Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Sabtu, 30 Juli 2016 22:37
Agung Toyota Serahkan 5 Unit Sienta kepada 5 Konsumen Pertama di Pekanbaru

Sabtu, 30 Juli 2016 19:52
Peringati HUT ke-71 RI, Kodim 0314 Inhil Gelar Aksi Donor Darah

Sabtu, 30 Juli 2016 18:15
Masuki Perkuliahan Semester Ganjil, Dosen STAI Ar Ridha Rohil Diberi Pembekalan

Sabtu, 30 Juli 2016 16:23
Hari Jadi Bengkalis 504,
‎Belasan Ribu Warga Meriahkan Pawai Budaya


Sabtu, 30 Juli 2016 16:18
Sejumlah Balon Walikota dan Bupati Hadiri Halal Bihalal PDIP

Sabtu, 30 Juli 2016 15:00
Gubri Halal bi Halal Bersama Masyarakat Riau di Jakarta

Sabtu, 30 Juli 2016 14:56
Satu Tersangka Dilumpuhkan,
Polres Rohul Gagalkan Perdagangan Senpi




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 15 April 2013 13:28
Insiden Pengejaran Maling Sawit,
Balita Asal Bengkalis Tertembus Peluru Nyasar Polisi


Seorang balita berusia 4 tahun harus dirawat intensif. Ia tertembus peluru nyasar aparat kepolisian yang sedang mengejar maling buah kelapa sawit di Pinggir, Bengkalis.

Riauterkini-PEKANBARU-Seorang bocah bernama Rendi (4), warga Desa Pinggir, Kecamatan Pinggir terkena peluru nyasar dari BKO Brimobda Riau yang melakukan pengejaran terhadap maling ("ninja") sawit di areal perusahaan PT Adei Plantations.

Saat ini korban tengah dirawat intensif di RS Bhayangkara Polda Riau di Pekanbaru.

Paman korban, Nitra (32) yang dijumpai wartawan di RS Bhayangkara, Senin (15/4/13), menyebutkan keponakannya itu kena tembakan kemarin sekira pukul 11.00 WIB.

"Saat itu korban dibawa oleh ayahnya yang akan memotong karet di areal perkebuban milik PT Adei. Pada waktu bersamaan petugas sedang melakukan pengejaran terhadap maling sawit," tuturnya.

Peluru nyasar itu, imbuh Nitra, mengenai bahu kiri korban. Korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara Polda Riau.

Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian.

Semantara dari pantauan riauterkini di RS Bhayangkara, kondisi korban sudah membaik. Bahu korban terlihat diperban sedangkan tangannya dipasang slang infus.***(son)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Polisi siluman
Senpi di letuskan krna si "maling" ga bs di "86" kan oleh Polisi...... akhirnya dpt mslah deh tu Polisi... Emang uda bobrok Citra Polisi

Pijon
seharusnya di usut secara hukum ,mau peluru nyar kek namanya ,itu udah pelanggaran , kalau sempat meninggal dunia


Berita Hukum lainnya..........
- Satu Tersangka Dilumpuhkan,
Polres Rohul Gagalkan Perdagangan Senpi

- Diduga Gelapkan Uang, Sales CV. MBL Ujungbatu Dilaporkan ke Polisi
- Tim Mabes Polri Mulai Selidiki SP3 15 Perusahaan Terduga Karhutla Polda Riau
- Polresta Pekanbaru Kandaskan Duet Begal Kejam 7 Lokasi
- Malam ini, Polisi Gerbek Jaringan Pengedar Narkoba di Meranti
- Catatan KontraS,
Inilah Jejak Kasus Dua Warga Meranti Hingga Divonis Mati

- Komisi I DPR RI Lihat Langsung Alutsista di Lanud Roesmin Nurjadin


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.166.141.206
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com