Untitled Document
Jumat, 14 Syawwal 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Jum’at, 31 Juli 2015 16:23
Paslon Imran-Mukhlisin Terganjal Ikut Pilkada,
Golkar Kuansing Versi Agung Akui Temukan Fakta Baru Kecurangan KPU Setempat


Jum’at, 31 Juli 2015 16:15
Galeri Photo Silaturrahim Bupati Siak dengan Fokopimda dan Tokoh Masyarakat

Jum’at, 31 Juli 2015 15:27
10 Jam Mati Lampu, Sebagian Warga Pekanbaru Keluhkan Layanan PLN

Jum’at, 31 Juli 2015 15:08
Ditanya Tersangka Baru Suap Pembahasan RAPBD Riau, KPK Enggan Berkomentar

Jum’at, 31 Juli 2015 14:40
Beli Dua Gratis Ocha,
Enoki Pekanbaru Luncurkan Lima Menu Baru Sushi


Jum’at, 31 Juli 2015 14:12
Panwas Rohul Gelar Bimtek Pencalonan dan Daftar Pemilih

Jum’at, 31 Juli 2015 14:07
GMD Rohul Ajak Kader dan Simpatisan Totalitas Menangkan Hafith-Nasrul



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 13 Mei 2013 14:35
Proyek Penanaman Fiber Optik Dianggap Menyalahi

Proyek penanaman Fiber Optik sepanjang 24,674 kilometer di sepanjang Jalan Yos Sudarso, SM Amin dan Tuanku Tambusai dianggapi menyalahi.

Riauterkini-PEKANBARU-Proyek penanaman fiber optic (FO) di sapanjang Jalan Yos Sudarso, SM Amin (Ring Road) dan Jalan Tuanku Tamubusai Pekanbaru sepanjang 24,674 kilometer dianggap menyalahi izin yang diberikan Badan Pelayanan Terpadu (BPT) Provinsi Riau.

Dalam izin yang telah dikeluarkan BPT Riau yang ditandatangani H Alimuddin SSos setidaknya ada 10 item ketentuan dan peraturan yang mesti dipatuhi pihak PD Pembangunan Kota Pekanbaru selaku pihak yang meminta rekomendasi izin pertimbangan teknis galian badan jalan provinsi.

Pada point 1 disebutkan lokasi penanaman kabel yang akan ditanam minimum 5 meter dari tepi jalan aspal dan minimal 3 meter dari tepi bahu jalan, dengan kedalaman minimum 50 meter dari permukaan aspal.

“Tetapi kenyataannya di lapangan ada penggalian kabel optic hanya hanya lebih kurang setengah meter dari bahu jalan. Ini bisa tengok di Jalan Jenderal Sudirman tepatnya di depan Bank BRI,” tukas Haryanto, Ketua Forum Pengawasan Pembangunan Indonesia (FPPI) saat meninjau di lokasi pengerjaan galian kabel fiber optic tadi.

Pada point ke 2, terang Heryanto, juga sebutkan pekerjaan penggalian harus dilaksanakan dengan sistem borring (dibor) dan tidak dibenarkan penggalian memanjang dengan mempergunakan alat berat dan tenaga manusia. Namun lagi-lagi di lapangan point ini juga tdai dipatuhi.

Kecuali itu, pada point 5 dikatakan pengembalian kondisi jalan harus rapi seperti semula, dipadatkan kembali memakai alat pemadat (stumpler) dengan mengacu pada spesifikasi teknis Bina Marga.

“Jika mengacu pada spesifikasi Bina Marga, bekas galian harus diberi base A (batu dipecahkan ukuran lebih halus B 20 cm ) setebal 30 cm, namun kenyataan di lapangan bekas galian hanya ditimbun dengan tanah bisa. Akibatnya, jalan itu hancur karena tanah penimbunnya tidak sesuai dengan spesifikasi,” tegasnya.

Oleh karena itu, Heryanto menyarankan BPT Riau segera mencabut izin proyek penanaman kabel fiber optic sesuai bunyi item ke-10 ketentuan izin yang dikeluarkan lembaga itu.***(son)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Ditanya Tersangka Baru Suap Pembahasan RAPBD Riau, KPK Enggan Berkomentar
- Soal Naker Asal China, Polres Dumai Belum Mendapat Laporan
- 2 Hari Beruntun, Polsek Mandau Cokok 2 Pemilik Narkoba
- Marak Penipuan, Menpan-RB Imbau Masyarakat Waspada Penerimaan CPNS
- Maling Spesialis Jok Motor di Bengkalis Seorang PNS
- Meradang Diberitakan Bakal Kalah, Bupati Inhu Tampar Wartawan
- Korupsi Penyertaan Modal Pemkab,
Kinerja PT BLJ Bobrok, Jadi Rahasia Umum di Bengkalis



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.91.168.37
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com