Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 26 Mei 2018 01:24
Genangi Lahan dan Perkebunan Warga,
Kembali, Pipa Minyak Chevron di Duri Meledak


Jum’at, 25 Mei 2018 22:58
Dinkes Pastikan Seluruh Apotek di Bengkalis Dibina Berkala

Jum’at, 25 Mei 2018 22:54
Lanal Dumai Amankan Kapal Angkut 700 Ballpres Ilegal Asal Malaysia

Jum’at, 25 Mei 2018 22:49
Dua Nama Toke Besar di Sei Pakning Disebut-sebut pada Sidang Kasus Trenggiling

Jum’at, 25 Mei 2018 22:44
Hasil UN SMP Pelalawan Duduki Peringkat 8 Riau

Jum’at, 25 Mei 2018 21:42
Pertama di Sumatera, DIRE Ciptadana Wadahi Masyarakat Berinvestasi Aset Mal SKA

Jum’at, 25 Mei 2018 21:35
Kampanye Dialogis di Kecamatan Kempas,
Wardan: Program DMIJ Plus Bagi Akselerasi Pembangunan di Kelurahan


Jum’at, 25 Mei 2018 21:04
Cagubri Syamsuar Kunjungi Kuansing,
Warga Sungai Soriak Berharap Keberhasilan Siak Bisa Ditularkan ke Kampung Mereka


Jum’at, 25 Mei 2018 20:45
Ikut Berpartisipasi Semarakkan Ramadhan, PSMTI Bagikan 500 Takjil Gratis kepada Masyarakat

Jum’at, 25 Mei 2018 20:26
Berkeliaran di Bulan Ramadan, Komisi I DPRD Riau Minta Satpol PPTertibkan Gepeng

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 12 April 2013 06:54
Tidak Semua 'Ayam Kampus' Merasa Terpaksa

Menjadi pelacur, apapun kelasnya tetaplah sebuah pekerjaan nista, namun tidak semua 'ayam kampus' menjalaninya dengan terpaksa.

PEKANBARU- Meskipun merupakan larangan negara dan juga agama, namun faktanya prostitusi dalam berbagai bentuk di hampir semua kota di Indonesia tetap tumbuh subur. Para pelakunya semua menyadari kegiatannya salah, namun anehnya, ada juga di antara mereka yang mengaku sadar dan tidak merasa terpaksa menjalaninya.

"Munafik kalau saya bilang terpaksa seperti ini (menjadi ayam kampus.red). Hidup ini pilihan. Saya sangat sadar dengan pilihan saya," tutur Melati (23), mahasiswi tingkat akhir di sebuah perguruan tinggi ternama di Pekanbaru kepada riauterkinicom belum lama ini.

Dipaparkan Melati, dirinya sudah terjerumus dalam prostitusi terselubung sejak tiga tahun silam. Setelah termakan candu kehidupan malam. Hobinya menikmati dunia gemerlapan atau Dugem perlu biaya besar. Sementara, kiriman orang tuanya yang tinggal di provinsi tetangga hanya cukup untuk biaya kuliah, bayar kos dan makan.

"Mulanya saya diajak teman untuk dugem. Dia yang bayar, tetapi lama-lama keenakan. Tidak mungkin dong, dia terus yang bayar. Saya ketagihan untuk dugem dan itu perlu biaya besar," paparnya.

Melati lantas membenarkan pameo yang sering diucap masyarakat terkait usaha haram. "Uang setan dimakan hantu." Seperti itulah dirinya. Penghasilannya dair 'menjual diri' cukup besar. Sebulan bisa mendapat Rp 20 juta, tetapi uang sebanyak itu tak tersisa. Habis untuk dugem dan membeli obat penenang, nama lain dari narkotika.

Pengakuan berbeda disampaikan Puspa. Mahasiswi blasteran tersebut mengaku tidak rutin jadi 'ayam kampus'. Ia hanya menerim pelanggan jika kondisi keuangan sedang sekarat.

"Kalau uang saya lagi cukup, untuk apa begituan," tukasnya beralasan.

Tapi, jika kondisi keuangan sedang seret. Kiriman dari orang tuanya dari provinsi tetangga belum datang, sementara banyak kebutuhan mendesak. Seperti ibu kos yang menagih pembayaran dan biaya kuliah menunggak, jalan pintas terpaksa diambil.

