Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 21 April 2018 07:17
Dunia Pendidikan Riau Tambah Maju, Warga Perumahan Sidomulyo Pilih Nomor 4

Sabtu, 21 April 2018 04:57
Belasan "Pelaku Maksiat" Terjaring Operasi Pekat di BS, dan Mandau

Jum’at, 20 April 2018 23:10
Rasionalisasi APBD Rp1,35 T, Berikut Penjelasan Bupati Bengkalis

Jum’at, 20 April 2018 23:04
Ketua PDIP Kuansing H Halim Bantu Korban Banjir di Gunung Toar

Jum’at, 20 April 2018 22:39
Dumai Gelar Kalender Iven Pariwisata Riau, Lomba Mancing di Laut

Jum’at, 20 April 2018 21:40
Awal Mei 2018, AREBI Riau Gelar Musda dan Pelantikan Pengurus

Jum’at, 20 April 2018 21:36
Cawagubri Hardianto Terangkan Program "1 Rumah 1 Sarjana" Pada Warga Kandis

Jum’at, 20 April 2018 21:32
RSUD Petala Bumi Berkomitmen Bangun Budaya Integritas

Jum’at, 20 April 2018 21:29
Pemerintah Bagikan 1.000 Sertifikat Tanah ke Masyarakat Siak

Jum’at, 20 April 2018 20:38
Korupsi Lampu PJU Pekanbaru, Lima Terdakwa Divonis 14 Bulan dan 20 Bulan Penjara

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 9 Mei 2013 14:49
Operasional Perusahaan Terancam Tutup,
Puluhan Ton CPO Milik PT. Nagamas Cemari Laut Dumai


Puluhan ton CPO PT Nagamas tumpah di perairan Dumai. Perusahaan terancam tutup, sebab kondisi ini sangat berpotensi terjadinya pencemaran lingkungan.

Riauterkini-DUMAI- Pencemaran lingkungan kembali terjadi di Dumai. Kali ini pencemaran terjadi, Kamis (9/5/13) di perairan Dumai, persisinya di Dermaga Pokala milik Perusahaan PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Cabang I Dumai, tumpahan minyak Crude Palm Oil (CPO) milik perusahaan PT. Nagamas Palmaoil Lestari.

Informasi yang berhasil dirangkum riauterkinicom dilapangan menyebutkan, bahwa terjadinya tumpahan CPO kekawasan perairan Dumai itu terjadi sekitar pukul 04.00 WIB. Untuk jumlahnya sendiri, sesuai informasi yang berhasil dikumpulkan dari sejumlah warga yang mengambil sisa tumpahan CPO dipinggir perairan Dumai.

Kepala Kantor Lingkungan Hidup (LH) Kota Dumai, Basr ketika dikonfirmasi melalui telpon selulernya membenarkan adanya tumpahan CPO dari perusahaan PT. Nagamas Palmaoil Lestari. Untuk jumlahnya sendiri kata Basri, berjumlah kurang lebih 10 ton CPO. Proses selanjutnya, lanjut dia, LH Dumai akan segera memanggil perusahaan guna menjalaskan permasalahan tumpahan tersebut.

"Benar ada tumphan CPO ke kawasan periaran Dumai dari PT. Nagamas Palmaoil Lestari. Untuk jumlahnya sendiri kurang lebih mencapai 10 ton. Kita juga akan memanggil perusahaan. Tumpahnya CPO tersebut, menurut informasi yang saya terima terjadi sekitar pukul 04.00 subuh tadi. Minyak CPO itu melebur dari tangki timbun," kata Basri, siang ini.

Atas tumpahan minyak CPO tersebut, LH Dumai akan memberikan sanksi Administrasi (ADM) dan penutupan sementara operasional. Kejadian ini sendiri, kata Basri, sudah yang ketiga kalinya. Tinggal menunggu Walikota Dumai mengeluarkan surat untuk pemberhentian sementara operasional sebagai sanksi terhadap perusahaan yang melakukan pencemaran lingkungan.

"Kami tidak akan menolerir pelaku pencemaran lingkungan di Kota Dumai. Baik yang dilakukan perusahaan industri dan hotel harus ditindak sesuai ketentuan yang diatur dengan memberikan sanksi tegas, seperti Sanksi administrasi sebagaimana yang diatur dalam pasal 76 huruf a, b dan c UU No 32 tahun 2009," ungkap Basri kembali.

Dalam hal ini, pihaknya juga sudah mengarahkan kepada perusahaan untuk melakukan pembersihan diseputaran lokasi terjadinya tumpahan CPO tersebut. Hal itu juga sesuai dengan hak kantor administarsi pelabuhan sebagai penguasa daerah maritim. Dan selanjutnya, untuk sanksi bagian dari Kantor Lingkungan Hidup Kota Dumai.

KPLP Sebut Tumpahan CPO Kelalaian Perusahaan

Kepala Saksi Penjagaan, Patroli dan Penyidikan di Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Dumai, Edison Simorangkir membenarkan adanya tumpahan CPO milik perusahaan PT. Naga Mas ke laut Dumai. Atas kejadian ini sendiri, kata dia, bahwa tumpahan CPO merupakan kelalaian perusahaan dan perusahaan segera dipanggil.

"Pihak perusahaan akan kita panggil untuk minggirim kronologis kejadian. Dari penilaian kita semua adalah kelalaian perusahaan. Kejadian ini sendiri bukan kali pertama, tapi sudah ketiga kalinya," ungkap Edison Simorangkir, menyikapai atas tumpahan minyak CPO milik perusahaan PT. Nagamas Palmaoil Lestari, secara terpisah.

