Untitled Document
Selasa, 2 Rajab 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Selasa, 21 April 2015 13:20
‎Rapat Muspida Dilakukan Tertutup, Wako Pekanbaru Beri Penjelasan Singkat

Selasa, 21 April 2015 12:55
Hari Kartini, Banyak Warga Pekanbaru Tak Lagi Peduli

Selasa, 21 April 2015 12:54
Bupati Meranti Minta Pendamping PMM Bekerja Profesional

Selasa, 21 April 2015 12:52
Wako Pekanbaru Serahkan 620 SK CPNS dari Honor K2

Selasa, 21 April 2015 12:49
Dampingi Ketua TP PKK, Bupati Meranti Canangkan Pencegahan Dini Kanker Serviks

Selasa, 21 April 2015 11:36
Kemendagri Buka Peluang Pejabat Daerah Duduki Dirjen Otonomi Daerah

Selasa, 21 April 2015 11:25
Digerebek Saat Pesta Sabu di Rohul, Dua Tertangkap namun Bandar Kabur



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 13 Mei 2013 14:35
Proyek Penanaman Fiber Optik Dianggap Menyalahi

Proyek penanaman Fiber Optik sepanjang 24,674 kilometer di sepanjang Jalan Yos Sudarso, SM Amin dan Tuanku Tambusai dianggapi menyalahi.

Riauterkini-PEKANBARU-Proyek penanaman fiber optic (FO) di sapanjang Jalan Yos Sudarso, SM Amin (Ring Road) dan Jalan Tuanku Tamubusai Pekanbaru sepanjang 24,674 kilometer dianggap menyalahi izin yang diberikan Badan Pelayanan Terpadu (BPT) Provinsi Riau.

Dalam izin yang telah dikeluarkan BPT Riau yang ditandatangani H Alimuddin SSos setidaknya ada 10 item ketentuan dan peraturan yang mesti dipatuhi pihak PD Pembangunan Kota Pekanbaru selaku pihak yang meminta rekomendasi izin pertimbangan teknis galian badan jalan provinsi.

Pada point 1 disebutkan lokasi penanaman kabel yang akan ditanam minimum 5 meter dari tepi jalan aspal dan minimal 3 meter dari tepi bahu jalan, dengan kedalaman minimum 50 meter dari permukaan aspal.

“Tetapi kenyataannya di lapangan ada penggalian kabel optic hanya hanya lebih kurang setengah meter dari bahu jalan. Ini bisa tengok di Jalan Jenderal Sudirman tepatnya di depan Bank BRI,” tukas Haryanto, Ketua Forum Pengawasan Pembangunan Indonesia (FPPI) saat meninjau di lokasi pengerjaan galian kabel fiber optic tadi.

Pada point ke 2, terang Heryanto, juga sebutkan pekerjaan penggalian harus dilaksanakan dengan sistem borring (dibor) dan tidak dibenarkan penggalian memanjang dengan mempergunakan alat berat dan tenaga manusia. Namun lagi-lagi di lapangan point ini juga tdai dipatuhi.

Kecuali itu, pada point 5 dikatakan pengembalian kondisi jalan harus rapi seperti semula, dipadatkan kembali memakai alat pemadat (stumpler) dengan mengacu pada spesifikasi teknis Bina Marga.

“Jika mengacu pada spesifikasi Bina Marga, bekas galian harus diberi base A (batu dipecahkan ukuran lebih halus B 20 cm ) setebal 30 cm, namun kenyataan di lapangan bekas galian hanya ditimbun dengan tanah bisa. Akibatnya, jalan itu hancur karena tanah penimbunnya tidak sesuai dengan spesifikasi,” tegasnya.

Oleh karena itu, Heryanto menyarankan BPT Riau segera mencabut izin proyek penanaman kabel fiber optic sesuai bunyi item ke-10 ketentuan izin yang dikeluarkan lembaga itu.***(son)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Digerebek Saat Pesta Sabu di Rohul, Dua Tertangkap namun Bandar Kabur
- Dituding Cari Sensasi,
Mario Si Penyusup: Itu Urusan Pribadi Saya

- Menabrak Mobil Saat Kabur,
Dua Jambret di Pekanbaru Jadi Amukan Massa

- Kalah Sidang Praperadilan,
Pengacara Pengecer Pupuk Sebut Hakim PN Siak dalam Tekanan

- Demo di Kedubes AS, Dua Aktivis AGRA Asal Riau Diamankan Polda Metro Jaya
- Curi Uang Kotak Infak Masjid,
Warga Maredan, Pekanbaru Babak Belur Dihajar Massa

- Rampas Motor Pelajar di Komplek CPI,
Seorang Begal Sadis di Pekanbaru Ditangkap Polisi



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.81.31.8
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com