Untitled Document
Rabu, 1 Zulqaidah 1435 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Rabu, 27 Agustus 2014 17:39
DED Gedung Baru Dewan Telan Anggaran Rp5,5 Miliar

Rabu, 27 Agustus 2014 17:36
FBI Minta Aparat Usut Pencatutan Nama PWRI Dumai

Rabu, 27 Agustus 2014 17:34
Bupati Meranti Dukung Pembentukan Kecamatan Alahair

Rabu, 27 Agustus 2014 16:41
Diduga Korupsi Dana Posyandu, Anggota DPRD Dumai Terpilih Dipolisikan

Rabu, 27 Agustus 2014 16:29
45 Anggota DPRD Kampar Periode 2014-2019 Resmi Dilantik

Rabu, 27 Agustus 2014 16:26
Cegah Penculikan Anak, Polres Dumai Koordinasi dengan Sekolah

Rabu, 27 Agustus 2014 16:24
Ketua TP PKK Riau Hadiahi Istri Mendagri 'Perahu Lancang Kuning'



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 4 Mei 2013 19:32
Karyawan Chervon di Duri Galang Solidaritas Kasus Bioremediasi

Persidangan kasus bioremediasi terus mengundang keprihatinan karyawan PT Chevron Pacific Indonesia. Demikian juga yang dirasakan karyawan CPI di Duri. Mereka menggalang solidaritas.

Riauterkini - DURI - Ribuan Karyawan PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) dan keluarganya di seluruh area operasi Sumatera secara serentak, Jumat (2/5/13) memulai aksi penandatangan surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden Susilo Bambang Yudoyono. Hal ini dilakukan untuk meminta perhatian Presiden RepubIik Indonesia tersebut guna mendukung peradilan yang seadil-adilnya bagi rekan-rekan mereka yang saat ini sedang diadili dalam perkara kasus proyek Bioremediasi.

Aksi pengumpulan ini akan berlangsung terus hingga Ahad (5/5/13) mendatang. Kasus proyek Bioremediasi PT CPI yang berlangsung lebih dari setahun sejak Kejaksaan Agung memulai penyelidikan ini pada Oktober 2011 telah menimbulkan keprihatinan yang mendalam bagi keluarga besar Chevron khususnya mereka yang berada di operasi Sumatera. Proyek Bioremediasi yang mereka yakini telah berhasil membuat operasi CPI menjadi operasi Migas yang ramah lingkungan dan taat hukum, justru dianggap proyek fikitf dan merugikan negara sehingga dituduh telah terjadi korupsi.

Seperti yang dilakukan oleh ratusan karyawan dan keluarga besar CPI Bekasap Duri yang menggelar aksi dukungan dengan menandatangani surat untuk Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, Sabtu (4/5/13).

Selain memberikan dukungan moril dengan mendatangkan hiburan musik amplak, juga dihadiri langsung oleh salah seorang karyawan CPI yang tersangkut hukum Bioremediasi tersebut, Endah Rumbiyati.

Tetesan air mata tampak membasahi pipi para karyawan dan keluarganya yang datang saat satu persatu petinggi Chevron menceritakan kisah saat kelima karyawan yang tersandung kasus Bioremediasi tersebut menjalani persidangan.

" Bayangkan saja, Pak Menteri Jero Wacik saja menyatakan bahwasannya proyek Bioremediasi tersebut tidak fiktif, memang ada. Lalu apalagi yang diinginkan pihak Kejaksaan dalam hal ini ? jangan lagi kasus ini direkayasa sehingga mengorbankan orang yang tidak salah sama sekali. Jujur, hati saya merasa teriris saat anak anak mereka menyebut kapan papa akan pulang bersama sama kami kerumah," tuturnya dan disambut tangis ratusan keluarga karyawan Chevron yang berlangsung dihalaman parkir Komplek Krakatau Bekasap Duri.

Endah Rumbiyati saat ditemui sejumlah wartawan menjelaskan bahwasannya saat dirinya ditetapkan sebagai tersangka sama sekali tidak tahu, bahkan mengetahui status dirinya tersebut melalui media.

" Acara ini hanya spontan sebagai bentuk dukungan keluarga besar kami yang ada di Duri buat kelima rekan kami yang saat ini menjalani persidangan di Jakarta, Melalui aksi ini kami hanya ingin Hakim dapat terketuk hatinya agar membebaskan rekan kami itu. Kami yakin rekan kami tidak bersalah," jelas Wafi Chalid Abdal.***(hen)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Albert Tilaar
Sekarang bagaimana, karena setelah dua kali dipanggil baik-baik tidak mau datang, ya apa boleh buat dijemput paksa jadinya. Dan kalau tidak salah kenapa takut ?

Kualat sama Riau.....!!!! hahaah..
Makanya jangan kualat sama Riau, kenak batu nya sendiri klen kan chevron. hahaah, rasain lh ya. Kacian deh loe!!! Perkara korupsi bioremediasi yang merupakan proyek antarperusahaan swasta, justru bergulir jadi korupsi karena ada peserta tender yang k

putra duri
sebaiknya chvron intropeksi dirilah,,,,, sby jangan terpengaruh dengan berita demikian

putra duri
sebaiknya chvron intropeksi dirilah,,,,, sby jangan terpengaruh dengan berita demikian

Masyarakat Awam
Koreksi dikit donk, musik Unplugged bukan amplak. Sekian. Terima kasih

harwin
tunggu tanggal mainnya......hidup kejaksaan

pak haji
wajar aja. .di hajar habis,chevron harus adakan platihan hati yang bersih dan gk edonis....contoh kecil aja...ya allah turunkan lakhnatmu ke chevron...amin

wan
itu lakhnat dari alllah,karna rata2 orang chevron sombong2.....moga dengan kasus ini terbongkar semuanya

link
Permasalahan CALTEX harus di"tingkatkan"..Biar pusat tau diri, minyak di riau ini punya tanah MELA-YU dan orang MELA-YU..Jgn suka hati buat keputusan ISG..Kitapun bisa mengoyang dunia. Kalau mau goyang demokrat kita Goyang AMERIKA.. hidup riau bersat


Berita Hukum lainnya..........
- FBI Minta Aparat Usut Pencatutan Nama PWRI Dumai
- Diduga Korupsi Dana Posyandu, Anggota DPRD Dumai Terpilih Dipolisikan
- Cegah Penculikan Anak, Polres Dumai Koordinasi dengan Sekolah
- HMI Pekanbaru Minta Kejati Riau Usut Dugaan Korupsi di PTPN V
- Polres Inhu Tangkap Pengedar dan Pemakai Sabu
- Sengketa HGU Bukitbatu, Bengkalis,
PT. SDA Hadang Upaya Eksekusi PT. PAN United

- Banyak Ritel Tak Berizin,
Satpol PP Ancam Alfamart dan Indomaret Segera Tutup



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 50.19.149.115
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com