Pihaknya sendiri, tidak akan menyalahkan satu belah pihak yang telah melakukan pencemaran lingkungan. Namun demikian, semua masalah tentunya harus mengikuti peraturan yang berlaku bahwa pihak Pelindo I sebagai pemilik lokasi kurang cermat dalam antisipasi dan kurang tanggap dalam tindakan dalam pencegahan pencemaran.

"Kita tidak bisa juga menyalahkan perusahaan, sebagaimana peraturan berlaku bahwa Pelindo I juga harus bertanggung jawab, seperti menyediakan Oil Boom. Karena hal itu adalah tugas dari pemilik lokasi. Pelindo penilaian saya kurang tanggap karena tumpah CPO ini sudah sering terjadi," katanya.

Tambahnya, sejauh ini untuk sanksi kepada perusahaan yang melakukan pencemarah, pihaknya mengatakan, sejauh ini bukan wewenang KPLP Dumai. Karena, instansinya sifatnya membina dan mengawasi lokasi perairan Dumai. Pihaknya setekat ini hanya bisa menyuruh perusahaan untuk mengantisipasi hal-hal kejadian insiden seperti ini.

"Pencemaran laut ini adalah tanggung jawab kita semua, jadi bersama kita menjaga. Harapan saya juga kepada pihak perusahaan sebagai investor di Kota Dumai ini, janganlah semena-mena untuk melakukan aktifitas perusahaan, sama-sama kita menjaga daerah ini. Maka dari itu, dengan kejadian menjadi pembelajar bagi perusahan lain bisa lebih tanggap," pungkasnya.

Perusahaan Akui Tumpahan CPO

Atas kejadian tumpahan minyak CPO ke kawasan perairan Dumai diakui pihak perusahaan PT. Nagamas Palmaoil Lestari. Namun pihak perusahaan mengatakan, minyak mentah yang tumpah ke perairan Dumai itu jumlahnya sendikit. Kejadian tumpahan itu sendiri juga diakui terjadi pada subuh hari tadi. Dan belum berani menjelaskan asal kejadian yang sebenarnya.

"Benar ada tumpahan, akibatnya sendiri kita belum ketahui, kita menduga ada kelalaian dari pihak kita, saat ini anggota kita sudah melakukan pembersihan di area tumpahan minyak CPO tersebut," ungkap Manager Operasional PT. Nagamas Palmoil Lestari, P.Tarigan, ketika dikonfirmasi sejumlah awak media, secara terpisah.

Sedangkan untuk secara keseluruhan minyak yang tumpah ke laut tersebut, Tarigan mengatakan, tumpahan itu lebih kurang sebanyak 5 ton. Namun atas tumpahan ini sendiri, pihaknya sudah mengantisipasinya dengan Oil Boom sebagai salah satu penanggulangan pertama.

"Keterangan lebih jelas nanti saya infokan, karena saya masih diluar. Dan kejadian ini akan kita laporkan ke Lingkungan Hidup dan pihak yang terkait," pungkas Tarigan diujung telpon selullernya.***(had)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Belasan "Pelaku Maksiat" Terjaring Operasi Pekat di BS, dan Mandau
- Korupsi Lampu PJU Pekanbaru, Lima Terdakwa Divonis 14 Bulan dan 20 Bulan Penjara
- Mencuri Sarang Walet, Dua Warga Meranti dilaporkan ke Polisi
- Kapolri Dukung Peningkatan Pengawasan Wilayah Pesisir Riau
- Gerah, Plt Wako Pekanbaru Minta Satpol PP Tutup Tempat Hiburan Nakal
- Tahap Penyidikan, Kejati Riau Selamatkan Uang Negara Rp 1,5 Miliar di Kasus Korupsi Dispora Riau
- Hamili 2 Anak Dibawah Umur, Seorang Remaja Ditangkap Polisi
- Polresta Pekanbaru Ciduk Dua Pengedar Ganja dan Sabu
- Nabrak Pembatas Halte, Satu Unit Brio di Pekanbaru Terjun Bebas ke Parit
- Pledoi Tak Siap,
Sidang Dugaan Tipikor Manipulasi Penerbitan SHM Tesso Nilo Ditunda

- Sidak ke Gudang Penyimpanan, Polisi Belum Temukan Adanya Miras Oplosan di Pekanbaru
- 3 Masih Diburu, 3 Maling dan Penadah Pikc Up Ditangkap Polres Rohul
- Toko Roti "Cita Rasa" Telukkuantan Juga Didatangi BPK RI, Begini Hasilnya
- Dua Pelaku ‎Narkoba Lintas Kabupaten Diciduk Polisi Rohul di Dua TKP
- Pemilik Bengkel Akan Laporkan Pemalsuan Terkait SPJ Fiktif Bagian Perlengkapan Kuansing
- Dibandingkan Triwulan 2017,
2018 Ini Polda Riau Alami Peningkatan Pengungkapan Kasus Narkoba

- ‘Telan’ Dana Desa Rp386 Juta,
Mantan Pj. Kades Batang Duku Ditahan Kejari Bengkalis

- Satu Lagi Ditemukan SPJ Fiktif Pemkab Kuansing,
Pemilik Bengkel di Telukkuantan Ini Mengaku Pernah Didatangi Petugas BPK

- Minta Tertibkan Gepeng dan Anak Jalanan,
DPP LBH Equality The Law Layangkan Surat Kedua ke SatPol PP Kota Pekanbaru

- Pekan Depan, Tiga Tersangka Korupsi RTH Pemprov Riau Diadili


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 23.20.165.182
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com