Untitled Document
Kamis, 6 Muharram 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Kamis, 30 Oktober 2014 20:33
Diskes Hanya Berikan Teguran Lisan,
Pembangunan Pagar Puskesmas Siak tak Pakai Plang Nama Proyek


Kamis, 30 Oktober 2014 20:23
Pelindung Tubuh Saat Berkendara,
Stellarmoto Hadirkan Jaket A1AM-Gear Multifungsi


Kamis, 30 Oktober 2014 20:18
640 Tenaga Pendidik Usia Dini Rohul Ikuti Pelatihan Kompetensi

Kamis, 30 Oktober 2014 20:15
Pengguna BBM di Duri Keluhkan Maraknya Pertemanan Porno

Kamis, 30 Oktober 2014 20:05
Polisi Gerebek Judi Jack Pot di Bagansinembah, Rohil

Kamis, 30 Oktober 2014 20:01
SKA Serahkan Hadiah Pemenang Shop and Win Family Card ,
“Mobilio Ini Kado Spesial untuk Istri Saya”


Kamis, 30 Oktober 2014 19:56
Puluhan JH Rohul Ikuti Pembinaan Pasca Haji



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 30 April 2013 14:36
Buaya Ikan Serang Manusia di Rohul

Serangan hewan liar kembali terjadi di Rokan Hulu. Seorang penyelam mengalami luka serius akibat cakaran buaya jenis ikan saap menyelam.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Seorang warga Desa Kepenuhan Sejati Kecamatan Kepenuhan Kabupaten Rokan Hulu, Suparno (47), mengalami luka serius di bagian dada kanannya akibat diserang buaya jenis ikan di Sungai Air Hitam setempat, Senin siang kemarin (29/4/13) sekitar pukul 11.30 Wib.

Akibat serangan spesies Tomistoma schlegelii, sebutan lain buaya ikan, korban dirawat intensif di Ruang Rawatan Bedah Kelas III Ruang Cempaka RSUD Pasirpangaraian. Dada kanan kanan korban luka sangat parah terkena cakaran 4 kuku buaya.

Satu cakaran hampir menembus jantungnya. Akibat lukanya, dada korban dipasang slang. Korban mengaku sangat kesulitan bicara, ia mengaku dadanya sesak.

Menurut Yono, tetangga korban, suami Murni itu diserang buaya ikan saat menembak ikan di aliran Sungai Air Hitam bersama tiga rekannya yakni Joko, Bambang, dan Katro, Senin siang kemarin.

"Cerita masyarakat. Saat sedang menyelam, buaya menyerangnya. Tiga rekannya diatas saat kala itu," ungkap Yono kepada riauterkinicom saat menemani korban di RSUD Pasirpangaraian, Selasa (30/4/13).

Menurut Yono, dua tahun terakhir, insiden buaya menyerang manusia sudah tiga kali terjadi di Sungai Air Hitam. Masyarakat memperkirakan sekitar 20 spesies crocodile masih berdiam di aliran sungai setempat karena memang habitatnya.

Sungai Air Hitam, ujar Yono, memang sering menjadi tujuan bagi pencari ikan, pasalnya sungai ini memang habitat berbagai jenis ikan seperti ikan Baung, Sebaro, Gurame, dan masih banyak lagi.***(zal)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Pengguna BBM di Duri Keluhkan Maraknya Pertemanan Porno
- Polisi Gerebek Judi Jack Pot di Bagansinembah, Rohil
- Wartawan Terlibat Perampokan,
Eed Kembali untuk Memotret Korban dan Bikin Berita

- Kepergok di Pemakaman China, Pasangan Mesum di Kuansing Diarak Keliling Kampung
- Iuran PKL Arengka Rp200-an Juta Sebulan,
Pembatalan Penggusuran Diduga Akibat Setoran ke Oknum Pejabat

- Dituding Tampar Mahasiswa, Pendemo Desak Kapolsek Kampar Kiri Dicopot
- Belasan Sepeda Motor Anggota Polres Bengkalis Ditilang


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.81.124.198
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com