Untitled Document
Jumat, 3 Sya'ban 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Jum’at, 22 Mei 2015 15:28
Satu Tewas, Tiga Pedagang di Rumbai, Pekanbaru Disambar Petir

Jum’at, 22 Mei 2015 15:14
Hadapi MEA 2015, Pemko Dumai Siapkan SDM Siap Terampil

Jum’at, 22 Mei 2015 14:48
Ketua DPRD Riau: Hak Interpelasi Bukti Kecintaan Terhadap Daerah

Jum’at, 22 Mei 2015 14:17
Disperindag Dumai Belum Temukan Beras Plastik

Jum’at, 22 Mei 2015 14:11
Korupsi Program K2i, Jaksa Penyidik Teliti Berkas Susilo

Jum’at, 22 Mei 2015 14:06
Serpihan Tengkorak Manusia di Ladang Hebohkan Warga Duri, Bengkalis

Jum’at, 22 Mei 2015 13:55
‎Wako Pekanbaru Resmikan Masjid Al Amin di Tangkerang Labuai



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 16 April 2013 06:30
Dua Terdakwa Kasus Kredit Macet BRK Divonis 4 Tahun

Majelis Hakim Pengadilan Tipikor PN Pekanbaru menilai dua terdakwa kredit macet Bank Riau Kepri bersalah. Vonis hukuman 4 tahun penjara dijatuhkan.

Riauterkini-PEKANBARU-Dua terdakwa kasus kredit macet di Bank Riau Kepri (BRK), Yumadris, mantan Kepala Cabang BRK Batam, dan Buchari Arrahim, mantan Direktur Pemasaran BRK. Akhirnya divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor, Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru.

Sidang putusan yang dibacakan majelis hakim yang diketuai Krosbin L Gaol SH, pada Senin (15/4/13) malam itu, keduanya divonis 4 tahun kurungan penjara. Selain itu, majelis hakim juga mewajibkan terdakwa membayar denda sebesar Rp 300 juta atau subsider selama 1 bulan,

" Atas perbuatan terdakwa yang terbukti melanggar Pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 Undang Undang No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU No 20 tahun 2001. Terdakwa dijatuhi hukuman selama 4 tahun penjara, dan denda sebesar Rp 300 juta atau subsider selama 1 bulan kurungan," terang Krosbin.

Amar putusan majelis hakim tersebut, sudah berdasarkan segala pertimbangan pertimbangan. Baik yang meringankan maupun yang memberatkan.

Usai majelis hakim membacakan amar putusannya, kedua terdakwa menyatakan pikir pikir atas putusan vonis hakim tersebut.

Sementara itu usai persidangan. Wira, pihak keluarga terdakwa, sangat yakin jika Buchori dan Yumidris tidak bersalah dan tidak melakukan tindak pidana korupsi. Mereka berdua murni hanya tugas.

" Saya yakin paman saya, Buchori tidak bersalah dalam perkara ini. Beliau hanya menjalankan tugas yang semata mata untuk menyelamatkan kondisi Bank Riau Kepri," tuturnya.

Seperti diketahui, putusan vonis terdakwa ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Oka Regina SH, yang menuntut terdakwa selama 6 tahun penjara. Karena melanggar Pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 Undang Undang No 31 tahun 1999, sebagaimana diubah UU No 20 tahun 2001.

Selain itu, keduanya juga dikenakan denda sebesar Rp 500 juta, atau subsider selama 3 bulan penjara. Atas pemberian kredit Rp35,2 miliar ke Arya Wijaya, Dirut PT Saras, yang berujung kredit macet.***(har)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Korupsi Program K2i, Jaksa Penyidik Teliti Berkas Susilo
- Serpihan Tengkorak Manusia di Ladang Hebohkan Warga Duri, Bengkalis
- Mayat Bayi Berplasenta Ditemukan Petugas Kebersihan di Duri
- BAP Bupati Rohul Dilimpahkan ke Kejati
- Peran Orang Tua Dibutuhkan,
Rohul Masuk Daerah Rawan Peredaran Narkoba

- Seratusan Pocil Unjuk Kebolehan di Mapolres Rohul
- Selamatkan 16 Warganya Tersandera, Bupati Meranti ke Kamboja


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.166.114.43
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com