Untitled Document
Rabu, 6 Zulhijjah 1435 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Rabu, 1 Oktober 2014 17:44
Pelajar dan Mahasiswa Tidak Hafal Pancasila, Wawako Dumai Prihatin

Rabu, 1 Oktober 2014 17:39
Harga Cabe dan Bawang Merah Naik di Dumai

Rabu, 1 Oktober 2014 17:29
Pekan Ketiga Oktober, Jembatan Siak III Mulai Uji Beban

Rabu, 1 Oktober 2014 17:27
Terdakwa Dirawat Intensif,
Sidang Lanjutan Korupsi Kredit Fiktif BNI 46 Pekanbaru Ditunda


Rabu, 1 Oktober 2014 17:15
Dansat Radar 232 Dumai Irup Hari Kesaktian Pancasila 2014

Rabu, 1 Oktober 2014 17:10
42 Nyawa Melayang Akibat Lakalantas di Bengkalis

Rabu, 1 Oktober 2014 17:04
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Seminar di Kriminologi UIR



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 2 Mei 2013 15:15
Kasus Dugaan Mark Up BLK Siak,
Kajati Riau Perintahkan Kajari Siak Lanjutkan Proses


Kejati Riau gelar ekspos perkara kasus dugaan mark up pengadaan lahan BLK Siak. Kajari Siak diperintahkan untuk lanjutkan kasus BLK tersebut.

Riauterkini-PEKANBARU-Kedatangan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Siak Indrapura, Zainul Arifin SH di Gedung Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Kamis (2/5/13) sekitar pukul 09.00 WIB. Mengundang sejumlah pertanyaan bagi wartawan yang sedang menunggu proses pemeriksaan Erzon, mantan Dirut Bank Riau Kepri.

Pasalnya, Zainul yang berjalan berdampingan dengan Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus), Amril Rigo SH. Terlihat tergesa gesa menuju ruang Kepala Kejati Riau, Edy Rakamto SH.

Ketika ditanya sejumlah wartawan, Amril Rigo mengatakan kalau dirinya dipanggil Kajati, terkait ekspos.

" Dipanggil pimpinan ni, ada ekspos," ujar Amril.

Selang beberapa jam sekitar pukul 13.30 WIB, tampak kedua petinggi kejaksaan di Riau itu, keluar ruangan.

Ketika ditanya sejumlah wartawan, Zainul Arifin mengatakan, kalau pihaknya di perintahkan Kajati untuk melanjutkan proses kasus dugaan mark up lahan Balai Latihan Kerja (BLK) Siak.

" Tadi kita menggelar ekspos perkara kasus dugaan mark up pengadaan lahan Balai Latihan Kerja (BLK) Siak. Kajati printahkan perkara ini terus dilanjutkan," terang Zainul Arifin SH.

Ekspos yang dihadiri Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau, Eddy Rakamto, SH, para Asisten, Koordinator, Jaksa Fungsional dilingkungan Kejati Riau, dan tentunya Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Siak Sri Indrapura, Zainul Arifin SH, serta Kasi Pidsus Jendra Firdaus, SH. Diketahui bahwa kasus BLK Siak tetap dilanjutkan,

" Pak Kajati perintah lanjutkan, dan kita diminta melengkapi berkas berkas yang masih kurang sebelum dilimpahkan ke penuntutan," jelas Zainul Arifin lagi

Seperti diketahui, Kasus yang telah merugikan negara sebesar Rp 302 juta itu, pihak Kejari Siak telah menetapkan, mantan Camat Mempura Siak, Juharman, sebagai tersangka.

Kendati tersangka Juharman telah mengembalikan kerugian negara. Namun hal tersebut tidak menghapus tindak pidananya. Sebab, dalam hal ini, Kejari Siak telah meminta Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Riau untuk menghitung kerugian negara dalam kasus tersebut. Hasilnya negara dirugikan atas perbuatan tersangka.

Selain itu, dalam pengusutan kasus ini, Kejari Siak Sri Indrapura telah memeriksa beberapa orang saksi, diantaranya mantan Kepala Bagian Tata Ruang Pemerintahan (Kabag Tapem) Said Arip Fadilah dan Bendahara Amzirman.***(har)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
rizal
Kajari Siak, bukan Siak Sri Indrapura


Berita Hukum lainnya..........
- Terdakwa Dirawat Intensif,
Sidang Lanjutan Korupsi Kredit Fiktif BNI 46 Pekanbaru Ditunda

- 42 Nyawa Melayang Akibat Lakalantas di Bengkalis
- Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Seminar di Kriminologi UIR
- Jadi Tersangka,
Gulat Manurung Coreng Nama Baik Unri

- Mr X Ditemukan di Kampung Pinang, Kampar
- Masih Diisolasi KPK,Gubri Baru Bisa Dijenguk Hari Senin
- Diwarnai Tembakan Peringatan,
Polisi Dihadang Tersangka Ekstasi dan Keluarga Saat Penangkapan



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.81.82.225
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com