Untitled Document
Sabtu, 17 Ramadhan 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Sabtu, 4 Juli 2015 16:57
Satpol PP Dumai Ancam Bongkar Tiga Salon Beroperasi Ganda

Sabtu, 4 Juli 2015 16:55
Antisipasi Kemacetan Lalu Lintas,
Satlantas Polresta Pekanbaru Terjunkan Personil ke Pusat Perbelanjaan


Sabtu, 4 Juli 2015 16:50
Mayat Wanita Membusuk di Tampan Pekanbaru Ternyata Mahasiswi

Sabtu, 4 Juli 2015 16:17
Dilantik SBY, Nasrul Hadi Masuk Jajaran Pengurus DPP Demokrat

Sabtu, 4 Juli 2015 16:13
Momentum Malam Nuzulul Quran,
Wilmar Group Buka Bersama dan Satuni Anak Yatim di Dumai


Sabtu, 4 Juli 2015 15:24
Dishub Dumai Imbau Pemudik Tak Gunakan Angkutan Travel Ilegal

Sabtu, 4 Juli 2015 14:43
Warga Desa Dayo Rohul Blokir Jalan, Aktivitas 4 Perusahaan Terganggu



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 30 April 2013 14:36
Buaya Ikan Serang Manusia di Rohul

Serangan hewan liar kembali terjadi di Rokan Hulu. Seorang penyelam mengalami luka serius akibat cakaran buaya jenis ikan saap menyelam.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Seorang warga Desa Kepenuhan Sejati Kecamatan Kepenuhan Kabupaten Rokan Hulu, Suparno (47), mengalami luka serius di bagian dada kanannya akibat diserang buaya jenis ikan di Sungai Air Hitam setempat, Senin siang kemarin (29/4/13) sekitar pukul 11.30 Wib.

Akibat serangan spesies Tomistoma schlegelii, sebutan lain buaya ikan, korban dirawat intensif di Ruang Rawatan Bedah Kelas III Ruang Cempaka RSUD Pasirpangaraian. Dada kanan kanan korban luka sangat parah terkena cakaran 4 kuku buaya.

Satu cakaran hampir menembus jantungnya. Akibat lukanya, dada korban dipasang slang. Korban mengaku sangat kesulitan bicara, ia mengaku dadanya sesak.

Menurut Yono, tetangga korban, suami Murni itu diserang buaya ikan saat menembak ikan di aliran Sungai Air Hitam bersama tiga rekannya yakni Joko, Bambang, dan Katro, Senin siang kemarin.

"Cerita masyarakat. Saat sedang menyelam, buaya menyerangnya. Tiga rekannya diatas saat kala itu," ungkap Yono kepada riauterkinicom saat menemani korban di RSUD Pasirpangaraian, Selasa (30/4/13).

Menurut Yono, dua tahun terakhir, insiden buaya menyerang manusia sudah tiga kali terjadi di Sungai Air Hitam. Masyarakat memperkirakan sekitar 20 spesies crocodile masih berdiam di aliran sungai setempat karena memang habitatnya.

Sungai Air Hitam, ujar Yono, memang sering menjadi tujuan bagi pencari ikan, pasalnya sungai ini memang habitat berbagai jenis ikan seperti ikan Baung, Sebaro, Gurame, dan masih banyak lagi.***(zal)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Satpol PP Dumai Ancam Bongkar Tiga Salon Beroperasi Ganda
- Antisipasi Kemacetan Lalu Lintas,
Satlantas Polresta Pekanbaru Terjunkan Personil ke Pusat Perbelanjaan

- Mayat Wanita Membusuk di Tampan Pekanbaru Ternyata Mahasiswi
- Warga Desa Dayo Rohul Blokir Jalan, Aktivitas 4 Perusahaan Terganggu
- Jual Sabu-sabu, Seorang Kakek Diciduk Sat Res Narkoba Polres Kampar
- Security Bandara SSK II Rampas Ransel Wartawan RTV
- Jalur Mudik Duri-Pinggir Bakal Didirikan 6 Pospam


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.161.110.186
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com