Puspa mengaku punya temen yang bekerja di sebuah tempat hiburan malam yang selalu ia minta tolong kepadanya mencarikan pelanggan jika sedang butuh uang.

Dikatakan Puspa, ia memilih sikap seperti itu karena sebenarnya ia tak menikmati setiap kali melayani pelanggan. Karena itu, ia kadang mendengar pelanggan mengeluh karena mungkin tak mendapatkan pelayanan memuaskan darinya.

"Saya tidak mungkin pura-pura menikmati digauli pria seusia ayah saya. Mungkin karena itu, kadang ada pelanggan yang kecewa," tuturnya.

Catatan redaksi

Sebagai penutup, redaksi perlu mengungkap latar belakang munculnya liputan khusus 'ayam kampus' di Pekanbaru. Adalah keberadaan Maharani Suciwati, mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Jakarta yang turut diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat menangkap tangan tersangka korupsi impor daging sapi Ahmad Fatonah yang menjadi 'pemicu'.

Redaksi lantas ingin menelusuri kemungkinan adanya praktek gratifikasi seks di Riau, mengingat daerah ini memiliki banyak kasus korupsi, baik yang sudah terungkap maupun yang masih tersembunyi.

Dari penelusuran yang kami lakukan, indikasi adanya praktek gratifikasi seks ditemukan.

Liputan ini sama sekali tidak bertujuan untuk memberi informasi bagaimana caranya mendapatkan 'ayam kampus', karena itu kami tidak mendiskrisikan di mana para 'ayam kampus' Pekanbaru biasa menikmati kehidupan malamnya.

Juga kewajiban kami melindungi nara sumber. Memunculkan nama samaran serta tidak menyebutkan nama perguruan tinggi tempat 'ayam kampus' menimba ilmu.

Terakhir, kami hanya ingin menghadirkan fakta adanya fenomena 'ayam kampus' di Pekanbaru. Semua terpulang kepada kita, terutama pemerintah dan pihak perguruan tinggi menyikapinya.***(red/tamat)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Lanal Dumai Amankan Kapal Angkut 700 Ballpres Ilegal Asal Malaysia
- Dua Nama Toke Besar di Sei Pakning Disebut-sebut pada Sidang Kasus Trenggiling
- Polsek Kepenuhan Turut Ciduk Juru Tulis Judi Togel
- Bawa Sabu, 2 Warga Rambah Diciduk Satres Narkoba Polres Rohul dari 2 Lokasi
- ‎Judi Domino, Seorang Warga Kepenuhan Baru Ditangkap Polisi Rohul dan 3 Lainnya Kabur
- Korban Tenggelam di Sungai Rokan Desa Muara Dilam Mengalami Gangguan Jiwa
- Kamis Depan, Perkara Korupsi Proyek RTH Jilid II Disidangkan
- Miliki Sabu-sabu dalam LP,
Baru Bebas, Napi LP Bangkinang Ini Kembali Ditangkap

- Tahanan Kejari Pekanbaru Kabur Usai Sidang
- Polda Riau Ungkap Dua Kasus Narkoba 41 Kilogram Sabu 44000 Butir Ekstasi
- Ikut Edar Sabu, Oknum Satpol PP Rohul dan Tetangganya Ditangkap
- Razia, Satpol PP Pekanbaru Dapti Tempat Hiburan Buka di Malam Ramadhan
- 3 Penjudi Diciduk Polsek Tambusai, Seorang Tersangka Ketahuan Bawa Sabu
- Kredit Motor Pakai KTP Palsu, Seorang Warga Tapung Ditangkap Polisi
- TPPU Penyertaan Modal Pemkab Bengkalis, Mantan Bupati Terancam Jadi Tersangka
- Rampok Toke 2 Kg Emas di Langgam, Salah Seorang Pelaku Hanya Kebagian Rp3 Juta
- Safari ke Bengkalis,
Danrem 031/Wirabima Imbau Masyarakat Aktifkan Siskamling untuk Cegah Teroris

- Sebuah Rumah di Sebauk, Bengkalis Ludes Terbakar
- Klarifikasi LBH PAHAM Cabang Riau, Oknum Pengacaranya Tilap Uang Terpidana Kasus Narkoba
- 5 Kilogram Asal Malaysia Dikendalikan Dari Lapas Kelas II A Pekanbaru


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com