Untitled Document
Sabtu, 7 Jumadil Akhir 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Sabtu, 28 Maret 2015 16:09
Kadispora M Zein Buka Kemah Pramuka se-Rohul di Kepenuhan

Sabtu, 28 Maret 2015 13:55
Dibuka Bupati Syamsuar, MTQ XV Siak Ditutup Wakil Bupati Alfedri

Sabtu, 28 Maret 2015 13:24
Ditutup Wakil Bupati Alfedri,
Juara Umum, Kecamatan Siak Kalahkan Tuan Rumah di MTQ XV Siak


Sabtu, 28 Maret 2015 10:55
Pilkada Rohil, 5 Balon Sudah Ambil Formulir di DPC PDI Perjuangan

Sabtu, 28 Maret 2015 10:50
Suap APBD, KPK Periksa Sejumlah Mantan dan Anggota DPRD Riau

Sabtu, 28 Maret 2015 06:55
Lusa, Peserta Asessment Pemko Jalani Tes Makalan dan Wawancara

Sabtu, 28 Maret 2015 06:53
Dua Maling Lintas Provinsi Ditangkap Aparat Polres Inhu



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 13 Mei 2013 14:35
Proyek Penanaman Fiber Optik Dianggap Menyalahi

Proyek penanaman Fiber Optik sepanjang 24,674 kilometer di sepanjang Jalan Yos Sudarso, SM Amin dan Tuanku Tambusai dianggapi menyalahi.

Riauterkini-PEKANBARU-Proyek penanaman fiber optic (FO) di sapanjang Jalan Yos Sudarso, SM Amin (Ring Road) dan Jalan Tuanku Tamubusai Pekanbaru sepanjang 24,674 kilometer dianggap menyalahi izin yang diberikan Badan Pelayanan Terpadu (BPT) Provinsi Riau.

Dalam izin yang telah dikeluarkan BPT Riau yang ditandatangani H Alimuddin SSos setidaknya ada 10 item ketentuan dan peraturan yang mesti dipatuhi pihak PD Pembangunan Kota Pekanbaru selaku pihak yang meminta rekomendasi izin pertimbangan teknis galian badan jalan provinsi.

Pada point 1 disebutkan lokasi penanaman kabel yang akan ditanam minimum 5 meter dari tepi jalan aspal dan minimal 3 meter dari tepi bahu jalan, dengan kedalaman minimum 50 meter dari permukaan aspal.

“Tetapi kenyataannya di lapangan ada penggalian kabel optic hanya hanya lebih kurang setengah meter dari bahu jalan. Ini bisa tengok di Jalan Jenderal Sudirman tepatnya di depan Bank BRI,” tukas Haryanto, Ketua Forum Pengawasan Pembangunan Indonesia (FPPI) saat meninjau di lokasi pengerjaan galian kabel fiber optic tadi.

Pada point ke 2, terang Heryanto, juga sebutkan pekerjaan penggalian harus dilaksanakan dengan sistem borring (dibor) dan tidak dibenarkan penggalian memanjang dengan mempergunakan alat berat dan tenaga manusia. Namun lagi-lagi di lapangan point ini juga tdai dipatuhi.

Kecuali itu, pada point 5 dikatakan pengembalian kondisi jalan harus rapi seperti semula, dipadatkan kembali memakai alat pemadat (stumpler) dengan mengacu pada spesifikasi teknis Bina Marga.

“Jika mengacu pada spesifikasi Bina Marga, bekas galian harus diberi base A (batu dipecahkan ukuran lebih halus B 20 cm ) setebal 30 cm, namun kenyataan di lapangan bekas galian hanya ditimbun dengan tanah bisa. Akibatnya, jalan itu hancur karena tanah penimbunnya tidak sesuai dengan spesifikasi,” tegasnya.

Oleh karena itu, Heryanto menyarankan BPT Riau segera mencabut izin proyek penanaman kabel fiber optic sesuai bunyi item ke-10 ketentuan izin yang dikeluarkan lembaga itu.***(son)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Suap APBD, KPK Periksa Sejumlah Mantan dan Anggota DPRD Riau
- Dua Maling Lintas Provinsi Ditangkap Aparat Polres Inhu
- Pengendara Motor Tewas Ditabrak Lari Avanza Misterius
- Tiga Kali Diperiksa KPK, Ketua PMI Riau Akui Dimintai Uang Annas
- Kejari Terkesan Lambat Tuntaskan Korupsi Dishub Dumai
- Dewan Rekomendasikan Polda Riau Usut Lahan PTPN V di Kuansing
- Didalangi Wartawan Gadungan,
Sindikat Narkoba Antar Provinsi Dibongkar Polisi



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.87.83.162
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com