Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Ahad, 28 Agustus 2016 17:20
9 Orang Sudah Tertangkap Lagi,
14 Tahanan di Polsek Bukit Raya, Pekanbaru Kabur


Ahad, 28 Agustus 2016 16:26
Seorang Pelaku Curas di Jembatan Getek, Inhil Berhasil Dibekuk Polisi

Ahad, 28 Agustus 2016 16:17
Danlanud Minta Satgas Karlahut Diberi Kewenangan Segel Lahan Terbakar

Ahad, 28 Agustus 2016 16:07
Polres Pelalawan Ciduk Pelaku Pencabulan Anak Dibawah Umur

Ahad, 28 Agustus 2016 15:59
Dilepas Kadis Pariwisata Riau,
Ribuan Warga Pekanbaru Ikuti Jalan Sehat PT Semen Padang


Ahad, 28 Agustus 2016 13:23
Dua SSK TNI akan Dikirim ke Riau Bantu Padankan Karlahut

Ahad, 28 Agustus 2016 13:15
Masyarakat Puji Optimalisasi Patroli Polres Inhi Cegah Perampokan di Perairan



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 14 Mei 2013 14:27
BBPOM Sita Obat dan Kosmetik Bermasalah Rp 600 Juta

Beragam obat dan kosmetik bermasalah serta berbahaya disita Balai Besar POM Pekanbaru. Nilainya sekitar Rp 600 juta.

Riauterkini-PEKANBARU- Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru melakukan penyitaan terhadap berbagai obat dan kosmetik bermasalah. Obat dan kosmetik tersebut ditarik dari pasaran karena tak berizin ataupun mengandung zat berbahaya.

"Sejak Januari hingga Mei ini kami telah melakukan sejumlah operasi di beberapa kota di Riau. Hasilnya, masih banyak kita temukan obat dan kosmetik beredar tanpa izin ataupun yang mengandung zat berbahaya," papar Kepala BBPOM Pekanbaru Fanani Mahmud kepada wartawan di kantornya, Selasa (14/5/13).

Dijelaskan Fanani, untuk jenis obat bermasalah yang diamankan pada umumnya berupa supelemen impor yang masuk tanpa izin edar. Sedangkan komestik pada umumnya merupakan krem pemutih wajah ataupun kulit namun mengandung zat berbahaya, seperti mercury.

Seluruh obat dan kosmetik yang disita, lanjut Fanani nilainya sekitar Rp 600 juta. Selanjutnya akan dilakukan pemusnahan terhadap barang-barang sitaan agar tak lagi diedarkan.

Disinggung mengenai langkah hukum terhadap penjual ataupun pengedar, Fanani mengatakan sejauh ini pihaknya baru melakukan tindakkan penyitaan barang, belum berlanjut ke proses hukum pada para pengedar maupun penjual.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- 9 Orang Sudah Tertangkap Lagi,
14 Tahanan di Polsek Bukit Raya, Pekanbaru Kabur

- Seorang Pelaku Curas di Jembatan Getek, Inhil Berhasil Dibekuk Polisi
- Polres Pelalawan Ciduk Pelaku Pencabulan Anak Dibawah Umur
- Masyarakat Puji Optimalisasi Patroli Polres Inhi Cegah Perampokan di Perairan
- Pengedar 452 Butir Ekstasi di Rumbai Pekanbaru Digerebek Polisi
- Asep Iskandar Dicopot, Polres Kepulauan Meranti Dipimpin Berliansyah
- Kapolres Kepulauan Meranti Jalani Periksaan Propam


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.224.160.42
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com