Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Ahad, 1 Mei 2016 09:48
Terekam CCTV, Bocah Perempuan 6 Tahun Dicabuli di Toilet Gereja HKBP Pekanbaru

Ahad, 1 Mei 2016 09:45
Congkel Jendela Lantai Dua, Maling Bobol Toko New Celuler Pekanbaru

Sabtu, 30 April 2016 21:18
Hingga Maret 2016,
BKP Selatpanjang Keluarkan Dokumen Sanitasi 1,1 Ton Sarang Walet


Sabtu, 30 April 2016 20:51
Weekend, Siswa SMA 1 Pekanbaru Dapat Sosialisasi 4 Pilar MPR RI

Sabtu, 30 April 2016 20:47
Pembukaan MTQ ke-46 Kateman,
Pemkab Inhil Fokus Tampilkan Kreasi Generasi Muda Tempatan


Sabtu, 30 April 2016 20:43
Sebulan Sinyal Hilang,
Pelanggan Mandah Keluhkan Lambannya Penanganan Telkomsel


Sabtu, 30 April 2016 18:01
Polres Bengkalis Siagakan 360 Personel Amankan May Day di Duri



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 16 April 2013 06:30
Dua Terdakwa Kasus Kredit Macet BRK Divonis 4 Tahun

Majelis Hakim Pengadilan Tipikor PN Pekanbaru menilai dua terdakwa kredit macet Bank Riau Kepri bersalah. Vonis hukuman 4 tahun penjara dijatuhkan.

Riauterkini-PEKANBARU-Dua terdakwa kasus kredit macet di Bank Riau Kepri (BRK), Yumadris, mantan Kepala Cabang BRK Batam, dan Buchari Arrahim, mantan Direktur Pemasaran BRK. Akhirnya divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor, Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru.

Sidang putusan yang dibacakan majelis hakim yang diketuai Krosbin L Gaol SH, pada Senin (15/4/13) malam itu, keduanya divonis 4 tahun kurungan penjara. Selain itu, majelis hakim juga mewajibkan terdakwa membayar denda sebesar Rp 300 juta atau subsider selama 1 bulan,

" Atas perbuatan terdakwa yang terbukti melanggar Pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 Undang Undang No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU No 20 tahun 2001. Terdakwa dijatuhi hukuman selama 4 tahun penjara, dan denda sebesar Rp 300 juta atau subsider selama 1 bulan kurungan," terang Krosbin.

Amar putusan majelis hakim tersebut, sudah berdasarkan segala pertimbangan pertimbangan. Baik yang meringankan maupun yang memberatkan.

Usai majelis hakim membacakan amar putusannya, kedua terdakwa menyatakan pikir pikir atas putusan vonis hakim tersebut.

Sementara itu usai persidangan. Wira, pihak keluarga terdakwa, sangat yakin jika Buchori dan Yumidris tidak bersalah dan tidak melakukan tindak pidana korupsi. Mereka berdua murni hanya tugas.

" Saya yakin paman saya, Buchori tidak bersalah dalam perkara ini. Beliau hanya menjalankan tugas yang semata mata untuk menyelamatkan kondisi Bank Riau Kepri," tuturnya.

Seperti diketahui, putusan vonis terdakwa ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Oka Regina SH, yang menuntut terdakwa selama 6 tahun penjara. Karena melanggar Pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 Undang Undang No 31 tahun 1999, sebagaimana diubah UU No 20 tahun 2001.

Selain itu, keduanya juga dikenakan denda sebesar Rp 500 juta, atau subsider selama 3 bulan penjara. Atas pemberian kredit Rp35,2 miliar ke Arya Wijaya, Dirut PT Saras, yang berujung kredit macet.***(har)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Terekam CCTV, Bocah Perempuan 6 Tahun Dicabuli di Toilet Gereja HKBP Pekanbaru
- Congkel Jendela Lantai Dua, Maling Bobol Toko New Celuler Pekanbaru
- 2 Tersangka Perdagangan Organ Satwa Dilindungi Terancam 5 Tahun Penjara
- Seks Menyimpang, Pak Guru SMA di Rohil Cabuli 5 Siswa
- Polisi Tangkap 3 Penjual Organ Tubuh Satwa Dilindungi
- Korupsi Penyertaan Modal BUMD PT. BLJ Bengkalis,
Kejagung Tahan RS Serta Periksa Sekda dan Kepala Inspektorat

- Tembak Paha Korban di Jalan ke Bandara SSK, Begal Larikan Sepeda Motor


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.226.209.255
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com