Untitled Document
Senin, 9 Jumadil Akhir 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Senin, 30 Maret 2015 20:48
Sutarno, Balon Bupati Siak dari Gerindra Ikut Penjaringan PAN

Senin, 30 Maret 2015 20:45
Ketua Jelang Diganti, PN Siak Diperiksa PT dan MA

Senin, 30 Maret 2015 20:08
Plt Gubri Sampaikan LKPKD Provinsi Riau Tahun 2014

Senin, 30 Maret 2015 20:01
Pilkada Bengkalis PKS Usung Amril Mukminin

Senin, 30 Maret 2015 19:55
Disdik Dumai Terima 80 Kotak Naskah UN

Senin, 30 Maret 2015 19:49
Pilkada Dumai 2015,
PPP Buka Pendaftaran Balon Kepala Daerah


Senin, 30 Maret 2015 19:45
2015, Dumai Targetkan PAD Parkir Terminal Barang Rp18 Miliar



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 16 April 2013 06:30
Dua Terdakwa Kasus Kredit Macet BRK Divonis 4 Tahun

Majelis Hakim Pengadilan Tipikor PN Pekanbaru menilai dua terdakwa kredit macet Bank Riau Kepri bersalah. Vonis hukuman 4 tahun penjara dijatuhkan.

Riauterkini-PEKANBARU-Dua terdakwa kasus kredit macet di Bank Riau Kepri (BRK), Yumadris, mantan Kepala Cabang BRK Batam, dan Buchari Arrahim, mantan Direktur Pemasaran BRK. Akhirnya divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor, Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru.

Sidang putusan yang dibacakan majelis hakim yang diketuai Krosbin L Gaol SH, pada Senin (15/4/13) malam itu, keduanya divonis 4 tahun kurungan penjara. Selain itu, majelis hakim juga mewajibkan terdakwa membayar denda sebesar Rp 300 juta atau subsider selama 1 bulan,

" Atas perbuatan terdakwa yang terbukti melanggar Pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 Undang Undang No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU No 20 tahun 2001. Terdakwa dijatuhi hukuman selama 4 tahun penjara, dan denda sebesar Rp 300 juta atau subsider selama 1 bulan kurungan," terang Krosbin.

Amar putusan majelis hakim tersebut, sudah berdasarkan segala pertimbangan pertimbangan. Baik yang meringankan maupun yang memberatkan.

Usai majelis hakim membacakan amar putusannya, kedua terdakwa menyatakan pikir pikir atas putusan vonis hakim tersebut.

Sementara itu usai persidangan. Wira, pihak keluarga terdakwa, sangat yakin jika Buchori dan Yumidris tidak bersalah dan tidak melakukan tindak pidana korupsi. Mereka berdua murni hanya tugas.

" Saya yakin paman saya, Buchori tidak bersalah dalam perkara ini. Beliau hanya menjalankan tugas yang semata mata untuk menyelamatkan kondisi Bank Riau Kepri," tuturnya.

Seperti diketahui, putusan vonis terdakwa ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Oka Regina SH, yang menuntut terdakwa selama 6 tahun penjara. Karena melanggar Pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 Undang Undang No 31 tahun 1999, sebagaimana diubah UU No 20 tahun 2001.

Selain itu, keduanya juga dikenakan denda sebesar Rp 500 juta, atau subsider selama 3 bulan penjara. Atas pemberian kredit Rp35,2 miliar ke Arya Wijaya, Dirut PT Saras, yang berujung kredit macet.***(har)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Ketua Jelang Diganti, PN Siak Diperiksa PT dan MA
- Polres Inhu Tangkap Perampok Nasabah BNI 46 di Belilas
- Bawa Peluru ke Bandara SSK II Pekanbaru,
WNA Asal Spanyol dan Italia Diamankan Polisi

- Bangun Gudang, Kepala BPBD Riau Dituding Serobot Lahan Warga
- Ayah Tiri Bunuh Bocah Dua Tahun,
Ibu korban Berharap Suaminya Dihukum Setimpal

- Penadah Keramik dan Cat Divonis 14 Bulan Penjara
- Sejumlah PNS di Duri ke Mal Saat Jam Kerja


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 50.16.127.34
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com