Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Kamis, 11 Pebruari 2016 15:38
F-Golkar DPRD Riau Desak MA Segera Serahkan Salinan Putusan Kasasi Annas Maamun

Kamis, 11 Pebruari 2016 15:34
Wakil Ketua DPRD Minta Seluruh Aparatur Kecamatan dan Desa Tingkatkan Pengetahuan Pengelolaan Dana

Kamis, 11 Pebruari 2016 15:33
Peduli Banjir Kampar, Wako Pekanbaru Lakukan Peninjauan dan Beri Bantuan

Kamis, 11 Pebruari 2016 15:27
Rebutan Bongkar Muat, Buruh SP3 dan SPTI Rohul Ribut Lagi di PT. KPN

Kamis, 11 Pebruari 2016 15:24
Walikota Pekanbaru: Valentine Bukan Hari Kasih Sayang Tapi Pembangkangan

Kamis, 11 Pebruari 2016 14:49
PKPU Pekanbaru-IZI Ajak Semua Kalangan Respon Banjir Kampar

Kamis, 11 Pebruari 2016 14:45
Jalinprov Riau di Bonai Direndam Banjir, Akses Rohul-Duri Terputus



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 30 April 2013 14:36
Buaya Ikan Serang Manusia di Rohul

Serangan hewan liar kembali terjadi di Rokan Hulu. Seorang penyelam mengalami luka serius akibat cakaran buaya jenis ikan saap menyelam.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Seorang warga Desa Kepenuhan Sejati Kecamatan Kepenuhan Kabupaten Rokan Hulu, Suparno (47), mengalami luka serius di bagian dada kanannya akibat diserang buaya jenis ikan di Sungai Air Hitam setempat, Senin siang kemarin (29/4/13) sekitar pukul 11.30 Wib.

Akibat serangan spesies Tomistoma schlegelii, sebutan lain buaya ikan, korban dirawat intensif di Ruang Rawatan Bedah Kelas III Ruang Cempaka RSUD Pasirpangaraian. Dada kanan kanan korban luka sangat parah terkena cakaran 4 kuku buaya.

Satu cakaran hampir menembus jantungnya. Akibat lukanya, dada korban dipasang slang. Korban mengaku sangat kesulitan bicara, ia mengaku dadanya sesak.

Menurut Yono, tetangga korban, suami Murni itu diserang buaya ikan saat menembak ikan di aliran Sungai Air Hitam bersama tiga rekannya yakni Joko, Bambang, dan Katro, Senin siang kemarin.

"Cerita masyarakat. Saat sedang menyelam, buaya menyerangnya. Tiga rekannya diatas saat kala itu," ungkap Yono kepada riauterkinicom saat menemani korban di RSUD Pasirpangaraian, Selasa (30/4/13).

Menurut Yono, dua tahun terakhir, insiden buaya menyerang manusia sudah tiga kali terjadi di Sungai Air Hitam. Masyarakat memperkirakan sekitar 20 spesies crocodile masih berdiam di aliran sungai setempat karena memang habitatnya.

Sungai Air Hitam, ujar Yono, memang sering menjadi tujuan bagi pencari ikan, pasalnya sungai ini memang habitat berbagai jenis ikan seperti ikan Baung, Sebaro, Gurame, dan masih banyak lagi.***(zal)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Rebutan Bongkar Muat, Buruh SP3 dan SPTI Rohul Ribut Lagi di PT. KPN
- Setelah Kabid BM Meranti,
Akan Ada Tersangka Baru dalam Dugaan Tipikor Peningkatan Jalan Tanjung Mayat

- Kematian Siswi SMP di Kolam Renang Pertamina Dumai Diselidiki Polisi
- Polisi Dalami Dugaan Penyimpangan Dana Karhutla 2015 Pemko Dumai
- Sat PJR Unit II Duri Gagalkan Aksi Curas Ranmor
- Miliki Dua Butir Pil Ekstasi, Warga Bagansiapiapi Diciduk Sat Narkoba Polres Rohil
- Ingin Beli Sabu-sabu, Warga Bagansiapiapi Ini Mencuri


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 23.22.220.37
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com