Untitled Document
Selasa, 13 Ramadhan 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Selasa, 30 Juni 2015 19:40
Tragedi Hercules C-130, Satu Personel TNI-AD Sekeluarga Ikut Pesawat

Selasa, 30 Juni 2015 18:52
Pemekaran Kecamatan Alah Air Tuntas, Meranti Paling Lama 2016

Selasa, 30 Juni 2015 18:48
Divonis 6 Tahun Penjara,
Kemendagri Belum Proses Pemberhentian Gubri Nonaktif Annas Maamun


Selasa, 30 Juni 2015 18:34
Pilkada Meranti 2015,
Tengku Musafa Optimis Maju Sebagai 'Petarung'


Selasa, 30 Juni 2015 18:19
Sambut HUT Bhayangkara ke-69,
Polsek Dumai Bersih Lingkungan Pasar Bunda Sri Mersing


Selasa, 30 Juni 2015 18:16
64 Personel Polres Kampar Mendapat Kenaikan Pangkat

Selasa, 30 Juni 2015 17:09
Narkoba dan Korupsi Dominasi Kasus di Dumai



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 16 April 2013 06:30
Dua Terdakwa Kasus Kredit Macet BRK Divonis 4 Tahun

Majelis Hakim Pengadilan Tipikor PN Pekanbaru menilai dua terdakwa kredit macet Bank Riau Kepri bersalah. Vonis hukuman 4 tahun penjara dijatuhkan.

Riauterkini-PEKANBARU-Dua terdakwa kasus kredit macet di Bank Riau Kepri (BRK), Yumadris, mantan Kepala Cabang BRK Batam, dan Buchari Arrahim, mantan Direktur Pemasaran BRK. Akhirnya divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor, Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru.

Sidang putusan yang dibacakan majelis hakim yang diketuai Krosbin L Gaol SH, pada Senin (15/4/13) malam itu, keduanya divonis 4 tahun kurungan penjara. Selain itu, majelis hakim juga mewajibkan terdakwa membayar denda sebesar Rp 300 juta atau subsider selama 1 bulan,

" Atas perbuatan terdakwa yang terbukti melanggar Pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 Undang Undang No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU No 20 tahun 2001. Terdakwa dijatuhi hukuman selama 4 tahun penjara, dan denda sebesar Rp 300 juta atau subsider selama 1 bulan kurungan," terang Krosbin.

Amar putusan majelis hakim tersebut, sudah berdasarkan segala pertimbangan pertimbangan. Baik yang meringankan maupun yang memberatkan.

Usai majelis hakim membacakan amar putusannya, kedua terdakwa menyatakan pikir pikir atas putusan vonis hakim tersebut.

Sementara itu usai persidangan. Wira, pihak keluarga terdakwa, sangat yakin jika Buchori dan Yumidris tidak bersalah dan tidak melakukan tindak pidana korupsi. Mereka berdua murni hanya tugas.

" Saya yakin paman saya, Buchori tidak bersalah dalam perkara ini. Beliau hanya menjalankan tugas yang semata mata untuk menyelamatkan kondisi Bank Riau Kepri," tuturnya.

Seperti diketahui, putusan vonis terdakwa ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Oka Regina SH, yang menuntut terdakwa selama 6 tahun penjara. Karena melanggar Pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 Undang Undang No 31 tahun 1999, sebagaimana diubah UU No 20 tahun 2001.

Selain itu, keduanya juga dikenakan denda sebesar Rp 500 juta, atau subsider selama 3 bulan penjara. Atas pemberian kredit Rp35,2 miliar ke Arya Wijaya, Dirut PT Saras, yang berujung kredit macet.***(har)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Tragedi Hercules C-130, Satu Personel TNI-AD Sekeluarga Ikut Pesawat
- Sambut HUT Bhayangkara ke-69,
Polsek Dumai Bersih Lingkungan Pasar Bunda Sri Mersing

- 64 Personel Polres Kampar Mendapat Kenaikan Pangkat
- Narkoba dan Korupsi Dominasi Kasus di Dumai
- Tragedi Hercules C-130, Danlanud Pesimis 10 Anggota Paskhas Pekanbaru Selamat
- Dikupak Maling,
Puluhan Kamera Bernilai Ratusan Juta Rupiah Lenyap dari Toko Asia Baru Foto

- Kejari Bengkalis Dalami Penyidikan Dugaan Korupsi Penyertaan Modal Pemkab ke PT BLJ


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 23.20.37.222
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com