Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Senin, 31 Agustus 2015 18:42
Korupsi Penyertaan Modal Pemkab Bengkalis,
Dua Terdakwa Dituntut 18 Tahun dan 16 Tahun Penjara.


Senin, 31 Agustus 2015 18:33
Diserobot PT CPK,
Kades Rambaian, Inhil Akui Ada Lahan Warganya Belum Dibayar Perusahaan


Senin, 31 Agustus 2015 18:09
‎September, Pemko Pekanbaru Mutasi Pejabat Eselon IV

Senin, 31 Agustus 2015 18:04
MoU Jaminan Korban Lakalantas,
Jasa Raharja Minta Masyarakat Tidak Takut Membuat Laporan Polisi


Senin, 31 Agustus 2015 17:31
Setelah Dibujuk Tokoh Masyarakat,
Pelaku Penikaman di Bagansiapiapi Berhasil Ditangkap


Senin, 31 Agustus 2015 17:27
Mayat Penuh Tusukan Bersimbah Darah di Kebun Sawit PT TBS

Senin, 31 Agustus 2015 17:22
Belum Ada yang 'Angkat Bendera Putih',
‎Kinerja Pejabat Hasil Assessment Terus Dipantau




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 16 April 2013 06:30
Dua Terdakwa Kasus Kredit Macet BRK Divonis 4 Tahun

Majelis Hakim Pengadilan Tipikor PN Pekanbaru menilai dua terdakwa kredit macet Bank Riau Kepri bersalah. Vonis hukuman 4 tahun penjara dijatuhkan.

Riauterkini-PEKANBARU-Dua terdakwa kasus kredit macet di Bank Riau Kepri (BRK), Yumadris, mantan Kepala Cabang BRK Batam, dan Buchari Arrahim, mantan Direktur Pemasaran BRK. Akhirnya divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor, Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru.

Sidang putusan yang dibacakan majelis hakim yang diketuai Krosbin L Gaol SH, pada Senin (15/4/13) malam itu, keduanya divonis 4 tahun kurungan penjara. Selain itu, majelis hakim juga mewajibkan terdakwa membayar denda sebesar Rp 300 juta atau subsider selama 1 bulan,

" Atas perbuatan terdakwa yang terbukti melanggar Pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 Undang Undang No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU No 20 tahun 2001. Terdakwa dijatuhi hukuman selama 4 tahun penjara, dan denda sebesar Rp 300 juta atau subsider selama 1 bulan kurungan," terang Krosbin.

Amar putusan majelis hakim tersebut, sudah berdasarkan segala pertimbangan pertimbangan. Baik yang meringankan maupun yang memberatkan.

Usai majelis hakim membacakan amar putusannya, kedua terdakwa menyatakan pikir pikir atas putusan vonis hakim tersebut.

Sementara itu usai persidangan. Wira, pihak keluarga terdakwa, sangat yakin jika Buchori dan Yumidris tidak bersalah dan tidak melakukan tindak pidana korupsi. Mereka berdua murni hanya tugas.

" Saya yakin paman saya, Buchori tidak bersalah dalam perkara ini. Beliau hanya menjalankan tugas yang semata mata untuk menyelamatkan kondisi Bank Riau Kepri," tuturnya.

Seperti diketahui, putusan vonis terdakwa ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Oka Regina SH, yang menuntut terdakwa selama 6 tahun penjara. Karena melanggar Pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 Undang Undang No 31 tahun 1999, sebagaimana diubah UU No 20 tahun 2001.

Selain itu, keduanya juga dikenakan denda sebesar Rp 500 juta, atau subsider selama 3 bulan penjara. Atas pemberian kredit Rp35,2 miliar ke Arya Wijaya, Dirut PT Saras, yang berujung kredit macet.***(har)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Setelah Dibujuk Tokoh Masyarakat,
Pelaku Penikaman di Bagansiapiapi Berhasil Ditangkap

- Mayat Penuh Tusukan Bersimbah Darah di Kebun Sawit PT TBS
- Terkait Pemukulan Pekerjaan PT Riau Agri,
Keluarga Bantah Tersangka Melakukan Pemerasan

- Telan Tiga Nyawa,
Sumur Maut di Sungai Nyamuk Rohil Ternyata Tidak Berdinding

- Didor Polisi, Seorang Jambret di Pekanbaru Roboh Lagi
- Tuntut Tanah Ulayat, Warga Rokan IV Koto Minta PT ANS Hengkang
- Sepekan Diburu,
Pemerkosa Gadis 19 Tahun di Hotel Sabrina Tertangkap



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.90.128.9
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com