Untitled Document
Jumat, 7 Muharram 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Jum’at, 31 Oktober 2014 10:45
Kembali Tolak Digusur, PKL Arengka Ancam Gulingkan Wako Firdaus

Jum’at, 31 Oktober 2014 10:42
Pagi Diguyur Hujan Deras, Sebagian Jalan di Duri Kebanjiran

Jum’at, 31 Oktober 2014 10:41
Pemkab Rohil Bantu Panti Asuhan Aisiyah Bagansiapiapi

Jum’at, 31 Oktober 2014 10:33
Wartawan Terlibat Perampokan,
AJI Serukan Upanya Nyata Jaga Profesionalisme Jurnalistik


Jum’at, 31 Oktober 2014 09:12
RAPP Beri Pelatihan Dasar Harvesting dan Plantation pada Masyarakat

Jum’at, 31 Oktober 2014 09:07
2 Mantan Bendahara Pemkab Inhu Ditahan Kejari Rengat

Kamis, 30 Oktober 2014 21:32
PNS di Pekanbaru Dihipnotis, Rp17,5 Juta Lesap



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 4 Mei 2013 19:32
Karyawan Chervon di Duri Galang Solidaritas Kasus Bioremediasi

Persidangan kasus bioremediasi terus mengundang keprihatinan karyawan PT Chevron Pacific Indonesia. Demikian juga yang dirasakan karyawan CPI di Duri. Mereka menggalang solidaritas.

Riauterkini - DURI - Ribuan Karyawan PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) dan keluarganya di seluruh area operasi Sumatera secara serentak, Jumat (2/5/13) memulai aksi penandatangan surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden Susilo Bambang Yudoyono. Hal ini dilakukan untuk meminta perhatian Presiden RepubIik Indonesia tersebut guna mendukung peradilan yang seadil-adilnya bagi rekan-rekan mereka yang saat ini sedang diadili dalam perkara kasus proyek Bioremediasi.

Aksi pengumpulan ini akan berlangsung terus hingga Ahad (5/5/13) mendatang. Kasus proyek Bioremediasi PT CPI yang berlangsung lebih dari setahun sejak Kejaksaan Agung memulai penyelidikan ini pada Oktober 2011 telah menimbulkan keprihatinan yang mendalam bagi keluarga besar Chevron khususnya mereka yang berada di operasi Sumatera. Proyek Bioremediasi yang mereka yakini telah berhasil membuat operasi CPI menjadi operasi Migas yang ramah lingkungan dan taat hukum, justru dianggap proyek fikitf dan merugikan negara sehingga dituduh telah terjadi korupsi.

Seperti yang dilakukan oleh ratusan karyawan dan keluarga besar CPI Bekasap Duri yang menggelar aksi dukungan dengan menandatangani surat untuk Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, Sabtu (4/5/13).

Selain memberikan dukungan moril dengan mendatangkan hiburan musik amplak, juga dihadiri langsung oleh salah seorang karyawan CPI yang tersangkut hukum Bioremediasi tersebut, Endah Rumbiyati.

Tetesan air mata tampak membasahi pipi para karyawan dan keluarganya yang datang saat satu persatu petinggi Chevron menceritakan kisah saat kelima karyawan yang tersandung kasus Bioremediasi tersebut menjalani persidangan.

" Bayangkan saja, Pak Menteri Jero Wacik saja menyatakan bahwasannya proyek Bioremediasi tersebut tidak fiktif, memang ada. Lalu apalagi yang diinginkan pihak Kejaksaan dalam hal ini ? jangan lagi kasus ini direkayasa sehingga mengorbankan orang yang tidak salah sama sekali. Jujur, hati saya merasa teriris saat anak anak mereka menyebut kapan papa akan pulang bersama sama kami kerumah," tuturnya dan disambut tangis ratusan keluarga karyawan Chevron yang berlangsung dihalaman parkir Komplek Krakatau Bekasap Duri.

Endah Rumbiyati saat ditemui sejumlah wartawan menjelaskan bahwasannya saat dirinya ditetapkan sebagai tersangka sama sekali tidak tahu, bahkan mengetahui status dirinya tersebut melalui media.

" Acara ini hanya spontan sebagai bentuk dukungan keluarga besar kami yang ada di Duri buat kelima rekan kami yang saat ini menjalani persidangan di Jakarta, Melalui aksi ini kami hanya ingin Hakim dapat terketuk hatinya agar membebaskan rekan kami itu. Kami yakin rekan kami tidak bersalah," jelas Wafi Chalid Abdal.***(hen)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Albert Tilaar
Sekarang bagaimana, karena setelah dua kali dipanggil baik-baik tidak mau datang, ya apa boleh buat dijemput paksa jadinya. Dan kalau tidak salah kenapa takut ?

Kualat sama Riau.....!!!! hahaah..
Makanya jangan kualat sama Riau, kenak batu nya sendiri klen kan chevron. hahaah, rasain lh ya. Kacian deh loe!!! Perkara korupsi bioremediasi yang merupakan proyek antarperusahaan swasta, justru bergulir jadi korupsi karena ada peserta tender yang k

putra duri
sebaiknya chvron intropeksi dirilah,,,,, sby jangan terpengaruh dengan berita demikian

putra duri
sebaiknya chvron intropeksi dirilah,,,,, sby jangan terpengaruh dengan berita demikian

Masyarakat Awam
Koreksi dikit donk, musik Unplugged bukan amplak. Sekian. Terima kasih

harwin
tunggu tanggal mainnya......hidup kejaksaan

pak haji
wajar aja. .di hajar habis,chevron harus adakan platihan hati yang bersih dan gk edonis....contoh kecil aja...ya allah turunkan lakhnatmu ke chevron...amin

wan
itu lakhnat dari alllah,karna rata2 orang chevron sombong2.....moga dengan kasus ini terbongkar semuanya

link
Permasalahan CALTEX harus di"tingkatkan"..Biar pusat tau diri, minyak di riau ini punya tanah MELA-YU dan orang MELA-YU..Jgn suka hati buat keputusan ISG..Kitapun bisa mengoyang dunia. Kalau mau goyang demokrat kita Goyang AMERIKA.. hidup riau bersat


Berita Hukum lainnya..........
- Kembali Tolak Digusur, PKL Arengka Ancam Gulingkan Wako Firdaus
- Wartawan Terlibat Perampokan,
AJI Serukan Upanya Nyata Jaga Profesionalisme Jurnalistik

- 2 Mantan Bendahara Pemkab Inhu Ditahan Kejari Rengat
- PNS di Pekanbaru Dihipnotis, Rp17,5 Juta Lesap
- Aanmaning Eksekusi Lahan Main Stadion Tak Dihiraukan,
PT HTJ Kecewa Atas Sikap Kemendiknas, Pemprov Riau dan Unri

- Dugaan Korupsi Bimtek DPRD Pekanbaru Dilaporkan ke Kejati
- Akan Gelar Operasi Besar-besaran,
Kapolresta: Preman Silakan Menyingkir dari Pekanbaru



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.82.121.218
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com