Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Rabu, 2 September 2015 21:46
‎Kisruh ULP, DPRD Bengkalis Segera Bentuk Pansus

Rabu, 2 September 2015 21:43
Polisi Amankan Tiga Pemain Judi di Tapung, Kampar

Rabu, 2 September 2015 20:37
Bengkalis Raih Penghargaan Kabupaten Layak Anak

Rabu, 2 September 2015 20:32
Pemilik Ditembak, Polres Siak Buru Komplotan Rampok 300 Gram Emas di Kandis

Rabu, 2 September 2015 20:24
Pj Bupati Bengkalis Himbau Masyarakat Berpartisipasi Perangi Narkoba

Rabu, 2 September 2015 20:17
Sengketa Kampar-Rohul,
Alasan Warga Lima Desa Masih Milih Rohul


Rabu, 2 September 2015 20:13
‎Kualitas Udara Berbahaya,Bupati Siak Minta Masyarakat Banyak Didalam Rumah



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 14 Mei 2013 14:27
BBPOM Sita Obat dan Kosmetik Bermasalah Rp 600 Juta

Beragam obat dan kosmetik bermasalah serta berbahaya disita Balai Besar POM Pekanbaru. Nilainya sekitar Rp 600 juta.

Riauterkini-PEKANBARU- Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru melakukan penyitaan terhadap berbagai obat dan kosmetik bermasalah. Obat dan kosmetik tersebut ditarik dari pasaran karena tak berizin ataupun mengandung zat berbahaya.

"Sejak Januari hingga Mei ini kami telah melakukan sejumlah operasi di beberapa kota di Riau. Hasilnya, masih banyak kita temukan obat dan kosmetik beredar tanpa izin ataupun yang mengandung zat berbahaya," papar Kepala BBPOM Pekanbaru Fanani Mahmud kepada wartawan di kantornya, Selasa (14/5/13).

Dijelaskan Fanani, untuk jenis obat bermasalah yang diamankan pada umumnya berupa supelemen impor yang masuk tanpa izin edar. Sedangkan komestik pada umumnya merupakan krem pemutih wajah ataupun kulit namun mengandung zat berbahaya, seperti mercury.

Seluruh obat dan kosmetik yang disita, lanjut Fanani nilainya sekitar Rp 600 juta. Selanjutnya akan dilakukan pemusnahan terhadap barang-barang sitaan agar tak lagi diedarkan.

Disinggung mengenai langkah hukum terhadap penjual ataupun pengedar, Fanani mengatakan sejauh ini pihaknya baru melakukan tindakkan penyitaan barang, belum berlanjut ke proses hukum pada para pengedar maupun penjual.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Polisi Amankan Tiga Pemain Judi di Tapung, Kampar
- Pemilik Ditembak, Polres Siak Buru Komplotan Rampok 300 Gram Emas di Kandis
- Pelanggar Aturan Lalin di Duri Meningkat, Murid SD Nekat Bawa Motor Tanpa Helm
- Diduga Gunakan Sabu-sabu, Oknum PNS dan Honorer Pemkab Meranti Diringkus
- Tahap Penyelidikan,
Kejari Tembilahan Bidik Dugaan Korupsi Proyek Jalan Dalam Kota Tembilahan

- Dua Petinggi PT Pelindo Dumai Segera Diadili,
Jaksa Limpahkan Berkas Perkara Korupsi Perbaikan Docking Kapal Tunda

- Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Bansos, Jamal Abdillah Merasa Diperlakukan Tak Adil


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.146.246.4
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com