Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Ahad, 25 Juni 2017 21:17
Polres Inhil Sebut Kebakaran Ludeskan 60 Perumahan Karyawan PT Pulau Sambu

Ahad, 25 Juni 2017 16:13
Usai Sholat Ied, Gubri Ajak Masyarakat Hadiri Open House

Ahad, 25 Juni 2017 15:51
Meriahnya Pawai Obor Sambut Idul Fitri dan Open House di Rumdis Bupati Rohul

Ahad, 25 Juni 2017 15:16
Bupati Inhil Khotib Sholat Idul Firi 1438 Hijriyah di Tembilahan

Ahad, 25 Juni 2017 14:03
Bupati Kampar dan Forkopimda Shalat Idul Fitri di Mesjid Jami' Al-Ikhsan Islamic Centre Bangkinang

Ahad, 25 Juni 2017 13:14
Bupati Harris Lepas Pawai Takbir Idul Fitri 1438 H

Ahad, 25 Juni 2017 10:52
Ditandai Pemukulan Beduk,
Bupati Inhil Lepas Pawai Takbir Idul Fitri 1438 H


Ahad, 25 Juni 2017 10:44
Perumahan Karyawan PT Pulau Sambu Guntung, Inhil Terbakar

Ahad, 25 Juni 2017 10:38
Dilepas Bupati Bengkalis,
Ribuan Warga Duri Turun ke Jalan Kumandangkan Takbir


Sabtu, 24 Juni 2017 21:46
Berupaya Kabur, Provokator Kaburnya Napi Sialang Bungkuk Di-"dor"



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.


Senin, 13 Mei 2013 14:35
Proyek Penanaman Fiber Optik Dianggap Menyalahi

Proyek penanaman Fiber Optik sepanjang 24,674 kilometer di sepanjang Jalan Yos Sudarso, SM Amin dan Tuanku Tambusai dianggapi menyalahi.

Riauterkini-PEKANBARU-Proyek penanaman fiber optic (FO) di sapanjang Jalan Yos Sudarso, SM Amin (Ring Road) dan Jalan Tuanku Tamubusai Pekanbaru sepanjang 24,674 kilometer dianggap menyalahi izin yang diberikan Badan Pelayanan Terpadu (BPT) Provinsi Riau.

Dalam izin yang telah dikeluarkan BPT Riau yang ditandatangani H Alimuddin SSos setidaknya ada 10 item ketentuan dan peraturan yang mesti dipatuhi pihak PD Pembangunan Kota Pekanbaru selaku pihak yang meminta rekomendasi izin pertimbangan teknis galian badan jalan provinsi.

Pada point 1 disebutkan lokasi penanaman kabel yang akan ditanam minimum 5 meter dari tepi jalan aspal dan minimal 3 meter dari tepi bahu jalan, dengan kedalaman minimum 50 meter dari permukaan aspal.

“Tetapi kenyataannya di lapangan ada penggalian kabel optic hanya hanya lebih kurang setengah meter dari bahu jalan. Ini bisa tengok di Jalan Jenderal Sudirman tepatnya di depan Bank BRI,” tukas Haryanto, Ketua Forum Pengawasan Pembangunan Indonesia (FPPI) saat meninjau di lokasi pengerjaan galian kabel fiber optic tadi.

Pada point ke 2, terang Heryanto, juga sebutkan pekerjaan penggalian harus dilaksanakan dengan sistem borring (dibor) dan tidak dibenarkan penggalian memanjang dengan mempergunakan alat berat dan tenaga manusia. Namun lagi-lagi di lapangan point ini juga tdai dipatuhi.

Kecuali itu, pada point 5 dikatakan pengembalian kondisi jalan harus rapi seperti semula, dipadatkan kembali memakai alat pemadat (stumpler) dengan mengacu pada spesifikasi teknis Bina Marga.

“Jika mengacu pada spesifikasi Bina Marga, bekas galian harus diberi base A (batu dipecahkan ukuran lebih halus B 20 cm ) setebal 30 cm, namun kenyataan di lapangan bekas galian hanya ditimbun dengan tanah bisa. Akibatnya, jalan itu hancur karena tanah penimbunnya tidak sesuai dengan spesifikasi,” tegasnya.

Oleh karena itu, Heryanto menyarankan BPT Riau segera mencabut izin proyek penanaman kabel fiber optic sesuai bunyi item ke-10 ketentuan izin yang dikeluarkan lembaga itu.***(son)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Hukum lainnya..........
- Polres Inhil Sebut Kebakaran Ludeskan 60 Perumahan Karyawan PT Pulau Sambu
- Berupaya Kabur, Provokator Kaburnya Napi Sialang Bungkuk Di-"dor"
- Polda Tempatkan 20 Sniper di Jalur Mudik
- Polres Inhil Tangkap Spesialis Curat Sarang Walet
- Polda Ringkus Provokator Kaburnya Ratusan Napi Sialang Bungkuk
- Seorang Buruh PT Bina Duta Laksana, Tewas Tertimbun Gambut di Gaung, Inhil
- Kendaraan di Basement Hotel Grand Central Belum Bisa Dievakuasi


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.145.94.234
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com