Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 25 Mei 2018 07:43
Wasyarakat Kuantan Mudik, Kuansing Siap Menangkan Syamsuar-Edy

Jum’at, 25 Mei 2018 07:40
Hindari Korupsi, 50 Aparatur Desa di Bengkalis Digembleng Soal Hukum

Jum’at, 25 Mei 2018 07:37
Pembina SBAI Tim Garuda Jaya Yuyun Hidayat Buka Seleksi Pemain U-16

Jum’at, 25 Mei 2018 07:33
IMA Chapter Pekanbaru Gelar Goes to Campus di FEB Unri

Jum’at, 25 Mei 2018 07:27
Ibu-Ibu Pengajian Al Hidayah Perawang Tetap Solid Dukung Paslon Nomor 4

Kamis, 24 Mei 2018 21:55
Miliki Sabu-sabu dalam LP,
Baru Bebas, Napi LP Bangkinang Ini Kembali Ditangkap


Kamis, 24 Mei 2018 21:50
Uji 50 Jenis Bahan dan Produk Makanan,
BBPOM Pekanbaru Nihil Temukan Makanan Berbahaya di Bengkalis


Kamis, 24 Mei 2018 20:43
Tokoh Masyarakat Koto Baru Sebut Syamsuar Cagubri Terbaik

Kamis, 24 Mei 2018 20:19
Tahanan Kejari Pekanbaru Kabur Usai Sidang

Kamis, 24 Mei 2018 20:14
Loyalitas dan Militansi Kader Golkar Siak Modal Kemenangan Paslon Nomor 4

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 14 April 2013 15:03
Kajari Pasirpangaraian Prihatin,
Tiga Bulan Pertama 2013 Tangani 13 Perkara Pencabulan


Terjadi lonjakan tindak pencabulan di Rokan Hulu. Sampai Maret ini sudah terjadi 13 perkara. Kondisi ini membuat kejaksaan prihatin.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Sampai Maret 2013 lalu terdata 13 laporan perkara tindak pidana umum (Pidum) pencabulan anak di bawah umur. Belasan kasus yang ditangani Polres Rokan Hulu ini telah dilimpahkan ke Kajaksaan Negeri (Kejari) Pasirpangaraian.

Peningkatan kasus dinilai drastis, pasalnya berdasarkan data Kejari Pasirpangaraian, kasus pencabulan anak di bawah umur terhitung Januari-Desember 2012 lalu, sesuai Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) hanya sebanyak 25 kasus. Dari jumlah itu, 17 diantaranya sudah masuk ranah persidangan di Pengadilan Negeri Pasirpangaraian dan sudah tahap putusan.

Sementara, data perkara Pidum pencabulan anak di bawah umur Januari-Maret tahun ini sudah 13 perkara tahap SPDP ditangani Kejari Pasirpangaraian.

"Sesuai data. Tujuh dari 13 kasus diantaranya sudah tahap persidangan, termasuk tiga perkara sudah tahap putusan," ungkap Kepala Kejari Pasirpangaraian Syafiruddin, didampingi Kasi Pidum Andre, kemarin.

Tanggapi meningkatnya kasus pencabulan anak di bawah umur, Kajari Pasirpangaraian, Syafiruddin, mengaku prihatin. Dia berharap peran serta instansi terkait di jajaran Pemkab Rohul segera melakukan pembinaan khusus terhadap permasalahan asusila serta prilaku masyarakat agar terhadap anak di bawah umur.

Ia menilai masih kurangnya pembinaan terhadap masyarakat sehingga sebabkan perbuatan asusila terhadap anak-anak terus terjadi. Faktor lain meningkatnya kasus pencabulan, katanya turut disebabkan karena belum meratanya aliran listrik di pedesaan sehingga berdampak kurangnya aktifitas masyarakat pada malam hari.

"Jika penanganan tidak segera dilakukan, maka akan terjadi tindakan asusila yang lebih parah lagi, apalagi daerah kita berjuluk negeri seribu suluk, ini tidak sesuai dengan karakter masyarakat kita," kata Syafiruddin.

Menurut Kajari, untuk menekan kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur, Pemkab Rohul melalui dinas terkait perlu menelusuri apa penyebabnya dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Dua kasus menonjol jadi perhatian serius pihak Kejari Pasirpangaraian, apalagi para korban pada umumnya gadis di bawah umur seperti ayah kandung menggarap anak kandung nya hingga melahirkan terjadi Kecamatan Rokan IV Koto. Kemudian, kasus anak di bawah umur yang digilir atau perkosa secara bergantian oleh tiga anak-anak seusianya terjadi di Kecamatan Tambusai Utara.

Beberapa waktu lalu, Wakil Bupati Rohul, Hafith Syukri, mengaku turut prihatin meningkatkan kasus pencabulan gadis di bawah umur. Dia janji kumpulkan seluruh Kepala Urusan Agama (KUA) di 16 kecamatan agar ikut berperan memberikan pembinaan agama kepada masyarakat.

"Seluruh pihak termasuk masyarakat juga harus berperan serta agar tindakan amoral dan asusila tidak terjadi lagi di daerah kita. Perlu dilakukan pembinaan bagi anak-anak, termasuk kalangan remaja dan orangtua," harap Wabup Hafith.***(zal)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Miliki Sabu-sabu dalam LP,
Baru Bebas, Napi LP Bangkinang Ini Kembali Ditangkap

- Tahanan Kejari Pekanbaru Kabur Usai Sidang
- Polda Riau Ungkap Dua Kasus Narkoba 41 Kilogram Sabu 44000 Butir Ekstasi
- Ikut Edar Sabu, Oknum Satpol PP Rohul dan Tetangganya Ditangkap
- Razia, Satpol PP Pekanbaru Dapti Tempat Hiburan Buka di Malam Ramadhan
- 3 Penjudi Diciduk Polsek Tambusai, Seorang Tersangka Ketahuan Bawa Sabu
- Kredit Motor Pakai KTP Palsu, Seorang Warga Tapung Ditangkap Polisi
- TPPU Penyertaan Modal Pemkab Bengkalis, Mantan Bupati Terancam Jadi Tersangka
- Rampok Toke 2 Kg Emas di Langgam, Salah Seorang Pelaku Hanya Kebagian Rp3 Juta
- Safari ke Bengkalis,
Danrem 031/Wirabima Imbau Masyarakat Aktifkan Siskamling untuk Cegah Teroris

- Sebuah Rumah di Sebauk, Bengkalis Ludes Terbakar
- Klarifikasi LBH PAHAM Cabang Riau, Oknum Pengacaranya Tilap Uang Terpidana Kasus Narkoba
- 5 Kilogram Asal Malaysia Dikendalikan Dari Lapas Kelas II A Pekanbaru
- BNP Riau Tangkap Sican, Kurir Sabu 5 Kilogram dari Jaringan Malaysia
- Korupsi Dana BPMPD Inhil, ASN dan Kobtraktor Divonis 4 Tahun Penjara
- Kisruh Hibah 20 Hektar Lahan Kecamatan Pangkalan Kuras, Kamal Klaim Punya Dasar Kuasai Lahan
- Polsek Tapung Hulu, Kampar Tangkap Bandar Sabu Asal Intan Jaya
- Sejak 2014 Hampir 2 Ton Trenggiling Sudah Terjual,
Saksi: Akui Dapat Keuntungan Rp 200 Ribu Perkilonya

- 3 Tewas 10 Luka-luka, Belasan Warga di Pelalawan Tertimpa Dua Mobil Terlibat Trabrakan Beruntun
- Korupsi Dana Desa, Mantan Camat di Kampar Diadili


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com