Untitled Document
Senin, 19 Ramadhan 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Ahad, 5 Juli 2015 22:21
Respon Laporan Ahli Waris Pekerja Tewas,
Disnakertrans Dumai Surati PT SMAP-Indopalm dan PBJS Naker


Ahad, 5 Juli 2015 22:17
Buka Bersama, Alumni UII Yogya Siap Berkontribusi untuk Riau

Ahad, 5 Juli 2015 18:58
Verifikasi Faktual KPU Dumai,
Tim Amris-Sakti Nilai PPS Tak Profesional


Ahad, 5 Juli 2015 18:53
Polres Dumai Tangkap 3 Tersangka Pengedar Sabu

Ahad, 5 Juli 2015 18:42
Diskes Dumai Sosialisasikan Bahan Makanan Berbahaya

Ahad, 5 Juli 2015 18:02
HUT Bhayangkara ke 69,
PWI Kuansing Dapat Penghargaan dari Kapolres


Ahad, 5 Juli 2015 17:45
Optimalkan P4GN, Pemkab Inhil Usulkan Pembentukan BNN Kabupaten



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 15 April 2013 13:28
Insiden Pengejaran Maling Sawit,
Balita Asal Bengkalis Tertembus Peluru Nyasar Polisi


Seorang balita berusia 4 tahun harus dirawat intensif. Ia tertembus peluru nyasar aparat kepolisian yang sedang mengejar maling buah kelapa sawit di Pinggir, Bengkalis.

Riauterkini-PEKANBARU-Seorang bocah bernama Rendi (4), warga Desa Pinggir, Kecamatan Pinggir terkena peluru nyasar dari BKO Brimobda Riau yang melakukan pengejaran terhadap maling ("ninja") sawit di areal perusahaan PT Adei Plantations.

Saat ini korban tengah dirawat intensif di RS Bhayangkara Polda Riau di Pekanbaru.

Paman korban, Nitra (32) yang dijumpai wartawan di RS Bhayangkara, Senin (15/4/13), menyebutkan keponakannya itu kena tembakan kemarin sekira pukul 11.00 WIB.

"Saat itu korban dibawa oleh ayahnya yang akan memotong karet di areal perkebuban milik PT Adei. Pada waktu bersamaan petugas sedang melakukan pengejaran terhadap maling sawit," tuturnya.

Peluru nyasar itu, imbuh Nitra, mengenai bahu kiri korban. Korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara Polda Riau.

Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian.

Semantara dari pantauan riauterkini di RS Bhayangkara, kondisi korban sudah membaik. Bahu korban terlihat diperban sedangkan tangannya dipasang slang infus.***(son)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Polisi siluman
Senpi di letuskan krna si "maling" ga bs di "86" kan oleh Polisi...... akhirnya dpt mslah deh tu Polisi... Emang uda bobrok Citra Polisi

Pijon
seharusnya di usut secara hukum ,mau peluru nyar kek namanya ,itu udah pelanggaran , kalau sempat meninggal dunia


Berita Hukum lainnya..........
- Polres Dumai Tangkap 3 Tersangka Pengedar Sabu
- Kadis Melarang, Staf Disdik Inhil Nekad Pungli Rp250 Ribu untuk SK Sertifikasi
- Pegawai Honor Dipenda Inhil Ternyata Dibunuh Guru Honor SMPN Tembilahan
- Nama Indra Muchlis Adnan Lolos Seleksi Administrasi Capim KPK
- Diduga Maling Sapi, Seorang Warga Tandun Ditangkap Polres Rohul
- Membusuk di Semak-semak, Ternyata Mahasiswi Pekanbaru Dibunuh Pacar Sendiri
- Rp65 Juta Gaji Poktan Inhu Dirampok OTK


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 107.22.14.254
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com