Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 16 Desember 2017 10:11
Konsleting Listrik, Rumah Seorang Wartawan di Pekanbaru Terbakar

Sabtu, 16 Desember 2017 05:40
Ratusan Triliun Disumbangkan ke Negara, Apkasindo Dorong Riau Rebut DBH CPO

Jum’at, 15 Desember 2017 20:14
Kades Sudah tidak Beraktivitas,
Plt Bupati Rohul Janji Selesaikan Sengketa Lima Desa


Jum’at, 15 Desember 2017 18:41
Gubri dan Kasad Hadiri Puncak Peringatan HJK TNI AD ke-72

Jum’at, 15 Desember 2017 16:58
Ahad, Ayo Makan Ikan di Lapangan Tugu Bengkalis

Jum’at, 15 Desember 2017 16:54
BC Bengkalis Naik Tingkat dari Pratama ke Madya

Jum’at, 15 Desember 2017 16:16
Idana, Penyandang Disabilitas Asal Rohul Terima Kaki Palsu di Hari Juang Kartika

Jum’at, 15 Desember 2017 16:09
Daftar XL Prioritas di Penghujung 2017, Nikmati Diskon 50 Persen SEpanjang 2018

Jum’at, 15 Desember 2017 15:55
Lakukan Perampokan dan Pencabulan, Pengangguran di Duri Ini Dicokok Polisi

Jum’at, 15 Desember 2017 15:49
Tanoto Foundation dan RAPP Gelar Kampanye Membaca di Dua Kabupaten

loading...



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.


Kamis, 25 April 2013 16:50
Ratusan Warga Jatirejo Inhu Demo PT.TPP

Aktifitas pemanenan kelapa sawit PT TPP terhenti. Ratusan warga mendemo perusahaan meminta kepastian pembagian lahan 20 persen dari luas HGU.

Riauterkini -RENGAT– Ratusan warga Desa Jati Rejo, Kecamatan Pasir Penyu, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) melakukan aksi unjuk rasa diareal kebun kelapa sawit PT Tunggal Perkasa Plantations (PT TPP) anak perusahaan PT.Astra Agro Lestari Grup, Kamis (25/4/13).

Aksi unjuk rasa warga Jatirejo Inhu ini dilakukan dengan mensweeping para pekerja PT.TPP yang sedang melakukan pemanenan TBS buah sawit, hingga berakibat puluhan pekerja PT TPP terpaksa menghentikan aktivitas panen TBS sawit dan meninggalkan area kebun PT.TPP.

Digelarnya aksi unjuk rasa oleh warga ini dipicu rasa kecewa terhadap Pemerintah Pusat maupun Pemkab Inhu yang menjamin akan menindaklanjuti tuntutan warga atas pembagian lahan sebesar 20 persen dari luas HGU PT TPP yang berkisar 10.000 hektar lebih, namun janji pemerintah baik Pemkab Inhu, Pemprov Riau maupun Pemerintah Pusat hingga saat ini belum terealisasi. Sebagaimana disampaikan Kepala Desa Jati Rejo, Kusmin kepada wartawan di lokasi demo.

" Aksi unjuk rasa ini dilakukan warga secara spontan untuk menghentikan aktivitas PT TPP di areal kebun Air Molek. Hal ini menindaklanjuti hasil rapat tim teknis Pemkab Inhu yang disampaikan kepada Kepala BPN RI untuk menghentikan aktivitas sementara PT TPP hingga ada keputusan dan ketetapan hukum setelah HGU PT TPP berakhir pada 31 Desember 2012 lalu," ujarnya.

Diungkapkanya, tuntutan warga ini berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian nomor 26/2007 yang mewajibkan PT TPP untuk membangun kebun plasma untuk masyarakat minimal 20 persen dari luasan HGU. " Warga menilai Pemerintah tidak tegas menegakkan aturan tersebut sehingga PT TPP tetap melakukan aktivitas walaupun HGU telah berakhir dan terkesan tidak mentaati peraturan tersebut,” ungkapnya.

Ditambahkan Kusmin, aksi unjuk rasa ini juga bertujuan agar pemerintah menetapkan status quo pada lahan PT TPP sampai tuntutan warga direalisasikan. “Warga meminta kepada Pemerintah agar menetapkan status quo terhadap lahan PT TPP, hal ini dilakukan mengingat Pemkab Inhu telah menyampaikan kepada Kepala BPN RI agar menghentikan aktivitas PT TPP kebun Air Molek hingga memiliki status hukum yang berlaku dan menyelesaikan tuntutan warga,” tegasnya.

Sementara itu tokoh masyarakat Pasir Penyu Hatta Munir mengatakan, aksi unjuk rasa warga Jatirejo ini juga dipicu statmen Kepala Kanwil BPN Riau Ronsen Pasaribu saat melakukan kunjungan silaturrahmi dengan Pemkab Inhu, Kamis (19/4/13) pekan lalu. Yang menegaskan bahwa perpanjangan HGU PT TPP akan selesai dalam tahun 2013 ini. Selain itu, Ronsen juga menyatakan bahwa PT TPP telah memenuhi persyaratan perpanjangan HGU. Jelasnya. *** (guh)



Berita Hukum lainnya..........
- Konsleting Listrik, Rumah Seorang Wartawan di Pekanbaru Terbakar
- Lakukan Perampokan dan Pencabulan, Pengangguran di Duri Ini Dicokok Polisi
- Terdakwa Korupsi Dana Anggaran Bappeda Rohil Minta Keringanan Hukuman, JPU Tetap Pada Dakwaan
- Polsek Kateman Tangkap Terduga Pelaku Perampokan
- Mayat Dalam.Sumur Ditemukan Warga Hendak Wudhu di Duri
-
- Kalap Temannya Kehilangan Anjing, Simatupang Menusuk 8 Orang di Kandis
- Hakim PN Bengkalis Vonis Mati Bandar Sabu 40 Kg
- Korupsi Dermaga Sungai Tohor Barat,
Kejari Kepulauan Meranti Tetapkan 4 Tersangka

- Belum Siap, Jaksa Batal Tuntut Pegawai Rutan Terjerat Pungli
- Korupsi ADD, Seorang Mantan Kades di Rohil Divonis 4 Tahun Penjara
- Buntut Pemanggilan Kejari,
Rekanan Sebut Oknum PPK Disdik Pelalawan Minta 'Setoran'

- Polda Riau Musnahkan 17 Kg Sabu dari 7 Tersangka
- Nistakan Islam di Facebook, P Hutahean Dilaporkan ke Polsek Minas
- Anggota DPRD Pelalawan Dukung Kejari Tangkap Petinggi PT Adei
- Keluarga Histeris,  Hakim PN Siak Vonis Mati Dua terdakwa Narkotika Lintas Negara
- Tersangka Terima Upah Rp4 Juta,
Polisi Tangkap Dua Kurir Sabu 10 Kg di Siakkecil, Bengkalis

- Korupsi RTH, Pendemo Desak Kejati Periksa Gubernur Riau
- Dua Terdakwa Narkotika Divonis Mati Hakim PN Siak
- Dugaan Pungli Proyek, Seorang Kasi di Disdik Pelalawan Diperiksa Kejari


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.90.159.192
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com