Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Rabu, 29 Juni 2016 22:36
PN Rengat Vonis 1 WNA dan 1 WNI Pembakar Lahan 3 Tahun Penjara

Rabu, 29 Juni 2016 22:13
18 Desa Sepakat Bergabung dalam Program Desa Bebas Api

Rabu, 29 Juni 2016 21:12
Mobil Industri Dilarang Melintas,
Wabup Siak Pimpin Rapat Monitoring Kesiapan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran‎


Rabu, 29 Juni 2016 21:05
Tak Ingin Dibohongi Lagi,
Puluhan Eks Karyawan PT MIG Nginap di Depan Kantor Walikota Pekanbaru


Rabu, 29 Juni 2016 19:41
Sekdakab Inhil: Minta THR, Sekcam Pulau Burung Bisa Dicopot

Rabu, 29 Juni 2016 19:27
Masyarakat Yakin Zulfan Hamid Penyelamat Kampar

Rabu, 29 Juni 2016 19:21
Zulkifli SH Dipercaya Nakhodai FSPP Pekanbaru



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 14 Mei 2013 14:27
BBPOM Sita Obat dan Kosmetik Bermasalah Rp 600 Juta

Beragam obat dan kosmetik bermasalah serta berbahaya disita Balai Besar POM Pekanbaru. Nilainya sekitar Rp 600 juta.

Riauterkini-PEKANBARU- Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru melakukan penyitaan terhadap berbagai obat dan kosmetik bermasalah. Obat dan kosmetik tersebut ditarik dari pasaran karena tak berizin ataupun mengandung zat berbahaya.

"Sejak Januari hingga Mei ini kami telah melakukan sejumlah operasi di beberapa kota di Riau. Hasilnya, masih banyak kita temukan obat dan kosmetik beredar tanpa izin ataupun yang mengandung zat berbahaya," papar Kepala BBPOM Pekanbaru Fanani Mahmud kepada wartawan di kantornya, Selasa (14/5/13).

Dijelaskan Fanani, untuk jenis obat bermasalah yang diamankan pada umumnya berupa supelemen impor yang masuk tanpa izin edar. Sedangkan komestik pada umumnya merupakan krem pemutih wajah ataupun kulit namun mengandung zat berbahaya, seperti mercury.

Seluruh obat dan kosmetik yang disita, lanjut Fanani nilainya sekitar Rp 600 juta. Selanjutnya akan dilakukan pemusnahan terhadap barang-barang sitaan agar tak lagi diedarkan.

Disinggung mengenai langkah hukum terhadap penjual ataupun pengedar, Fanani mengatakan sejauh ini pihaknya baru melakukan tindakkan penyitaan barang, belum berlanjut ke proses hukum pada para pengedar maupun penjual.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- PN Rengat Vonis 1 WNA dan 1 WNI Pembakar Lahan 3 Tahun Penjara
- Sekdakab Inhil: Minta THR, Sekcam Pulau Burung Bisa Dicopot
- Masih Berperkara, Bongkar Paksa Ruko di Pekanbaru Berujung Pidana
- Pantau Arus Mudik, Ditlantas Polda Riau Gunakan 6 Kamera Drone
- Perkara Suap APBD Riau,
KPK Belum Berikan Keputusan Permintaan Johar Disidangkan di Jakarta

- Operasi Pekat Tim Yustisi Kampar,
Kakansatpol PP: Perda Kita Terlalu Lemah Untuk Membuat Mereka Jera

- Tampar Mulut Istri, Seorang Warga Rohul Harus Lebaran di Sel


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 107.22.22.71
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com