Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Kamis, 23 Maret 2017 22:09
Diduga Nistakan Islam di Medsos,
Keluarga Sonny Memohon Maaf Kepada Umat Islam


Kamis, 23 Maret 2017 21:17
Kemenpan-RB Tegaskan Batas Usia Honorer untuk CPNS 35 Tahun

Kamis, 23 Maret 2017 21:10
5 Kawasan Lindung Riau Bakal Jadi Pengembangan Konservasi Bentangan Alam

Kamis, 23 Maret 2017 20:29
Seorang Warga Pekanbaru Meninggal di Warung Lontong Bengkalis

Kamis, 23 Maret 2017 20:14
Gubri Sampaikan LKPJ 2016 di Hadapan Dewan

Kamis, 23 Maret 2017 19:37
Kejari Bengkalis Terima Pelimpahan Korupsi ADD Tanjung Punak

Kamis, 23 Maret 2017 19:28
Diduga Acuhkan Perizinan,
Perusahaan Penumpukan Cangkang Sawit di Siak Leluasa Beroperasi Hingga Ekspor


Kamis, 23 Maret 2017 19:18
Maksimalkan Potensi Perikanan Laut, Gubri Sambangi Kementerian Kelautan dan Perikanan

Kamis, 23 Maret 2017 19:04
Cerenti, Diwilayah Perdaran Ganja Tertinggi di Kuansing

Kamis, 23 Maret 2017 19:00
Tim Propam Polri Kunjungi Polres Kampar



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 30 April 2013 14:36
Buaya Ikan Serang Manusia di Rohul

Serangan hewan liar kembali terjadi di Rokan Hulu. Seorang penyelam mengalami luka serius akibat cakaran buaya jenis ikan saap menyelam.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Seorang warga Desa Kepenuhan Sejati Kecamatan Kepenuhan Kabupaten Rokan Hulu, Suparno (47), mengalami luka serius di bagian dada kanannya akibat diserang buaya jenis ikan di Sungai Air Hitam setempat, Senin siang kemarin (29/4/13) sekitar pukul 11.30 Wib.

Akibat serangan spesies Tomistoma schlegelii, sebutan lain buaya ikan, korban dirawat intensif di Ruang Rawatan Bedah Kelas III Ruang Cempaka RSUD Pasirpangaraian. Dada kanan kanan korban luka sangat parah terkena cakaran 4 kuku buaya.

Satu cakaran hampir menembus jantungnya. Akibat lukanya, dada korban dipasang slang. Korban mengaku sangat kesulitan bicara, ia mengaku dadanya sesak.

Menurut Yono, tetangga korban, suami Murni itu diserang buaya ikan saat menembak ikan di aliran Sungai Air Hitam bersama tiga rekannya yakni Joko, Bambang, dan Katro, Senin siang kemarin.

"Cerita masyarakat. Saat sedang menyelam, buaya menyerangnya. Tiga rekannya diatas saat kala itu," ungkap Yono kepada riauterkinicom saat menemani korban di RSUD Pasirpangaraian, Selasa (30/4/13).

Menurut Yono, dua tahun terakhir, insiden buaya menyerang manusia sudah tiga kali terjadi di Sungai Air Hitam. Masyarakat memperkirakan sekitar 20 spesies crocodile masih berdiam di aliran sungai setempat karena memang habitatnya.

Sungai Air Hitam, ujar Yono, memang sering menjadi tujuan bagi pencari ikan, pasalnya sungai ini memang habitat berbagai jenis ikan seperti ikan Baung, Sebaro, Gurame, dan masih banyak lagi.***(zal)





Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- 5 Kawasan Lindung Riau Bakal Jadi Pengembangan Konservasi Bentangan Alam
- Kejari Bengkalis Terima Pelimpahan Korupsi ADD Tanjung Punak
- Cerenti, Diwilayah Perdaran Ganja Tertinggi di Kuansing
- Perbaiki Gondala di Honda Soekarno Hatta Pekanbaru, Dedi Tewas Kesetrum
- Kepergok Penghuni Kos, Pelaku Curas di Inhil Berhasil Ditangkap
- Diduga Tersetrum, Warga Air Tawar, Kateman Ditemukan Tewas
- Dianiaya Kakak Beradik, Seorang Petani di Reteh Luka Parah


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.161.201.200
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com