Untitled Document
Kamis, 16 Jumadil Akhir 1435 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Kamis, 17 April 2014 22:24
Pasca Dilantik Wagubri,
Burhanuddin Ingin Tancap Gas Urus Riau Tower


Kamis, 17 April 2014 22:16
38 Kursi DPRD Kabupaten/Kota di Riau,
Hanura Klaim Rebut 3 Kursi DPRD Provinsi


Kamis, 17 April 2014 20:56
Gubri Mutasi Sembilan Pejabat Eselon II

Kamis, 17 April 2014 20:05
Kursi Golkar untuk DPRD Rohul Diprediksi Meningkat

Kamis, 17 April 2014 20:02
Aksi Demo Tuntut Kades Dibebaskan,
Kerusuhan Terjadi Saat Kaum Ibu Ambil Jatah Makan Siang Anggota Polisi


Kamis, 17 April 2014 19:51
Sejumlah Rekapitulasi SuaraDi Kelurahan Belum Rampung,
PPK Mandau Tetap Gelar Rapat Pleno


Kamis, 17 April 2014 19:44
Hari Kesadaran Nasional,
Bupati Rohul Mengaku Idealisme Pegawai Mulai Luntur




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 14 April 2013 15:03
Kajari Pasirpangaraian Prihatin,
Tiga Bulan Pertama 2013 Tangani 13 Perkara Pencabulan


Terjadi lonjakan tindak pencabulan di Rokan Hulu. Sampai Maret ini sudah terjadi 13 perkara. Kondisi ini membuat kejaksaan prihatin.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Sampai Maret 2013 lalu terdata 13 laporan perkara tindak pidana umum (Pidum) pencabulan anak di bawah umur. Belasan kasus yang ditangani Polres Rokan Hulu ini telah dilimpahkan ke Kajaksaan Negeri (Kejari) Pasirpangaraian.

Peningkatan kasus dinilai drastis, pasalnya berdasarkan data Kejari Pasirpangaraian, kasus pencabulan anak di bawah umur terhitung Januari-Desember 2012 lalu, sesuai Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) hanya sebanyak 25 kasus. Dari jumlah itu, 17 diantaranya sudah masuk ranah persidangan di Pengadilan Negeri Pasirpangaraian dan sudah tahap putusan.

Sementara, data perkara Pidum pencabulan anak di bawah umur Januari-Maret tahun ini sudah 13 perkara tahap SPDP ditangani Kejari Pasirpangaraian.

"Sesuai data. Tujuh dari 13 kasus diantaranya sudah tahap persidangan, termasuk tiga perkara sudah tahap putusan," ungkap Kepala Kejari Pasirpangaraian Syafiruddin, didampingi Kasi Pidum Andre, kemarin.

Tanggapi meningkatnya kasus pencabulan anak di bawah umur, Kajari Pasirpangaraian, Syafiruddin, mengaku prihatin. Dia berharap peran serta instansi terkait di jajaran Pemkab Rohul segera melakukan pembinaan khusus terhadap permasalahan asusila serta prilaku masyarakat agar terhadap anak di bawah umur.

Ia menilai masih kurangnya pembinaan terhadap masyarakat sehingga sebabkan perbuatan asusila terhadap anak-anak terus terjadi. Faktor lain meningkatnya kasus pencabulan, katanya turut disebabkan karena belum meratanya aliran listrik di pedesaan sehingga berdampak kurangnya aktifitas masyarakat pada malam hari.

"Jika penanganan tidak segera dilakukan, maka akan terjadi tindakan asusila yang lebih parah lagi, apalagi daerah kita berjuluk negeri seribu suluk, ini tidak sesuai dengan karakter masyarakat kita," kata Syafiruddin.

Menurut Kajari, untuk menekan kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur, Pemkab Rohul melalui dinas terkait perlu menelusuri apa penyebabnya dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Dua kasus menonjol jadi perhatian serius pihak Kejari Pasirpangaraian, apalagi para korban pada umumnya gadis di bawah umur seperti ayah kandung menggarap anak kandung nya hingga melahirkan terjadi Kecamatan Rokan IV Koto. Kemudian, kasus anak di bawah umur yang digilir atau perkosa secara bergantian oleh tiga anak-anak seusianya terjadi di Kecamatan Tambusai Utara.

