Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Kamis, 19 Januari 2017 22:38
Sidang Meranti Berdarah, JPU Hadirkan Tiga Saksi

Kamis, 19 Januari 2017 22:36
Komisi A DPRD Riau Minta Polda Usut Perusahaaan Pengguna Naker China Ilegal

Kamis, 19 Januari 2017 22:18
Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Areal Kebun PT RAPP Kuansing

Kamis, 19 Januari 2017 22:06
Jualan Togel, Kakek di Duri Huni Hotel Prodeo

Kamis, 19 Januari 2017 21:59
Optimis Diterima Masyarakat, Efendi Pimpin DPC Partai Islam Damai Aman

Kamis, 19 Januari 2017 20:36
Sejalankan Infrastruktur dan Pendidikan,
Gubri Maksimalkan Blusukan ke Daerah Terpencil


Kamis, 19 Januari 2017 20:09
Sekda Pimpin Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah

Kamis, 19 Januari 2017 19:47
Awali 2017, Agung Toyota Luncurkan Kijang Innova New Venturer di Pekanbaru

Kamis, 19 Januari 2017 19:38
Ini Keterangan Polres Inhil Penyebab Kebakaran SPPB PT Era Mandiri di Desa Sungai Perak

Kamis, 19 Januari 2017 19:15
Jalan Tambal Sulam di Siak Rusak Lagi, Dinas PU Riau Surati PT Hasrat Tata Jaya



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 16 April 2013 14:22
Tindak Asusila Meningkat,
LAM Rohul Segera Bertemu LKA dan MUI


LAM Rohul prihatin dengan meningkatnya tindak asusila di daerah tersebut. Dalam waktu dekat digelar petemuan dengan LKA dan MUI membahasnya.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Dalam waktu dekat, Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Rokan Hulu akan membahas masalah asusila yang terjadi di masyarakat seperti meningkatnya kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur.

LAMR Rohul akan kumpulkan seluruh pemangku adat di Lembaga Kerapatan Adat (LKA) dari 16 kecamatan, termasuk kalangan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Rohul dengan agenda mencari solusi dalam meminimalisir angka pelecehan seksual.

"Rencananya hari ini (Selasa.red) pertemuan kita lakukan, tapi karena bertepatan dengan Ujian Nasional, pertemuan kita undur," jelas Ketua LAMR Rohul, Tengku Rafli Armien di Pasirpangaraian, Selasa (16/4/13).

Beberapa persoalan moral masyarakat masuk dalam agenda pembahasan antara LAMR Rohul, MUI, dan seluruh LKA, seperti kasus pencabulan anak di bawah umur, hamil di luar nikah, dan masalah asusila lain yang rentan terjadi di masyarakat.

Pertemuan dilakukan LAMR Rohul menyusul meningkatnya kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur. Sesuai data Kejaksaan Negeri (Kejari) Pasirpangaraian, Januari-Maret 2013, sebanyak 13 kasus pelecehan seksual terjadi di Rohul.

Kasus dinilai meningkat, pasalnya kasus pelecehan seksual anak di bawah umur pada 2012 lalu hanya sebanyak 25 kasus, sementara sampai Maret 2013 kasus telah mencapai 13 kasus atau meningkat 50 persen dari tahun sebelumnya.

Di lain tempat, Ketua Pokja Pengaduan Fasilitasi dan Pelayanan Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Rohul, Engki Prima Putra, mengatakan, berdasarkan data laporan masuk ke komisinya selama 2012 lalu ada 17 kasus didominasi kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur seperti terjadi di Kecamatan Tambusai Utara.

Kasus pelecehan seksual anak di bawah umur sampai Maret 2013 baru 5 kasus. Empat diantaranya masih proses hukum di Kepolisian dan satu kasus lagi sudah masuk proses persidangan di Pengadilan Negeri Pasirpangaraian.***(zal)





Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
LKA Rokan
Sebaiknya yg menjadi ketua LAM rohul jangan dari pejabat rohul, agar adat benar-benar dikuasai oleh orang adat, jangan seperti sekarang kok malah kepala dinas sosial yg jadi ketua LAM , akhirnya bupati seenaknya membelokkan adat istiadat sesuai keing

ORG SOBORANG
PEJABAT DI PEMDA ROHUL BAGAIMANA? KELIHATANNYA BUPATI MENDUKUNG PEJABATNYA MEMBUAT ASUSILA (CONTOHNYA UDAH BANYAK DARI THN 2007 S/D SEKARANG ADEM2 AJA)


Berita Hukum lainnya..........
- Sidang Meranti Berdarah, JPU Hadirkan Tiga Saksi
- Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Areal Kebun PT RAPP Kuansing
- Jualan Togel, Kakek di Duri Huni Hotel Prodeo
- Diduga Disambar Petir, Seorang Warga Sapat Hilang Jatuh ke Sungai
- Korupsi Pemeliharaan Rutin Mobdin,
Hakim Vonis Sekretaris dan Tiga Staf DKPP Rohil 3 dan 1,5 Tahun Penjara

- Korupsi Pelabuhan Dorak, Meranti,
Empat Terdakwa Dituntut 3,5 Tahun dan 4,5 Tahun Penjara

- Wakapolres Inhil Raih Gelar Doktor Hukum dari Unis Bandung


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.161.200.170
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com