Untitled Document
Kamis, 23 Zulqaidah 1435 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Kamis, 18 September 2014 08:24
Gubri Temui Kapitra,
Wide Tegaskan Tiada Celah untuk Berdamai


Kamis, 18 September 2014 08:21
Rp36 Miliar APBD Riau Bangun RSUD Rohil di Baganbatu

Kamis, 18 September 2014 08:19
Kabut Asap Mulai Ganggu Jadwal Penerbangan di Bandara SSK II

Kamis, 18 September 2014 07:38
Galeri Pelepasan CJH Asal Pelalawan ke Tanah Suci di Batam

Kamis, 18 September 2014 06:53
Galeri Peresmian Pilot Project PLTBg di Rohul

Kamis, 18 September 2014 00:16
Meski Bebas Hot Spot, Rohil Tetap Diselimuti Asap

Kamis, 18 September 2014 00:10
SK sudah Diteken Gubri,
Besok, 4 Pimpinan DPRD Rohul Definitif Dilantik




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 13 Mei 2013 14:35
Proyek Penanaman Fiber Optik Dianggap Menyalahi

Proyek penanaman Fiber Optik sepanjang 24,674 kilometer di sepanjang Jalan Yos Sudarso, SM Amin dan Tuanku Tambusai dianggapi menyalahi.

Riauterkini-PEKANBARU-Proyek penanaman fiber optic (FO) di sapanjang Jalan Yos Sudarso, SM Amin (Ring Road) dan Jalan Tuanku Tamubusai Pekanbaru sepanjang 24,674 kilometer dianggap menyalahi izin yang diberikan Badan Pelayanan Terpadu (BPT) Provinsi Riau.

Dalam izin yang telah dikeluarkan BPT Riau yang ditandatangani H Alimuddin SSos setidaknya ada 10 item ketentuan dan peraturan yang mesti dipatuhi pihak PD Pembangunan Kota Pekanbaru selaku pihak yang meminta rekomendasi izin pertimbangan teknis galian badan jalan provinsi.

Pada point 1 disebutkan lokasi penanaman kabel yang akan ditanam minimum 5 meter dari tepi jalan aspal dan minimal 3 meter dari tepi bahu jalan, dengan kedalaman minimum 50 meter dari permukaan aspal.

“Tetapi kenyataannya di lapangan ada penggalian kabel optic hanya hanya lebih kurang setengah meter dari bahu jalan. Ini bisa tengok di Jalan Jenderal Sudirman tepatnya di depan Bank BRI,” tukas Haryanto, Ketua Forum Pengawasan Pembangunan Indonesia (FPPI) saat meninjau di lokasi pengerjaan galian kabel fiber optic tadi.

Pada point ke 2, terang Heryanto, juga sebutkan pekerjaan penggalian harus dilaksanakan dengan sistem borring (dibor) dan tidak dibenarkan penggalian memanjang dengan mempergunakan alat berat dan tenaga manusia. Namun lagi-lagi di lapangan point ini juga tdai dipatuhi.

Kecuali itu, pada point 5 dikatakan pengembalian kondisi jalan harus rapi seperti semula, dipadatkan kembali memakai alat pemadat (stumpler) dengan mengacu pada spesifikasi teknis Bina Marga.

“Jika mengacu pada spesifikasi Bina Marga, bekas galian harus diberi base A (batu dipecahkan ukuran lebih halus B 20 cm ) setebal 30 cm, namun kenyataan di lapangan bekas galian hanya ditimbun dengan tanah bisa. Akibatnya, jalan itu hancur karena tanah penimbunnya tidak sesuai dengan spesifikasi,” tegasnya.

Oleh karena itu, Heryanto menyarankan BPT Riau segera mencabut izin proyek penanaman kabel fiber optic sesuai bunyi item ke-10 ketentuan izin yang dikeluarkan lembaga itu.***(son)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Gubri Temui Kapitra,
Wide Tegaskan Tiada Celah untuk Berdamai

- DPRD Geram,
Dahlan Iskan Didesak Umumkan Nama Pejabat Riau Pemeras PT Adhi Karya

- Polisi Gerebek Markas Judi Online di Pekanbaru, 12 WNA Ditangkap
- Dua Lagi Tersangka Proyek PLUT Diskop Kampar Ditahan Kejari
- Pemilik Lahan Segera Dipanggil,
Polhut Dishutbun Rohul Amankan 3 Perambah HL Bukit Suligi Tandun

- Didukung Tim Investigasi Gabungan,
Polres Inhil Proses Dugaan Penyimpangan Terbitnya Izin PT SAL

- Petugas LP Bangkinang Berhasil Gagalkan Penyeludupan Shabu- ke dalam Lapas


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.87.93.1
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com