Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Sabtu, 13 Pebruari 2016 20:35
‎Peduli Korban Kebakaran di Jalan Karet,
Walikota Pekanbaru Lakukan Peninjauan dan Beri Bantuan


Sabtu, 13 Pebruari 2016 20:25
Pemkab Meranti Larang Pelajar Rayakan Valentine Day

Sabtu, 13 Pebruari 2016 20:02
Bupati Rohil Tutup Pembaretan Praja IPDN

Sabtu, 13 Pebruari 2016 19:16
Peringatan Bulan Keselamatan dan K3 RAPP,
Tingkatkan Keselamatan, Dorong Daya Saing


Sabtu, 13 Pebruari 2016 18:15
Meninggal Akibat Banjir Kampar,
Keluarga Korban Bakal Dapatkan Bantuan Rp15 Juta


Sabtu, 13 Pebruari 2016 18:10
Masyarakat Rohul Dilarang Rayakan Valentine Day

Sabtu, 13 Pebruari 2016 18:07
Bupati dan Ketua DPRD Rohil Silaturahmi dengan Masyarakat Rimba Melintang



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 16 April 2013 06:30
Dua Terdakwa Kasus Kredit Macet BRK Divonis 4 Tahun

Majelis Hakim Pengadilan Tipikor PN Pekanbaru menilai dua terdakwa kredit macet Bank Riau Kepri bersalah. Vonis hukuman 4 tahun penjara dijatuhkan.

Riauterkini-PEKANBARU-Dua terdakwa kasus kredit macet di Bank Riau Kepri (BRK), Yumadris, mantan Kepala Cabang BRK Batam, dan Buchari Arrahim, mantan Direktur Pemasaran BRK. Akhirnya divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor, Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru.

Sidang putusan yang dibacakan majelis hakim yang diketuai Krosbin L Gaol SH, pada Senin (15/4/13) malam itu, keduanya divonis 4 tahun kurungan penjara. Selain itu, majelis hakim juga mewajibkan terdakwa membayar denda sebesar Rp 300 juta atau subsider selama 1 bulan,

" Atas perbuatan terdakwa yang terbukti melanggar Pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 Undang Undang No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU No 20 tahun 2001. Terdakwa dijatuhi hukuman selama 4 tahun penjara, dan denda sebesar Rp 300 juta atau subsider selama 1 bulan kurungan," terang Krosbin.

Amar putusan majelis hakim tersebut, sudah berdasarkan segala pertimbangan pertimbangan. Baik yang meringankan maupun yang memberatkan.

Usai majelis hakim membacakan amar putusannya, kedua terdakwa menyatakan pikir pikir atas putusan vonis hakim tersebut.

Sementara itu usai persidangan. Wira, pihak keluarga terdakwa, sangat yakin jika Buchori dan Yumidris tidak bersalah dan tidak melakukan tindak pidana korupsi. Mereka berdua murni hanya tugas.

" Saya yakin paman saya, Buchori tidak bersalah dalam perkara ini. Beliau hanya menjalankan tugas yang semata mata untuk menyelamatkan kondisi Bank Riau Kepri," tuturnya.

Seperti diketahui, putusan vonis terdakwa ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Oka Regina SH, yang menuntut terdakwa selama 6 tahun penjara. Karena melanggar Pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 Undang Undang No 31 tahun 1999, sebagaimana diubah UU No 20 tahun 2001.

Selain itu, keduanya juga dikenakan denda sebesar Rp 500 juta, atau subsider selama 3 bulan penjara. Atas pemberian kredit Rp35,2 miliar ke Arya Wijaya, Dirut PT Saras, yang berujung kredit macet.***(har)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Tiga Tersangka Sabu Diamankan Sat Narkoba Polres Bengkalis di Duri
- Bandar Sabu Diringkus Polres Bengkalis
- Penemuan Mayat di Ujungbatu, Korban Diduga Alami Gangguan Jiwa
- Effendi Simbolon Dianggap Hina Puak Melayu, Geramm Geruduk DPD PDIP Riau
- Polisi Sukses Amankan Demo Warga Rantau Bais di PT CPI di Rohil
- Curi Sawit Milik PTPN III, IRT di Meranti Makmur, Rohil Ditangkap Polisi
- Dua Pengguna Narkoba Ditangkap Polsek Bagansinembah, Rohil


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.91.120.114
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com