Untitled Document
Selasa, 2 Rajab 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Selasa, 21 April 2015 19:47
Nginap Dirumah Cewek,
Ketahuan Siswa SMP di Duri Jadi Diburuan Warga


Selasa, 21 April 2015 19:34
Minim Pengawasan,
Truck di Duri Bebas Masuk Kota Pada Jam Sibuk


Selasa, 21 April 2015 19:19
Bupati Jefry Pimpin Peringatan Hari Kartini di Kampar

Selasa, 21 April 2015 19:03


Selasa, 21 April 2015 19:02
Ditinggal ke Kebun,
Rumah Milik Warga Simalinyang, Kampar Hangus Terbakar


Selasa, 21 April 2015 18:52
Dewan Desak Plt Gubri Lantik Pejabat Hasil Assessment

Selasa, 21 April 2015 17:59
Pembunuh Mematikan Kaum Wanita,
Bupati Rohul Ajak Wanita Deteksi Dini Penyakit Kanker Serviks




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 16 April 2013 06:30
Dua Terdakwa Kasus Kredit Macet BRK Divonis 4 Tahun

Majelis Hakim Pengadilan Tipikor PN Pekanbaru menilai dua terdakwa kredit macet Bank Riau Kepri bersalah. Vonis hukuman 4 tahun penjara dijatuhkan.

Riauterkini-PEKANBARU-Dua terdakwa kasus kredit macet di Bank Riau Kepri (BRK), Yumadris, mantan Kepala Cabang BRK Batam, dan Buchari Arrahim, mantan Direktur Pemasaran BRK. Akhirnya divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor, Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru.

Sidang putusan yang dibacakan majelis hakim yang diketuai Krosbin L Gaol SH, pada Senin (15/4/13) malam itu, keduanya divonis 4 tahun kurungan penjara. Selain itu, majelis hakim juga mewajibkan terdakwa membayar denda sebesar Rp 300 juta atau subsider selama 1 bulan,

" Atas perbuatan terdakwa yang terbukti melanggar Pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 Undang Undang No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU No 20 tahun 2001. Terdakwa dijatuhi hukuman selama 4 tahun penjara, dan denda sebesar Rp 300 juta atau subsider selama 1 bulan kurungan," terang Krosbin.

Amar putusan majelis hakim tersebut, sudah berdasarkan segala pertimbangan pertimbangan. Baik yang meringankan maupun yang memberatkan.

Usai majelis hakim membacakan amar putusannya, kedua terdakwa menyatakan pikir pikir atas putusan vonis hakim tersebut.

Sementara itu usai persidangan. Wira, pihak keluarga terdakwa, sangat yakin jika Buchori dan Yumidris tidak bersalah dan tidak melakukan tindak pidana korupsi. Mereka berdua murni hanya tugas.

" Saya yakin paman saya, Buchori tidak bersalah dalam perkara ini. Beliau hanya menjalankan tugas yang semata mata untuk menyelamatkan kondisi Bank Riau Kepri," tuturnya.

Seperti diketahui, putusan vonis terdakwa ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Oka Regina SH, yang menuntut terdakwa selama 6 tahun penjara. Karena melanggar Pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 Undang Undang No 31 tahun 1999, sebagaimana diubah UU No 20 tahun 2001.

Selain itu, keduanya juga dikenakan denda sebesar Rp 500 juta, atau subsider selama 3 bulan penjara. Atas pemberian kredit Rp35,2 miliar ke Arya Wijaya, Dirut PT Saras, yang berujung kredit macet.***(har)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Nginap Dirumah Cewek,
Ketahuan Siswa SMP di Duri Jadi Diburuan Warga

- Ditinggal ke Kebun,
Rumah Milik Warga Simalinyang, Kampar Hangus Terbakar

- Penipuan Bermodus Undian Kejutan Pecah Mie Sedap Hebohkan Duri
- Masih Dirawat di RS Sentosa Bandung,
Belum Dipastikan Annas Maamun Bisa Ikuti Sidang Lanjutan

- Kejari Rohul Kembalikan Berkas Kecelakaan Maut di PT PISP II ke Penyidik
- Sejak Pagi, Penyusup Pesawat Garuda Jalani Tes Kejiwaan
- Korupsi Penyertaan Modal Pemkab Bengkalis,
Mantan Dirut PT BLJ Beserta Staf Diadili di Pengadilan Tipikor Pekanbaru



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.166.122.65
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com