Beberapa waktu lalu, Wakil Bupati Rohul, Hafith Syukri, mengaku turut prihatin meningkatkan kasus pencabulan gadis di bawah umur. Dia janji kumpulkan seluruh Kepala Urusan Agama (KUA) di 16 kecamatan agar ikut berperan memberikan pembinaan agama kepada masyarakat.

"Seluruh pihak termasuk masyarakat juga harus berperan serta agar tindakan amoral dan asusila tidak terjadi lagi di daerah kita. Perlu dilakukan pembinaan bagi anak-anak, termasuk kalangan remaja dan orangtua," harap Wabup Hafith.***(zal)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Ismail ( Kep Sek SMP 1 Rambah )
sebaiknya jangan hanya kasus orang miskin saja yg dimeja hijaukan pak jaksa, kasus korupsi yg merugikan keuangan negara seperti SMP 1 Rambah Rohul juga harus dimeja hijaukan pak jaksa, karena ini jelas-jelas pekerjaannya tidak dikerjakan oleh CV DAMA

Muchlis staf SMP 1 Rambah
kenapa kasus korupsi SMP 1 Rambah tidak ditindak lanjuti pak kajari, itu banyak pekerjaan yg tdk dikerjakan ,tapi tetap dibayarkan pihak dinas, kok kasus masyarakat miskin cepat pak kajari menindak lanjuti,sedangkan kasus asusila orang kaya di tambus

rakyat pendengar dan pemerhati
terima kasih banyak pak kajari. anda memang lihai melihat masalah...apalagi masalah smp 1...dilaporkan karena yang melaporkan tidak mendapat jatah sesuai perjanjian.....makanya cari-cari salah...orang..untung bapak sigap...

jufri
kajri sdh trima duit dr M Zen 150 juta, makanya kasus korupsi SMP 1 Rambah dihentikan,sekarang khusus jaksa asusila

indra
kasus korpsi SMP 1 Rambah kenapa tidak di teruskan pak safrudin,,,, kok kasus asusila saja yg di proses,,,

NASRUL
Tak usah repot-repot kajari, kasus asusila adalah kriminal biasa, kasus korupsi SMP 1 Rambah tak perlu di teruskan , kalau mau menindak lanjutinya pak safrudin kembalikan uang yang 15 juta

KORFUPTOR
KALAU KAJARI BERANI TINDAK LANJUTI PEMB SMP 1 RAMBAH , AKAN SAYA BONGKAR KASUS TERIMA SUAP OLEH KAJARI ROHUL , TAK PERCAYA COBA LAH TINDAK LANJUTI KASUS SMP 1 RAMBAH TAHUN 2012 LALU

junt
lebih prihati lagi kami masyarakat rohul karena kajari rohul lindungi para koruptor, kapan diproses korupsi Pemb SMP N 1 Rambah,,, kemaren diberitakan katanya akan segera memproses semua jenis korupsi di rohul, dan korupsi pemb SMP 1 Rambah prioritas

Meri
kajari hanya berani tangani kasus cabul, kasus korupsi tak akan ditangani oleh jaksa di rohul,,,, sekalipun komite sekolah yang laporkan ,,,, karena Kajari sudah teken kontrak sama kadis pora rohul,,,,, jaksa rohul menerima suap dan jatah bulanan dar

hendra
AYOOOO MANA KASUS H. PENGADILAN YANG PENGUSAHA MEMAKSA KAWIN ANAK DIBAWAH UMUR,,,ATAU POLISI MASIH BERSIKUKUH MEMBELA TU BANGSAT KARENA UDAH NYETOR BANYAK PADA KAPOLRES,,,


Berita Hukum lainnya..........
- Aksi Demo Tuntut Kades Dibebaskan,
Kerusuhan Terjadi Saat Kaum Ibu Ambil Jatah Makan Siang Anggota Polisi

- Digauli Hingga Melahirkan, Keponakan di Meranti Polisikan Paman
- Pasca Dua Warga Tertembak, Massa Kembali Demo Pembebasan Kades
- Tak Kunjung Tuntas, Proyek Pelabuhan Dumai Diduga Menyimpang
- Jaksa Wajibkan Pemohon PK Pemalsu Kartu Remi Hadiri Sidang
- Kejari dan Polres Dumai Tangkap Oknum Pengaku Intel Kejati
- Said Faisal Sudah Berada di Rutan Pekanbaru


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.205.59.78
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com