Untitled Document
Ahad, 28 Safar 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Ahad, 21 Desember 2014 06:31
Nantinya, Jembatan Siak III Wajib Dipelihara Setiap Tahun

Ahad, 21 Desember 2014 06:23
Tersambar Petir, Peralatan Radio Lima Luhak Rohul Berantakan

Sabtu, 20 Desember 2014 20:16
Hasil Uji Beban Aman,
Jembatan Siak III Kembali Dibuka Minggu Depan


Sabtu, 20 Desember 2014 18:44
590 Peserta Meriahkan Tapak Tilas HKSN di Bengkalis

Sabtu, 20 Desember 2014 17:54
Tokoh Inovatif dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat,
Walikota Pekanbaru Terima Anugrah Satya Lencana dari Presiden RI


Sabtu, 20 Desember 2014 17:47
Pertamina Dumai Dinilai Mulai Usik Ketenangan Warga Bunga Tanjung

Sabtu, 20 Desember 2014 17:44
Paling Banyak Pakai Produk Toyota, 4 Perusahaan Dapat Reward Platinum



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 9 Mei 2013 14:49
Operasional Perusahaan Terancam Tutup,
Puluhan Ton CPO Milik PT. Nagamas Cemari Laut Dumai


Puluhan ton CPO PT Nagamas tumpah di perairan Dumai. Perusahaan terancam tutup, sebab kondisi ini sangat berpotensi terjadinya pencemaran lingkungan.

Riauterkini-DUMAI- Pencemaran lingkungan kembali terjadi di Dumai. Kali ini pencemaran terjadi, Kamis (9/5/13) di perairan Dumai, persisinya di Dermaga Pokala milik Perusahaan PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Cabang I Dumai, tumpahan minyak Crude Palm Oil (CPO) milik perusahaan PT. Nagamas Palmaoil Lestari.

Informasi yang berhasil dirangkum riauterkinicom dilapangan menyebutkan, bahwa terjadinya tumpahan CPO kekawasan perairan Dumai itu terjadi sekitar pukul 04.00 WIB. Untuk jumlahnya sendiri, sesuai informasi yang berhasil dikumpulkan dari sejumlah warga yang mengambil sisa tumpahan CPO dipinggir perairan Dumai.

Kepala Kantor Lingkungan Hidup (LH) Kota Dumai, Basr ketika dikonfirmasi melalui telpon selulernya membenarkan adanya tumpahan CPO dari perusahaan PT. Nagamas Palmaoil Lestari. Untuk jumlahnya sendiri kata Basri, berjumlah kurang lebih 10 ton CPO. Proses selanjutnya, lanjut dia, LH Dumai akan segera memanggil perusahaan guna menjalaskan permasalahan tumpahan tersebut.

"Benar ada tumphan CPO ke kawasan periaran Dumai dari PT. Nagamas Palmaoil Lestari. Untuk jumlahnya sendiri kurang lebih mencapai 10 ton. Kita juga akan memanggil perusahaan. Tumpahnya CPO tersebut, menurut informasi yang saya terima terjadi sekitar pukul 04.00 subuh tadi. Minyak CPO itu melebur dari tangki timbun," kata Basri, siang ini.

Atas tumpahan minyak CPO tersebut, LH Dumai akan memberikan sanksi Administrasi (ADM) dan penutupan sementara operasional. Kejadian ini sendiri, kata Basri, sudah yang ketiga kalinya. Tinggal menunggu Walikota Dumai mengeluarkan surat untuk pemberhentian sementara operasional sebagai sanksi terhadap perusahaan yang melakukan pencemaran lingkungan.

"Kami tidak akan menolerir pelaku pencemaran lingkungan di Kota Dumai. Baik yang dilakukan perusahaan industri dan hotel harus ditindak sesuai ketentuan yang diatur dengan memberikan sanksi tegas, seperti Sanksi administrasi sebagaimana yang diatur dalam pasal 76 huruf a, b dan c UU No 32 tahun 2009," ungkap Basri kembali.

Dalam hal ini, pihaknya juga sudah mengarahkan kepada perusahaan untuk melakukan pembersihan diseputaran lokasi terjadinya tumpahan CPO tersebut. Hal itu juga sesuai dengan hak kantor administarsi pelabuhan sebagai penguasa daerah maritim. Dan selanjutnya, untuk sanksi bagian dari Kantor Lingkungan Hidup Kota Dumai.

