Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Rabu, 29 Juni 2016 15:48
PT.MIG Berjanji Gaji Buruh Kebersihan Dicairkan Jumat Lusa

Rabu, 29 Juni 2016 15:13
Warga Rohul Keluhkan Sampah Busuk di Jalan Simpang D Rambah Hilir

Rabu, 29 Juni 2016 14:57
DPRD Inhu Sesalkan Permohonan Bantuan Lebaran oleh Kecamatan Rengat

Rabu, 29 Juni 2016 14:52
Atasi DBD, Diskes Bengkalis Berharap Peran Aktif Masyarakat

Rabu, 29 Juni 2016 14:38
Mendagri Tak Memutuskan Hingga 1 Juli,
Gubri Dimungkinkan Tunjuk Plt Sekda


Rabu, 29 Juni 2016 14:26
Pantau Arus Mudik, Ditlantas Polda Riau Gunakan 6 Kamera Drone

Rabu, 29 Juni 2016 14:23
Perkara Suap APBD Riau,
KPK Belum Berikan Keputusan Permintaan Johar Disidangkan di Jakarta




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 15 April 2013 13:28
Insiden Pengejaran Maling Sawit,
Balita Asal Bengkalis Tertembus Peluru Nyasar Polisi


Seorang balita berusia 4 tahun harus dirawat intensif. Ia tertembus peluru nyasar aparat kepolisian yang sedang mengejar maling buah kelapa sawit di Pinggir, Bengkalis.

Riauterkini-PEKANBARU-Seorang bocah bernama Rendi (4), warga Desa Pinggir, Kecamatan Pinggir terkena peluru nyasar dari BKO Brimobda Riau yang melakukan pengejaran terhadap maling ("ninja") sawit di areal perusahaan PT Adei Plantations.

Saat ini korban tengah dirawat intensif di RS Bhayangkara Polda Riau di Pekanbaru.

Paman korban, Nitra (32) yang dijumpai wartawan di RS Bhayangkara, Senin (15/4/13), menyebutkan keponakannya itu kena tembakan kemarin sekira pukul 11.00 WIB.

"Saat itu korban dibawa oleh ayahnya yang akan memotong karet di areal perkebuban milik PT Adei. Pada waktu bersamaan petugas sedang melakukan pengejaran terhadap maling sawit," tuturnya.

Peluru nyasar itu, imbuh Nitra, mengenai bahu kiri korban. Korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara Polda Riau.

Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian.

Semantara dari pantauan riauterkini di RS Bhayangkara, kondisi korban sudah membaik. Bahu korban terlihat diperban sedangkan tangannya dipasang slang infus.***(son)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Polisi siluman
Senpi di letuskan krna si "maling" ga bs di "86" kan oleh Polisi...... akhirnya dpt mslah deh tu Polisi... Emang uda bobrok Citra Polisi

Pijon
seharusnya di usut secara hukum ,mau peluru nyar kek namanya ,itu udah pelanggaran , kalau sempat meninggal dunia


Berita Hukum lainnya..........
- Pantau Arus Mudik, Ditlantas Polda Riau Gunakan 6 Kamera Drone
- Perkara Suap APBD Riau,
KPK Belum Berikan Keputusan Permintaan Johar Disidangkan di Jakarta

- Operasi Pekat Tim Yustisi Kampar,
Kakansatpol PP: Perda Kita Terlalu Lemah Untuk Membuat Mereka Jera

- Tampar Mulut Istri, Seorang Warga Rohul Harus Lebaran di Sel
- Joni Dilantik Menjadi Wakil Ketua Pengadilan Negeri Pekanbaru
- Satroni Rumah Kades di Inhu, Maling Gondol Dana ADD Rp219 Juta
- Kembali Demo Walikota, Buruh Kebersihan eks MIG Menghiba Tuntut Gaji


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.162.147.61
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com