Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Sabtu, 1 Oktober 2016 18:51
Diskusi Kesetaran Gender,
Anggota DPRD Riau Hadirkan Eni Lestari


Sabtu, 1 Oktober 2016 18:40
Penerima Beasiswa RAPP Ukir Prestasi di ATPK

Sabtu, 1 Oktober 2016 17:05
Sambut Tahun Baru Islam, Laskar Melayu Bersatu Pelalawan Gelar Sunatan Masal

Sabtu, 1 Oktober 2016 16:12
Setelah Minum Air Tebu,
Kakek Sebatang Kara Ditemukan Tewas di Pelalawan


Sabtu, 1 Oktober 2016 15:09
Tradisi Pisah Sambut Kapolda Riau,
Brigjen Pol Zulkarnain Ditepungtawari LAM Riau


Sabtu, 1 Oktober 2016 14:54
Swiss Belinn Hotel Meriahkan Coffee Day dengan Buy 1 get 1

Sabtu, 1 Oktober 2016 14:47
Lagi Membersihkan Kebun, Warga Rumbai Geger Temukan Potongan Tengkorak Manusia



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 16 April 2013 06:30
Dua Terdakwa Kasus Kredit Macet BRK Divonis 4 Tahun

Majelis Hakim Pengadilan Tipikor PN Pekanbaru menilai dua terdakwa kredit macet Bank Riau Kepri bersalah. Vonis hukuman 4 tahun penjara dijatuhkan.

Riauterkini-PEKANBARU-Dua terdakwa kasus kredit macet di Bank Riau Kepri (BRK), Yumadris, mantan Kepala Cabang BRK Batam, dan Buchari Arrahim, mantan Direktur Pemasaran BRK. Akhirnya divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor, Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru.

Sidang putusan yang dibacakan majelis hakim yang diketuai Krosbin L Gaol SH, pada Senin (15/4/13) malam itu, keduanya divonis 4 tahun kurungan penjara. Selain itu, majelis hakim juga mewajibkan terdakwa membayar denda sebesar Rp 300 juta atau subsider selama 1 bulan,

" Atas perbuatan terdakwa yang terbukti melanggar Pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 Undang Undang No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU No 20 tahun 2001. Terdakwa dijatuhi hukuman selama 4 tahun penjara, dan denda sebesar Rp 300 juta atau subsider selama 1 bulan kurungan," terang Krosbin.

Amar putusan majelis hakim tersebut, sudah berdasarkan segala pertimbangan pertimbangan. Baik yang meringankan maupun yang memberatkan.

Usai majelis hakim membacakan amar putusannya, kedua terdakwa menyatakan pikir pikir atas putusan vonis hakim tersebut.

Sementara itu usai persidangan. Wira, pihak keluarga terdakwa, sangat yakin jika Buchori dan Yumidris tidak bersalah dan tidak melakukan tindak pidana korupsi. Mereka berdua murni hanya tugas.

" Saya yakin paman saya, Buchori tidak bersalah dalam perkara ini. Beliau hanya menjalankan tugas yang semata mata untuk menyelamatkan kondisi Bank Riau Kepri," tuturnya.

Seperti diketahui, putusan vonis terdakwa ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Oka Regina SH, yang menuntut terdakwa selama 6 tahun penjara. Karena melanggar Pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 Undang Undang No 31 tahun 1999, sebagaimana diubah UU No 20 tahun 2001.

Selain itu, keduanya juga dikenakan denda sebesar Rp 500 juta, atau subsider selama 3 bulan penjara. Atas pemberian kredit Rp35,2 miliar ke Arya Wijaya, Dirut PT Saras, yang berujung kredit macet.***(har)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Setelah Minum Air Tebu,
Kakek Sebatang Kara Ditemukan Tewas di Pelalawan

- Tradisi Pisah Sambut Kapolda Riau,
Brigjen Pol Zulkarnain Ditepungtawari LAM Riau

- Lagi Membersihkan Kebun, Warga Rumbai Geger Temukan Potongan Tengkorak Manusia
- Polsek Bagansinembah, Rohil Tangkap Pembunuh Gadis Cantik di Hotel
- Terindikasi Bermasalah, BPT-PM Pekanbaru tak Akomodir Perpanjangan Izin Gelper
- Catatan KPAI Terkait Prostitusi Anak di Riau (2),
Puluhan Anak di Riau Korban Eksploitasi Bisnis Pelacuran

- Polda Riau Enggan Serahkan Surat SP3 15 Perusahaan Karlahut


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.234.114.182
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com