Untitled Document
Kamis, 23 Jumadil Akhir 1435 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Rabu, 23 April 2014 22:37
Dan Apel Puncak Harkitnas
Pemkab Meranti Siapkan Jambore Pendidikan di Mengkikip


Rabu, 23 April 2014 22:19
Bengkalis Minta Cabor Renang Dipertandingkan di Porprov Inhu

Rabu, 23 April 2014 22:02
Sejumlah Kegiatan Bakal Semarakkan HPN Riau ke-68 di Bengkalis

Rabu, 23 April 2014 21:34
Panwaslu Inhu Didesak Lanjutkan Kasus Dugaan Penggelembungan Suara di PPK Pasirpenyu

Rabu, 23 April 2014 21:15
Dilantik Sekjend Kemendagri, Rizka Utama Jadi Dirut IPDN

Rabu, 23 April 2014 21:07
Warga Batam Raih Mobil Lexus RX 270,
Undian Toyota Bombastis 2 Periode Maret 2014 Diumumkan


Rabu, 23 April 2014 21:03
Lampu Templok Picu Kebakaran Ludeskan Rumah Warga Rokan IV Koto



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 16 April 2013 06:30
Dua Terdakwa Kasus Kredit Macet BRK Divonis 4 Tahun

Majelis Hakim Pengadilan Tipikor PN Pekanbaru menilai dua terdakwa kredit macet Bank Riau Kepri bersalah. Vonis hukuman 4 tahun penjara dijatuhkan.

Riauterkini-PEKANBARU-Dua terdakwa kasus kredit macet di Bank Riau Kepri (BRK), Yumadris, mantan Kepala Cabang BRK Batam, dan Buchari Arrahim, mantan Direktur Pemasaran BRK. Akhirnya divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor, Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru.

Sidang putusan yang dibacakan majelis hakim yang diketuai Krosbin L Gaol SH, pada Senin (15/4/13) malam itu, keduanya divonis 4 tahun kurungan penjara. Selain itu, majelis hakim juga mewajibkan terdakwa membayar denda sebesar Rp 300 juta atau subsider selama 1 bulan,

" Atas perbuatan terdakwa yang terbukti melanggar Pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 Undang Undang No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU No 20 tahun 2001. Terdakwa dijatuhi hukuman selama 4 tahun penjara, dan denda sebesar Rp 300 juta atau subsider selama 1 bulan kurungan," terang Krosbin.

Amar putusan majelis hakim tersebut, sudah berdasarkan segala pertimbangan pertimbangan. Baik yang meringankan maupun yang memberatkan.

Usai majelis hakim membacakan amar putusannya, kedua terdakwa menyatakan pikir pikir atas putusan vonis hakim tersebut.

Sementara itu usai persidangan. Wira, pihak keluarga terdakwa, sangat yakin jika Buchori dan Yumidris tidak bersalah dan tidak melakukan tindak pidana korupsi. Mereka berdua murni hanya tugas.

" Saya yakin paman saya, Buchori tidak bersalah dalam perkara ini. Beliau hanya menjalankan tugas yang semata mata untuk menyelamatkan kondisi Bank Riau Kepri," tuturnya.

Seperti diketahui, putusan vonis terdakwa ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Oka Regina SH, yang menuntut terdakwa selama 6 tahun penjara. Karena melanggar Pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 Undang Undang No 31 tahun 1999, sebagaimana diubah UU No 20 tahun 2001.

Selain itu, keduanya juga dikenakan denda sebesar Rp 500 juta, atau subsider selama 3 bulan penjara. Atas pemberian kredit Rp35,2 miliar ke Arya Wijaya, Dirut PT Saras, yang berujung kredit macet.***(har)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Panwaslu Inhu Didesak Lanjutkan Kasus Dugaan Penggelembungan Suara di PPK Pasirpenyu
- Lampu Templok Picu Kebakaran Ludeskan Rumah Warga Rokan IV Koto
- Truk Boks Terguling di Depan Mapolres Kuansing
- Diduga jadi Tempat Mesum,
Rumah Rektor UNISI Tembilahan Dikepung Warga

- Dari Mabes Polri dan Kejagung RI,
Berkas Tersangka Direktur PT Karya Dayun Dilimpahkan ke Kejari Siak

- Empat Pelaku Peracik Narkoba Jalani Sidang Perdana
- Cabuli Bocah 9 Tahun di Pasar Sail, Pria Paruh Baya Dimassa


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.198.148.191
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com