Untitled Document
Selasa, 21 Zulqaidah 1435 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Selasa, 16 September 2014 16:06
Polda Sita Barang Bukti Kasus Penganiayaan Eva Yuliana

Selasa, 16 September 2014 16:00
74 Dewan dan Majelis Hakim MTQ XXXIX Bengkalis Dikukuhkan Bupati Herliyan

Selasa, 16 September 2014 15:54
Ingin Sejuk, Anggota Fraksi Demokrat Patungan Beli AC

Selasa, 16 September 2014 15:50
Antisipasi C3, Polresta Pekanbaru Tingkatkan Jam Patroli

Selasa, 16 September 2014 15:17
28 JCH Kloter 5 Riau Pakai Kursi Roda saat Thawaf dan Sa'i

Selasa, 16 September 2014 14:59
Inhil Dikepung Perkebunan Sawit,
Gerakan Tanam Kelapa yang Dicanangkan Bupati Dinilai Hanya Slogan


Selasa, 16 September 2014 14:55
Wako Pekanbaru Tolak RUU Pilkada Lewat DPRD



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 16 April 2013 06:30
Dua Terdakwa Kasus Kredit Macet BRK Divonis 4 Tahun

Majelis Hakim Pengadilan Tipikor PN Pekanbaru menilai dua terdakwa kredit macet Bank Riau Kepri bersalah. Vonis hukuman 4 tahun penjara dijatuhkan.

Riauterkini-PEKANBARU-Dua terdakwa kasus kredit macet di Bank Riau Kepri (BRK), Yumadris, mantan Kepala Cabang BRK Batam, dan Buchari Arrahim, mantan Direktur Pemasaran BRK. Akhirnya divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor, Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru.

Sidang putusan yang dibacakan majelis hakim yang diketuai Krosbin L Gaol SH, pada Senin (15/4/13) malam itu, keduanya divonis 4 tahun kurungan penjara. Selain itu, majelis hakim juga mewajibkan terdakwa membayar denda sebesar Rp 300 juta atau subsider selama 1 bulan,

" Atas perbuatan terdakwa yang terbukti melanggar Pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 Undang Undang No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU No 20 tahun 2001. Terdakwa dijatuhi hukuman selama 4 tahun penjara, dan denda sebesar Rp 300 juta atau subsider selama 1 bulan kurungan," terang Krosbin.

Amar putusan majelis hakim tersebut, sudah berdasarkan segala pertimbangan pertimbangan. Baik yang meringankan maupun yang memberatkan.

Usai majelis hakim membacakan amar putusannya, kedua terdakwa menyatakan pikir pikir atas putusan vonis hakim tersebut.

Sementara itu usai persidangan. Wira, pihak keluarga terdakwa, sangat yakin jika Buchori dan Yumidris tidak bersalah dan tidak melakukan tindak pidana korupsi. Mereka berdua murni hanya tugas.

" Saya yakin paman saya, Buchori tidak bersalah dalam perkara ini. Beliau hanya menjalankan tugas yang semata mata untuk menyelamatkan kondisi Bank Riau Kepri," tuturnya.

Seperti diketahui, putusan vonis terdakwa ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Oka Regina SH, yang menuntut terdakwa selama 6 tahun penjara. Karena melanggar Pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 Undang Undang No 31 tahun 1999, sebagaimana diubah UU No 20 tahun 2001.

Selain itu, keduanya juga dikenakan denda sebesar Rp 500 juta, atau subsider selama 3 bulan penjara. Atas pemberian kredit Rp35,2 miliar ke Arya Wijaya, Dirut PT Saras, yang berujung kredit macet.***(har)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Polda Sita Barang Bukti Kasus Penganiayaan Eva Yuliana
- Antisipasi C3, Polresta Pekanbaru Tingkatkan Jam Patroli
- Kapolda Pimpin Sertijab Empat Pejabat Utama Polda Riau
- Setahun Berdiri, Polres Meranti Miliki Poliklinik
- Pemko Pekanbaru Kebingungan Tindak Ritel Nakal
- Jaksa Kasasi Atas Putusan Terdakwa Korupsi Kredit Fiktif BRK Rohil
- Tekan Angka Kriminalitas, Polsek Mandau Gelar Razia Malam


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.161.133.166
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com