Untitled Document
Ahad, 8 Jumadil Akhir 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Ahad, 29 Maret 2015 14:14
Polda-Pemprov-LAM Riau Edukasi Warga Tak Bakar Lahan

Ahad, 29 Maret 2015 12:21
Aparat Polres Rohul Tangkap Dua Pengedar Narkoba dari Dua Kecamatan

Ahad, 29 Maret 2015 10:15
KPU Akui Tak Ada Kendala Gelar Pilkada Serentak 2015

Ahad, 29 Maret 2015 10:11
Meriahkan Pawai Ta'aruf MTQ ke-41 Mandau, Belasan Ribu Warga Turun ke Jalan

Sabtu, 28 Maret 2015 21:54
Ternyata Ejekan Ompong Pemicu Pembunuhan 27 Tusukan Karyawan Angkringan

Sabtu, 28 Maret 2015 19:52
Musda XI KNPI Kabupaten Kampar Resmi Dibuka

Sabtu, 28 Maret 2015 19:49
Kubah Masjid Raya Rimba Melintang Rohil Mendadak Rubuh



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 4 Mei 2013 19:32
Karyawan Chervon di Duri Galang Solidaritas Kasus Bioremediasi

Persidangan kasus bioremediasi terus mengundang keprihatinan karyawan PT Chevron Pacific Indonesia. Demikian juga yang dirasakan karyawan CPI di Duri. Mereka menggalang solidaritas.

Riauterkini - DURI - Ribuan Karyawan PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) dan keluarganya di seluruh area operasi Sumatera secara serentak, Jumat (2/5/13) memulai aksi penandatangan surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden Susilo Bambang Yudoyono. Hal ini dilakukan untuk meminta perhatian Presiden RepubIik Indonesia tersebut guna mendukung peradilan yang seadil-adilnya bagi rekan-rekan mereka yang saat ini sedang diadili dalam perkara kasus proyek Bioremediasi.

Aksi pengumpulan ini akan berlangsung terus hingga Ahad (5/5/13) mendatang. Kasus proyek Bioremediasi PT CPI yang berlangsung lebih dari setahun sejak Kejaksaan Agung memulai penyelidikan ini pada Oktober 2011 telah menimbulkan keprihatinan yang mendalam bagi keluarga besar Chevron khususnya mereka yang berada di operasi Sumatera. Proyek Bioremediasi yang mereka yakini telah berhasil membuat operasi CPI menjadi operasi Migas yang ramah lingkungan dan taat hukum, justru dianggap proyek fikitf dan merugikan negara sehingga dituduh telah terjadi korupsi.

Seperti yang dilakukan oleh ratusan karyawan dan keluarga besar CPI Bekasap Duri yang menggelar aksi dukungan dengan menandatangani surat untuk Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, Sabtu (4/5/13).

Selain memberikan dukungan moril dengan mendatangkan hiburan musik amplak, juga dihadiri langsung oleh salah seorang karyawan CPI yang tersangkut hukum Bioremediasi tersebut, Endah Rumbiyati.

Tetesan air mata tampak membasahi pipi para karyawan dan keluarganya yang datang saat satu persatu petinggi Chevron menceritakan kisah saat kelima karyawan yang tersandung kasus Bioremediasi tersebut menjalani persidangan.

" Bayangkan saja, Pak Menteri Jero Wacik saja menyatakan bahwasannya proyek Bioremediasi tersebut tidak fiktif, memang ada. Lalu apalagi yang diinginkan pihak Kejaksaan dalam hal ini ? jangan lagi kasus ini direkayasa sehingga mengorbankan orang yang tidak salah sama sekali. Jujur, hati saya merasa teriris saat anak anak mereka menyebut kapan papa akan pulang bersama sama kami kerumah," tuturnya dan disambut tangis ratusan keluarga karyawan Chevron yang berlangsung dihalaman parkir Komplek Krakatau Bekasap Duri.

Endah Rumbiyati saat ditemui sejumlah wartawan menjelaskan bahwasannya saat dirinya ditetapkan sebagai tersangka sama sekali tidak tahu, bahkan mengetahui status dirinya tersebut melalui media.

" Acara ini hanya spontan sebagai bentuk dukungan keluarga besar kami yang ada di Duri buat kelima rekan kami yang saat ini menjalani persidangan di Jakarta, Melalui aksi ini kami hanya ingin Hakim dapat terketuk hatinya agar membebaskan rekan kami itu. Kami yakin rekan kami tidak bersalah," jelas Wafi Chalid Abdal.***(hen)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Albert Tilaar
Sekarang bagaimana, karena setelah dua kali dipanggil baik-baik tidak mau datang, ya apa boleh buat dijemput paksa jadinya. Dan kalau tidak salah kenapa takut ?

Kualat sama Riau.....!!!! hahaah..
Makanya jangan kualat sama Riau, kenak batu nya sendiri klen kan chevron. hahaah, rasain lh ya. Kacian deh loe!!! Perkara korupsi bioremediasi yang merupakan proyek antarperusahaan swasta, justru bergulir jadi korupsi karena ada peserta tender yang k

putra duri
sebaiknya chvron intropeksi dirilah,,,,, sby jangan terpengaruh dengan berita demikian

putra duri
sebaiknya chvron intropeksi dirilah,,,,, sby jangan terpengaruh dengan berita demikian

Masyarakat Awam
Koreksi dikit donk, musik Unplugged bukan amplak. Sekian. Terima kasih

harwin
tunggu tanggal mainnya......hidup kejaksaan

pak haji
wajar aja. .di hajar habis,chevron harus adakan platihan hati yang bersih dan gk edonis....contoh kecil aja...ya allah turunkan lakhnatmu ke chevron...amin

wan
itu lakhnat dari alllah,karna rata2 orang chevron sombong2.....moga dengan kasus ini terbongkar semuanya

link
Permasalahan CALTEX harus di"tingkatkan"..Biar pusat tau diri, minyak di riau ini punya tanah MELA-YU dan orang MELA-YU..Jgn suka hati buat keputusan ISG..Kitapun bisa mengoyang dunia. Kalau mau goyang demokrat kita Goyang AMERIKA.. hidup riau bersat


Berita Hukum lainnya..........
- Aparat Polres Rohul Tangkap Dua Pengedar Narkoba dari Dua Kecamatan
- Ternyata Ejekan Ompong Pemicu Pembunuhan 27 Tusukan Karyawan Angkringan
- Uang Rp23,5 Juta Raib,
Pelaku Pembunuhan Pasutri di Inhil Diduga Karyawan Korban

- Pelaku Pembunuhan Sadis Karyawan Angkringan Ditembak Polisi
- Diduga Korban Perampokan,
Pasutri di Teluk Pantaian, Inhil Ditemukan Tewas dengan Leher Terjerat Tali

- Suap APBD, KPK Periksa Sejumlah Mantan dan Anggota DPRD Riau
- Dua Maling Lintas Provinsi Ditangkap Aparat Polres Inhu


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.145.168.90
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com