KPLP Sebut Tumpahan CPO Kelalaian Perusahaan

Kepala Saksi Penjagaan, Patroli dan Penyidikan di Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Dumai, Edison Simorangkir membenarkan adanya tumpahan CPO milik perusahaan PT. Naga Mas ke laut Dumai. Atas kejadian ini sendiri, kata dia, bahwa tumpahan CPO merupakan kelalaian perusahaan dan perusahaan segera dipanggil.

"Pihak perusahaan akan kita panggil untuk minggirim kronologis kejadian. Dari penilaian kita semua adalah kelalaian perusahaan. Kejadian ini sendiri bukan kali pertama, tapi sudah ketiga kalinya," ungkap Edison Simorangkir, menyikapai atas tumpahan minyak CPO milik perusahaan PT. Nagamas Palmaoil Lestari, secara terpisah.

Pihaknya sendiri, tidak akan menyalahkan satu belah pihak yang telah melakukan pencemaran lingkungan. Namun demikian, semua masalah tentunya harus mengikuti peraturan yang berlaku bahwa pihak Pelindo I sebagai pemilik lokasi kurang cermat dalam antisipasi dan kurang tanggap dalam tindakan dalam pencegahan pencemaran.

"Kita tidak bisa juga menyalahkan perusahaan, sebagaimana peraturan berlaku bahwa Pelindo I juga harus bertanggung jawab, seperti menyediakan Oil Boom. Karena hal itu adalah tugas dari pemilik lokasi. Pelindo penilaian saya kurang tanggap karena tumpah CPO ini sudah sering terjadi," katanya.

Tambahnya, sejauh ini untuk sanksi kepada perusahaan yang melakukan pencemarah, pihaknya mengatakan, sejauh ini bukan wewenang KPLP Dumai. Karena, instansinya sifatnya membina dan mengawasi lokasi perairan Dumai. Pihaknya setekat ini hanya bisa menyuruh perusahaan untuk mengantisipasi hal-hal kejadian insiden seperti ini.

"Pencemaran laut ini adalah tanggung jawab kita semua, jadi bersama kita menjaga. Harapan saya juga kepada pihak perusahaan sebagai investor di Kota Dumai ini, janganlah semena-mena untuk melakukan aktifitas perusahaan, sama-sama kita menjaga daerah ini. Maka dari itu, dengan kejadian menjadi pembelajar bagi perusahan lain bisa lebih tanggap," pungkasnya.

Perusahaan Akui Tumpahan CPO

Atas kejadian tumpahan minyak CPO ke kawasan perairan Dumai diakui pihak perusahaan PT. Nagamas Palmaoil Lestari. Namun pihak perusahaan mengatakan, minyak mentah yang tumpah ke perairan Dumai itu jumlahnya sendikit. Kejadian tumpahan itu sendiri juga diakui terjadi pada subuh hari tadi. Dan belum berani menjelaskan asal kejadian yang sebenarnya.

"Benar ada tumpahan, akibatnya sendiri kita belum ketahui, kita menduga ada kelalaian dari pihak kita, saat ini anggota kita sudah melakukan pembersihan di area tumpahan minyak CPO tersebut," ungkap Manager Operasional PT. Nagamas Palmoil Lestari, P.Tarigan, ketika dikonfirmasi sejumlah awak media, secara terpisah.

Sedangkan untuk secara keseluruhan minyak yang tumpah ke laut tersebut, Tarigan mengatakan, tumpahan itu lebih kurang sebanyak 5 ton. Namun atas tumpahan ini sendiri, pihaknya sudah mengantisipasinya dengan Oil Boom sebagai salah satu penanggulangan pertama.

"Keterangan lebih jelas nanti saya infokan, karena saya masih diluar. Dan kejadian ini akan kita laporkan ke Lingkungan Hidup dan pihak yang terkait," pungkas Tarigan diujung telpon selullernya.***(had)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Pengamat LH.
Sumber Rezeki lagi... sama Basri tu...


Berita Hukum lainnya..........
- Kapal Barang Tenggelam di Sungai Siak, Nihil Korban Jiwa
- Empat Kawanan Maling Motor Ditembak Polisi di Mandau
- Kasus Korupsi Penyertaan Modal PT. BLJ Bengkalis,
Konsistensi versus "Asap Hitam" di Negeri Kaya

- Pria Tua di Duri, Bengkalis Ditemukan Tewas Gantung Diri
- Kasus Suap Alih Fungsi Hutan di Kuansing,
Gubri Nonktif Annas Sebut Pernah Temui Zulkifli Hasan di Rumahnya

- Datangi Mapolda, Massa Gerakan Umat Desak Usut Insiden Musholla RRI
- 12 Jam Usai Beraksi,
Dua Pelaku Curanmor di Kampar Berhasil Diringkus



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.242.126.126
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com