Untitled Document
Ahad, 10 Jumadil Awwal 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Ahad, 1 Maret 2015 19:29
Biaya Operasional Makin Tinggi,
PDAM Tirta Kampar Berlakukan Tarif Baru Air Bersih


Ahad, 1 Maret 2015 19:24
Pencurian Sapi Marak, Dua Pelaku Berhasil Ditangkap di Kampar

Ahad, 1 Maret 2015 19:22
Amankan 10 Pelaku, Polisi Gerebek Arena Judi Sabung Ayam di Pekanbaru

Ahad, 1 Maret 2015 19:20
Hindari Persoalan Hukum,
Plt Gubri Disarankan Kembalikan UPL ke Pokja SPKD


Ahad, 1 Maret 2015 19:18
Pemprov Riau Harus Tegas Selesaikan Sengketa Lima Desa Antara Rohul-Kampar

Ahad, 1 Maret 2015 19:16
Diduga Disalahgunakan, Guru Inhil Pertanyakan Iuran Korpri Selama 10 Tahun

Ahad, 1 Maret 2015 19:15
Letuskan Tembakan Peringatan, Polisi Gerebek Arena Judi Sabung Ayam di Pekanbaru



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 30 April 2013 14:36
Buaya Ikan Serang Manusia di Rohul

Serangan hewan liar kembali terjadi di Rokan Hulu. Seorang penyelam mengalami luka serius akibat cakaran buaya jenis ikan saap menyelam.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Seorang warga Desa Kepenuhan Sejati Kecamatan Kepenuhan Kabupaten Rokan Hulu, Suparno (47), mengalami luka serius di bagian dada kanannya akibat diserang buaya jenis ikan di Sungai Air Hitam setempat, Senin siang kemarin (29/4/13) sekitar pukul 11.30 Wib.

Akibat serangan spesies Tomistoma schlegelii, sebutan lain buaya ikan, korban dirawat intensif di Ruang Rawatan Bedah Kelas III Ruang Cempaka RSUD Pasirpangaraian. Dada kanan kanan korban luka sangat parah terkena cakaran 4 kuku buaya.

Satu cakaran hampir menembus jantungnya. Akibat lukanya, dada korban dipasang slang. Korban mengaku sangat kesulitan bicara, ia mengaku dadanya sesak.

Menurut Yono, tetangga korban, suami Murni itu diserang buaya ikan saat menembak ikan di aliran Sungai Air Hitam bersama tiga rekannya yakni Joko, Bambang, dan Katro, Senin siang kemarin.

"Cerita masyarakat. Saat sedang menyelam, buaya menyerangnya. Tiga rekannya diatas saat kala itu," ungkap Yono kepada riauterkinicom saat menemani korban di RSUD Pasirpangaraian, Selasa (30/4/13).

Menurut Yono, dua tahun terakhir, insiden buaya menyerang manusia sudah tiga kali terjadi di Sungai Air Hitam. Masyarakat memperkirakan sekitar 20 spesies crocodile masih berdiam di aliran sungai setempat karena memang habitatnya.

Sungai Air Hitam, ujar Yono, memang sering menjadi tujuan bagi pencari ikan, pasalnya sungai ini memang habitat berbagai jenis ikan seperti ikan Baung, Sebaro, Gurame, dan masih banyak lagi.***(zal)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Pencurian Sapi Marak, Dua Pelaku Berhasil Ditangkap di Kampar
- Amankan 10 Pelaku, Polisi Gerebek Arena Judi Sabung Ayam di Pekanbaru
- Diduga Disalahgunakan, Guru Inhil Pertanyakan Iuran Korpri Selama 10 Tahun
- Letuskan Tembakan Peringatan, Polisi Gerebek Arena Judi Sabung Ayam di Pekanbaru
-
Guru-guru Pertanyakan Transparansi Pengelolaan Iuran

- Jadi 6 Siswi, Korban Pencabulan Guru SD di Inhu Bertambah
- Pencari Kerang di Inhil Temukan Mayat di Kuala Sungai Simbar


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.144.217.153
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com