Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Senin, 11 Desember 2017 21:41
Ekspos Bupati, Pusat Apresiasi Keberhasilan Progam DMIJ

Senin, 11 Desember 2017 21:22
Sidang Gugatan RAPP, Pemerintah Dianggap tak Terapkan Azas Umum yang Baik

Senin, 11 Desember 2017 20:49
KTT Perubahan Iklim di Paris, KLHK Libatkan Wakil DPRD Noviwaldy Jusman

Senin, 11 Desember 2017 20:45
Cabuli Sejumlah Murid, Seorang Kakek di Duri Ditangkap Polisi

Senin, 11 Desember 2017 20:38
Sengketa Lahan dengan NWR, Jaksa Sampaikan Tiga Tuntutan Kepada PT PSJ

Senin, 11 Desember 2017 20:19
DPRD Siak Datangi Perusahaan Stockpile Cangkang tak Berizin

Senin, 11 Desember 2017 17:56
MTQ ke-36 Riau, Bengkalis Utus 45 Kafilah Bukan "Pinjaman"

Senin, 11 Desember 2017 17:53
Program CD RAPP, 20 Warga Dari 5 Kabupaten Ikuti Pelatihan Operator Alat Berat

Senin, 11 Desember 2017 17:44
Difasilitasi DPMD Riau, Bupati Inhil Minta Dukungan Pusat Bangun Desa

Senin, 11 Desember 2017 17:38
Hingga Rp50 Jutaan,
Pekanperkasa Berlian Motor Suguhkan Potongan Harga Akhir Tahun


loading...



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.


Sabtu, 4 Mei 2013 19:32
Karyawan Chervon di Duri Galang Solidaritas Kasus Bioremediasi

Persidangan kasus bioremediasi terus mengundang keprihatinan karyawan PT Chevron Pacific Indonesia. Demikian juga yang dirasakan karyawan CPI di Duri. Mereka menggalang solidaritas.

Riauterkini - DURI - Ribuan Karyawan PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) dan keluarganya di seluruh area operasi Sumatera secara serentak, Jumat (2/5/13) memulai aksi penandatangan surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden Susilo Bambang Yudoyono. Hal ini dilakukan untuk meminta perhatian Presiden RepubIik Indonesia tersebut guna mendukung peradilan yang seadil-adilnya bagi rekan-rekan mereka yang saat ini sedang diadili dalam perkara kasus proyek Bioremediasi.

Aksi pengumpulan ini akan berlangsung terus hingga Ahad (5/5/13) mendatang. Kasus proyek Bioremediasi PT CPI yang berlangsung lebih dari setahun sejak Kejaksaan Agung memulai penyelidikan ini pada Oktober 2011 telah menimbulkan keprihatinan yang mendalam bagi keluarga besar Chevron khususnya mereka yang berada di operasi Sumatera. Proyek Bioremediasi yang mereka yakini telah berhasil membuat operasi CPI menjadi operasi Migas yang ramah lingkungan dan taat hukum, justru dianggap proyek fikitf dan merugikan negara sehingga dituduh telah terjadi korupsi.

Seperti yang dilakukan oleh ratusan karyawan dan keluarga besar CPI Bekasap Duri yang menggelar aksi dukungan dengan menandatangani surat untuk Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, Sabtu (4/5/13).

Selain memberikan dukungan moril dengan mendatangkan hiburan musik amplak, juga dihadiri langsung oleh salah seorang karyawan CPI yang tersangkut hukum Bioremediasi tersebut, Endah Rumbiyati.

Tetesan air mata tampak membasahi pipi para karyawan dan keluarganya yang datang saat satu persatu petinggi Chevron menceritakan kisah saat kelima karyawan yang tersandung kasus Bioremediasi tersebut menjalani persidangan.

" Bayangkan saja, Pak Menteri Jero Wacik saja menyatakan bahwasannya proyek Bioremediasi tersebut tidak fiktif, memang ada. Lalu apalagi yang diinginkan pihak Kejaksaan dalam hal ini ? jangan lagi kasus ini direkayasa sehingga mengorbankan orang yang tidak salah sama sekali. Jujur, hati saya merasa teriris saat anak anak mereka menyebut kapan papa akan pulang bersama sama kami kerumah," tuturnya dan disambut tangis ratusan keluarga karyawan Chevron yang berlangsung dihalaman parkir Komplek Krakatau Bekasap Duri.

Endah Rumbiyati saat ditemui sejumlah wartawan menjelaskan bahwasannya saat dirinya ditetapkan sebagai tersangka sama sekali tidak tahu, bahkan mengetahui status dirinya tersebut melalui media.

" Acara ini hanya spontan sebagai bentuk dukungan keluarga besar kami yang ada di Duri buat kelima rekan kami yang saat ini menjalani persidangan di Jakarta, Melalui aksi ini kami hanya ingin Hakim dapat terketuk hatinya agar membebaskan rekan kami itu. Kami yakin rekan kami tidak bersalah," jelas Wafi Chalid Abdal.***(hen)



Berita Hukum lainnya..........
- Sidang Gugatan RAPP, Pemerintah Dianggap tak Terapkan Azas Umum yang Baik
- Cabuli Sejumlah Murid, Seorang Kakek di Duri Ditangkap Polisi
- Sengketa Lahan dengan NWR, Jaksa Sampaikan Tiga Tuntutan Kepada PT PSJ
- Kurangi Over Kapasitas, 25 Napi Lapas Bengkalis Dipindahkan ke Bangkinang
- Densus 88- Polda Riau Amankan 4 Teroris,
Seorang Diduga Pelaku Pembakar Mapolres Dhamasraya, Sumbar

- Lima Terdakwa Korupsi Lampu PJU Pekanbaru Diadili
- Lapor ke Polda Riau, BUI Desak Pelaku Persekusi UAS di Bali Ditangkap
- Demo di Hari Anti Korupsi, AMAK Desak Kejari Rohul Eksekusi Teddy Mirza Dal
- Korupsi.Cetak.Sawah di Pelalawan, Ketua Poktan dab Kontraktor Mulai Disidang
- Polres Pelalawan Terus Buru Perampok Dua Pedagang Emas Asal Pekanbaru
- Kecewa Persekusi di Bali, Ketua LAM dan Tokoh Riau Jemput Kepulangan UAS di Bandara
- Rampok Rekan Kerja, Kernet Mobil Sales Ditangkap Polisi Bengkalis
- Polres Inhil Tangkap Satu dari Dua Penikam Anggota Satpol PP
- Satpol PP Pemkab Inhil Ditikam Orang tak Dikenal
- Miliki Sabu, Seorang Kakek di Perawang Ditangkap Polisi
- Jelang Kunjungan KPK, Pemkab Inhu Siapkan Data Akurat
- Pulang Solat Jumat,
Warga Kampung Baru Temukan Mayat Bayi Mengapung di Sungai Siak

- Sunat Honor Pengamanan Porprov, Kasatpol PP Kampar Ditangkap Polda Riau
- Ajukan Permohonan ke PTNU,
Kuasa Hukum PT. RAPP Sebut SK Menteri LHK Tidak Berdasarkan Hukum

- Sambut HAKI,
Kejari Kuantan Singingi Ingatkan Semua Pihak Jangan Korupsi



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.226.132.197
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com