Untitled Document
Sabtu, 4 Sya'ban 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Sabtu, 23 Mei 2015 07:40
HUT Ke-17, Bank Rohil Gelar Malam Syukuran

Sabtu, 23 Mei 2015 07:38
Ketua TP PKK Rohil Buka Pelatihan Keterampilan Perempuan Kepala Rumah Tangga

Sabtu, 23 Mei 2015 07:33
Dibangunkan Pemkab Bengkalis Jembatan, Warga Siakkecil Sumringah

Sabtu, 23 Mei 2015 07:30
Wabup dan Ketua DPRD Rohul Tutup Turnamen Bangun Makarti Cup III di Rambahsamo

Jum’at, 22 Mei 2015 20:59
Gallery Photo Pelalawan Sehat 2015

Jum’at, 22 Mei 2015 20:42
Warga Mentayan, Bengkalis Keluhkan Jalan Rusak Parah

Jum’at, 22 Mei 2015 20:40
Membahayakan Warga,,
Kades di Wilayah Pesisir Diminta Prioritaskan Perbaikan Jalan Jerambah




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 5 Mei 2013 06:46
Kapal Tanpa Dokumen Diamankan Tim Mabes Polri di Selatpanjang

Tim Mabes Polri mengamankan KML Sunly Jaya di Selatpanjang, Kepulauan Meranti. Kapal tersebut mengangkut puluhan ton berbagai komoditas tanpa dilengkapi dokumen.

Riauterkini-BENGKALIS- Satuan Patroli Nusantara Direktorat Kepolisian Perairan (Dit Polair) Polri menyita 1 unit Kapal Layar Motor (KLM). Sunly Jaya di Perairan Selatpanjang tujuan Pekanbaru, Kamis (2/5/13) lalu sekitar pukul 20.00 WIB.

Sebelumnya, KLM. Sunly Jaya sedang berlayar di Perairan Selatpanjang menuju Pekanbaru, Sea Rider Kapal Polisi (KP) Hayabusa 3008 dikomandani Iptu M. Fahrurozy sedang melakukan patroli, mencurigai kapal tersebut mengangkut muatan tidak sesuai dengan SPB dalam dokumen di atas kapal.

Hasilnya setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata diyakini kapal tersebut tidak dilengkapi SPB yang ada di atas kapal.

Selain menyita barang bukti KLM. Sunly Jaya, aparat juga mengamankan nakhoda kapal MH (33), warga Pekanbaru dan 5 anak buah kapal (ABK). Selanjutnya, kasus ini dilimpahkan ke Polair Polres Bengkalis untuk proses penyidikan lebih lanjut.

“Kasus penangkapan ini, kita sudah menerima pelimpahannya. Barang bukti kapal dan nakhoda serta ABK masih dalam proses penyidikan,” ungkap Kapolres Bengkalis AKBP Ulung Sampurna Jaya melalui Kasat Polair AKP Angga F. Herlambang didampingi Kanit Gakkum Brigadir Teguh Rahmat kepada riauterkinicom, Jum’at (4/5/13) petang.

Sementara itu, Nakhoda KLM. Sunly Jaya MH ketika berhasil ditemui mengungkapkan, sebelum tertangkapnya kapal itu, ia sudah memberitahukan kepada majikannya diketahui Apin, warga Selatpanjang, agar segera memperpanjang dokumen SPB, namun tidak dihiraukan.

“Sekitar seminggu lalu, sudah saya sampaikan ke bos Apin agar segera diperpanjang dokumen berlayar. Tapi belum juga ada tanda-tanda dan tetap disuruh berangkat (berlayar, red) kemudian akhirnya ditangkap seperti ini,” ujar MH.

Kata MH lagi, ia bersama 5 ABK lainnya bekerja di satu kapal tersebut menerima upah dalam setiap trip dan sehabis bongkar muatan. Jabatan kapten kapal menerima upah Rp 800 ribu, ABK Rp 400 ribu-Rp 500 ribu.

“Saya hanya mengambil upah saja. Macam saya kapten diupah Rp 800 ribu pertrip termasuk bongkar muat sekali. Kalau ABK dari Rp 400 ribu sampai Rp 500 ribu. Dan sudah dua tahun menjalankan kerja seperti ini,” aku MH.

Karena tidak melengkapi dokumen-dokumen saat berlayar tersebut, pelaku dijerat dengan Pasal 323 ayat (1) jo Pasal 219 ayat (1),(2) dan Pasal 137 ayat (4) UU RI Nomor 17/2008 tentang Pelayaran.***(dik)

Teks Foto : KLM. Sunly Jaya bermuatan sekitar ratusan ton diamankan aparat Ditpolair Polri saat berlayar di Perairan Selatpanjang tujuan Pekanbaru, karena tidak melengkapi dokumen-dokumen pelayaran, Kamis (2/5/13) lalu. MH, Nakhoda (kiri) saat diperiksa di Mapolres Bengkalis.(insert)pu




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
marcopolo
polair nggk ada kerjaan,,,kapal2 penyeludup di lepaskan...apalagi kapal tg besar2 dari port klang.yg kecil juga untuk tumbal...kasian masarakat kecil...


Berita Hukum lainnya..........
- Di Kawasan Perkebunan PT TBS,
Polres Kuansing Kembali Razia PETI

- Sejak Jadi Tersangka, Bupati Rohul Sering Anggap Dirinya Pahlawan
- Warung Maksiat di Rohul Terindikasi Jadi Tempat Kumpul Bandar Narkoba dan Perampok
- Diduga Sakit, Penderes Getah di Duri Tewas Dalam Kebun
- Korupsi Program K2i, Jaksa Penyidik Teliti Berkas Susilo
- Serpihan Tengkorak Manusia di Ladang Hebohkan Warga Duri, Bengkalis
- Mayat Bayi Berplasenta Ditemukan Petugas Kebersihan di Duri


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 174.129.109.148
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com