Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Kamis, 21 Juni 2018 16:26
Paripurna Milad Inhil Ke-53, Ketua DPRD Harapkan Warga Gunakan Hak Pilih Pada Tanggal 27 Juni Mendatang

Kamis, 21 Juni 2018 16:21
Sidak Hari Pertama Ngantor, Harris: Absensi Menjadi Bahan Evaluasi Promosi

Kamis, 21 Juni 2018 16:16
Kampanye Akbar, Syamsuar-Edy Nasution Siap Jadikan Anak Riau Sebagai Tuan di Negeri Sendiri

Kamis, 21 Juni 2018 15:43
Layaknya Pesta Rakyat, Kampanye Syamsuar-Edi Dimeriahkan Berbagai Hiburan

Kamis, 21 Juni 2018 15:41
Bersama BRI dan ATIOS, Pemko Pembahasan Finalisasi Percepatan Smart City

Kamis, 21 Juni 2018 15:22
Pasca Lebaran, Pekanbaru Diserbu Gepeng Datang dari Luar Kota

Kamis, 21 Juni 2018 15:10
Wan Abu Bakar: Jangan Ada Lagi yang Ragu dengan Syamsuar-Edy Nasution

Kamis, 21 Juni 2018 15:00
Pjs Bupati Inhil Pimpin Apel Hari Pertama Pasca Cuti Lebaran

Kamis, 21 Juni 2018 14:31
Riau Kompleks Sukseskan Pilkada Gubernur 2018

Kamis, 21 Juni 2018 14:20
Hari Pertama 'Ngantor', Bupati Harris Sidak di Sejumlah OPD

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 4 Mei 2013 19:32
Karyawan Chervon di Duri Galang Solidaritas Kasus Bioremediasi

Persidangan kasus bioremediasi terus mengundang keprihatinan karyawan PT Chevron Pacific Indonesia. Demikian juga yang dirasakan karyawan CPI di Duri. Mereka menggalang solidaritas.

Riauterkini - DURI - Ribuan Karyawan PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) dan keluarganya di seluruh area operasi Sumatera secara serentak, Jumat (2/5/13) memulai aksi penandatangan surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden Susilo Bambang Yudoyono. Hal ini dilakukan untuk meminta perhatian Presiden RepubIik Indonesia tersebut guna mendukung peradilan yang seadil-adilnya bagi rekan-rekan mereka yang saat ini sedang diadili dalam perkara kasus proyek Bioremediasi.

Aksi pengumpulan ini akan berlangsung terus hingga Ahad (5/5/13) mendatang. Kasus proyek Bioremediasi PT CPI yang berlangsung lebih dari setahun sejak Kejaksaan Agung memulai penyelidikan ini pada Oktober 2011 telah menimbulkan keprihatinan yang mendalam bagi keluarga besar Chevron khususnya mereka yang berada di operasi Sumatera. Proyek Bioremediasi yang mereka yakini telah berhasil membuat operasi CPI menjadi operasi Migas yang ramah lingkungan dan taat hukum, justru dianggap proyek fikitf dan merugikan negara sehingga dituduh telah terjadi korupsi.

Seperti yang dilakukan oleh ratusan karyawan dan keluarga besar CPI Bekasap Duri yang menggelar aksi dukungan dengan menandatangani surat untuk Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, Sabtu (4/5/13).

Selain memberikan dukungan moril dengan mendatangkan hiburan musik amplak, juga dihadiri langsung oleh salah seorang karyawan CPI yang tersangkut hukum Bioremediasi tersebut, Endah Rumbiyati.

Tetesan air mata tampak membasahi pipi para karyawan dan keluarganya yang datang saat satu persatu petinggi Chevron menceritakan kisah saat kelima karyawan yang tersandung kasus Bioremediasi tersebut menjalani persidangan.

" Bayangkan saja, Pak Menteri Jero Wacik saja menyatakan bahwasannya proyek Bioremediasi tersebut tidak fiktif, memang ada. Lalu apalagi yang diinginkan pihak Kejaksaan dalam hal ini ? jangan lagi kasus ini direkayasa sehingga mengorbankan orang yang tidak salah sama sekali. Jujur, hati saya merasa teriris saat anak anak mereka menyebut kapan papa akan pulang bersama sama kami kerumah," tuturnya dan disambut tangis ratusan keluarga karyawan Chevron yang berlangsung dihalaman parkir Komplek Krakatau Bekasap Duri.

Endah Rumbiyati saat ditemui sejumlah wartawan menjelaskan bahwasannya saat dirinya ditetapkan sebagai tersangka sama sekali tidak tahu, bahkan mengetahui status dirinya tersebut melalui media.

" Acara ini hanya spontan sebagai bentuk dukungan keluarga besar kami yang ada di Duri buat kelima rekan kami yang saat ini menjalani persidangan di Jakarta, Melalui aksi ini kami hanya ingin Hakim dapat terketuk hatinya agar membebaskan rekan kami itu. Kami yakin rekan kami tidak bersalah," jelas Wafi Chalid Abdal.***(hen)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Cegah Narkoba Masuk, TNI dan Polri Bantu Pengamanan di Lapas Pasirpangaraian Selama Lebaran
- Patroli Polisi Gagalkan Perampokan Mesin ATM di Pekanbaru
- Geger, Sesosok Mayat Ditemukan di Pelabuhan Nelayan di Bengkalis
- Kapal Pompong Terbalik, Satu Keluarga Nyaris Tenggelam di Selat Bengkalis
- Diduga Konsleting Listrik, Satu Rumah di Bengkalis Terbakar
- Kebakaran di Kotabaru, Inhil Ludeskan 57 Toko dan Rumah
- Kebakaran Saat Idul Fitri Ludeskan Puluhan Rumah di Kotabaru, Inhil
- Lebaran Aman, Polisi di Bengkalis Sambangi Rumah Ditinggal Mudik
- Diduga Sarang Pungli, Pos TLLK di Lintas Riau-Sumbar Dibongkar Polres Kampar
- Curi Komponen Alat Berat, Pria Ini Diringkus Polsek Tapung Hulu
- Yamaha V-Ixion Pemudik Terjun ke Sungai di Tambusai, 2 Korban Luka
- Belasan Kios di Pasar Logar, Kuansing Ludes Terbakar
- Gara-gara Marah Pacar Digoda, Pemuda Tembilahan Hulu Ini Dibacok
- Pedoman bagi Pengguna Jalan Saat Mudik,
Polres Kampar Terbitkan Buku Panduan Jalur Lintas Barat

- Sepekan sebelum dan Sesudah Pilgubri, Seluruh Tempat Hiburan di BS, Bengkalis Wajib Tutup
- Bea Cukai Dumai Amankan 5 Kilogram Sabu Tak Bertuan
- Waktu Kadaluarsa, PN Bengkalis Vonis Bebas Legislator dan Ajudannya dari Dugaan Politik Uang
- Pengadilan Tinggi Riau Kuatkan Putusan PN,
Palsukan Surat Tanah, Poniman Tetap Dihukum 1,5 Tahun Penjara

- Dugaan Politik Uang Legislator Bengkalis,
Sampaikan Replik Pembelaan, JPU Tetap pada Tuntutan

- Berbelit Berikan Keterangan,
Mantan Ketua DPRD Terancam Tersangka Keterangan Palsu dan TPPU



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com