Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Kamis, 3 September 2015 21:27
PT LIH Kerahkan Bantuan Padamkan Karhutla di Dua Desa di Pangkalan Kuras

Kamis, 3 September 2015 21:24
KPU Dumai Tetapkan DPS dari 7 Kecamatan 168.017 Suara

Kamis, 3 September 2015 20:18
Antisipasi Bahaya Asap, Sekolah di Pekanbaru Diliburkan Sampai Sabtu

Kamis, 3 September 2015 20:02
Pj Bupati Meranti dan Dirjen Kominfo Teken MoU,
Tanah Merah dan Bokor Jadi Desa Broadband


Kamis, 3 September 2015 19:54
Kepala DPPKP Harapkan Barang Luar Negeri Dilegalkan Masuk ke Meranti

Kamis, 3 September 2015 19:47
Dinilai Tak Etis,
Komisi D: Ada Empat Perusahaan Menangkan 6 Paket Proyek Jalan


Kamis, 3 September 2015 19:37
Dukung KIH,
F PAN DPRD Riau Imbau Seluruh Kadernya Ikuti Putusan Partai




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 13 Mei 2013 14:35
Proyek Penanaman Fiber Optik Dianggap Menyalahi

Proyek penanaman Fiber Optik sepanjang 24,674 kilometer di sepanjang Jalan Yos Sudarso, SM Amin dan Tuanku Tambusai dianggapi menyalahi.

Riauterkini-PEKANBARU-Proyek penanaman fiber optic (FO) di sapanjang Jalan Yos Sudarso, SM Amin (Ring Road) dan Jalan Tuanku Tamubusai Pekanbaru sepanjang 24,674 kilometer dianggap menyalahi izin yang diberikan Badan Pelayanan Terpadu (BPT) Provinsi Riau.

Dalam izin yang telah dikeluarkan BPT Riau yang ditandatangani H Alimuddin SSos setidaknya ada 10 item ketentuan dan peraturan yang mesti dipatuhi pihak PD Pembangunan Kota Pekanbaru selaku pihak yang meminta rekomendasi izin pertimbangan teknis galian badan jalan provinsi.

Pada point 1 disebutkan lokasi penanaman kabel yang akan ditanam minimum 5 meter dari tepi jalan aspal dan minimal 3 meter dari tepi bahu jalan, dengan kedalaman minimum 50 meter dari permukaan aspal.

“Tetapi kenyataannya di lapangan ada penggalian kabel optic hanya hanya lebih kurang setengah meter dari bahu jalan. Ini bisa tengok di Jalan Jenderal Sudirman tepatnya di depan Bank BRI,” tukas Haryanto, Ketua Forum Pengawasan Pembangunan Indonesia (FPPI) saat meninjau di lokasi pengerjaan galian kabel fiber optic tadi.

Pada point ke 2, terang Heryanto, juga sebutkan pekerjaan penggalian harus dilaksanakan dengan sistem borring (dibor) dan tidak dibenarkan penggalian memanjang dengan mempergunakan alat berat dan tenaga manusia. Namun lagi-lagi di lapangan point ini juga tdai dipatuhi.

Kecuali itu, pada point 5 dikatakan pengembalian kondisi jalan harus rapi seperti semula, dipadatkan kembali memakai alat pemadat (stumpler) dengan mengacu pada spesifikasi teknis Bina Marga.

“Jika mengacu pada spesifikasi Bina Marga, bekas galian harus diberi base A (batu dipecahkan ukuran lebih halus B 20 cm ) setebal 30 cm, namun kenyataan di lapangan bekas galian hanya ditimbun dengan tanah bisa. Akibatnya, jalan itu hancur karena tanah penimbunnya tidak sesuai dengan spesifikasi,” tegasnya.

Oleh karena itu, Heryanto menyarankan BPT Riau segera mencabut izin proyek penanaman kabel fiber optic sesuai bunyi item ke-10 ketentuan izin yang dikeluarkan lembaga itu.***(son)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Rekaman Perampokan di 99 Hot Mart Pekanbaru Muncul di Youtube
- Dua Terdakwa Korupsi PT BLJ Bengkalis Divonis 6 dan 9 Tahun
- Polres Kuansing Segera Luncurkan Website Resmi www.tribratanewskuansing.com
- Kantor Global Energi Lestari di Pekanbaru "Dikupak" Maling
- Minimalisir Lakalantas, Polres Bengkalis Edarkan Himbauan ke Pelajar
- Kebakaran Hutan di Rokan IV Koto, Polres Rohul Periksa Dua Warga
- Todongkan Senpi ,
Empat Perampok Gasak Uang Rp60 Juta di Pekanbaru



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.167.86.186
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com