Untitled Document
Senin, 9 Jumadil Akhir 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Ahad, 29 Maret 2015 21:58
Anggota KUD Gunung Sari, Kampar Terima 800 Sertifikat KKPA

Ahad, 29 Maret 2015 21:51
Bupati Inhil Hadiri Pengukuhan KKB Provinsi Kepri dan Kota Batam

Ahad, 29 Maret 2015 21:46
DPW PPP Riau Gelar Rapat Partai di Meranti

Ahad, 29 Maret 2015 21:22
Bupati Jefry Buka Konfrensi Daerah PGRI Kampar

Ahad, 29 Maret 2015 20:31
Tiga Pelaku Curat di Tapung Hilir, Kampar Berhasil Diringkus

Ahad, 29 Maret 2015 20:27
Tiga Bulan Komisioner dan Honorer KPID Tak Terima Gaji

Ahad, 29 Maret 2015 19:30
Pilkada Kuansing 2015,
Mantan Sekda Sosialisasikan Pencalonan Imran di Simandolak Benai




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 16 April 2013 18:52
Petani Bangunpurba Minta PT SSL Hentikan Aktifitas di Lahan Konflik

Masyarakat petani Bangunpurba datangi Kantor Dishutbun Rohul. Warga meminta pemerintah menghentikan PT SSL di lahan konfil.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Pasca datangi Kantor DPRD Rokan Hulu, puluhan petani Desa Tangun Kecamatan Bangunpurba datangi Kantor Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dihutbun) Rohul, Selasa (16/4/13). Petani minta pemerintah hentikan aktifitas PT Sumatera Silva Lestari (SSL) di lahan konflik.

Ketua Tim Penyelesaian Tanah antara Petani Tangun dengan PT SSL, Bahori Hasibuan, mengatakan, kedatangan petani bersama Upika, ninik mamak, masyarakat, dan tokoh masyarakat Bangunpurba, didampingi Kapolsek Rambah Iptu Dasmiliki adalah untuk minta pemerintah daerah hentikan aktifitas PT SSL di lahan konflik seluas 600 hektar dari 1.010 hektar yang menjadi objek konflik.

"Kita minta masalah lahan segera ditindak lanjuti dinas (Dishutbun.red) agar kegiatan PT SSL di lahan konflik 600 hektar yang telah digunakan untuk berladang masyarakat dihentikan sementara waktu sampai masalah selesai," kata Bahori usai mediasi kepada riauterkinicom, Selasa.

Menurut Bahori sifat kesepakatan dengan Dishutbun Rohul menunda aksi demontrasi besar-besaran yang akan dilakukan petani Tangun di Pasirpangaraian. Petani menunggu aksi dan perkembangan.

"Kalau surat dari Dishutbun ini diindahkan PT SSL tentu kita tunda ke demo nya. Jika tidak ya sebaliknya," ujarnya.

Sementara, Kepala Dishutbun, Sugiyarno, mengaku, segera melayangkan surat tertulis, termasuk notulen hasi mediasi tadi kepada PT SSL. Dishutbun sifatnya hanya mengikuti saran Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Riau, sebab perusahaan memiliki target Rencana Kerja Tahunan (RKT) dari provinsi.

"RKT PT SSL sejauh ini dikeluarkan Dinas Kehutanan Provinsi Riau. Perusahaan punya target, jika target tidak tercapai, tentu mereka kena tegur atau denda," jelas Sugiyarno.

Menurut Sugiyarno, beberapa waktu lalu, Dirjen PUK Bina Usaha Kehutanan juga telah respon dengan seluruh masalah konflik lahan di daerah. Sepanjang dokumen tanah ulayat atau persukuan dimiliki masyarakat, tidak salah untuk ditindaklanjuti.

DPRD juga bisa menyusun Peraturan Daerah (Perda) dengan catatan lahan tidak dapat diperjual-belikan, sesuai aturan pengelolaan tanah ulayat sudah sesuai ketentuan kehutanan dalam usaha tani.

"Sesuai RKT yang dikeluarkan Dishut Riau atas tanah konflik yang diklaim masyarakat, jika masalah diselesaikan dahulu itu bisa dilakukan. Artinya, selama ada kesepakatan antara perusahaan dengan masyarakat," katanya.

Selaku Kepala Dishutbun Rohul, Sugiyarno minta petani Bangunpurba urungkan niat untuk aksi demo besar-besaran, pasalnya proses penyelesaian konflik sedang berjalan.

"Saya khawatir, jika ada demo atau menyampaikan aspirasi masyarakat akan menghambat penyelesaian. Saya berharap demo ditunda, sebab sebagai perwakilan pemerintah daerah, instansi kita siap membantu penyelesaikan konflik," demikian janji Sugiyarno.***(zal)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Tiga Pelaku Curat di Tapung Hilir, Kampar Berhasil Diringkus
- Maling Bobol Toko Elektronik di Pasirpangaraian, 5 TV LED Raib
- Aparat Polres Rohul Tangkap Dua Pengedar Narkoba dari Dua Kecamatan
- Ternyata Ejekan Ompong Pemicu Pembunuhan 27 Tusukan Karyawan Angkringan
- Uang Rp23,5 Juta Raib,
Pelaku Pembunuhan Pasutri di Inhil Diduga Karyawan Korban

- Pelaku Pembunuhan Sadis Karyawan Angkringan Ditembak Polisi
- Diduga Korban Perampokan,
Pasutri di Teluk Pantaian, Inhil Ditemukan Tewas dengan Leher Terjerat Tali



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.87.72.176
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com