Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 21 Oktober 2017 15:14
Waspada akan Diabetes Mellitus, Prodia Gelar Seminar Dokter

Sabtu, 21 Oktober 2017 14:42
5 Bulan Tak Terima Gaji, Honorer di Duri Mulai Galau

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:48
Liga Dangdut Indonesia, 5 Remaja Riau Berlaga di Kancah Nasional

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:20
Warga Kopah, Kuansing Nyaris Tewas Ditembak Maling Kerbau

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:14
Pemred Riauterkini.com Terpilih Pimpin AMSI Wilayah Riau

Sabtu, 21 Oktober 2017 12:31
Simpan Sabu di Botol Permen, Warga Bathin Solapan, Bengkalis Ditangkap Polisi

Sabtu, 21 Oktober 2017 12:02
Oktober 2017, Realisasi PADi Bapenda Pekanbaru Tembus Rp 375 Miliyar

Sabtu, 21 Oktober 2017 07:34
Waka DPRD Riau Bantu Murid Nunggak SPP dan Dikeluarkan Sekolah

Sabtu, 21 Oktober 2017 07:26
Pemuda Ujung Batu, Rohul Taja Turnamen Futsam Peringati Sumpah Pemuda

Jum’at, 20 Oktober 2017 22:12
DPP PDIP Benarkan SK Usung M Harris-Yopi Ariyanto di Pilgubri 2018

loading...



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.


Ahad, 14 April 2013 15:03
Kajari Pasirpangaraian Prihatin,
Tiga Bulan Pertama 2013 Tangani 13 Perkara Pencabulan


Terjadi lonjakan tindak pencabulan di Rokan Hulu. Sampai Maret ini sudah terjadi 13 perkara. Kondisi ini membuat kejaksaan prihatin.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Sampai Maret 2013 lalu terdata 13 laporan perkara tindak pidana umum (Pidum) pencabulan anak di bawah umur. Belasan kasus yang ditangani Polres Rokan Hulu ini telah dilimpahkan ke Kajaksaan Negeri (Kejari) Pasirpangaraian.

Peningkatan kasus dinilai drastis, pasalnya berdasarkan data Kejari Pasirpangaraian, kasus pencabulan anak di bawah umur terhitung Januari-Desember 2012 lalu, sesuai Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) hanya sebanyak 25 kasus. Dari jumlah itu, 17 diantaranya sudah masuk ranah persidangan di Pengadilan Negeri Pasirpangaraian dan sudah tahap putusan.

Sementara, data perkara Pidum pencabulan anak di bawah umur Januari-Maret tahun ini sudah 13 perkara tahap SPDP ditangani Kejari Pasirpangaraian.

"Sesuai data. Tujuh dari 13 kasus diantaranya sudah tahap persidangan, termasuk tiga perkara sudah tahap putusan," ungkap Kepala Kejari Pasirpangaraian Syafiruddin, didampingi Kasi Pidum Andre, kemarin.

Tanggapi meningkatnya kasus pencabulan anak di bawah umur, Kajari Pasirpangaraian, Syafiruddin, mengaku prihatin. Dia berharap peran serta instansi terkait di jajaran Pemkab Rohul segera melakukan pembinaan khusus terhadap permasalahan asusila serta prilaku masyarakat agar terhadap anak di bawah umur.

Ia menilai masih kurangnya pembinaan terhadap masyarakat sehingga sebabkan perbuatan asusila terhadap anak-anak terus terjadi. Faktor lain meningkatnya kasus pencabulan, katanya turut disebabkan karena belum meratanya aliran listrik di pedesaan sehingga berdampak kurangnya aktifitas masyarakat pada malam hari.

"Jika penanganan tidak segera dilakukan, maka akan terjadi tindakan asusila yang lebih parah lagi, apalagi daerah kita berjuluk negeri seribu suluk, ini tidak sesuai dengan karakter masyarakat kita," kata Syafiruddin.

Menurut Kajari, untuk menekan kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur, Pemkab Rohul melalui dinas terkait perlu menelusuri apa penyebabnya dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Dua kasus menonjol jadi perhatian serius pihak Kejari Pasirpangaraian, apalagi para korban pada umumnya gadis di bawah umur seperti ayah kandung menggarap anak kandung nya hingga melahirkan terjadi Kecamatan Rokan IV Koto. Kemudian, kasus anak di bawah umur yang digilir atau perkosa secara bergantian oleh tiga anak-anak seusianya terjadi di Kecamatan Tambusai Utara.

Beberapa waktu lalu, Wakil Bupati Rohul, Hafith Syukri, mengaku turut prihatin meningkatkan kasus pencabulan gadis di bawah umur. Dia janji kumpulkan seluruh Kepala Urusan Agama (KUA) di 16 kecamatan agar ikut berperan memberikan pembinaan agama kepada masyarakat.

"Seluruh pihak termasuk masyarakat juga harus berperan serta agar tindakan amoral dan asusila tidak terjadi lagi di daerah kita. Perlu dilakukan pembinaan bagi anak-anak, termasuk kalangan remaja dan orangtua," harap Wabup Hafith.***(zal)



loading...

Berita Hukum lainnya..........
- Warga Kopah, Kuansing Nyaris Tewas Ditembak Maling Kerbau
- Simpan Sabu di Botol Permen, Warga Bathin Solapan, Bengkalis Ditangkap Polisi
- Leher Terlilit Lakban,
Mayat Pria di Parkiran Bandara SSK II Pekanbaru Gegerkan Warga

- Minta Uang Rp14 Juta ke Korban,
3 Oknum Penyidik Polres Pelalawan Dilaporkan ke Wasidik

- Pungli Terhadap Tahanan, Mantan Kepala Pengamanan Rutan Sialang Bungkuk Segera Diadili
- Tersulut Api Pembakaran Arang,
Tubuh Karyawati Salon di Labuh Baru Barat Pekanbaru Hangus Terbakar

- Jaksa Langsung Banding,
Tiga Oknum Lurah Pemalsu Surat Tanah Divonis 10 Bulan Penjara



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.80.10.56
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com