Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Selasa, 28 Juni 2016 08:23
Sampah Membusuk Seluas Lapangan Bola,
Horor Sampah Nyaris Picu Perkelahian Massal di Pasar Pagi Arengka


Selasa, 28 Juni 2016 07:20
Peserta Musda V DPD II KNPI Siak Pilih Ulil Amri sebagai Ketua

Selasa, 28 Juni 2016 07:18
Bupati Minta Pejabat Ajak Staf Salurkan Zakat Melalui BAZNAS Inhil

Selasa, 28 Juni 2016 07:15
Curi Bibit Keladi, Warga Sinaboi, Rohil Ditangkap Polisi

Senin, 27 Juni 2016 22:39
KDRT, Pria Paroh Baya di Tanjung Medan Rohil Ditangkap

Senin, 27 Juni 2016 21:54
Siaga Arus Mudik dan Balik, Dishubkominfo Mandau Dirikan 4 Titik Posko

Senin, 27 Juni 2016 21:50
Menpan-RB Terbitkan Surat Edaran Larang PNS Tambah Cuti Lebaran



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 13 Mei 2013 14:35
Proyek Penanaman Fiber Optik Dianggap Menyalahi

Proyek penanaman Fiber Optik sepanjang 24,674 kilometer di sepanjang Jalan Yos Sudarso, SM Amin dan Tuanku Tambusai dianggapi menyalahi.

Riauterkini-PEKANBARU-Proyek penanaman fiber optic (FO) di sapanjang Jalan Yos Sudarso, SM Amin (Ring Road) dan Jalan Tuanku Tamubusai Pekanbaru sepanjang 24,674 kilometer dianggap menyalahi izin yang diberikan Badan Pelayanan Terpadu (BPT) Provinsi Riau.

Dalam izin yang telah dikeluarkan BPT Riau yang ditandatangani H Alimuddin SSos setidaknya ada 10 item ketentuan dan peraturan yang mesti dipatuhi pihak PD Pembangunan Kota Pekanbaru selaku pihak yang meminta rekomendasi izin pertimbangan teknis galian badan jalan provinsi.

Pada point 1 disebutkan lokasi penanaman kabel yang akan ditanam minimum 5 meter dari tepi jalan aspal dan minimal 3 meter dari tepi bahu jalan, dengan kedalaman minimum 50 meter dari permukaan aspal.

“Tetapi kenyataannya di lapangan ada penggalian kabel optic hanya hanya lebih kurang setengah meter dari bahu jalan. Ini bisa tengok di Jalan Jenderal Sudirman tepatnya di depan Bank BRI,” tukas Haryanto, Ketua Forum Pengawasan Pembangunan Indonesia (FPPI) saat meninjau di lokasi pengerjaan galian kabel fiber optic tadi.

Pada point ke 2, terang Heryanto, juga sebutkan pekerjaan penggalian harus dilaksanakan dengan sistem borring (dibor) dan tidak dibenarkan penggalian memanjang dengan mempergunakan alat berat dan tenaga manusia. Namun lagi-lagi di lapangan point ini juga tdai dipatuhi.

Kecuali itu, pada point 5 dikatakan pengembalian kondisi jalan harus rapi seperti semula, dipadatkan kembali memakai alat pemadat (stumpler) dengan mengacu pada spesifikasi teknis Bina Marga.

“Jika mengacu pada spesifikasi Bina Marga, bekas galian harus diberi base A (batu dipecahkan ukuran lebih halus B 20 cm ) setebal 30 cm, namun kenyataan di lapangan bekas galian hanya ditimbun dengan tanah bisa. Akibatnya, jalan itu hancur karena tanah penimbunnya tidak sesuai dengan spesifikasi,” tegasnya.

Oleh karena itu, Heryanto menyarankan BPT Riau segera mencabut izin proyek penanaman kabel fiber optic sesuai bunyi item ke-10 ketentuan izin yang dikeluarkan lembaga itu.***(son)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Sampah Membusuk Seluas Lapangan Bola,
Horor Sampah Nyaris Picu Perkelahian Massal di Pasar Pagi Arengka

- Curi Bibit Keladi, Warga Sinaboi, Rohil Ditangkap Polisi
- KDRT, Pria Paroh Baya di Tanjung Medan Rohil Ditangkap
- Siaga Arus Mudik dan Balik, Dishubkominfo Mandau Dirikan 4 Titik Posko
- Jaksa Jebloskan Mantan Kades Gondai Pelalawan ke Penjara
- Sidaka Tika Ritel Waralaba,
Disperindag Rohil Temukan Barang Rusak dan Kadaluarsa

- Polres Dumai Gelar Rakor Operasi Ramadniya Siak 2016


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.224.188.134
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com