Bayi Merah
- Tenggelam di Sungai Siak, Jenazah Warga Okura Akhirnya Ditemukan


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.166.105.24
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com