Untitled Document
Ahad, 30 Muharram 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Ahad, 23 Nopember 2014 11:51
Jelang Kunjungi Presiden, Plt Gubri Blusukan ke Pasar Bawah

Ahad, 23 Nopember 2014 09:32
Antrian Sampai 12 Jam,
Warga ke Sumbar Disarankan Lewat Jalur Alternatif via Kuansing


Ahad, 23 Nopember 2014 06:38
Warga Bagansiapiapi Tewas tak Wajar di Panipahan

Ahad, 23 Nopember 2014 06:34
Puluhan Anak Bengkalis Bermasalah Dibekali Penyuluhan Bahaya HIV/AIDS

Sabtu, 22 Nopember 2014 19:31
Presiden Jokowi akan Blusukan ke Pasar Bawah Pekan Depan

Sabtu, 22 Nopember 2014 17:45
Pemkab Rohul Bakal Relokasi Korban Langganan Banjir di Bonai

Sabtu, 22 Nopember 2014 17:42
Interfood Indonesia 2014 di Jakarta, Meranti Sabet Unique Stand Award



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 15 April 2013 13:28
Insiden Pengejaran Maling Sawit,
Balita Asal Bengkalis Tertembus Peluru Nyasar Polisi


Seorang balita berusia 4 tahun harus dirawat intensif. Ia tertembus peluru nyasar aparat kepolisian yang sedang mengejar maling buah kelapa sawit di Pinggir, Bengkalis.

Riauterkini-PEKANBARU-Seorang bocah bernama Rendi (4), warga Desa Pinggir, Kecamatan Pinggir terkena peluru nyasar dari BKO Brimobda Riau yang melakukan pengejaran terhadap maling ("ninja") sawit di areal perusahaan PT Adei Plantations.

Saat ini korban tengah dirawat intensif di RS Bhayangkara Polda Riau di Pekanbaru.

Paman korban, Nitra (32) yang dijumpai wartawan di RS Bhayangkara, Senin (15/4/13), menyebutkan keponakannya itu kena tembakan kemarin sekira pukul 11.00 WIB.

"Saat itu korban dibawa oleh ayahnya yang akan memotong karet di areal perkebuban milik PT Adei. Pada waktu bersamaan petugas sedang melakukan pengejaran terhadap maling sawit," tuturnya.

Peluru nyasar itu, imbuh Nitra, mengenai bahu kiri korban. Korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara Polda Riau.

Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian.

Semantara dari pantauan riauterkini di RS Bhayangkara, kondisi korban sudah membaik. Bahu korban terlihat diperban sedangkan tangannya dipasang slang infus.***(son)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Polisi siluman
Senpi di letuskan krna si "maling" ga bs di "86" kan oleh Polisi...... akhirnya dpt mslah deh tu Polisi... Emang uda bobrok Citra Polisi

Pijon
seharusnya di usut secara hukum ,mau peluru nyar kek namanya ,itu udah pelanggaran , kalau sempat meninggal dunia


Berita Hukum lainnya..........
- Warga Bagansiapiapi Tewas tak Wajar di Panipahan
- Kalah di Praperadilan,
Polda Riau Harus Batalkan SP3 Kasus Penganiayaan Istri Bupati Kampar

- Gugatan Pembongkaran Pasar Tanah Merah,
Hakim Haruskan Bupati dan Pemkab Kampar Bayar Rp19 Miliar

- Nyopet, Residivis di Pekanbaru Tertangkap Lagi
- Polda Riau Jadwalkan Operasi Zebra Serentak Seluruh Kabupaten/Kota
- Curi Sepeda Motor, Seorang Pemuda Babak Belur Dihajar Massa di Pekanbaru
- Tikam Korban Hingga Tewas di Kedai Tuak,
Anton Karok Ternyata Residivis Pembunuhan



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 23.20.61.85
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com