Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Selasa, 30 Agustus 2016 16:00
Tim Penilaian WTN Paparkan Hasil Penilaiannya di Rohil

Selasa, 30 Agustus 2016 15:56
Update Data STBM Bengkalis Raih Posisi Enam se-Indonesia

Selasa, 30 Agustus 2016 15:53
Azwa Suguhkan 100 Item Parfume Eksklusif

Selasa, 30 Agustus 2016 15:47
Asap Tipis Selimuti Rohul,
Orang Tua Diminta Kurangi Aktivitas Balita di Luar Rumah


Selasa, 30 Agustus 2016 14:15
Tahanan Kabur Jelang Sidang, Kejati Riau Akan Panggil Kejari Dumai

Selasa, 30 Agustus 2016 13:46
Kapolri Persilahkan SP3 15 Perusahaan Terduga Pembakar Lahan Digugat

Selasa, 30 Agustus 2016 13:42
Disperindag Pekanbaru Pastikan Semua Gudang Lakukan Pelanggaran



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 16 April 2013 14:22
Tindak Asusila Meningkat,
LAM Rohul Segera Bertemu LKA dan MUI


LAM Rohul prihatin dengan meningkatnya tindak asusila di daerah tersebut. Dalam waktu dekat digelar petemuan dengan LKA dan MUI membahasnya.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Dalam waktu dekat, Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Rokan Hulu akan membahas masalah asusila yang terjadi di masyarakat seperti meningkatnya kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur.

LAMR Rohul akan kumpulkan seluruh pemangku adat di Lembaga Kerapatan Adat (LKA) dari 16 kecamatan, termasuk kalangan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Rohul dengan agenda mencari solusi dalam meminimalisir angka pelecehan seksual.

"Rencananya hari ini (Selasa.red) pertemuan kita lakukan, tapi karena bertepatan dengan Ujian Nasional, pertemuan kita undur," jelas Ketua LAMR Rohul, Tengku Rafli Armien di Pasirpangaraian, Selasa (16/4/13).

Beberapa persoalan moral masyarakat masuk dalam agenda pembahasan antara LAMR Rohul, MUI, dan seluruh LKA, seperti kasus pencabulan anak di bawah umur, hamil di luar nikah, dan masalah asusila lain yang rentan terjadi di masyarakat.

Pertemuan dilakukan LAMR Rohul menyusul meningkatnya kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur. Sesuai data Kejaksaan Negeri (Kejari) Pasirpangaraian, Januari-Maret 2013, sebanyak 13 kasus pelecehan seksual terjadi di Rohul.

Kasus dinilai meningkat, pasalnya kasus pelecehan seksual anak di bawah umur pada 2012 lalu hanya sebanyak 25 kasus, sementara sampai Maret 2013 kasus telah mencapai 13 kasus atau meningkat 50 persen dari tahun sebelumnya.

Di lain tempat, Ketua Pokja Pengaduan Fasilitasi dan Pelayanan Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Rohul, Engki Prima Putra, mengatakan, berdasarkan data laporan masuk ke komisinya selama 2012 lalu ada 17 kasus didominasi kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur seperti terjadi di Kecamatan Tambusai Utara.

Kasus pelecehan seksual anak di bawah umur sampai Maret 2013 baru 5 kasus. Empat diantaranya masih proses hukum di Kepolisian dan satu kasus lagi sudah masuk proses persidangan di Pengadilan Negeri Pasirpangaraian.***(zal)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
LKA Rokan
Sebaiknya yg menjadi ketua LAM rohul jangan dari pejabat rohul, agar adat benar-benar dikuasai oleh orang adat, jangan seperti sekarang kok malah kepala dinas sosial yg jadi ketua LAM , akhirnya bupati seenaknya membelokkan adat istiadat sesuai keing

ORG SOBORANG
PEJABAT DI PEMDA ROHUL BAGAIMANA? KELIHATANNYA BUPATI MENDUKUNG PEJABATNYA MEMBUAT ASUSILA (CONTOHNYA UDAH BANYAK DARI THN 2007 S/D SEKARANG ADEM2 AJA)


Berita Hukum lainnya..........
- Tahanan Kabur Jelang Sidang, Kejati Riau Akan Panggil Kejari Dumai
- Kapolri Persilahkan SP3 15 Perusahaan Terduga Pembakar Lahan Digugat
- Disperindag Pekanbaru Pastikan Semua Gudang Lakukan Pelanggaran
- Sidang Pembunuhan Prajurit Kostrad,
Saksi Paparkan Kondisi Parah Korban Setelah Dilindas Mobil

- Ditinggal Istri dan Anak, Warga Pelalawan Nekad Gantung Diri
- Bobol Kantor Koperasi di Rohul, Maling Gondol Dua Sepeda Motor
- Maraknya Penyelundupan di Riau Jadi Atensi Kapolri


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.92.131.115
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com