Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 26 Mei 2018 01:24
Genangi Lahan dan Perkebunan Warga,
Kembali, Pipa Minyak Chevron di Duri Meledak


Jum’at, 25 Mei 2018 22:58
Dinkes Pastikan Seluruh Apotek di Bengkalis Dibina Berkala

Jum’at, 25 Mei 2018 22:54
Lanal Dumai Amankan Kapal Angkut 700 Ballpres Ilegal Asal Malaysia

Jum’at, 25 Mei 2018 22:49
Dua Nama Toke Besar di Sei Pakning Disebut-sebut pada Sidang Kasus Trenggiling

Jum’at, 25 Mei 2018 22:44
Hasil UN SMP Pelalawan Duduki Peringkat 8 Riau

Jum’at, 25 Mei 2018 21:42
Pertama di Sumatera, DIRE Ciptadana Wadahi Masyarakat Berinvestasi Aset Mal SKA

Jum’at, 25 Mei 2018 21:35
Kampanye Dialogis di Kecamatan Kempas,
Wardan: Program DMIJ Plus Bagi Akselerasi Pembangunan di Kelurahan


Jum’at, 25 Mei 2018 21:04
Cagubri Syamsuar Kunjungi Kuansing,
Warga Sungai Soriak Berharap Keberhasilan Siak Bisa Ditularkan ke Kampung Mereka


Jum’at, 25 Mei 2018 20:45
Ikut Berpartisipasi Semarakkan Ramadhan, PSMTI Bagikan 500 Takjil Gratis kepada Masyarakat

Jum’at, 25 Mei 2018 20:26
Berkeliaran di Bulan Ramadan, Komisi I DPRD Riau Minta Satpol PPTertibkan Gepeng

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 24 April 2013 15:39
Kasus Korupsi SPPD Fiktif DPRD Kampar,
PNS Setwan Mengaku Dipaksa Sekwan Teken Kwitansi SPPD


Pengadilan Tipikor Pekanbaru membuka sidang lanjutan kasus dugaan korupsi SPPD fiktif DPRD Kampar. Saksi mengaku dipaksa oleh Sekwan untuk menandatangi SPPD.

Riauterkini-PEKANBARU-Cokrominoto, mantan Kabag Umum Sekretariat DPRD Kampar. Mengaku dipaksa oleh Junaida, Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kampar, menandatangani kwitansi Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) DPRD Kampar.

Hal itu diungkapkan Cokrominoto, saat bersaksi pada sidang lanjutan kasus dugaan korupsi SPPD fiktif DPRD Kampar, di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Rabu (24/4/13) siang.

Saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Eko Baroto SH dan Effendy Z SH kehadapan majelis hakim, Isnurul SH mengungkapkan, bahwa dirinya pernah menandatangani kwitansi kosong untuk SPPD DPRD Kampar tersebut.

" Pernah saya tandatangan. Saya tidak ingat lagi berapa jumlahnya," kata Cokrominoto.

Mendatangani kwitansi SPPD fiktif ini, lanjut Cokrominoto atas perintah terdakwa Junaida yang diajukan oleh Asmidar, mantan Bendahara Setwan Kampar (terdakwa berkas terpisah).

Dimana awalnya, saksi sempat menolak menandatangani kwitansi SPPD fiktif tersebut. Karena sudah dalam pengawasan Badan Pemeriksan Keuangan (BPK). Namun karena dipaksa, untuk menanda tanganinya, saksi akhirnya tandatangan juga.

" Saya sempat menolak tandatangani kwitansi SPPD yang diajukan Asmidar. Saat itu Sekwan (Junaida) juga berada dalam ruangan yang sama. Saya pun jelaskan kalau masalah ini sudah dalam pengawasan BPK. Namun Sekwan tetap saja memaksa, kalau hal ini tanggungjawab dia," terang saksi.

Selain itu kata saksi lagi, mantan Ketua DPRD Kampar, Masnur juga ada menandatangani kwintasi SPPD fiktif tersebut," tuturnya.

Usai mendengarkan keterangan saksi, majelis hakim menunda sementara (skor) persidangan, berhubung waktu masuknya waktu Sholat Zhuhur dan istirahat makan siang.

Seperti diketahui, Junaida, mantan Sekwan Kampar dan Asnidar, Bendahara Setwan Kampar, dihadirkan kepersidangan atas kasus SPPD fiktif senilai Rp4 miliar di DPRD Kampar.

Keduanya diduga membuat ratusan SPPD Fiktif untuk pegawai dan anggota DPRD Kampar periode 2004-2009. Setelah dana perjalanan dinas tersebut dicairkan. Kedua terdakwa tidak sepenuhnya memberikan kepada anggota dewan yang melakukan perjalanan dinas.***(har)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Lanal Dumai Amankan Kapal Angkut 700 Ballpres Ilegal Asal Malaysia
- Dua Nama Toke Besar di Sei Pakning Disebut-sebut pada Sidang Kasus Trenggiling
- Polsek Kepenuhan Turut Ciduk Juru Tulis Judi Togel
- Bawa Sabu, 2 Warga Rambah Diciduk Satres Narkoba Polres Rohul dari 2 Lokasi
- ‎Judi Domino, Seorang Warga Kepenuhan Baru Ditangkap Polisi Rohul dan 3 Lainnya Kabur
- Korban Tenggelam di Sungai Rokan Desa Muara Dilam Mengalami Gangguan Jiwa
- Kamis Depan, Perkara Korupsi Proyek RTH Jilid II Disidangkan
- Miliki Sabu-sabu dalam LP,
Baru Bebas, Napi LP Bangkinang Ini Kembali Ditangkap

- Tahanan Kejari Pekanbaru Kabur Usai Sidang
- Polda Riau Ungkap Dua Kasus Narkoba 41 Kilogram Sabu 44000 Butir Ekstasi
- Ikut Edar Sabu, Oknum Satpol PP Rohul dan Tetangganya Ditangkap
- Razia, Satpol PP Pekanbaru Dapti Tempat Hiburan Buka di Malam Ramadhan
- 3 Penjudi Diciduk Polsek Tambusai, Seorang Tersangka Ketahuan Bawa Sabu
- Kredit Motor Pakai KTP Palsu, Seorang Warga Tapung Ditangkap Polisi
- TPPU Penyertaan Modal Pemkab Bengkalis, Mantan Bupati Terancam Jadi Tersangka
- Rampok Toke 2 Kg Emas di Langgam, Salah Seorang Pelaku Hanya Kebagian Rp3 Juta
- Safari ke Bengkalis,
Danrem 031/Wirabima Imbau Masyarakat Aktifkan Siskamling untuk Cegah Teroris

- Sebuah Rumah di Sebauk, Bengkalis Ludes Terbakar
- Klarifikasi LBH PAHAM Cabang Riau, Oknum Pengacaranya Tilap Uang Terpidana Kasus Narkoba
- 5 Kilogram Asal Malaysia Dikendalikan Dari Lapas Kelas II A Pekanbaru


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com