Untitled Document
Selasa, 20 Ramadhan 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Selasa, 7 Juli 2015 19:53
Peringatan Hari Jadi ke-503 Bengkalis Akan Digelar Meriah

Selasa, 7 Juli 2015 19:41
Pansus I DPRD Rohil Minta Pemilihan 69 Kepala Kepenghuluan Serentak Dilakanakan Akhir September 2015

Selasa, 7 Juli 2015 19:27
Bupati dan Wakil Bupati Rohil Buka Bersama Warga Binaan Rutan Bagansiapiapi dan Anak Yatim

Selasa, 7 Juli 2015 19:07
‎Buka Bareng Wakil Walikota Pekanbaru, Lazizmu Santuni Anak Yatim dan Fakir Miskin

Selasa, 7 Juli 2015 19:03
DPRD Pelalawan Gelar Buka Bersama dan Silahturahmi dengan Staf Sekwan

Selasa, 7 Juli 2015 18:21
Minamas Plantation Gelar Tour dan Buka Bersama dengan Media

Selasa, 7 Juli 2015 18:18
‎Walikota: PNS Pemko Pekanbaru Dilarang Terima Parsel



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 5 Mei 2013 06:46
Kapal Tanpa Dokumen Diamankan Tim Mabes Polri di Selatpanjang

Tim Mabes Polri mengamankan KML Sunly Jaya di Selatpanjang, Kepulauan Meranti. Kapal tersebut mengangkut puluhan ton berbagai komoditas tanpa dilengkapi dokumen.

Riauterkini-BENGKALIS- Satuan Patroli Nusantara Direktorat Kepolisian Perairan (Dit Polair) Polri menyita 1 unit Kapal Layar Motor (KLM). Sunly Jaya di Perairan Selatpanjang tujuan Pekanbaru, Kamis (2/5/13) lalu sekitar pukul 20.00 WIB.

Sebelumnya, KLM. Sunly Jaya sedang berlayar di Perairan Selatpanjang menuju Pekanbaru, Sea Rider Kapal Polisi (KP) Hayabusa 3008 dikomandani Iptu M. Fahrurozy sedang melakukan patroli, mencurigai kapal tersebut mengangkut muatan tidak sesuai dengan SPB dalam dokumen di atas kapal.

Hasilnya setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata diyakini kapal tersebut tidak dilengkapi SPB yang ada di atas kapal.

Selain menyita barang bukti KLM. Sunly Jaya, aparat juga mengamankan nakhoda kapal MH (33), warga Pekanbaru dan 5 anak buah kapal (ABK). Selanjutnya, kasus ini dilimpahkan ke Polair Polres Bengkalis untuk proses penyidikan lebih lanjut.

“Kasus penangkapan ini, kita sudah menerima pelimpahannya. Barang bukti kapal dan nakhoda serta ABK masih dalam proses penyidikan,” ungkap Kapolres Bengkalis AKBP Ulung Sampurna Jaya melalui Kasat Polair AKP Angga F. Herlambang didampingi Kanit Gakkum Brigadir Teguh Rahmat kepada riauterkinicom, Jum’at (4/5/13) petang.

Sementara itu, Nakhoda KLM. Sunly Jaya MH ketika berhasil ditemui mengungkapkan, sebelum tertangkapnya kapal itu, ia sudah memberitahukan kepada majikannya diketahui Apin, warga Selatpanjang, agar segera memperpanjang dokumen SPB, namun tidak dihiraukan.

“Sekitar seminggu lalu, sudah saya sampaikan ke bos Apin agar segera diperpanjang dokumen berlayar. Tapi belum juga ada tanda-tanda dan tetap disuruh berangkat (berlayar, red) kemudian akhirnya ditangkap seperti ini,” ujar MH.

Kata MH lagi, ia bersama 5 ABK lainnya bekerja di satu kapal tersebut menerima upah dalam setiap trip dan sehabis bongkar muatan. Jabatan kapten kapal menerima upah Rp 800 ribu, ABK Rp 400 ribu-Rp 500 ribu.

“Saya hanya mengambil upah saja. Macam saya kapten diupah Rp 800 ribu pertrip termasuk bongkar muat sekali. Kalau ABK dari Rp 400 ribu sampai Rp 500 ribu. Dan sudah dua tahun menjalankan kerja seperti ini,” aku MH.

Karena tidak melengkapi dokumen-dokumen saat berlayar tersebut, pelaku dijerat dengan Pasal 323 ayat (1) jo Pasal 219 ayat (1),(2) dan Pasal 137 ayat (4) UU RI Nomor 17/2008 tentang Pelayaran.***(dik)

Teks Foto : KLM. Sunly Jaya bermuatan sekitar ratusan ton diamankan aparat Ditpolair Polri saat berlayar di Perairan Selatpanjang tujuan Pekanbaru, karena tidak melengkapi dokumen-dokumen pelayaran, Kamis (2/5/13) lalu. MH, Nakhoda (kiri) saat diperiksa di Mapolres Bengkalis.(insert)pu




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
marcopolo
polair nggk ada kerjaan,,,kapal2 penyeludup di lepaskan...apalagi kapal tg besar2 dari port klang.yg kecil juga untuk tumbal...kasian masarakat kecil...


Berita Hukum lainnya..........
- Polsek Lima Puluh, Pekanbaru Ringkus Seorang Penjual Togel
- 'ABG' Pelaku Curanmor di 33 TKP,
Aksi Pelaku Didorong Faktor Ekonomi

- Pelaku Masih 'ABG',
Polsek Pangkalan Kuras, Pelalawan Bongkar 33 Kasus Curanmor

- Suap Pengesahan APBD 2015,
Seorang Mantan dan Dua Anggota DPRD Riau Usai Diperiksa KPK

- Wako Firdaus Sebut Kebakaran Pasar Cik Puan Akibat Kelalaian Manusia
- Pendemo Kembali Desak Usut Keterlibatan Bupati Bengkalis di Korupsi BLJ
- Kajari Pasirpangaraian Minta FOSWAR Jadi "Mata Telinga" Kejaksaan


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.166.191.159
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com