Untitled Document
Senin, 9 Jumadil Akhir 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Senin, 30 Maret 2015 14:01
Serahkan LKPD, Plt Gubri Berharap Dapat WTP

Senin, 30 Maret 2015 13:55
Ikut Pilkada Rohil, Asri Auzar 'Lamar' Empat Parpol

Senin, 30 Maret 2015 13:31
Sejumlah PNS di Duri ke Mal Saat Jam Kerja

Senin, 30 Maret 2015 12:53
Datangai Kejati Riau, Keluarga Korban Pembunuhan Desak Kajari Rohil Dipecat

Senin, 30 Maret 2015 12:46
Alpa Tes Tulis Asessment, Pejabat Pemko Otomatis Gugur

Senin, 30 Maret 2015 12:06
Lembar Soal UN 2015 untuk 76 Sekolah di Rohul sudah Didistribusikan

Senin, 30 Maret 2015 12:01
Mengenal Tim Fire Fighter RAPP, "Pantang Pulang Sebelum Padam"



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 15 April 2013 13:28
Insiden Pengejaran Maling Sawit,
Balita Asal Bengkalis Tertembus Peluru Nyasar Polisi


Seorang balita berusia 4 tahun harus dirawat intensif. Ia tertembus peluru nyasar aparat kepolisian yang sedang mengejar maling buah kelapa sawit di Pinggir, Bengkalis.

Riauterkini-PEKANBARU-Seorang bocah bernama Rendi (4), warga Desa Pinggir, Kecamatan Pinggir terkena peluru nyasar dari BKO Brimobda Riau yang melakukan pengejaran terhadap maling ("ninja") sawit di areal perusahaan PT Adei Plantations.

Saat ini korban tengah dirawat intensif di RS Bhayangkara Polda Riau di Pekanbaru.

Paman korban, Nitra (32) yang dijumpai wartawan di RS Bhayangkara, Senin (15/4/13), menyebutkan keponakannya itu kena tembakan kemarin sekira pukul 11.00 WIB.

"Saat itu korban dibawa oleh ayahnya yang akan memotong karet di areal perkebuban milik PT Adei. Pada waktu bersamaan petugas sedang melakukan pengejaran terhadap maling sawit," tuturnya.

Peluru nyasar itu, imbuh Nitra, mengenai bahu kiri korban. Korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara Polda Riau.

Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian.

Semantara dari pantauan riauterkini di RS Bhayangkara, kondisi korban sudah membaik. Bahu korban terlihat diperban sedangkan tangannya dipasang slang infus.***(son)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Polisi siluman
Senpi di letuskan krna si "maling" ga bs di "86" kan oleh Polisi...... akhirnya dpt mslah deh tu Polisi... Emang uda bobrok Citra Polisi

Pijon
seharusnya di usut secara hukum ,mau peluru nyar kek namanya ,itu udah pelanggaran , kalau sempat meninggal dunia


Berita Hukum lainnya..........
- Sejumlah PNS di Duri ke Mal Saat Jam Kerja
- Datangai Kejati Riau, Keluarga Korban Pembunuhan Desak Kajari Rohil Dipecat
- Buntut Turap Ambrol, Satpol PP Segel Pergudangan Angkasa II
- Suap APBD Riau, KPK Periksa Johar dan Rusli Efendi
- Bocah Dua Tahun di Kampar Tewas Dianiaya Ayah Tiri
- Dugaan Korupsi Lahan Asrama Haji, Jaksa Bakal Minta Audit BPKP
- Tiga Pelaku Curat di Tapung Hilir, Kampar Berhasil Diringkus


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.145.246.183
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com