Untitled Document
Selasa, 7 Sya'ban 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Selasa, 26 Mei 2015 20:33
30 Anak Putus Sekolah,
Disdik Siak tak Terima Laporan tapi Janji Carikan Solusi


Selasa, 26 Mei 2015 20:28
Bupati Targetkan Rohul Jadi Lumbung Energi di Sumatera Tahun 2016

Selasa, 26 Mei 2015 20:26
Minta Laporan Empat Rekan ke Polisi Dicabut,
Ratusan Karyawan PT Hutahean Datangi Kantor Perusahaan


Selasa, 26 Mei 2015 19:55
‎Akses Keluar Jauh dan Rusak,
23 Anak SDN 10 Tuah Indrapura, Siak Pilih Sekolah Swadaya Berbahan Papan


Selasa, 26 Mei 2015 19:23
Tak Punya Kode Registrasi,
Tiga Desa di Rohul Tak Dapat Bantuan APBN


Selasa, 26 Mei 2015 19:09
Peras dan Tipu Kepala Sekolah di Rohil,
Empat Oknum LSM LPKPP Berhasil Ditangkap Polisi


Selasa, 26 Mei 2015 19:01




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 24 April 2013 15:39
Kasus Korupsi SPPD Fiktif DPRD Kampar,
PNS Setwan Mengaku Dipaksa Sekwan Teken Kwitansi SPPD


Pengadilan Tipikor Pekanbaru membuka sidang lanjutan kasus dugaan korupsi SPPD fiktif DPRD Kampar. Saksi mengaku dipaksa oleh Sekwan untuk menandatangi SPPD.

Riauterkini-PEKANBARU-Cokrominoto, mantan Kabag Umum Sekretariat DPRD Kampar. Mengaku dipaksa oleh Junaida, Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kampar, menandatangani kwitansi Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) DPRD Kampar.

Hal itu diungkapkan Cokrominoto, saat bersaksi pada sidang lanjutan kasus dugaan korupsi SPPD fiktif DPRD Kampar, di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Rabu (24/4/13) siang.

Saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Eko Baroto SH dan Effendy Z SH kehadapan majelis hakim, Isnurul SH mengungkapkan, bahwa dirinya pernah menandatangani kwitansi kosong untuk SPPD DPRD Kampar tersebut.

" Pernah saya tandatangan. Saya tidak ingat lagi berapa jumlahnya," kata Cokrominoto.

Mendatangani kwitansi SPPD fiktif ini, lanjut Cokrominoto atas perintah terdakwa Junaida yang diajukan oleh Asmidar, mantan Bendahara Setwan Kampar (terdakwa berkas terpisah).

Dimana awalnya, saksi sempat menolak menandatangani kwitansi SPPD fiktif tersebut. Karena sudah dalam pengawasan Badan Pemeriksan Keuangan (BPK). Namun karena dipaksa, untuk menanda tanganinya, saksi akhirnya tandatangan juga.

" Saya sempat menolak tandatangani kwitansi SPPD yang diajukan Asmidar. Saat itu Sekwan (Junaida) juga berada dalam ruangan yang sama. Saya pun jelaskan kalau masalah ini sudah dalam pengawasan BPK. Namun Sekwan tetap saja memaksa, kalau hal ini tanggungjawab dia," terang saksi.

Selain itu kata saksi lagi, mantan Ketua DPRD Kampar, Masnur juga ada menandatangani kwintasi SPPD fiktif tersebut," tuturnya.

Usai mendengarkan keterangan saksi, majelis hakim menunda sementara (skor) persidangan, berhubung waktu masuknya waktu Sholat Zhuhur dan istirahat makan siang.

Seperti diketahui, Junaida, mantan Sekwan Kampar dan Asnidar, Bendahara Setwan Kampar, dihadirkan kepersidangan atas kasus SPPD fiktif senilai Rp4 miliar di DPRD Kampar.

Keduanya diduga membuat ratusan SPPD Fiktif untuk pegawai dan anggota DPRD Kampar periode 2004-2009. Setelah dana perjalanan dinas tersebut dicairkan. Kedua terdakwa tidak sepenuhnya memberikan kepada anggota dewan yang melakukan perjalanan dinas.***(har)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
PNS Rohul
di rokan hulu paling banyak SPPD fiktif, terutama tentang dinas luar, kami PNS diweajibkan tk menandatangani kwitansi kosong setiap blannya , jika tdk kami tandatangani,kamiakan ditnda pembayaran gajinya, terutama di dinas pendidikan dan olah raga ka


Berita Hukum lainnya..........
- Minta Laporan Empat Rekan ke Polisi Dicabut,
Ratusan Karyawan PT Hutahean Datangi Kantor Perusahaan

- Peras dan Tipu Kepala Sekolah di Rohil,
Empat Oknum LSM LPKPP Berhasil Ditangkap Polisi

- Berantas Narkoba Ditubuh Abdi Negara,
BNK Kembali Lakukan Tes Urine 55 Pegawai Diskes Dumai

- Serobot Antrean, Satlantas Polres Bengkalis Keluarkan 103 Berkas Tilang
- Tiga Bulan Kasasi Telah Diputus MA,
Pengadilan Tipikor Pekanbaru Belum Terima Salinan Putusan R Thamsir Rahman

- Razia di Karaoke Koro-koro, BNNP Riau Amankan 52 Pengunjung Positif Narkoba
- Dua Tersangka Dibekuk Polisi,
Warga Kecamatan Tampan Amnesia Ringan Usai Dijambret



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.89.6.219
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com